Bintik Putih di Mata, Berbahayakah?

Hanya ada beberapa kasus bintik putih di mata, dan kebanyakan bisa diobati dengan mudah. Bintik putih di mata biasanya disebabkan oleh corneal ulcer dan pingueculas, dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Beberapa bintik putih di mata bisa tidak terlihat bahkan hingga Anda tidak menyadari kondisi ini, namun dalam beberapa kasus bintik tersebut dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Gangguan mata apapun dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang terhadap penglihatan Anda. Meskipun rasa tidak nyamant tersebut bersifat ringan, selalu cari bantuan medis secepatnya apabila bintik putih di mata muncul. 

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan bintik putih di mata di antaranya adalah ulcer, pingueculas, dan kanker. Corneal ulcer dapat menyebabkan kerusakan penglihatan permanen. Bahkan apabila bintik putih di mata ini tidak diobati, corneal ulcer dapat menyebabkan kebutaan. Ulcer atau ulkus terjadi ketika kornea rusak. Penyebab kerusakan tersebut di antaranya adalah sesuatu memukul atau menembus bola mata, luka bakar, gangguan akibat lensa kontak, dan garukan parah akibat benda asing. Apabila suatu hal menembus permukaan kornea, infeksi dapat terjadi. Kuman yang dapat menyebabkan infeksi pada kornea di antaranya adalah bakteri, jamur fusarium, parasit acanthamoeba, dan virus herpes simplex. Kondisi lain yang dapat menyebabkan corneal ulcer di antaranya adalah alergi mata, termasuk alergi terhadap makeup kosemtik dan alergi yang ditularkan lewat udara; gangguan sistem kekebalan tubuh seperti multiple sclerosis; dan penyakit peradangan seperti psoriasis. 

Pingueculas adalah penyebab lain bintik putih di mata. Kondisi ini dapat terjadi ketika mata terpapar sinar ultraviolet, terkena debu atau pasir, kering akibat paparan angin, serta iritasi akibat penggunaan lensa kontak. Bintik pinguecula berwarna putih atau kuning dan terdiri dari penumpukan lemak atau protein. Pingueculas muncul pada daerah conjunctiva, penutup transparan bagian putih bola mata. Bintik putih di mata ini biasanya berbentuk tidak teratur dan biasanya terbentuk di bagian mata yang berdekatan dengan hidung. Penyebab bintik putih di mata yang lain adalah kanker. Kanker dapat terbentuk di bola mata, seperti melanoma mata, karsinoma sel skuamosa, limfoma, dan retinoblastoma. Kanker mata meskipun dikenal ada sangat jarang untuk ditemui. Beberapa jenis kanker memiliki penyebab lingkungan, seperti paparan sinar matahari. Dalam kasus lain, kanker dapat terjadi akibat faktor genetik. 

Gejala yang perlu diwaspadai

Corneal ulcer, pinguecula, dan kanker mata memiliki gejala yang serupa, seperti iritasi pada bola mata, kemerahan di sekitar mata, dan pandangan yang kabur atau buram. Gejala spesifik corneal ulcer di antaranya adalah produksi air mata yang berlebih, sensitivitas terhadap cahaya, nanah atau keluarnya cairan tidak normal, rasa nyeri parah, pembengkakan kelopak mata, dan pandangan yang kabur. Sementara itu, gejala pinguecula yang lain di antaranya adalah tampilan pembuluh darah yang berlebih, sensasi seperti terbakar, gatal-gatal, dan rasa menyengat. Di sisi lain, kanker mata awalnya dapat terlihat seperti kondisi yang ringan. Tes mata akan dapat membantu dokter mendiagnosis kanker mata. Adapun gejalanya adalah tonjolan pada mata, bercak hitam yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, benjolan pada kelopak mata atau bola mata yang terus membesar, dan gangguan penglihatan. 

Jika Anda memiliki bintik putih di mata, hubungi dokter secepatnya. Terutama apabila gejala yang dirasakan tidak kunjung sembuh setelah satu atau dua hari. Anda perlu mengunjungi dokter dan memeriksakan diri apabila adanya perubahan penglihatan dengan cepat, rasa nyeri yang tiba-tiba terjadi, dan adanya cairan tidak normal yang keluar dari mata. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *