5 Cara Mengatasi Fobia pada Anak

Selayaknya orang tua pada umumnya, tidak ada dari mereka yang menginginkan anaknya menjalani kehidupan yang sulit. Kondisi ini akan muncul jika anak tidak memiliki perasaan berani dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Meski begitu orang tua tak perlu khawatir karena terdapat beberapa cara membentuk anak pemberani mengatasi fobia.

Hal ini menjadi salah satu cara yang perlu dilatih sejak dini, fungsinya untuk mempersiapkan diri anak dalam menghadapi dunia yang mengharuskan anak bersaing. Keberanian anak perlu dilatih agar si anak mampu mengelola kemampuan emosional dalam dirinya. Anak perlu mentolerir perasaan takut dan tidak membiarkan rasa takut tersebut menahan mereka.

Cara Membentuk Anak Pemberani

Fobia sosial anak merupakan kondisi di mana anak tidak nyaman dan tidak ingin bergabung serta bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, seperti bermain dan berkomunikasi dengan orang lain. Mereka cenderung lebih senang menyendiri karena memutuskan menarik diri dari pergaulan atau menghindar dari orang lain, berikut ini beberapa cara untuk mengatasinya.

  1. Beri Penjelasan

Ketika anak merasa cemas atau takut pada kondisi tertentu yang dihadapi, mereka justru tidak memahami kondisi tersebut dengan baik. Anak cenderung kebingungan dan tidak tahu apa yang mereka harus lakukan guna mengatasi kondisi ini. Sebagai orang tua, berikan penjelasan mengenai kondisi yang terjadi secara perlahan.

  1. Mengakui Perasaan

Jika orang tua melihat anak-anak bereaksi berlebihan pada situasi yang dinilai tidak berbahaya, biarkan saja apa yang dirasakan anak tersebut. Orang tua perlu mengakui perjuangan anak, dengan pengakuan tersebut mereka akan merasa dihargai, dimengerti hingga tak lagi takut dalam mengekspresikan apa yang dirasa.

  1. Akrab dengan Anak

Mencoba akrab dengan anak ketika mereka mengaku takut dengan sesuatu, ajak mereka untuk mengenali sesuatu yang baru. Jika perlu diskusikan terlebih dahulu dengan anak, mereka menginginkan apa untuk dipelajari. Diskusikan terlebih dahulu mengenai apa yang bisa dilakukan anak dalam situasi tertentu.

  1. Berikan Contoh

Anak merupakan peniru yang baik, salah satu cara membuat anak menjadi berani adalah memberi contoh mengenai bagaimana respons tidak takut dan tenang ketika mereka menghadapi situasi yang sebelumnya tidak pernah dihadapinya.

  1. Lakukan Perlahan

Cara ini bisa dilakukan ketika anak ingin melakukan sesuatu tetapi dia merasa gugup dan takut, cobalah untuk mengajak anak melakukan pendekatan terhadap kondisi itu. Seperti anak ingin melakukan pelatihan bela diri, terlebih dahulu ajak mereka untuk mengenal jenis olahraga bela diri yang ingin dipelajari.

Cara membentuk anak pemberani lain yang patut dicoba adalah melontarkan kritik, hal ini justru bisa membangun kemampuan komunikasi anak. Namun, untuk anak yang lebih muda atau memiliki perasaan sensitif emosinya harus hati-hati, agar tak membuatnya kecil hati. 

Untuk melontarkan kritik agar tidak menyakiti hatinya bisa dengan sambil bercanda dan menunjukkan ekspresi yang ceria. Sehingga anak akan belajar menerima kesalahan dan emosinya akan menjadi lebih positif, serta dampaknya akan membuat mereka jauh lebih berani dalam menghadapi fobia sosial.

Menghadapi anak dengan fobia tentu akan membutuhkan kesabaran yang cukup tinggi, terlebih apabila kondisi tersebut termasuk sudah pada fase yang cukup parah. Para orang tua bisa memulai hal ini dengan kebiasaan positif yang mudah, sehingga anak tidak kesulitan atau bahkan untuk terlibat dan pastikan orang tua memiliki rasa sabar dan cara yang tepat menghadapi kondisi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *