Bahaya Es Krim untuk Kesehatan Anda

bahaya eskrim

Es krim merupakan cemilan yang disukai banyak orang di berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati terhadap kemungkinan bahaya eskrim yang terkena cemaran bakteri Salmonella. Proses pengolahan hingga penyajian es krim menyebabkan kontaminasi bakteri Salmonella

Kejadian kontaminasi bakteri Salmonella pada es krim 

Sebuah penelitian pada tahun 2013 dilakukan di salah satu daerah di Indonesia dengan cara mengambil beberapa sampel es krim homemade. Sebanyak 4 dari 10 sampel es krim ternyata mengandung bakteri Salmonella sp. Hal ini mungkin disebabkan karena banyak es krim homemade dibuat dengan menggunakan bahan telur mentah atau bahkan tidak matang yang telah tercemari bakteri Salmonella

Kontaminasi es krim oleh bakteri juga sudah pernah terjadi di beberapa negara maju. Pada tahun 1978 pemerintah Italia melarang penjualan es krim karena terbukti terkontaminasi bakteri patogen. Pada tahun 1992, di Inggris dan Kota Wales terjadi kasus infeksi Salmonella enteritidis yang menjangkit 32 orang. Tak hanya itu, infeksi Salmonella melalui es krim juga pernah menjadi wabah di Minnesota.  

Es krim khususnya jenis es puter masih sering dijual lewat pedagang kaki lima atau pedagang keliling. Beberapa membuat es krim secara homemade, meskipun ada pula yang mendapatkannya lewat supplier. Hal ini menyebabkan es krim muda terpapar bakteri mudah terjadi jika dibuat sendiri. Pasalnya, tidak ada jaminan higineitas. Terdapat kasus konsumen memgalami mual dan diare setelah mengonsumsi es krim, namun seringkali dihiraukan dan tetap menikmatinya karena rasa es krim yang lezat.  

Bahaya bakteri Salmonella

Biasanya penderita infeksi bakteri Salmonella tidak menunjukkan gejala khusus. Namun, beberapa orang ada yang mengalami diare, demam, dan kram perut dalam 8-72 jam setelah mengonsumsi es krim. Kebanyakan penderita dapat sembuh tanpa perawatan khusus. 

Infeksi ini juga cenderung tidak menyebabkan kematian. Akan tetapi bayi, anak-anak, lansia, penerima donor organ, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun rendah memiliki risiko komplikasi yang berbahaya. Berikut ini beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada kelompok tersebut:

  • Dehidrasi

Salah satu akibat infeksi Salmonella yaitu diare. Apabila penderita tidak mengonsumsi air untuk mengganti cairan yang hilang, maka terjadilah dehidrasi. 

  • Bakteremia

Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk ke dalam aliran darah dan menginfeksi jaringan di dalam tubuh, antara lain otak, tulang belakang, jantung, tulang, sumsum tulang belakang, serta lapisan pembuluh darah. 

  • Artritis reaktif 

Orang yang pernah terinfeksi Salmonella memiliki risiko lebih tinggi terkena artirtis reaktif atau sindrom Reiter yang menyebabkan iritasi mata, sakit saat buang air kecil, serta nyeri sendi. Penyakit ini mengakibatkan kemerahan dan pembengkakan di berbagai sendi tubuh. 

Untuk menghindari efek samping Salmonella, sebaiknya lakukan pengolahan sesuai standar higienitas dan masak bahan pangan hingga benar-benar matang. 

Bakteri lain yang berisiko mengkontaminasi es krim 

Pada suatu penelitian yang dilakukan pada tahun 2013, ditemukan bakteri Klebsiella oxytoca dan Klebsiella pneumoniae pada 27% es krim tradisional yang digunakan sebagai sampel. Kemungkinan kontaminasi terjadi pada saat pengolahan dan penyajian oleh pedagang.  Bakteri ini bisa menginfeksi berbagai organ, seperti paru, saluran kencing, kulit, atau saluran cerna. 

Bakteri lainnya yang mungkin ada di es krim yaitu bakteri E.Coli dan Listeria. Keduanya biasanya berasal dari bahan susu atau krim. Namun, bentuk pengolahan yang tepat, seperti pasteurisasi dapat mengurangi risikonya. Bahan tambahan pangan pada es krim, seperti gelatin juga bisa mendatangkan kontaminasi bakteri jika tidak diolah dengan benar.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *