Bahaya Narkoba dan Zat-Zat yang Mengandung Ganja

Bahaya Narkoba dan Zat-Zat yang mengandung Ganja

“Bahaya narkoba dari berbagai jenis obat yang mengandung ganja perlu diwaspadai. Sebab, penggunaannya mengakibatkan kesehatan terganggu seperti berikut.”

Bahaya narkoba memang menimbulkan efek yang beragam bagi kesehatan fisik maupun mental. Salah satu penggunaan narkoba yang sering dikonsumsi adalah ganja. Biasanya, ganja digunakan dengan merokok hingga dihirup dalam bentuk obat yang diuapkan. 

Karena intensitas penggunaan ganja yang tinggi, Anda juga perlu mengenali tanda-tanda zat yang mengandung ganja agar tidak mengakibatkan efek yang berkepanjangan pada kesehatan.

Kenali Gejala dan Bahaya Narkoba 

The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) mengkategorikan 10 jenis kondisi yang berbeda bergantung pada jenis obat yang digunakan. Beberapa di antaranya ialah gangguan penggunaan ganja, alkohol, stimulant seperti kokain, opioid seperti heroin. 

DSM mencatat bahwa obat-obatan tersebut menghasilkan aktivasi system penghargaan yang begitu intens sehingga aktivitas normal dapat diabaikan. Ciri umum saat menggunakan obat-obatan tersebut bisa dilihat dari persistensi perubahan sirkuit otak di luar periode detoksifikasi. 

Apa saja jenis obat-obatan yang mengandung ganja?

  1. Cannabinoid sintetis merupakan kelompok obat sintetis yang efeknya berbahaya bagi kesehatan. Penggunaan obat tersebut biasanya disemprotkan pada herba kering kemudian dihisap. Namun, tidak dapat dihidangkan sebagai the herbal. 

Kandungan obat ini mirip dengan ganja. Ada pula tanda-tanda penggunaan obat tersebut yang berdampak bagi kesehatan seperti berikut.

  • rasa euforia
  • paranoid
  • perasaan hati yang meningkat
  • kecemasan atau agitasi yang ekstrem
  • halusinasi
  • peningkatan detak jantung hingga mengakibatkan serangan jantung
  1.  Cathinone tersubstitusi merupakan zat pengubah pikiran (psikoaktif) yang mirip dengan amfetamin seperti ekstasi (MDMA) dan kokain. Penggunaan zat tersebut dengan dihirup atau disuntikkan dengan zat adiktif.

Obat-obatan itu juga dapat mengakibatkan keracunan parah hingga kematian. Tanda-tanda serta gejala penggunaannya sebagai berikut.

  • Peningkatan energi dan agitasi
  • Peningkatan gairah seks
  • Menjernihkan pikiran
  • Meningkatkan detak jantung dan tekanan darah
  • Euforia 
  • Meningkatkan sosialisasi
  • Paranoid
  1. Babiturat, benzodiazepine, dan hipnotik

Tiga zat tersebut merupakan resep depresan sistem saraf pusat. Ketiganya sering disalahgunakan untuk mencari rasa relaksasi atau keinginan untuk mematikan atau melupakan pikiran yang berhubungan dengan stres.

Barbiturat yang dimaksud seperti fenobarbital dan secobarbital (seconal). Selanjutnya, contoh benzodiazepin termasuk obat  penenang seperti diazepam (Valium), alprazolam (Xanax), lorazepam (Ativan), clonazepam (Klonopin), dan chlordiazepoxide (Librium). Sementara itu, contoh hipnotik termasuk resep obat tidur seperti zolpidem (Ambien dan Intermezzo), dan zaleplon (Sonata).

Tanda dan gejala penggunaan obat tersebut seperti berikut.

  • Iritabilitas dan perubahan suasana hati
  • Kantuk
  • Bicara cadel
  • Kurang koordinasi
  • Mengalami masalah konsentrasi
  • Gerakan mata yang aneh
  • Gangguan memori
  • Pernapasan lambat dan tekanan darah berkurang
  1. Meth, Kokain, dan stimulan lainnya

Stimulant yang dimaksud termasuk amfetamin, amphetamine-dextroamphetamine, shabu, kokain, methylphenidate. Obat-obatan tersebut sering disalahgunakan untuk meningkatkan energi, menurunkan berat badan, hingga meningkatkan nafsu makan. 

Tanda dan gejalanya meliputi berikut ini.

  • Kewaspadaan meningkat
  • Peningkatan energy dan kegelisahan
  • Perubahan perilaku dan agresi
  • Percaya diri yang berlebihan
  • Kegembiraan yang berlebihan
  • Insomnia
  1. Opioid 

Obat penghilang rasa sakit yang diproduksi dari opium atau dibuat secara sintetis yang tergolong dalam heroin, morfin, metadon, oksikodon, dan kodein. Obat ini biasa disebut epidemic opioid atau kecanduan obat nyeri yang apabila dikonsumsi dengan jangka panjang akan mengkhawatirkan.

Tanda dan gejala obat ini meliputi.

  • Kurangnya kesadaran
  • Depresi
  • Hidung berair atau sariawan
  • Sembelit
  • Kebingungan

Obat-obatan yang biasa digunakan di klub

Biasanya obat yang sering digunakan di klub atau konser termasuk dalam ekstasi atau molly (MDMA), asam gamma hidroksi butirat (GHB), dan ketamine. Meski tidak dalam kategori obat yang sama, mereka memiliki beberapa efek berbahaya yang serupa. Tanda dan gejalanya meliputi.

  • Paranoid
  • Merasa kedinginan dan berkeringat
  • Halusinasi
  • Kram otot dan gigi gemeretak
  • Perubahan perilaku
  • Kesadaran berkurang
  • Kehilangan memori
  1. Halusinogen 

Penggunaan obat halusinogen dapat menimbulkan tanda dan gejala pemakaian yang berbeda. Biasanya, halusinogen yang umum digunakan ialah lysergic acid diethylamide (LSD) dan phencyclidine (PCP). Efek penggunaannya meliputi:

  • Halusinasi
  • Perilaku agresif
  • Penilaian yang terganggu
  • Kurangnya sensasi nyeri
  • Peningkatan detak jantung dan tekanan darah   
  1. Inhalansia

Penggunaan inhalansia juga bervariasi bergantung pada jenis zatnya. Beberapa zat yang dimaksud yang biasa dihirup. Di antaranya, lem, pengencer cat, bensin, cairan koreksi, hingga cairan pembersih. Karena zat tersebut bersifat racun, penggunanya bisa mengalami kerusakan otak atau kematian mendadak. Tanda dan gejalanya seperti berikut.

  • Tampak mabuk dan bicara cadel
  • Detak jantung tak teratur
  • Euforia singkat atau mabuk
  • Tremor
  • Ruam di sekitar hidung dan mulut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *