Apa Itu Swab PCR dan Perbedaannya dengan Antigen

Apa Itu Swab PCR

Pada masa pandemi covid-19, yang berlangsung sejak awal 2020 hingga saat ini, kebutuhan screening atau pemeriksaan keberadaan virus di dalam tubuh manusia amat tinggi. Sejak awal, dunia medis mengenalkan swab PCR sebagai salah satu metode untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sebenarnya, apa itu swab PCR?

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai swab PCR, kita harus tahu terlebih dahulu mengetahui definisinya. PCR atau polymerase chain reaction (rantai reaksi polemerasi) adalah sesuatu yang berkaitan dengan virus tersebut. Sementara swab merupakan sebuah teknik untuk memperoleh bahan pemeriksaan. 

Sederhananya, swab PCR dapat dimaknai sebagai sebuah prosedur pengambilan bahan pemeriksaan untuk mengetahui rantai reaksi polimerase atau mendeteksi DNA virus.

Tes PCR adalah salah satu pemeriksaan molekuler yang dilakukan untuk mengungkap (dalam istilah medis mendiagnosis) kasus covid-19. Tes ini merupakan rekomendasi yang dibuat oleh organisasi kesehatan dunia, WHO, sejak pandemi covid-19 melanda dunia. Tes ini digunakan untuk mendeteksi penyakit dengan cara mencari jejak materi genetik virus pada sampel yang dikumpulkan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sampel tersebut dikumpulkan melalui teknik usap hidung atau tenggorokan (swab).

Materi genetik yang ada di tiap sel, termasuk virus, dapat berupa deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA). Kedua jenis materi genetik ini dibedakan dari jumlah rantai yang ada di dalamnya. Nah, DNA merupakan materi genetik berantai ganda, sementara RNA berantai tunggal. 

Menariknya, tiap DNA dan RNA makhluk hidup membawa informasi genetik akan tubuhnya. Keberadaan DNA dan RNA ini bisa dideteksi oleh teknologi PCR lewat teknik amplifikasi atau perbanyakan. Keberadaan material genetik dan suatu jenis penyakit akibat infeksi bakteri atau virus seperti covid-19 pun akhirnya bisa terdeteksi. 

Perlu diketahui pula bahwa SARS-CoV-2 atau virus penyebab covid-19 termasuk ke dalam virus RNA. Oleh sebab itu, cara untuk mendeteksi virus ini diawali dengan mengubah (konversi) RNA yang ditemukan di sampel (hasil pengambilan swab lewat tenggorokan atau hidung, berupa dahak atau lendir) menjadi DNA. 

Setelah diubah menjadi DNA, proses selanjutnya memperbanyak materi genetik tersebut lewat alat PCR. Andaikan mesin PCR mendeteksi adanya RNA virus corona pada sampel, maka hasilnya dinyatakan positif.

Kendati menjadi metode yang dinilai paling akurat mendeteksi keberadaan virus corona di dalam tubuh manusia, swab PCR tidak mendapat pamor yang lebih tinggi ketimbang salah satu metode pemeriksaan yang hampir mirip, yakni swab antigen. 

Alasannya sederhana, biaya pemeriksaan swab PCR jauh lebih mahal ketimbang swab antigen. Lagi pula, pemerintah Indonesia melalui stakeholder terkait merestui swab antigen untuk beberapa keperluan administrasi.

Setelah mengetahui apa itu swab PCR, kita perlu tahu juga perbedaannya dengan swab antigen. Informasi ini cukup penting untuk diketahui agar tak terjadi salah persepsi terkait kedua metode ini.

Teknik pemeriksaan swab antigen tidak jauh beda dengan metode yang dilakukan ketika melakukan swab PCR. Keduanya sama-sama menggunakan alat untuk mengusap target pemeriksaan agar mendapatkan sampel. Bedanya, swab antigen hanya mendeteksi protein spesifik dari virus corona SARS-CoV-2 penyebab covid-19. Antigen adalah zat yang yang dapat merangsang imun. 

Zat ini bisa berupa protein, polisakarida, dan lain sebagainya. Saat terinfeksi virus, tubuh secara alami akan merespons dengan mengeluarkan protein spesifik tertentu. Virus penyebab Covid-19 memiliki beberapa antigen yang sudah dikenali, seperti nukleokapsid fosfoprotein dan spike glikoprotein. Tes swab antigen dapat melihat keberadaan antigen di dalam tubuh, sehingga bisa diketahui apakah seseorang sedang terinfeksi virus corona atau tidak.

Akan tetapi, karena sampel pemeriksaannya tidak langsung menyasar “si virus” tingkat akurasi swab antigen kalah jauh dibanding swab PCR. Idealnya, hasil swab antigen masih harus diverifikasi oleh swab PCR agar mendapat hasil pemeriksaan yang autentik.

Kurang lebih itulah penjelasan mengenai apa itu swab PCR dan perbedaannya dengan swab antigen. Masyarakat bisa memilih satu di antara keduanya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Namun, apabila tes dilakukan dengan maksud mengonfirmasi gejala yang tengah dialami, lebih baik langsung melakukan swab PCR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *