Apa Itu Rapid Antigen Nasal, Nasofaring, dan Orofaring?

Swab antigen adalah salah satu tes yang banyak digunakan untuk pemeriksaan awal Covid-19. Tes ini juga dikenal sebagai tes diagnostik. Akan tetapi, ada pula orang yang menyebutnya rapid antigen. Pertanyaannya, apa itu rapid antigen? Apakah berbeda dengan swab antigen?

Perbedaan nama ini memang seringkali membuat banyak orang bingung. Pada dasarnya, rapid antigen dan swab antigen adalah tes yang sama, hanya penyebutan namanya saja yang berbeda. Mengapa disebut rapid antigen? Karena hasil pemeriksaan bisa diterima dalam waktu cepat, yaitu sekitar tes 15-20 menit saja. Sedangkan, disebut swab antigen adalah karena pada saat pengambilan sampel menggunakan metode swab atau usap. Jadi,  rapid antigen dan swab antigen adalah sama.

Agar tidak bingung lagi, sebaiknya Anda memahami apa itu rapid antigen, apa itu rapid antigen nasal, nasofaring dan orofaring, lalu bagaimana prosedur pemeriksaannya berikut ini.

Apa Itu Rapid Antigen?

Rapid antigen atau swab antigen adalah tes diagnostik untuk mendeteksi keberadaan protein virus Covid-19 melalui pengambilan sampel di saluran pernapasan.

Dibandingkan rapid test antibodi, rapid antigen memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, tes ini cocok untuk dijadikan pemeriksaan awal Covid-19. Namun, hasil pemeriksaan tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis Covid-19. Biasanya, seseorang mendapat hasil pemeriksaan positif disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, yakni tes swab PCR. Sebab, tes ini memiliki tingkat akurasi yang paling tinggi dibandingkan tes Covid-19 lainnya. Akan tetapi, baik rapid antigen maupun swab PCR menggunakan metode pengambilan sampel yang sama, yakni metode swab atau usap. 

Apa Itu Rapid Antigen Nasal, Nasofaring, dan Orofaring?

Dalam tes rapid antigen dan PCR ada dua cara yang digunakan untuk mengambil sampel, yaitu pengambilan sampel melalui permukaan lubang hidung (nasal), belakang hidung hingga pangkal tenggorokan (nasofaring), dan tenggorokan (orofaring).

Pengambilan sampel melalui permukaan lubang hidung atau disebut nasal ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang namanya polyester swab. Alat ini memiliki bentuk seperti cotton bud, hanya saja tangkainya lebih panjang dan elastis. Sementara bagian ujungnya terdapat kapas yang berfungsi untuk menyerap lendir dari hidung. 

Saat pengambilan sampel, orang yang akan melakukan tes rapid antigen diminta untuk memiringkan kepala sekitar 70 derajat. Kemudian tenaga medis akan memasukkan polyester swab secara perlahan dan sambil diputar-putar ke dalam hidung sedalam 2 cm artinya tidak sampai ke pangkal tenggorokan. Setelah diperoleh sampel tersebut akan dimasukkan ke dalam botol khusus. Tes ini dipercaya membuat orang yang menjalani tes rapid antigen merasa lebih nyaman karena polyester swab tidak dimasukkan terlalu dalam. Selain itu, tes rapid antigen nasal ini juga hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mendapatkan hasilnya.

Sementara itu, pengambilan sampel melalui belakang hidung hingga pangkal tenggorokan atau disebut juga nasofaring ini dilakukan dengan cara yang hampir sama dengan nasal tadi. Bedanya, polyester swab dimasukkan lebih dalam hingga pangkal tenggorokan secara perlahan dengan gerakan memutar. Setelah diperoleh sampel tersebut akan dimasukkan ke dalam tabung khusus. Akan tetapi, cara ini seringkali membuat orang yang menjalani tes rapid antigen jadi merasa tidak nyaman.

Selain lewat hidung, seperti cara nasal dan nasofaring, pengambilan sampel juga bisa dilakukan lewat tenggorokan atau disebut orofaring. Caranya, orang yang akan melakukan swab antigen akan diminta untuk membuka mulut selebar-lebar mungkin. Kemudian, polyester swab dimasukkan ke dalam tenggorokan secara perlahan hingga menyentuh bagian amandel. Setelah itu, sampel akan dimasukkan ke dalam tabung khusus. 

Itulah penjelasan mengenai apa itu rapid antigen nasal, nasofaring, dan orofaring. Ketiganya sama-sama digunakan untuk mengambil sampel dengan metode swab atau usap, hanya saja cara memperolehnya saja yang berbeda. Ada yang lewat hidung dan tenggorokan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *