Bayi Tidur Miring dan Pemicu Kematian Mendadak

Bayi Tidur Miring dan Pemicu Kematian Mendadak

Sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi merupakan kasus serius yang sebaiknya Anda cegah. Salah satu hal yang sering dikaitkan dengan kematian mendadak bayi adalah posisi tidur. 

Dari beragam posisi yang disebut-sebut aman atau berbahaya, bayi tidur miring kerap mengalami kontroversi. Di satu sisi, posisi tidur ini dinilai lebih aman dan dianggap bisa mencegah kematian mendadak pada bayi. Di sisi lain, posisi tidur miring justru disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kuat kematian mendadak bayi. 

Jadi sebenarnya, apa saja penyebab kematian mendadak pada bayi? Berikut ini adalah faktor-faktor pemicunya yang mesti menjadi perhatian Anda. 

Kecacatan Otak 

Beberapa bayi terlahir dengan masalah yang membuat mereka lebih mungkin meninggal karena SIDS atau kematian mendadak. Dari berbagai masalah pada tubuh bayi, masalah cacat otak sehingga bayi kesulitan mengontrol pernapasan untuk bekerja dengan baik menjadi faktor risiko kuat terkait kematian mendadak.

Berat Badan Rendah 

Bayi prematur cenderung lebih mudah mengalami kematian mendadak. Ini dikarenakan bayi prematur kerap memiliki berat badan rendah. Yang dimaksud berat badan bayi rendah sendiri adalah berat badan lahir yang kurang dari 2.500 gram. Berat badan yang rendah pada bayi baru lahir ternyata berpengaruh ke kemampuan dan kematangan kendali otak bayi. Bayi dengan berat badan cenderung memiliki kendali yang kurang untuk pernapasan dan detak jantung sehingga bisa memicu kematian mendadak pada bayi. 

Posisi Tidur 

Posisi tidur ternyata berpengaruh pada risiko kematian mendadak. Bayi tidur miring atau bahkan tidur terkurap memiliki risiko mengalami kematian mendadak yang lebih besar daripada bayi yang kerap tidur dengan telentang. Pasalnya saat tidur tengkurap dan miring, saluran pernapasan bayi menjadi lebih sulit dan tertutup. Posisi tidur bayi duduk pun tidak direkomendasikan karena pada saat itu, ada kemungkinan jalur napas tertutup saat kepala bayi menunduk. 

Tempat Tidur Terlalu Empuk 

Kondisi tempat tidur juga berpengaruh ke keselamatan bayi. Coba cek tempat tidur bayi Anda, jika terlalu empuk, segera gantilah kasurnya. Pasalnya, kasur yang empuk akan membuat bayi mudah terguling ketika tertidur sehingga posisinya menjadi tengkurap dan sulit untuk bernapas. 

Tidur dengan Orang Tua 

Sebaiknya, Anda tidak tidur bersama dengan anak dalam satu kasur. Berbagi tempat tidur hanya akan meningkatkan risiko kematian mendadak pada bayi. Anda tidak tahu kapan Anda benar-benar merasa lelah dan terlelap hingga akhirnya menindih bayi dan menyebabkan kematiannya. Tidak ingin penyesalan seperti itu datang, bukan? Jadi sebaiknya, taruh bayi di ranjangnya sendiri, walaupun memang masih satu kamar dengan Anda. 

Suhu Ruangan Terlalu Tinggi 

Suhu ideal untuk bayi adalah berkisar 22—25 derajat Celsius. Kurang daripada itu, bayi bisa mengalami risiko hipotermia. Sementara itu, jika suhu ruangan terlalu tinggi, bayi bisa mengalami kepanasan dan berisiko meningkatkan kematian mendadak. 

Kebiasaan Ibu Semasa Hamil 

Beberapa kebiasaan tertentu saat ibu mengandung bayi ternyata berpengaruh ke risiko kematian mendadak. Jika selama mengandung ibu cenderung merokok dan mengonsumsi alkohol, risiko SIDS akan semakin besar. 

Konsumsi Susu Formula 

Sebisa mungkin, susuilah anak Anda dengan air susu ibu (ASI). Pasalnya, pemberian susu formula pada anak cenderung dapat meningkatkan risiko kematian pada si kecil. Sementara itu, anak dengan ASI eksklusif bisa memiliki daya tahan lebih kuat sekaligus mengurangi risiko kematian mendadak. 

*** 

Bayi tidur miring memang merupakan salah satu faktor penyebab kematian mendadak. Namun, Anda bisa membiarkan bayi tidur miring apabila usianya sudah mencapai satu tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *