Cara Mendidik Anak agar Patuh tanpa Merusak Mental

Sebagai orang tua, munculnya keinginan agar anak bisa patuh tentu merupakan hal yang wajar. Namun, orang tua juga perlu memahami bahwa cara mendidik anak agar patuh tidak perlu melibatkan kekerasan fisik maupun mental. Sebab, ini hanya akan menimbulkan trauma masa kecil yang mendalam dan kemungkinan besar terbawa hingga anak dewasa.

Ada banyak cara mendidik anak agar patuh dan tentunya Anda ingin memberikan yang terbaik agar anak tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat tak hanya bagi dirinya dan keluarga, tapi juga banyak orang.

Dengan cara mendidik yang tepat, sebagai orang tua Anda bisa mewujudkan itu. Mendidik anak tidak hanya bermanfaat untuk orang tua, tapi juga bagi perkembangan anak itu sendiri.

Metode mendidik yang tepat akan memunculkan kepatuhan dari dalam, bukan karena takut pada orang tua. Lalu, apa saja yang bisa Anda lakukan dalam mendidik anak agar patuh?

Beri Pengertian dengan Menggunakan Kata-Kata yang Lembut dan Tegas

Hal pertama yang bisa Anda terapkan dalam mendidik anak agar patuh adalah dengan penggunaan ucapan yang lembut tapi tegas. Tidak perlu berteriak atau membentak karena ini adalah salah satu bentuk kekerasan verbal. Meski masih berusia muda, anak bisa membedakan mana kata-kata yang menyakiti dan mana yang tidak. Jadi, perhatikan nada bicara Anda saat mendidik anak untuk patuh.

Misalnya, Anda ingin anak bisa membereskan mainannya setelah selesai dipakai. Beri pemahaman bahwa jika barang sudah tidak digunakan, sebaiknya diletakkan di tempatnya. Sampaikan juga kalau membereskan mainan akan membuatnya lebih mudah menemukan mainan yang diinginkan saat nanti hendak bermain lagi. Selain itu, rumah yang rapi dan bersih tentu akan lebih nyaman dilihat. Berilah penekanan siapa pemilik mainan tersebut dan memiliki sesuatu berarti harus bertanggung jawab. Jika tidak, maka Anda tidak akan mau bertanggung jawab jika mainan tersebut hilang atau berpindah tempat.

Pantau Anak setelah Mendidik

Salah satu kesalahan terbesar dalam mendidik anak agar patuh adalah dengan melanjutkan aktivitas lain tanpa memantau perilaku anak. Pastikan agar Anda melihat anak melakukan apa yang diminta sebelum melakukan kegiatan lain. Anda juga bisa mendidik anak untuk menyahut sebagai tanda bahwa ia akan segera melaksanakan yang diminta.

Jika tidak dipantau, kemungkinan besar anak akan mencoba mengulur waktu atau bermalas-malasan lebih dulu sebelum melakukan yang disuruh. Ini akan membuat anak merasa bisa menyepelekan permintaan Anda.

Mendidik dengan Mempraktikkan Lebih Dulu

Usahakan untuk memberikan contoh dengan tindakan, terutama untuk tugas-tugas sederhana yang ada di rumah, terutama jika anak Anda masih berusia kecil. Sebab, akan lebih mudah bagi mereka untuk mengikuti tindakan. Selain itu, dengan mencontohkan lewat tindakan, anak akan memahami bahwa jika orang tuanya saja melakukan, maka ia juga perlu meniru hal yang sama.

Anda juga bisa mengajak anak untuk melakukan hal yang diminta bersama-sama sebagai permulaan. Namun, beri penekanan bahwa keterlibatan Anda hanya di awal dan seterusnya sang anak harus melakukannya sendiri. Dengan begitu, anak akan lebih mudah terbiasa mempraktikkan kepatuhan dengan atau tanpa kehadiran Anda.

Mengapresiasi Kepatuhan Anak

Memberikan apresiasi merupakan salah satu cara untuk mendorong anak agar tetap berperilaku baik dan mematuhi aturan yang ada di rumah. Pastikan untuk memuji anak setelah seharian menunjukkan kepatuhan. Ini juga akan memotivasinya untuk tetap konsisten dalam mengikuti aturan yang sudah Anda buat di rumah.

Anda juga bisa memberikan reward sesekali. Tapi, tidak perlu memberitahukan bahwa reward tersebut karena ia sudah patuh karena jika begitu ia hanya akan mengikuti aturan dan ucapan Anda demi hadiah.

Itu dia beberapa cara yang bisa Anda praktikkan untuk mendidik anak agar patuh. Apa sudah ada yang Anda coba lakukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *