Author: mutiara

Penyebab Keputihan Vaginosis Bakterialis

Pada kondisi yang normal, ditemukan koloni bakteri pada vagina, yang dikenal sebagai flora normal. Terdapat bakteri baik (lactobacilli) dan bakteri buruk (anaerob). Dalam kondisi sehat, jumlah bakteri baik akan melebihi jumlah bakteri yang buruk. Jika jumlah bakteri anaerob berubah menjadi banyak, maka vaginosis bakterialis dapat terjadi.

Vaginosis bakterialis, atau bacterial vaginosis bisa tidak menimbulkan gejala apapun. Beberapa gejala yang dapat terjadi akibat vaginosis bakterialis, yaitu:

  • Keputihan

Keputihan akibat vaginosis bakterialis berupa lendir yang encer, berwarna putih, abu-abu, bahkan kehijauan.

  • Lendir

Lendir yang keluar dapat berbau tidak enak atau amis, dan banyak keluar setelah berhubungan seksual atau saat sedang menstruasi.

  • Vagian terasa gatal

Terkadang dapat disertai dengan gatal di area vagina.

  • Menyebabkan rasa nyeri

Rasa nyeri terbakar saat buang air kecil.

Vaginosis bakterialis umumnya tidak berbahaya, namun dapat memiliki dampak lebih lanjut terhadap kesehatan, seperti:

  1. Pada ibu hamil, vaginosis bakterialis dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur
  2. Meningkatkan risiko terinfeksi dan menularkan HIV
  3. Meningkatkan risiko terinfeksi herpes kelamin, klamidia, dan gonorea
  4. Jika akibat kasus lain diperlukan tindakan pengangkatan Rahim atau aborsi, infeksi pada luka operasi juga lebih mudah terjadi
  5. Meningkatkan risiko terkena penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease, yaitu peradangan pada Rahim atau tuba falopii.  Penyakit radang panggul ini dapat menyebabkan infertilitas.

Vaginosis bakterialis umumnya tidak perlu diobati, jika tidak bergejala dan tidak sedang dalam masa kehamilan. Jika sudah menyebabkan gejala, vaginosis bakterialis dapat diobati dengan antibiotik, baik diminum maupun yang dipakai langsung ke area vagina.

Sebelum memilih obat yang tepat, Anda perlu menegakkan diagnosis vaginosis bakterialis dengan berkonsultasi dengan dokter. Selain dari anamnesis dan pemeriksaan fisis, penting untuk memeriksakan lender ke laboratorium untuk mengkonfirmasi diagnosis. Selain itu, antibiotik dapat Anda minum hingga 1 kali dalam seminggu, meskipun gejala vaginosis bakterialis sudah tidak ada. Namun saat dalam pengobatan, Anda harus tidak melakukan hubungan seksual untuk mencegah penularan. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala keputihan.

Gejala Multiple Myeloma

Multiple myeloma yang juga dikenal sebagai penyakit Kahler, adalah jenis kanker darah. Multiple myeloma merupakan kanker yang terbentuk dalam jenis sel darah putih yang disebut sel plasma. Sel plasma sendiri berfungsi membantu Anda melawan infeksi dengan membuat antibodi yang mengenali dan menyerang kuman.

Multiple myeloma menyebabkan sel-sel kanker menumpuk di sumsum tulang Anda, tempat dimana tubuh mengeluarkan sel-sel darah yang sehat. Alih-alih menghasilkan antibodi yang bermanfaat, sel-sel kanker menghasilkan protein abnormal yang dapat menyebabkan komplikasi.

Sampai saat ini, tidak jelas apa yang menyebabkan myeloma. Dokter tahu bahwa myeloma dimulai dengan satu sel plasma abnormal di sumsum tulang Anda, yaitu jaringan lunak, penghasil darah yang mengisi bagian tengah sebagian besar tulang Anda dan sel abnormal tersebut berlipat ganda dengan cepat. Tetapi Anda akan cenderung mendapatkan multiple myeloma jika:

  • Usia Anda lebih dari 65 tahun
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Memiliki ras Afrika-Amerika
  • Memiliki keluarga yang mempunyai multiple myeloma
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Anda telah terpapar radiasi
  • Anda memiliki kontak dengan bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan karet, pengerjaan kayu, atau pemadam kebakaran; atau dalam herbisida

Karena sel-sel kanker tidak matang dan kemudian mati seperti sel-sel normal, mereka menumpuk, yang akhirnya membuat produksi sel-sel sehat menjadi berlebihan. Di sumsum tulang, sel-sel myeloma mengeluarkan sel darah putih yang sehat dan sel darah merah, yang menyebabkan kelelahan dan ketidakmampuan tubuh untuk melawan infeksi.

Sel-sel myeloma terus berusaha memproduksi antibodi, seperti yang dilakukan oleh sel-sel plasma yang sehat, tetapi sel-sel myeloma menghasilkan antibodi abnormal yang tidak dapat digunakan tubuh. Sebaliknya, antibodi abnormal, yaitu protein monoklonal, atau protein M, menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan masalah seperti kerusakan pada ginjal. Sel-sel kanker juga dapat menyebabkan kerusakan pada tulang yang meningkatkan risiko patah tulang.

Gejala multiple myeloma dapat berkembang perlahan seiring waktu. Seringkali, multiple myeloma tahap awal tidak menunjukkan gejala (tidak menunjukkan gejala), dan gejala tidak muncul sampai penyakit mencapai stadium lanjut. Dalam beberapa kasus, penyakit ini ditemukan selama tes darah rutin atau tes untuk mendiagnosis kondisi lain.

Gejala multiple myeloma bervariasi untuk setiap orang, berikut beberapa tanda umum termasuk:

  • Nyeri tulang, sering di punggung atau tulang rusuk
  • Fraktur tulang yang tidak dapat dijelaskan (biasanya di tulang belakang)
  • Kelelahan, perasaan lemah
  • Infeksi berulang, demam
  • Sesak nafas
  • Penurunan berat badan
  • Mual
  • Sembelit
  • Rasa haus dan buang air kecil meningkat

Selain gejala di atas, beberapa pasien multiple myeloma dapat mengembangkan satu atau lebih dari kondisi berikut:

  • Jumlah darah rendah

Pada multiple myeloma, sel-sel ganas menggantikan sel-sel pembentuk darah normal di sumsum. Ini dapat menyebabkan anemia (jumlah sel darah merah rendah), yang sering menyebabkan sesak nafas, kelelahan atau perasaan lemah; leukopenia (jumlah sel darah putih rendah), yang dapat meningkatkan risiko infeksi; atau trombositopenia (jumlah trombosit darah rendah), yang dapat menyebabkan mudah memar atau berdarah.

  • Hiperkalsemia

Ketika osteoklas dengan cepat melarutkan jaringan tulang, kalsium dilepaskan ke dalam darah. Hiperkalsemia, yang disebabkan oleh tingginya kadar kalsium dalam darah, dapat menyebabkan rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, mual, dehidrasi dan sembelit, serta kebingungan mental, pusing atau bahkan koma.

  • Masalah ginjal

Penumpukan protein antibodi abnormal dan kadar kalsium darah tinggi dari jaringan tulang terlarut dapat menyebabkan masalah ginjal.

  • Kompresi medula spinalis

Multiple myeloma dapat menyebabkan struktur tulang melemah, dan atau kolaps, seperti vertebra, yang dapat menyebabkan kompresi medula spinalis. Nyeri, mati rasa atau kesemutan mungkin merupakan tanda tekanan pada sumsum tulang belakang, yang dapat menyebabkan kelumpuhan jika tidak segera dilakukan intervensi medis.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat mendeteksi multiple myeloma secara tidak sengaja ketika Anda menjalani tes darah untuk beberapa kondisi lainnya. Dalam kasus lain, dokter Anda mungkin mencurigai multiple myeloma berdasarkan tanda dan gejala yang Anda miliki.

Jika tes menunjukkan Anda memiliki multiple myeloma, dokter Anda akan menggunakan informasi yang dikumpulkan dari tes diagnostik untuk mengklasifikasikan penyakit Anda sebagai stadium I, stadium II atau stadium III. Stadium I menunjukkan penyakit yang kurang agresif, dan stadium III menunjukkan penyakit agresif yang dapat mempengaruhi tulang, ginjal, dan organ lainnya. Tahap multiple myeloma Anda dan kategori risiko dapat membantu dokter memahami prognosis Anda dan pilihan perawatan Anda.

Hati-Hati Pilih Alas Kaki untuk Cegah Tumit Bengkak

Tumit merupakan salah satu bagian kaki yang rawan mengalami pembengkakan. Penyebab terjadinya tumit bengkak dapat beragam. Namun, salah satu penyebab umumnya yaitu salah memilih alas kaki.

Pemilihan alas kaki yang hanya berdasar pada nilai fashionable, terkadang malah dapat membawa kerugian bagi Anda. Semakin lama alas kaki tersebut digunakan, pada akhirnya Anda akan merasa tidak nyaman menggunakannya dan berdampak pada kondisi tumit bengkak.

Rasa tidak nyaman ketika menggunakan alas kaki yang salah dapat menimbulkan masalah pada telapak kaki. Pada bagian telapak kaki, terdapat sebuah jaringan yang menghubungkan tulang tumit dan ibu jari. Jaringan ini akan meradang jika adanya ketidaksesuaian antara kondisi kaki, kondisi tempat berpijak, dan juga alas kaki. Peradangan ini kemudian akan menyebabkan tumit bengkak dan menimbulkan rasa sakit pada tumit bagian bawah.

Bagaimana memilih alas kaki untuk cegah tumit bengkak?

Di bawah ini terdapat beberapa tips yang kiranya dapat menjadi referensi Anda untuk memilih alas kaki yang tepat, sehingga dapat mencegah tumit bengkak:

  • Pilih alas kaki berdasarkan tujuan penggunaan

Setiap kegiatan atau aktivitas tentu membutuhkan alas kaki yang berbeda. Sepatu untuk bekerja di kantor, tentu tidak dapat Anda gunakan untuk melakukan olahraga maupun berlari. Sepatu yang digunakan oleh atlet di setiap cabang olahraga pun berbeda-beda. Seorang pemain sepak bola tidak akan mengenakan sepatu untuk bermain bulutangkis. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memastikan kebutuhan dan tujuan penggunaan alas kaki yang akan dibeli.

  • Memilih ukuran berdasarkan aturan jempol

Ketika akan ukuran alas kaki, pastikan bahwa jarak antara ujung jempol dan ujung sepatu dengan tumit yang menempel di ujung satunya, tidak lebih panjang dari jari jempol tangan Anda. Jika jarak tersebut terlalu lebar, maka dapat dipastikan bahwa tumit Anda tidak berada pada posisi yang benar ketika berjalan.

  • Mencari sepatu ketika telah beraktivitas

Percaya atau tidak, ukuran kaki ketika Anda telah selesai beraktivitas sehari-hari dapat menjadi lebih besar, jika dibanding dengan ukuran kaki pada pagi hari, sebelum Anda beraktivitas. Sepatu dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran kaki Anda tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan memicu rasa sakit pada kaki.

Gejala yang Menandakan Terkena Syok Neurogenik

Syok neurogenik adalah kondisi kritis karena sirkulasi di dalam tubuh tidak teratur yang dapat disebabkan karena adanya cedera pada tulang belakang. Kondisi ini bisa mengakibatkan tekanan darah Anda turun drastis secara tiba-tiba, sehingga tubuh mengalami syok. Oleh karena itu, jangan sepelekan hasil pemeriksaan yang menunjukkan tekanan darah Anda rendah, terlebih jika Anda menderita cedera pada tulang belakang. Pasalnya, kondisi tersebut bisa membuat Anda mengalami syok neurogenik.

Jika Anda merasa mengalami syok neurogenik, segera minta rekan atau keluarga terdekat untuk mengantar Anda ke dokter. Jika tidak segera ditangani, syok neurogenik ini bisa menyebabkan kerusakan permanen terhadap organ-organ vital di dalam tubuh. Bahkan, dalam pada kasus yang parah bisa menyebabkan kematian.

Gejala-gejala syok neurogenik

Pertanda pertama dari syok neurogenik adalah penurunan tekanan darah yang drastis dan tiba-tiba. Anda tentu tidak mungkin melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap waktu, oleh karena itu Anda perlu mewaspadai gejala-gejala berikut sebagai tanda syok neurogenik:

  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Berkeringat
  • Pandangan kosong
  • Merasa gelisah
  • Kulit pucat
  • Pingsan

Pada kondisi parah dari syok neurogenik, penderitanya bisa mengalami gejala-gejala seperti berikut:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Detak jantung lambat
  • Bibir dan jari menjadi biru
  • Tubuh lemah
  • Hipotermia atau penurunan suhu tubuh yang ekstrem

Apakah syok neurogenik bisa disembuhkan?

Untuk menyembuhkan syok neurogenik tidak mudah. Kondisi ini bahkan termasuk jenis syok yang paling sulit diobati. Jika Anda menderita syok neurogenik, dokter akan berusaha menstabilkan tekanan darah dan mencegah cedera atau kerusakan tambahan yang diakibatkan oleh syok ini. Selanjutnya dokter akan memberikan cairan intravena untuk mengatur tekanan darah.

Jika tekanan darah Anda terlalu rendah, dokter akan menyuntikkan vasopressor, yaitu obat yang membantu menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Beberapa contoh obat vasapressor adalah norepinefrin, epinefrin, dopamin, dan vasopressin. Namun, jika detak jantung Anda melambat, dokter akan meresepkan atropin. Obat ini berguna untuk membantu menjaga detak jantung normal. Selain itu, jangan lupa untuk selalu patuhi anjuran dan larangan dari dokter.

Mengintip Seperti Apa dan Bagaimana Suntik Varises Dilakukan

Tentu Anda pernah mendengar tentang varises, kan? Varises adalah kondisi pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah vena karena adanya gangguan pada fungsi katup pembuluh darah tersebut. Beberapa orang mengatasi kondisi varises ini dengan memilih prosedur suntik varises.

Skleroterapi adalah istilah medis dari prosedur suntik varises. Namun, sebenarnya tidak semua kasus varises dapat diatasi dengan prosedur ini, terutama untuk varises yang besar. Prosedur suntik varises ini umumnya akan secara efektif mengatasi varises pada pembuluh darah vena kecil.

Bagaimana prosedur suntik varises?

Prosedur suntik varises dilakukan dengan secara langsung menyuntikkan cairan zat kimia pada pembuluh darah vena yang bermasalah. Cairan yang digunakan tersebut berperan untuk merusak dinding dalam pada pembuluh darah vena.

Ketika dinding pembuluh darah vena tersebut rusak, maka akan terbentuk gumpalan darah beku. Kondisi ini akan mendorong darah untuk mencari pembuluh darah vena lain agar tetap dapat tersalurkan. Dengan begitu, pembuluh darah vena yang terkena varises akan secara otomatis dapat hilang.

Proses penyuntikan ini biasanya terjadi selama 15-30 menit bergantung pada jumlah lokasi pembuluh darah yang harus disuntikkan dan juga reaksi yang mungkin dapat timbul pada pasien ketika cairan zat kimia tersebut disuntikkan.

Untuk siapa sajakah suntik varises dapat diberikan?

Pada dasarnya, semua orang diperbolehkan untuk melakukan prosedur suntik varises, terkecuali ibu hamil. Walaupun begitu, bagi pasien yang sebelumnya memiliki riwayat penggumpalan darah dalam tubuh, seperti pada bagian otak, lebih baik untuk berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter.

Selain itu, jika Anda ingin melakukan prosedur suntik varises, pastikan bahwa Anda sedang tidak mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu, seperti aspirin, ibuprofen, dan antiradang. Jenis obat-obatan tersebut dapat mengganggu proses pembekuan darah, sehingga dapat memengaruhi hasil dari prosedur suntik varises. Setidaknya, beri jeda waktu sekitar 3-4 hari sebelum melakukan prosedur ini.

Apakah terdapat efek samping dari prosedur suntik varises?

Hasil dari prosedur suntik varises langsung dapat terlihat sekitar 15-30 setelah prosedur dilakukan. Ada pun beberapa kemungkinan efek samping yang dapat timbul, yaitu rasa gatal pada daerah bekas suntikan yang dapat berlangsung hingga 2 hari lamanya. Kemerahan maupun bentol juga rawan muncul pada daerah bekas suntikan tersebut.

Bagaimana pun, prosedur ini tetap memerlukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar tidak menimbulkan gangguan kondisi kesehatan lain yang tidak diinginkan.

Kenali Gejala Stroke Ringan dengan Cara Berikut

Stroke ringan adalah kondisi ketika aliran darah ke otak, sumsum tulang belakang, atau retina mengalami interupsi sesaat. Gejalanya mirip dengan penyakit stroke, akan tetapi tidak merusak otak maupun menyebabkan kelumpuhan permanen seperti penderita stroke. Anda tidak boleh sepelekan gejala stroke ringan ini! Pasalnya, gejala stroke ringan yang tidak segera ditangani bisa mengakibatkan Anda benar-benar mengalami stroke di kemudian hari.

Apa saja gejala stroke ringan?

Transient Ischemic Attack (TIA) atau biasa disebut stroke ringan, merupakan kondisi gawat darurat. Sama seperti stroke pada umumnya, 70% pasien stroke mengaku tidak sadar bahwa dirinya pernah mengalami stroke ringan. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Anda perlu mengetahui gejala-gejala stroke ringan, seperti berikut:

  • Otot mati rasa atau terasa lemah di satu sisi tubuh
  • Sulit berbicara atau kalimat yang diucapkan sulit untuk dipahami
  • Mudah hilang keseimbangan dan merasa pusing
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Merasa bingung atau linglung
  • Sakit kepala hebat tanpa sebab

Jika dilihat sangat mirip dengan gejala stroke pada umumnya. Oleh karena itu, jika Anda menemukan gejala-gejala di atas, segera minta bantuan orang lain untuk mengantar ke rumah sakit. Namun, jika Anda menemukan orang dengan tanda-tanda stroke, lakukan pemeriksaan F.A.S.T sebagai berikut:

  • Face (wajah): minta orang tersebut untuk tersenyum, apakah salah satu sisi wajahnya turun?
  • Arms (lengan): minta ia untuk mengangkat kedua tangan, apakah salah satu sisinya jatuh?
  • Speech (bicara): minta ia untuk mengulangi kalimat sederhana, apakah ia sulit mengatakannya?
  • Time (waktu): jika jawaban dari ketiga pertanyaan di atas adalah “ya”, maka segera hubungi ambulans atau bawa ia ke rumah sakit. Penanganan yang cepat sakit krusial bagi penderita stroke ringan.

Penderita stroke ringan berisiko mengalami pengulangan gejala, terutama dalam waktu 48 jam setelah serangan pertama. Setelah dinyatakan pulih, penderita stroke ringan biasanya akan diminta untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara berkala. Selain itu, sebaiknya lakukan pola hidup sehat serta hindari pemicu stroke ringan.

Waspadai Sindrom Polikistik Ovarium yang Hantui Wanita dengan Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur

Apakah Anda pernah mendengar tentang sindrom polikistik ovarium? Sindrom ini dapat ditandai dengan gejala, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan jumlah bulu yang lebat pada tubuh pada wanita.

Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Dan apa saja dampak sindrom polikistik ovarium bagi kesehatan wanita?

Wanita sehat idealnya mempunyai sepasang ovarium yang memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi. Setiap ovarium ini terletak di kedua sisi rahim. Ovarium juga ternyata memiliki fungsi lain, yakni sebagai organ endokrin yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.

Kedua hormon tersebut, estrogen dan progesteron berfungsi untuk menjaga kesuburan wanita. Di samping itu, hormon tersebut juga berfungsi untuk menjaga perkembangan karakteristik organ seksual wanita, seperti payudara.

Jika sel telur yang matang tidak dibuahi oleh sperma dalam waktu 12-24 jam setelah dilepas oleh ovarium, maka akan terjadi menstruasi.

Tentang sindrom polikistik ovarium dan dampaknya terhadap kesehatan wanita

Pada pasien sindrom polikistik ovarium, akan terbentuk banyak gelembung kecil cairan (folikel) pada ovarium. Gelembung-gelembung ini menyebabkan ovarium pada pasien sindrom polikistik ovarium gagal untuk melepaskan sel telur pada setiap siklus menstruasi.

Selain terganggunya siklus menstruasi, fungsi ovarium lainnya pun ikut terdampak, antara lain jumlah hormon jantan (androgen) yang tinggi. Tingginya hormon jantan pada wanita ini akan berakibat pada tumbuhnya bulu pada sebagian besar anggota tubuh, termasuk bulu wajah.

Wanita dengan sindrom polikistik ovarium akan mendapati jerawat yang cenderung sulit diatasi. Selain itu, ia juga akan mengalami kebotakan seperti yang terjadi pada pria.

Dampak jangka kesehatan yang memengaruhi kesehatan wanita akibat sindrom ini, antara lain mengalami kesulitan untuk hamil, tingginya peluang keguguran, risiko diabetes pada kehamilan, perdarahan yang terjadi secara terus menerus, hingga risiko kanker rahim.

Tidak hanya itu, sindrom polikistik ovarium juga berdampak pada kesehatan mental wanita, seperti risiko depresi, kecemasan, serta gangguan makan.

Jika Anda mengalami gejala seperti telat menstruasi, adanya pertumbuhan rambut di wajah dan bagian tubuh lain, sulit hamil walau sudah lebih dari satu tahun menikah, dan memiliki gejala diabetes, maka segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.

Ini 5 Tahap Perjalanan Sindrom Parkinson

Sindrom Parkinson adalah penyakit progresif yang menyerang sistem saraf. Kondisi ini umumnya disebabkan karena kurangnya zat pada otak, yaitu dopamine. Penderitanya dapat mengalami gangguan dalam pergerakan seperti sering terjadi tremor, tubuh kaku, hingga gangguan saat berbicara. Pada Sebagian besar kasus, sindrom Parkinson mulai disadari pada usia di atas 60 tahun. Akan tetapi, pada beberapa orang, kondisi ini bisa terjadi lebih dini.

Tahapan sindrom Parkinson

Sindrom Parkinson dapat terbagi dalam 5 tahap. Pada setiap tahap ini ditandai dengan perubahan gejala yang terjadi pada penderitanya. Berikut penjelasannya:

Tahap 1

Tahap ini merupakan tahap awal dimana penderita sindrom Parkinson hanya dapat mengalami gejala ringan. Sindrom Parkinson yang dialami berupa gangguan pada satu tubuh. Jika terjadi pada area wajah juga, bisa menyerupai gejala penyakit stroke. Pada tahap awal ini, sindrom Parkinson tidak menyebabkan gangguan aktivitas penderitanya. Namun, dengan pengobatan yang tepat, gejala dapat berkurang hingga hilang.

Tahap 2

Tahap ini bisa terjadi dalam rentang beberapa bulan atau tahun kemudian. Seseorang yang menderita sindrom Parkinson, pada tahap ini akan menjadi lebih lambat dalam melakukan suatu aktivitas. Akan tetapi, salah satu sisi juga akan menjadi lebih ringan.

Tahap 3

Pada tahap ke-3 ini merupakan titik balik perjalanan sindrom Parkinson yang dialami. Sebagian besar gejala menyerupai dengan tahap 2, namun penderitanya mulai mengalami kehilangan keseimbangan dan penurunan reflex sehingga rentan terjatuh. Hambatan dalam melakukan aktivitas mulai terasa nyata pada tahap ini. Meskipun masih dapat diselesaikan, untuk mengurangi keparahan gejala di tahap ini biasanya dilakukan dengan kombinasi obat dan terapi okupasi.

Tahap 4

Penderita sindrom Parkinson pada tahap keempat ini akan membutuhkan bantuan orang lain dan sebaiknya tidak ditinggalkan sendiri. Penderita sindrom ini tidak bisa beraktivitas secara mandiri.

Tahap 5

Pada tahap terakhir, penderitanya akan mengalami kekakuan di area kaki hingga tidak dapat berjalan seperti biasa dan tidak bisa berdiri. Penderitanya akan membutuhkan kursi roda dan pendamping sepanjang waktu untuk mencegah terjatuh.

Waspadai Sindrom Guillain-Barre dan Gejala yang Mungkin Muncul

Rasa kesemutan tentu pernah dialami banyak orang. Namun, jika kondisi ini terjadi dalam intensitas yang cukup sering, sebaiknya Anda perlu waspada. Terlebih, jika kesemutan tersebut juga diikuti dengan kondisi lain, seperti sulit bernapas ketika berbaring. Kedua kondisi ini dapat menjadi gejala awal dari sindrom Guillain-Barre.

Sindrom Guillain-Barre atau yang disingkat dengan GBS adalah kumpulan dari gejala yang menyerang sistem saraf, di antaranya saraf tepi, saraf tulang belakang, dan saraf otak.

Pada dasarnya, sindrom ini dapat menyerang siapa saja. Namun, mayoritas pasien yang menderita sindrom Guillain-Barre meliputi kelompok usia 15-35 tahun dan juga 54-74 tahun.

Sering kesemutan dan mengalami kesulitan bernapas hanya dua contoh dari beberapa kemungkinan gejala lain yang dapat terjadi, seperti:

  • Kaki terasa lemas dan merasakan sensasi ini bahkan hingga tubuh bagian atas dalam kurun waktu yang cukup singkat, yaitu kurang dari 4 minggu saja.
  • Merasakan sensasi seperti tertusuk-tusuk jarum pada bagian jari-jari tangan dan kaki, pergelangan tangan, maupun kaki.
  • Mengalami kesulitan dalam menggerakkan bagian wajah tertentu, seperti ketika ingin berbicara, mengunyah, dan menelan.
  • Kehilangan keseimbangan ketika berjalan. Dalam kasus tertentu, bahkan seseorang tidak dapat berjalan atau menaiki tangga sama sekali.
  • Detak jantung berdebar lebih cepat.
  • Mengalami kesulitan dalam mengontrol dan menahan ketika ingin buang air besar atau kecil.

Jika Anda mengalami sebagian besar kondisi seperti yang disebutkan, maka sudah seharusnya Anda berkonsultasi pada dokter. Diagnosis yang dilakukan lebih dini, dapat berpengaruh terhadap proses pemulihan yang lebih cepat.

Bagaimana sindrom Guillain-Barre diobati?

Nyatanya, GBS sangat mungkin dapat diobati. Walaupun begitu, dalam beberapa kasus tertentu, penderita GBS diminta untuk menjalani perawatan di rumah sakit, karena khawatir terjadi komplikasi lain yang membahayakan nyawa. Pasien butuh untuk dimonitor setiap saat secara intensif agar kondisi terkini detak jantung, infeksi, atau kemungkinan lain seperti pembekuan darah, penurunan maupun peningkatan tekanan darah, dapat diketahui.

Ada pun perawatan yang umumnya dijalani:

  • Plasmapheresis, yaitu proses pengambilan darah yang kemudian akan memisahkan bagian plasma dengan selnya. Sel-sel tersebut akan dimasukkan kembali ke dalam tubuh, sehingga plasma dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak.
  • Terapi imunoglobulin, yaitu proses perawatan dengan intravena. Imunoglobulin itu sendiri mengandung antibodi sehat dari pendonor darah yang ditransfusikan lewat pembuluh darah.

Ketika Polip Tumbuh di Pulpa Gigi

Pulpa gigi berisi saraf dan pembuluh darah, gigi yang mati biasanya sudah tidak menimbulkan keluhan rasa sakit, tetapi bukan berarti tidak ada masalah yang bisa menimpa gigi tersebut. Polip pulpa adalah masalah yang sering ditemukan pada gigi yang pulpanya sudah mati atau gigi mati. Pulpa merupakan bagian terpenting dari gigi, letaknya ada di dalam gigi di bawah lapisan email gigi dan dentin. Pada pulpa gigi, pertumbuhan jaringan (benjolan) bersifat menetap atau tidak dapat kembali mengecil meskipun faktor penyebab peradangan telah teratasi.

Kondisi ini dapat dicegah dengan kebiasaan menjaga kebersihan mulut dan gigi seperti rutin menyikat gigi dan flossing. Ditambah dengan bantuan sistem imunitas tubuh, penyakit mulut dan gigi umumnya dapat dicegah. Namun, tanpa kebiasan menjaga kebersihan gigi dan mulut yang tepat, bakteri-bakteri bisa saja tetap berkembang di mulut dan menyebabkan infeksi pada gigi serta gusi.

Gigi yang berlubang, infeksi, gusi bengkak dan masalah-masalah gigi lainnya harus mendapatkan perawatan. Gigi berlubang yang tidak diatasi dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan gigi mati, artinya saraf gigi sudah mati dan pembuluh darah sudah tidak dapat menyuplai darah ke gigi tersebut. Lupang yang tetap tidak terawat sampai pulpa mati bisa menjadi pintu masuk bakteri ke pulpa gigi. Kemudian bakteri akan menyebabkan peradangan kronis sehingga sel-sel pada pulpa terus bertambah. Sehingga dalam jangka waktu lama, muncul polip pulpa.

Gejala adanya polip pulpa adalah munculnya benjolan kecil lunak berwarna merah atau putih keruh pada lubang di gigi mati. Benjolan tersebut memang tidak menyebabkan rasa sakit, tetapi mengganggu kenyamanan saat gigi digunakan untuk menggigit atau mengunyah makanan. Benjolan polip pulpa juga mudah berdarah bisa tersentuh.

Polip pulpa yang didiamkan bisa menyebabkan gusi bengkak dan gigi tanggal. Oleh karena itu, sebaiknya segera periksakan gigi ke dokter jika merasa ada polip pulpa yang tumbuh. Tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi polip pulpa adalah dengan pemotongan polip dan pengambilan jaringan pulpa. Setelah itu, akan dilakukan perawatan saluran akar gigi dan penambalan lubang. Jika kerusakan pada gigi sudah terlalu parah, maka pilihannya dengan mencabut gigi mati tersebut.