Bekerja di Apotek, Apa Saja Tugas Apoteker?

Profesi apoteker tentu sudah tidak asing di telinga Anda. Ketika akan membeli obat di apotek, Anda bertemu dengan banyak apoteker yang memiliki wewenang untuk meracik dan memberi anjuran mengenai obat-obatan. Tapi, tidak hanya itu, sebenarnya masih ada tugas apoteker lainnya yang mungkin jarang diketahui orang.

Sama seperti petugas medis, apoteker membantu dalam memberikan layanan kesehatan, khususnya dalam hal pemberian obat-obatan. Profesi ini bukan profesi yang bisa dilakukan dengan sembarangan, karena menyangkut kesehatan orang lain.

Di Indonesia, profesi apoteker juga sudah diatur dalam peraturan khusus. Aturan tersebut menentukan hak dan wewenang apoteker serta apa saja tugas-tugas yang berkaitan dengan profesi tersebut.

Mengenal tugas apoteker sehari-hari

Pada dasarnya, seorang apoteker adalah orang yang ahli dalam pengobatan dan cara menggunakannya. Apoteker memberikan nasehat kepada pasien mengenai obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Setiap harinya, seorang apoteker memiliki beberapa tugas, seperti:

  • Memberi nasehat tentang perawatan yang paling efektif untuk kondisi yang bisa diobati dengan obat tanpa resep
  • Memastikan obat dapat diminum dengan aman dan tidak menimbulkan reaksi negatif jika tercampur dengan obat jenis lain
  • Memberi nasehat kepada dokter dan perawat tentang cara memilih obat dan menggunakannya dengan benar
  • Memberi anjuran dalam dosis meminum obat
  • Membantu pasien dalam mengelola kondisi jangka panjang melalui obat-obatan
  • Memberi informasi mengenai potensi efek samping dari sebuah obat
  • Memantau efektivitas pengobatan dengan memperhatikan efek samping yang dialami pasien setelah menggunakan obat tertentu
  • Mengawasi ketersediaan pasokan obat-obatan di apotek

Tidak hanya pada pasien, bantuan dari apoteker pun diberikan juga kepada dokter dan perawat di rumah sakit. Selain itu, seorang apoteker juga terlibat dalam pembuatan obat.

Selama menjalankan tugas, apoteker bertanggung jawab dalam memastikan kualitas obat yang diberikan kepada pasien, memastikan obat yang dikonsumsi sah berdasarkan hukum, dan memberikan anjuran pemakaian serta resiko efek samping yang bisa ditimbulkannya.

Kesalahan informasi dari seorang apoteker bisa memberikan dampak yang fatal terhadap kondisi kesehatan pasien. Karena itu, profesi apoteker hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah mendapatkan sertifikasi atau dinyatakan resmi menjadi seorang apoteker.

Bagaimana cara menjadi seorang apoteker?

Bila Anda memiliki keinginan untuk menjalani profesi sebagai apoteker, Anda perlu mempersiapkan diri agar bisa menjalankan tugas apoteker dengan baik nantinya. Syarat utamanya adalah menjadi lulusan di bidang farmasi.

Selama menjalani pendidikan farmasi, Anda akan mempelajari mengenai pekerjaan apoteker melalui teori dan praktek. Setelah itu, Anda bisa mendapatkan sertifikasi resmi dan dinyatakan lulus untuk menjadi apoteker.

Selain itu, untuk menjadi apoteker, diperlukan juga kemampuan dan karakteristik berupa:

  • Memiliki kemauan untuk mengawasi orang lain
  • Memahami dan mengikuti hukum yang berlaku
  • Mampu memberikan penjelasan lengkap mengenai obat-obatan pada orang lain
  • Keterampilan dalam komunikasi, baik berbicara maupun mendengarkan
  • Keterampilan di bidang sains
  • Tertarik pada bidang kesehatan masyarakat
  • Bertanggung jawab
  • Dapat berkomunikasi dan menghadapi berbagai jenis orang
  • Teliti dan akurat dalam meracik serta memberikan anjuran mengenai obat-obatan

Ketertarikan pada bidang kesehatan sangat penting untuk menjadi seorang apoteker. Tanpa ketertarikan tersebut, Anda akan merasa terbebani untuk menjalani proses pendidikan yang harus dilalui sebelum mendapatkan gelar apoteker.

Bila Anda memiliki keterampilan dan karakteristik yang tepat, Anda akan bisa menjalani tugas apoteker dengan baik nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *