Cara Membakar Kalori Saat di Transportasi Umum

Ingin membakar kalori tapi tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga? Cara membakar kalori bisa dilakukan tanpa melibatkan peralatan olahraga. Anda pun tidak haru pergi ke tempat gym atau pusat kebugaran lainnya untuk berolahraga. Ketika sedang berdiri di dalam kereta komuter atau bus, Anda juga sebenarnya pun sedang berolahraga, tanpa disadari.

Selama ini Anda mungkin kesal ketika harus bepergian dengan transportasi umum seperti kereta maupun bus di jam-jam sibuk. Bukan hanya terhimpit dan merasa tidak nyaman, Anda pun harus mampu menjaga keseimbangan selama perjalanan, terlebih jika membawa tas yang berat. Namun ternyata, aktivitas ini bisa membakar kalori.

Cara membakar kalori di transportasi umum tanpa disadari

Ketika Anda berdiri di dalam moda transportasi umum, termasuk kereta komuter dan bus, sebenarnya merupakan cara membakar kalori yang bisa Anda lakukan sehari-hari. Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Donny Kurniawan, Sp.KO menjelaskan bahwa, sejumlah otot tubuh dapat bekerja, saat kita berdiri di kereta atau bus.

Otot yang bekerja saat berdiri di kereta atau bus

Selama ini Anda mungkin hanya merasakan pegal-pegal saat berdiri di dalam kereta. Padahal, saat itu otot-otot ini sebenarnya sedang bekerja:

  • Quadriceps
  • Hamstring
  • Gastrocnemius
  • Otot lengan
  • Otot perut

Selain otot-otot di atas, jika tangan kita berpegangan pada pegangan di kereta atau pun bus, maka otot lengan juga akan bekerja. Ketika cukup banyak goncangan yang terjadi selama perjalanan, tentu kita harus menjaga kestabilan tubuh. Dalam situasi ini otot perut pun ikut bekerja. Untuk menghindari cedera, Anda perlu senantiasa memperkuat kuda-kuda ketika berdiri di dalam kereta maupun bus. Caranya adalah dengan membuka kaki selebar bahu, serta memperkuat otot perut dan pinggang, demi menjaga stabilitas tubuh.

Jumlah kalori yang terbakar di transportasi umum

Selain membuat otot-otot tubuh bekerja, berdiri di kereta maupun bus juga bisa membakar kalori. Pada dasarnya, jumlah kalori yang terbakar pun dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk jenis kelamin, berat dan tinggi badan, serta usia. Namun, rata-rata kalori yang terbakar ketika berdiri di dalam bus atau kereta selama 30 menit adalah sekitar 50-100 kkal. Perlu diingat, selain faktor-faktor di atas, ada beberapa hal yang memengaruhi jumlah kalori yang terbakar, yaitu intensitas dan durasi berdiri di kereta maupun bus, serta tingkat kebugaran Anda.

Anda memiliki banyak pilihan untuk menuju kereta di stasiun. Anda bisa menggunakan lift, eskalator, bahkan menaiki tangga. Begitu pula untuk mengakses bus yang akan Anda tumpangi.

Dr. Donny merekomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik berupa non-exercise physical activity (NEPA) ketika Anda berada di stasiun atau halte. Sebab, hidup lebih aktif tentu lebih baik dibandingkan menjalani gaya hidup sedentary. Hal yang dimaksud gaya hidup sedentaryadalah gaya hidup yang kurang melakukan aktivitas fisik.

Anda kini memiliki pilihan berolahraga ketika hendak bepergian dengan kereta maupun bus. Misalnya dengan menaiki anak tangga di stasiun, dan memilih berdiri di bus maupun kereta. Namun, jangan lupa untuk memperkuat kuda-kuda ketika berdiri, untuk menghindari cedera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *