Author: mutiara

Interzinc: Obat untuk Mencegah Dehidrasi

Interzinc: Obat untuk Mencegah Dehidrasi

Setiap orang perlu menjaga kesehatan tubuh supaya dapat beraktivitas sesuai kebutuhan dan aman dari berbagai penyakit seperti virus Corona atau Covid-19. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan adalah mengkonsumsi banyak air putih setiap hari. Mengkonsumsi air putih dapat mencegah dehidrasi. Selain mengkonsumsi air putih, pasien juga bisa mengkonsumsi obat Interzinc.

Interzinc merupakan obat yang memiliki peran untuk menggantikan cairan di dalam tubuh. Interzinc dapat dikonsumsi anak-anak. Interzinc juga merupakan obat yang ideal untuk anak karena memiliki mikronutrien yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, pertumbuhan, dan pemeliharaan sistem imun anak.

Interzinc merupakan salah satu obat yang dapat Anda peroleh secara bebas dimana obat tersebut tidak perlu diperoleh melalui resep dokter. Meskipun dapat diperoleh secara bebas, Anda dihimbau untuk memperhatikan dosis, aturan pakai, dan efek samping yang ada pada obat tersebut.

Interzinc dijual dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar Rp 50.000,00. Obat tersebut diproduksi oleh Interbat. Anda bisa memperoleh obat tersebut baik di toko obat maupun secara online. Interzinc tersedia dalam kemasan 1 botol sebanyak 60 mL.

Kandungan Obat Interzinc

Interzinc merupakan salah satu obat yang mengandung zinc dimana kandungan tersebut dilengkapi dengan oral rehydration salt (ORS) yang dapat mengganti cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas atau sakit. Obat yang mengandung bahan tersebut dapat membantu anak beraktivitas sesuai kebutuhan mereka.

Penggunaan Obat Interzinc

Jika Anda ingin menggunakan obat Interzinc pada anak, Anda perlu pahami bahwa Anda perlu menggunakannya sesuai petunjuk yang tertera di kemasan dan anjuran dokter. Jika anak Anda berusia di antara 2 hingga 6 bulan, maka pemakaiannya adalah sebesar setengah sendok takar (10 mg) per hari. Jika anak Anda berusia di antara 6 bulan hingga 5 tahun, maka pemakaiannya adalah sebesar 1 sendok takar (20 mg) per hari. Obat Interzinc perlu dikonsumsi selama 10 hari berturut-turut.

Efek Samping Obat Interzinc

Selain penggunaan, Anda juga perlu pahami bahwa obat Interzinc dapat menimbulkan efek samping berupa muntah. Jika pasien mengalami muntah, pasien sebaiknya istirahat yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang sehat, termasuk minum banyak air putih. Muntah dapat menyebabkan kekurangan cairan di dalam tubuh.

Bertemu dengan Dokter

Jika pasien terkena gejala dan kondisinya tidak membaik, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal seperti:

  • Daftar gejala yang dialami anak Anda.
  • Daftar obat yang dikonsumsi anak Anda.
  • Daftar riwayat medis (jika perlu).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi anak Anda seperti:

  • Kapan gejala yang anak Anda alami terjadi?
  • Apakah anak Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Sudahkah Anda mencoba pengobatan lain untuk mengatasi gejala yang dialami?

Pandemi Virus Corona

Setiap orang harus selalu menjaga kesehatan, karena saat ini dunia menghadapi pandemi virus Corona dimana virus tersebut telah menyebabkan lebih dari 57 juta kasus. Hal tersebut juga telah menyebabkan lebih dari 1,3 juta orang meninggal dunia, namun lebih dari 39 juta orang telah dinyatakan sembuh.

Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran virus Corona, setiap orang dihimbau untuk melakukan hal-hal di bawah:

  • Memakai masker ketika berada di luar rumah.
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik. Jika tidak menemukan tempat cuci tangan, hand sanitizer juga bisa digunakan.
  • Hindari kerumunan dan jaga jarak dengan orang lain sejauh 1,5 meter.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengkonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Kesimpulan

Interzinc merupakan salah satu obat yang dapat mencegah dehidrasi pada anak. Meskipun demikian, obat tersebut dapat menyebabkan efek samping berupa muntah. Oleh karena itu, menjaga kesehatan itu penting dengan melakukan cara-cara yang disebutkan di atas.

6 Penyebab Hasil Test Pack Positif Namun Kemudian Haid

Kehamilan menjadi salah satu momen yang ditunggu oleh pasangan suami istri terutama bagi yang menantikan kehadiran sang anak. Untuk melihat apakah seorang wanita hamil atau tidak, langkah pertama yang seringkali dilakukan adalah dengan tes kehamilan menggunakan test pack positif. Seperti yang kita ketahui, test pack merupakan alat pendeteksi kehamilan yang mana hasilnya akan menunjukan positif ketika terdeteksi hormon human chorionic gonadotropin atau HCG. Meskipun begitu, beberapa wanita seringkali mengeluhkan hasil test pack positif atau terdapat dua garis merah, sementara beberapa saat kemudian malah mengalami menstruasi. Lantas, mengapa hal tersebut bisa terjadi?

  1. Kadar akurasi test pack rendah

Kebanyakan pasangan akan merasa kecewa ketika mereka sudah mendapatkan hasil tes kehamilan positif, sementara beberapa saat setelahnya pihak wanita malah mengalami menstruasi.  Rupanya, hal tersebut bisa diakibatkan oleh kadar akurasi test pack yang rendah. Seperti yang diketahui, ada banyak produk test pack yang nilai akurasinya tidak mencapai 100%. Tentunya hal tersebut bisa memicu kesalahan hasil tes. Itulah sebabnya sebelum Anda melakukan tes kehamilan dengan test pack, pastikan jika alat yang digunakan punya kadar akurasi yang tinggi.

  1. Riwayat aborsi atau keguguran

Pada dasarnya hasil test pack ditentukan oleh ada dan tidaknya hormon HCG pada perempuan. Ketika hormon tersebut terdeteksi, maka garis dua akan diperoleh. Sebaliknya, jika di dalam tubuh tidak ditemukan hormon tersebut, hasilnya pasti negatif. Perlu diketahui, hormon HCG ini tidak berarti muncul ketika seseorang mengalami kehamilan saja. Banyak kasus ketika seseorang mengalami keguguran, baik yang tanpa sengaja maupun karena proses aborsi, hormon HCG masih tetap terdeteksi. Meskipun memang setelah keguguran hormon akan menghilang, namun prosesnya perlahan dan perlu waktu. Setidaknya sampai waktu 6 minggu setelah keguguran, HCG akan tetap ditemukan pada darah dan urine sehingga memicu test pack positif.

  1. Kesalahan penggunaan

Penyebab lain dari hasil test pack yang positif namun kemudian kembali mengalami haid adalah karena adanya kesalahan dalam penggunaan. Falsepositive seringkali terjadi ketika saat pengetesan tidak dilakukan sesuai dengan tata cara semestinya. Beberapa hal yang bisa memicu hasil test pack falsepositive adalah adalah waktu penggunaan alat tes yang tidak tepat, durasi penyelupan test pack ke urine  yang salah, hingga alat tes yang sudah tidak layak digunakan atau kedaluwarsa. Kesalahan lain yang menyebabkan hasil false-positive pada test pack adalah penggunannya yang terlalu dini. Maksudnya, ketika belum waktunya untuk test, Anda sudah sudah melakukan pengecekan. Misalnya baru saja telat haid beberapa hari, namun sudah tes, maka hasilnya tidak akan akurat. Sebaiknya, lakukan pengecekan pada pagi hari karena waktu inilah adalah saat kadar hCG sedang tinggi.

  1. Kehamilan tak biasa

Adapun penyebab lain dari hasil tes positif hamil namun setelahnya haid adalah karena Anda mengalami kehamilan tak biasa. Beberapa kasus kehamilan seperti hamil kimiawi dan kehamilan  ektopik bisa menyebabkan hal tersebut. Pasalnya, pada kehamilan tak biasa ini bisa memicu keguguran yang tidak disadari. Baik karena kelainan rahim atau janin. Sehingga hormon akan tetap terdeteksi meskipun pada nyatanya sudah mengalami keguguran.

  1. Konsumsi obat tertentu

Selain beberapa penyebab sebelumnya, konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa mempengaruhi kehadiran hCG pada seseorang. Dengan begitu, ketika melakukan tes kehamilan maka test pack positif lah yang muncul. Seperti contohnya adalah obat kesuburan yang mana bisa memicu peningkatan kadar hCG dalam tubuh. Obat lain seperti anti-depresan, anti-kejang, obat penyakit Parkinson, dan antihistamin bisa memicu tingginya kadar hCG.

Pada intinya, hasil test positif pada test pack tidak selalu menunjukan kehamilan secara tepat. Apalagi dengan beberapa hal tersebut, sangat mungkin false-positive pada test pack ini terjadi. Untuk memastikan kehamilan Anda, kunjungi dokter atau bidan agar lebih akurat. Anda juga dapat berkonsultasi seputar kehamilan melalui aplikasi SehatQ secara online

Sebelum Membeli, Kenali Macam-Macam Produk Pencuci Muka

Sebelum Membeli, Kenali Macam-Macam Produk Pencuci Muka

Mencuci muka merupakan salah satu ritual harian yang tidak boleh terlupakan. Anda perlu mencuci muka secara rutin, setidaknya dua kali dalam sehari, untuk menjaga kesehatan kulit. Agar kulit Anda tetap bersih, Anda perlu memilih produk pencuci muka yang sesuai dengan kondisi kulit Anda.

Ketika akan membeli produk pencuci muka, Anda mungkin kebingungan melihat banyaknya jenis sabun muka dengan kemasan yang berbeda-beda. Supaya tidak salah pilih, sebaiknya Anda pahami dulu apa saja jenis-jenis sabun cuci muka dan masing-masing kegunaannya. 

Macam-macam produk pencuci muka

Secara garis besar, ada tiga jenis sabun pencuci muka yang biasanya dijual di pasaran. Ketika jenis produk tersebut terdiri atas: 

  • Sabun cuci muka dengan busa

Sabun cuci muka yang cukup umum digunakan adalah foaming facial cleanser atau sabun muka dengan busa. Sabun jenis ini paling sering digunakan karena kenyamanan kulit yang dirasakan setelah dibersihkan dengan busa.

Busa dari sabun bisa meninggalkan sensasi yang menyenangkan. Selain itu, setelah dibilas, kulit akan terasa lebih segar. 

Sabun cuci muka yang menggunakan busa hadir dalam berbagai bentuk, seperti scrub, gel, krim, lotion, pembersih berbusa atau facial foam, dan aerosol. 

  • Sabun cuci muka tanpa busa

Tidak semua sabun cuci muka mengandung busa di dalamnya. Ada juga sabun yang tidak menggunakan busa.

Sabun cuci muka tanpa busa cenderung lebih ringan dibandingkan dengan jenis sabun muka lainnya. Hal ini disebabkan oleh jumlah surfaktan pada sabun yang sangat sedikit dan mudah dibersihkan tanpa harus dibilas. 

Karena tidak bersentuhan dengan air, kandungan dalam sabun cuci muka tanpa busa lebih bisa diendapkan ke dalam kulit, seperti kandungan antioksidan, pelembab, dan lain sebagainya. 

Sabun cuci muka tanpa busa hadir dalam beberapa bentuk, seperti lotion, gel, dan krim dingin.

  • Abrasive scrubs

Jenis sabun muka yang satu ini mengandung bahan yang secara fisik menggosok kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Setelah membersihkan muka dengan abrasive scrub, kulit wajah Anda akan menjadi lebih halus.

Akan tetapi, karena menggosok kulit secara fisik, scrub ini juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Bahkan, iritasi juga bisa disertai dengan luka kecil di wajah.

Berat atau ringannya scrub ditentukan oleh partikel yang digunakan dalam scrub. Ada beberapa partikel yang umum mengeksfoliasi kulit, seperti kalsium karbonat, aluminium oksida, ester jojoba, polyethylene silica, dan lain sebagainya. 

Hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan kulit

Ketika akan memilih produk pencuci muka, sebaiknya pilihlah produk yang paling sesuai dengan kondisi kulit Anda. Anda bisa mencari tahu keamanan dari setiap komposisi di produk melalui internet. 

Meskipun mencuci muka merupakan langkah yang penting, ada juga langkah lain yang perlu diperhatikan guna mendapatkan kulit yang sehat, yaitu: 

  • Jangan eksfoliasi berlebihan

Eksfoliasi biasanya dilakukan dengan sabun scrub. Scrub memang bisa membantu memperbaiki tekstur wajah, namun penggunaan yang berlebihan justru akan menyebabkan iritasi dan kemerahan. 

  • Selalu gunakan pelembab

Setelah mencuci muka, akan lebih baik jika Anda melanjutkan rangkaian perawatan kulit dengan menggunakan pelembab. Menjaga kulit tetap lembab adalah cara efektif untuk memastikan kesehatan kulit. 

Ada beberapa jenis produk pencuci muka dengan kandungan dan manfaat yang berbeda-beda. Ketika akan membeli, jangan asal memilih sabun tanpa mempertimbangkan kandungannya. Pilihlah sabun yang memang sesuai dengan kondisi kulit Anda.

Mengenal Seckel Syndrome

Seckel syndrome adalah kondisi kelainan genetik yang ditandai dengan keterbelakangan pertumbuhan, seperti kepala sangat kecil (mikrosefali) dengan disabilitas intelektual, dan ciri-ciri wajah yang unik seperti mata besar, hidung mirip paruh, wajah sipit, dan rahang bawah surut.

Sekitar kurang dari 25% pasien dengan kondisi ini juga memiliki kelainan darah. Seckel syndrome diturunkan secara resesif autosomal. Kondisi tersebut dapat dibagi dalam 8 subtipe yang berbeda, sesuai dengan perubahan gen spesifik (mutasi). 

Seckel syndrome adalah kelainan bawaan yang sangat langka yang ditandai dengan keterlambatan pertumbuhan sebelum kelahiran (retardasi pertumbuhan intrauterin) yang mengakibatkan berat badan bayi saat lahir rendah. Penundaan pertumbuhan berlanjut setelah lahir (postnatal), mengakibatkan perawakan pendek (dwarfisme). Selain kondisi fisik pada wajah, beberapa bayi yang terkena mungkin menunjukkan fiksasi permanen dari jari kelima dalam posisi bengkok (secara klinis), malformasi (displasia) pinggul, dislokasi tulang di lengan bawah (dislokasi radial), dan / atau kelainan fisik lainnya.

Bayi dengan Seckel syndrome memiliki kelainan khas pada kepala dan area wajah (kraniofasial). Dalam kebanyakan kasus, bayi yang terkena mungkin menderita mikrosefali, suatu kondisi yang menunjukkan bahwa lingkar kepala lebih kecil dari yang diharapkan untuk usia dan jenis kelamin bayi, dahi yang surut, rahang yang sangat kecil (micrognathia) yang tersembunyi lebih jauh ke belakang dari biasanya (retrognathia) dan atau hidung “seperti paruh” berbentuk segitiga.  

Karena kelainan seperti itu, bagian tengah wajah mungkin tampak sangat menonjol. Selain itu, dalam beberapa kasus, sendi fibrosa tertentu antara tulang tengkorak (jahitan kranial) mungkin menutup sebelum waktunya (craniosynostosis). Akibatnya, kepala mungkin tampak memanjang atau memendek secara tidak normal, tergantung pada bagian tengkorak mana yang terkena.

Seckel syndrome adalah kelainan yang sangat langka yang diwariskan sebagai sifat resesif autosom. Tiga varian Seckel syndrome melibatkan gangguan atau mutasi gen pada tiga kromosom berbeda. Lokasi peta gen tersebut adalah: Seckel syndrome 1, pada kromosom 3 (3q22-q24); Seckel syndrome 2, pada kromosom 18 (18p11.31-q11) dan dan Seckel syndrome 3, pada kromosom 14 (14q21-q22).

Penyakit genetik ditentukan oleh kombinasi gen untuk sifat tertentu yang ada pada kromosom yang diterima dari ayah dan ibu. Gangguan genetik resesif terjadi ketika seseorang mewarisi gen abnormal yang sama untuk sifat yang sama dari setiap orang tua. Jika seseorang menerima satu gen normal dan satu gen untuk penyakit tersebut, orang tersebut akan menjadi pembawa penyakit, tetapi biasanya tidak akan menunjukkan gejala.

Dengan munculnya ultasonografi yang unggul secara teknis, Seckel syndrome dapat didiagnosis sebelum lahir.  Dalam ultrasonografi janin, gelombang suara yang dipantulkan digunakan untuk membuat gambar janin yang sedang berkembang. Setelah lahir, Seckel syndrome dapat dicurigai berdasarkan evaluasi klinis yang menyeluruh, riwayat pasien yang terperinci, dan berbagai tes khusus. Meskipun kelainan kraniofasial, kerangka, dan / atau fisik lain yang terkait dengan Seckel syndrome dapat muncul saat lahir (bawaan), diagnosis Seckel syndrome mungkin tidak dikonfirmasi, dalam beberapa kasus, sampai anak yang terkena menua dan sindrom penuh berkembang, misalnya, ketika perawakan pendek dan / atau keterbelakangan mental menjadi jelas.

Perawakan pendek yang terkait dengan Seckel syndrome melibatkan pertumbuhan proporsional lengan dan tungkai, yang memungkinkan diagnosis banding dari sindrom yang melibatkan perawakan pendek dan lengan dan kaki kecil yang abnormal (dwarfisme tungkai pendek).

Seckel syndrome adalah kelainan bawaan yang sangat langka yang tampaknya mempengaruhi pria dan wanita dalam jumlah yang sama. Insiden pasti dari gangguan ini tidak diketahui, namun lebih dari 100 kasus telah dilaporkan dalam literatur medis sejak deskripsi aslinya pada tahun 1960.

Bolehkah Menggunakan Cetirizine untuk Ibu Hamil? Baca Fakta Berikut!

Bolehkah Menggunakan Cetirizine untuk Ibu Hamil? Baca Fakta Berikut!

Ketika tubuh mengalami reaksi akibat alergi seperti gatal, kulit merah, bentol akibat terkena udara dingin, kita mungkin sudah terbiasa mengonsumsi obat alergi seperti cetirizine. Namun, bolehkah obat cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui?

Secara umum, selama kehamilan trimester pertama, mengonsumsi obat tanpa adanya pengawasan dokter bisa meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin dan cacat lahir. Jadi, perlu diperhatikan agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan selama masa kehamilan ini.

Bolehkan Menggunakan cetirizine untuk Ibu Hamil?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya untuk mengenal apa itu cetirizine ini. Obat cetirizine merupakan obat alergi antihistamin yang bekerja dengan cara memblokir produksi histamin yang menjadi penyebab seseorang mengalami gejala-gejala alergi seperti hidung mampet, mata berair, gatal-gatal, pilek, hingga bersin.

cetirizine ini juga bisa mengatasi muntah akibat morning sickness pada ibu hamil dan bisa meredakan nyeri payudara yang dialami oleh ibu menyusui. Namun, amankah cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui?

Sebenarnya, cetirizine bisa bisa saja dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mengatasi berbagai masalah kehamilan. Namun, ada jenis obat yang lebih direkomendasikan sebelum menggunakan cetirizine ini.

Obat tersebut adalah obat antihistamin jenis chlorpheniramine dan tripelennamine. Kedua obat ini lebih direkomendasikan untuk ibu hamil. Tapi, jika sudah lewat dari trimester pertama dan kedua obat tersebut tidak menunjukkan adanya perbaikan gejala, maka bisa diberikan obat cetirizine.

Ada juga penelitian yang menunjukkan tidak adanya cacat lahir yang terlalu berarti jika cetirizine diberikan pada ibu hamil di trimester pertama. Ada pula penelitian yang menyebut tidak ada risiko cacat lahir pada bayi ketika ibu hamil mengonsumsi obat cetirizine sebelum usia kehamilan memasuki lima minggu dan usia sembilan minggu.

Tentu saja obat cetirizine ini harus dikonsumsi dengan resep dokter dan tidak boleh sembarangan karena bagaimanapun akan membahayakan ibu hamil dan menyusui.

Dosis yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus disesuaikan dan hanya dalam dosis kecil saja. Serta tidak disarankan dikonsumsi terus menerus karena bisa membuat bayi mengantuk. 

Begitu pula dengan ibu menyusui. Dosis cetirizine sebaiknya tidak tinggi karena akan membuat bayi menjadi rewel dan menangis terus tanpa sebab setelah minum ASI. Obat cetirizine dalam dosis tinggi juga bisa menurunkan hormon prolaktin yang mengatur produksi ASI, sehingga ASI yang diproduksi akan lebih sedikit. Oleh karena itu, obat cetirizine untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan dalam bentuk obat tetes.

Aturan Pakai cetirizine untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Setiap obat apapun seharusnya dikonsumsi sesuai dengan petunjuk pemakaian, untuk menghindari efek sampingnya. Begitu pula aturan pakai obat cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui. 

Menurut aturan pakainya, obat cetirizine boleh dikonsumsi 10 mg setiap konsumsinya untuk tablet. Obat cetirizine juga hanya dikonsumsi sekali sehari saja setelah makan di malam hari. Namun, khusus untuk ibu hamil dan menyusui sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan Anda agar mendapat dosis yang lebih pas.

Efek Samping cetirizine 

Obat cetirizine memiliki beberapa efek samping yang umum terjadi, yaitu:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Mulut kering
  • Terasa lelah
  • Batuk
  • Mual
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Tubuh terasa panas
  • Keringat meningkat
  • Mengalami gangguan pencernaan
  • Perut terasa nyeri dan tidak nyaman
  • Mengalami perubahan rasa ketika makan
  • Merasa sensasi terbakar, mati rasa, kesemutan, tertusuk-tusuk, dan gatal
  • Sendawa
  • Asam lambung

Efek samping ini mungkin tidak dialami oleh semua orang. Mungkin juga efek samping yang dirasakan berbeda dengan yang disebutkan di atas. Termasuk efek samping cetirizine untuk ibu hamil yang mungkin juga dirasakan.

Pahami Tanda-tanda Terkena Hashimoto Tiroid

Banyak penyakit terkait kekebalan tubuh yang mesti Anda waspadai. Salah satunya adalah Hashimoto Tiroid. Sesuai namanya, penyakit autoimun yang satu ini menyerang kelenjar tiroid. Di mana kelenjar yang diserang ini memiliki fungsi vital untuk mengatur berbagai fungsi tubuh sekaligus mengelola suasana hati. 

Sampai saat ini penyebab seseorang terkena Hashimoto tiroid belum mampu diketahui secara pasti. Namun, beberapa penelitian berasumsi, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus ataupun faktor genetik. Walaupun penyebab belum jelas, dampak dari Hashimoto tiroid sudah nyata dan tidak boleh diremehkan. Pasalnya penderita masalah autoimun ini lama-kelamaan akan merusak kelenjar tiroid sehingga seluruh fungsi tubuh dapat terganggu. 

Pahami Tanda-tanda Terkena Hashimoto Tiroid

Sebelum terlambat, sebaiknya Anda mulai belajar memahami apa saja gejala dari penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh ini. Mengenal lebih baik bisa membuat Anda memperoleh penanganan cepat dan tepat apabila benar-benar terdiagnosis penyakit autoimun tersebut. 

  1. Rambut Rontok 

Rambut rontok yang terjadi secara berlebihan patut Anda curigai sebagai tanda dari suatu masalah kesehatan. Pasalnya, salah satu gejala Hashimoto Tiroid tak lain adalah masalah rambut rontok. 

  1. Mudah Menggigil

Tidak berfungsi dengan baiknya kelenjar tiroid membuat kekebalan tubuh menurun. Salah satu gejalanya adalah Anda akan mudah merasa kedinginan. Dalam tahap yang lebih parah, penderita Hashimoto Tiroid cenderung mudah menggigil di cuaca yang bahkan tidak terlalu dingin. 

  1. Kenaikan Berat Badan 

Orang-orang yang memiliki masalah dengan kelenjar tiroid umumnya akan mengalami masalah berat badan yang sulit dijelaskan. Khusus untuk penderita Hashimoyot tiroid, masalah kenaikan berat badan kerap menjadi penanda awal penyakit ini. Jadi, berhati-hatilah apabila Anda mengalami kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas. 

  1. Nyeri Otot 

Gejala nyeri juga akan dialami oleh pasien-pasien yang terkena masalah autoimun ini. Secara lebih detail, nyeri yang dirasakan pasien Hashimoto tiroid adalah nyeri di bagian otot-otot gerak. Nyeri akan bertambah ketika Anda merasakan dingin. 

  1. Sembelit 

Salah satu fungsi kelenjar tiroid adalah mengatur metabolisme tubuh. Ketika kelenjar ini terganggu, metabolisme tubuh Anda pun akan kacau. Metabolisme menjadi tidak lancar dan membuat Anda kesulitan buang air besar hingga mengalami sembelit. 

  1. Menstruasi Panjang 

Gejala Hashimoto tiroid akan lebih mudah terlihat pada perempuan. Umumnya pasien penyakit ini akan mengalami waktu menstruasi yang panjang. Umumnya perempuan hanya mengalami menstruasi selama 2—7 hari tiap kali periode datang. Namun pada penderita penyakit autoimun ini, menstruasi bisa terjadi hampir dua minggu. 

  1. Depresi 

Kelenjar tiroid juga sangat berpengaruh dalam membentuk suasana hati. Jadi ketika kelenjar berbentuk kupu-kupu ini bermasalah, suasana hati pun akan ikut mengalami kendala. Suasana hati Anda menjadi sulit dikendalikan dan tidak jarang menyebabkan depresi. 

  1. Wajah Pucat 

Orang-orang yang terkena hashimoto tiroid cenderung merasa mudah lemas dan lesu. Ini terkait dengan kekebalan tubuhnya yang melemah. Dalam tahap yang cukup mengkhawatirkan, penderita hashimoto tiroid akan memiliki wajah yang sangat pucat. 

  1. Wajah Bengkak 

Tidak hanya pucat, penderita penyakit autoimun ini juga bisa mengalami pembengkakan di sekujur tubuhnya. Bagian yang paling mudah mengalami pembengkakan adalah wajah karena letaknya yang dekat dengan kelenjar tiroid yang berada di leher. 

  1. Kehilangan Memori

Penderita hashimoto tiroid yang kehilangan memori artinya sudah memasuki tahap kronis. Ini karena kerusakan di kelenjar tiroid sudah terjadi dan memengaruhi aktivitas otak.

Kapan Harus Mendapatkan Imuniasi TT?

Salah satu vaksin yang penting dan harus diberikan kepada anak-anak serta orang dewasa agar terhindar dari penyakit tetanus adalah vaksin tetanus. Perlu dketahui bahwa orang yang tidak mendapatkan vaksin ini lebih rentan terkena penyakit tetanus yang bisa menyebabkan kelumpuhan hingga kematian, maka dari itu manfaat imunisasi tt sangat berdampak pada kesehatan.

Munculnya penyakit tetanus disebabkan karena infeksi bakteri Clostridium tetani, merupakan salah satu bakteri yang banyak ditemukan di tanah, lumpur dan kotoran hewan atau manusia. Bakteri penyebab penyakit ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia lewat luka terbuka di kulit, seperti luka tusukan atau tergores benda tajam.

Manfaat Imunisasi TT

Tujuan utama pemberian vaksin ini adalah untuk mencegah sekaligus menurunkan risiko seseorang tertular penyakit tetanus. Vaksin ini sangat disarankan diberikan secara rutin pada anak dan orang dewasa, termasuk bayi yang baru saja lahir. Manfaat vaksin ini lebih kepada mencegah infeksi bakteri Clostridium tetani yang racunnya dapat menyebabkan kekauan otot.

Inilah penyebab munculnya gejala kaku otot dan tegang di seluruh tubuh sebagai ciri utama dari infeksi tetanus. Infeksi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, karena bisa memicu gangguan kesehatan serius yang bisa menyebabkan kematian. Tetanus ditandani dengan kondisi kaku dan tegang yang terjadi pada seluruh tubuh seseorang yang terinfeksi virus ini.

Gejala yang muncul disebut bisa sangat menyakitkan dan pada umumnya akan muncul pada empat hingga 21 hari setelah munculnya infeksi. Penyakit ini sebenarnya jarang terjadi, namun seseorang tetap harus waspada dan disarankan segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami beberapa gejala, seperti tegang dan kaku pada otot, termasuk rahang, leher dan perut.

Keadaan tersebut dapat menyebabkan seseorang yang mengalami infeksi kesulitan untuk bernapas dan menelan. Dalam beberapa kasus, infeksi ini juga menyerang bayi disebabkan karena perawatan tali pusar yang tidak dilakukan dengan benar, seperti memotong tali pusar tidak menggunakan alat yang steril dan bersih dari kuman.

Jenis dan Kapan Imunasi TT

  • Vaksin DPT

Merupakan vaksin kombinasi yang diakai untuk mencegah penyakit difteri, tetanus dan pertusis. Vaksin ini diberikan pada anak sebanyak lima kali, tiga dosis di awal saat usia dua, tiga dan empat bulan. Dilanjutkan dengan pemberian vaksin ulangan atau booster ketika sudah berusia 18 bulan dan lima tahun.

  • Vaksin DPT/Hib

Vaksin yang sama-sama efektif untuk mencegah tetanus dan memiliki jadwal pemberian yang sama dengan vaksi DPT. Menariknya, vaksin ini juga bisa menghasilkan kekebalan terhadap bakteri Haemophilus influenzae type b, merupakan penyebab infeksi berat seperti meningitis dan pneumonia.

  • Vaksin TD

Merupakan vaksin lanjutan setelah penerima mendapatkan kedua vaksin di atas, diberikan sebagai dosis keenam dan ketujuh. Pada anak yang sebelumnya rutin menerima vaksin DPT atau DPT/Hib, pemberian yang dilakukan ketika anak berusia 10 hingga 12 tahun dan 18 tahun, selain itu vaksin ini juga akan diberikan pada orang dewasa yang belum pernah pernah diberi.

Selain dari manfaat imunisasi TT, yang perlu diketahui terkait hal ini adalah vaksin juga diberkan pada ibu hamil. Yang diberikan adalah jenis TdaP sebanyak satu kali ketika usia kehamilan mencapai 27-36 minggu. Apabila ibu hamil belum pernah mendapat vaksin selama masa kehamilan, maka vaksin tetanus ini bisa diberikan saat masa menyusui.

Seluk Beluk Operasi Kaki Diabetik pada Penderita Diabetes

Saat Anda menderita diabetes, dokter Anda mungkin menyarankan untuk sering memperhatikan kondisi kaki. Hal ini sebenarnya dilakukan karena diabetes bisa menyebabkan terjadinya luka atau ulkus pada kaki. Untuk mengatasi ini, biasanya pasien akan menjalani operasi kaki diabetik.

Ulkus kaki adalah komplikasi yang sangat umum terjadi pada penderita diabetes. Kondisi ini terjadi karena kerusakan jaringan kulit. Biasanya, ulkus muncul di bawah jempol kaki dan di bagian depan telapak kaki.

Masalah kaki akibat diabetes yang bisa diobati dengan operasi kaki diabetik

Sebenarnya, ada dua jenis kelainan atau masalah kaki yang bisa terjadi pada penderita penyakit diabetes. Masalah kaki tersebut antara lain: 

  • Neuropati diabetik

Seiring berjalannya waktu, diabetes bisa menyebabkan kerusakan saraf yang membuat kaki Anda mengalami mati rasa. Hal ini akan membuat Anda tidak mengetahui apabila terjadi tekanan pada area tersebut.

Bila kondisi ini terjadi, Anda sulit mengenali rasa pegal, iritasi, dan infeksi pada kaki. Bahkan, ketika berjalan dan mengenakan sepatu, Anda tidak menyadari bahwa kaki Anda bergesekan dan memicu luka atau lecet. 

Karena tidak menyadari adanya luka, Anda bisa saja mengalami infeksi pada kaki. Bahkan, bila kondisi ini semakin parah, bisa-bisa kaki Anda harus diamputasi sebagai satu-satunya upaya pengobatan. 

  • Penyakit arteri perifer

Diabetes menyebabkan perubahan pada pembuluh darah, termasuk arteri. Pada kondisi ini, terjadi penimbunan lemak yang menghalangi jalur pembuluh darah di luar otak dan jantung. 

Hal ini bisa berdampak pada fungsi pembuluh darah, menghambat aliran darah ke tangan dan kaki. Kurangnya aliran darah ini bisa membuat Anda merasa sakit, mengalami infeksi, dan terluka. 

Apabila infeksi sudah sangat parah, dokter mungkin akan menganjurkan amputasi sebagai satu-satunya upaya pengobatan.  

Prosedur operasi kaki diabetik

Sebenarnya, operasi kaki diabetik bukanlah satu-satunya upaya pengobatan untuk mengatasi masalah kaki akibat diabetes. Namun, beberapa kondisi pasien mungkin paling efektif disembuhkan dengan metode ini.

Pengobatan tanpa operasi tidak selalu sukses menyembuhkan masalah kaki akibat diabetes secara keseluruhan. Operasi biasanya dilakukan dengan memotong tulang atau menghilangkan kelainan bentuk kaki guna mengurangi tekanan yang menyebabkan masalah kaki.

Secara garis besar, pilihan prosedur operasi meliputi: 

  • Operasi endova skular dengan pemasangan stent, yaitu alat kecil yang berfungsi untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka
  • Bedah stabilisasi untuk kondisi Charcot’s Foot
  • Amputasi pada salah satu jari kaki atau seluruh kaki bagian bawah hingga ke atas lutut
  • Pengangkatan jaringan yang membusuk atau mati
  • Bypass arteri untuk penyakit pembuluh arteri perifer, berfungsi untuk membantu memperlancar aliran darah ke area kaki yang terkena

Amputasi dilakukan apabila masalah kaki yang diderita sudah sangat parah dan tidak memungkinkan untuk disembuhkan. Amputasi ini juga dilakukan dengan prosedur operasi kaki diabetik. 

Bisakah pengobatan dilakukan tanpa operasi kaki diabetik?

Semakin cepat Anda mendeteksi ulkus kaki atau penyakit kaki lainnya akibat diabetes, semakin besar peluang Anda untuk disembuhkan. Dengan begitu, Anda tidak harus melalui prosedur operasi kaki diabetik untuk penyembuhan.

Upaya pencegahan krusial dalam menjaga kesehatan kaki bagi penderita diabetes. Anda bisa mencoba melakukan pencegahan dengan: 

  • Mencuci kaki secara rutin setiap hari
  • Memastikan kuku kaki tetap pendek
  • Menjaga kelembaban kulit kaki
  • Mengganti kaos kaki secara berkala
  • Menggunakan sepatu dengan bahan yang nyaman

Bila Anda melakukan upaya pencegahan dengan bersungguh-sungguh, penyakit kaki akibat diabetes dapat diatasi dengan lebih mudah, sehingga Anda tidak harus melalui operasi kaki diabetik. 

Sakit Perut Setelah Melahirkan dengan Cara Sesar, Bagaimana Meredakannya?

Operasi sesar akan meninggalkan bekas sayatan yang menimbulkan nyeri serta mengganggu. Biasanya ibu membutuhkan waktu kurang lebih 6 minggu sampai benar-benar pulih. Terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit tersebut. Akan tetapi, sebelum mempraktikkan cara-caranya, ada baiknya untuk mengetahui penyebab sakit perut setelah melahirkan dengan cara C-section atau sesar.   

Penyebab

Rasa sakit dan nyeri disebabkan karena beberapa faktor yang hampir sama dengan metode persalinan normal. Hanya saja beberapa orang menilai kondisi setelah operasi sesar mengakibatkan rasa sakit dan nyeri yang lebih tingggi akibat luka sayatan dan jahitan. 

  • Nyeri bagian sayatan

Nyeri bekas sayatan dan luka bagian dalam normal terjadi pada ibu hamil yang melahirkan dengan metode sesar. Nyeri akan semakin terasa ketika bersin atau batuk. Setelah luka mengering, bekasnya akan terus ada dalam waktu yang lama bahkan bisa sampai seumur hidup. Anda hanya bisa memudarkan bekas luka, bukan menghilangkannya.  

  • Nyeri alami setelah melahirkan

Uterus akan kembali ke ukuran normal sebelum hamil sehingga menyebabkan kram bagian perut. Biasanya kram terjadi beberapa hari setelah melahirkan, uterus pun akan kembali ke bentuk semula dalam waktu 6 minggu. Ibu dengan kelahiran anak pertama justru mengalami rasa sakit yang lebih ringan karena otot rahim yang lebih kuat.

  • Konstipasi

Beberapa perempuan mengalami konstipasi atau sembelit setelah melahirkan. Hari-hari setelah melahirkan, proses BAB memang terasa lebih menyakitkan karena harus mengejan, belum lagi jika tekstur feses padat dan keras. BAB yang tidak tuntas menambah rasa sakit perut setelah melahirkan. 

Cara mengatasi

Rasa sakit setelah melahirkan terlebih menggunakan metode sesar sangat normal terjadi dan akan hilang seiring berjalannya waktu. Namun, jika dirasa menggangu aktivitas, Anda bisa menggunakan cara-cara pengobatan medis maupun aktivitas pendukung lainnya. 

  1. Konsumsi obat anti-nyeri

Beberapa obat pereda nyeri yang mungkin akan direkomendasikan diantaranya ibuprofen, acetaminophen, dan sebagainya. Akan lebih baik, apabila Anda berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan resep pereda nyeri yang aman untuk ibu menyusui dan cocok dengan kondisi Anda.  

  1. Hindari mengangkat benda berat 

Ukuran berat tidaknya suatu benda yang ingin Anda angkat yaitu berat bayi Anda sendiri. Jika berat benda melebihi berat bayi, sebaiknya hindari mengangkatnya selama beberapa minggu setelah melahirkan. Istirahat dan berbaring merupakan cara paling mudah dan aman untuk menghilangkan sakit perut.  

  1. Aromaterapi

Rasa sakit tidak hanya mengganggu secara fisik, namun juga secara mental yang nantinya ditakutkan akan berpengaruh ke kesehatan bayi. Sebuah studi menyebutkan bahwa aromaterapi lavender dapat mengurangi rasa sakit setelah operasi sesar. Selain itu, aromaterapi lavender juga mampu meringankan stres akibat kelelahan mengurus bayi.

  1. Gunakan pakian longgar dan nyaman

Pakaian yang ketat akan semakin meningkatkan rasa nyeri karena perut mendapatkan tekanan. Menggunakan pakaian ketat juga akan membuat kulit lebih cepat berkeringat dan berpotensi menimbulkan iritasi jika dibiarkan terus menerus.  

Kapan harus menghubungi dokter? 

American College of Obstetricians dan Gynecologist menganjurkan untuk tetap melakukan check up rutin setelah melahirkan. Anda bisa menghubungi petugas medis atau dokter 3 minggu setelah melahirkan. Dalam rentang minggu ke-6 hingga ke-12 lakukan check up kembali untuk mengevaluasi kesehatan Anda secara menyeluruh. Akan tetapi, jika sebelum waktu-waktu tersebut atau diantara waktu tersebut mengalami keluhan berikut ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter secepatnya.

  • Area bekas jahitan berubah menjadi merah dan bengkak
  • Demam dan rasa sakit semakin parah dari hari ke hari
  • Pendarahan semakin banyak dan darah berawarna merah terang
  • Kedua sisi tubuh Anda, kiri dan kanan, terasa lembut dan empuk
  • Mual dan muntah semakin sering dan parah

Cara Menghemat Listrik agar Tagihan Tidak Bengkak

Beberapa orang mengalami lonjakan tagihan listrik selama masa pandemi Covid-19 dan tidak sedikit pula yang mengeluh karena tagihannya melonjak tidak seperti biasanya. Untuk mencegah kejadian serupa, Anda perlu lakukan beberapa cara menghemat listrik berikut ini yang terbukti efektif untuk mengurangi angka pemakaian energi di rumah Anda.

cara menghemat listrik

Menurut catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, pelanggan di sektor rumah tangga bertambah 1,3% selama pandemi. Sama halnya dengan konsumsi listrik rumah tangga yang juga mengalami peningkatan. Sebab, banyak orang menyalakan lampu, kipas angin, AC, komputer, dan berbagai fasilitas lain lebih lama di rumah. Meski sulit, penghematan listrik bukan tidak mungkin dilakukan.

Anda dapat memulainya dengan langkah kecil, yang efektif mengurangi beban listrik bila dilakukan secara konsisten. Penggunaan listrik yang tidak terkontrol dapat membuat tagihan bulanan membengkak tanpa Anda sadari. Untuk menghindarinya, Anda dapat mencoba cara menghemat listrik berikut ini.

  1. Gunakan lampu seperlunya

Matikan lampu saat siang hari. Selain itu, buka semua jendela maupun pintu rumah Anda saat pagi hingga siang hari, agar cahaya alami menerangi rumah. Cara menghemat listrik ini bukan hanya akan menyelamatkan tagihan Anda di akhir bulan, tapi juga memastikan sirkulasi udara di rumah lebih baik.Jangan lupa juga untuk mematikan ketika Anda tidur, atau gunakan pencahayaan minimal. Selain itu penelitian menyebut, terlelap dengan keadaan kamar yang gelap dapat meningkatkan kualitas tidur.

  1. Mengisi baterai ponsel dalam kondisi airplane mode

Mengisi daya baterai ponsel dengan kondisi dimatikan atau setidaknya berada dalam setting mode pesawat terbang (airplane mode) akan membuat ponsel lebih cepat terisi penuh. Sebaliknya, hindari pemakaian telepon genggam sembari charging, agar baterai juga tidak cepat panas.

  1. Mencabut charger jika tidak digunakan

Bagi Anda yang bekerja dari rumah, lebih baik gunakan laptop dibanding komputer personal (PC), karena lebih hemat energi. Pastikan juga Anda mencabut charger laptop ketika indikator baterai sudah menunjukkan tanda penuh.

  1. Bijak dalam menggunakan AC

Anda mungkin tergiur untuk menyalakan pendingin ruangan (AC) di siang hari, padahal biasanya hanya dinyalakan saat tidur sehingga tagihan listrik membengkak. Cobalah gunakan kipas angin terlebih dahulu atau buka jendela maupun pintu agar suasana rumah tidak terlalu gerah.Ketika Anda menyalakan AC, pastikan pintu dan jendela tertutup agar ruangan cepat dingin dan lebih hemat energi. Bila memungkinkan, gunakan gorden yang dapat menghalangi masuknya cahaya matahari dan matikan juga lampu.

  1. Memakai alat elektronik yang hemat energi

Cara menghemat listrik ini dapat Anda lakukan dengan menggunakan perangkat elektronik yang hemat energi, misalnya lampu LED. Bahkan, saat ini terdapat beberapa jenis alat elektronik yang bisa dihubungkan dengan telepon pintar, yang otomatis menghemat listrik.

Selain itu dengan penggunaan energi secara efisien, Anda dapat beraktivitas di rumah dengan lebih nyaman, bekerja dengan nyaman, dan suasana hati pun terkontrol. Ketika memaksimalkan sirkulasi udara, Anda dan keluarga pun dapat terhindar dari berbagai penyakit akibat paparan debu, virus, hingga jamur yang beterbangan di udara.