Cara Mengobati dan Mencegah Timbulnya Midriasis

Pupil mata akan membesar saat cahaya di sekitarnya meredup agar lebih banyak cahaya yang bisa masuk ke mata. Namun, ketika pupil mata membesar tanpa adanya perubahan pada tingkat cahaya, maka kondisi tersebut disebut sebagai midriasis.

Midriasis bisa disebabkan karena berbagai hal, di antaranya karena peningkatan kadar oksitosin dalam tubuh, pernah mengalami cedera mata atau saraf, serta penggunaan obat-obatan tertentu. Midriasis umumnya bisa hilang dengan sendirinya.

Pengobatan Midriasis

Cara mengobati midriasis bergantung pada penyebabnya. Dokter akan meninjau gejala dan riwayat medis pasien, riwayat penggunaan obat-obatan yang digunakan, serta riwayat cedera pada mata. Setelah itu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan mata seperti tes ketajaman penglihatan dan tes motilitas mata untuk memeriksa otot-otot mata. Sehingga, dokter bisa menentukan dan melakukan penanganan yang tepat. Dokter bisa menyarankan penggunaan lensa kontak buram atau kacamata hitam selama perawatan. Jika midriasis disebabkan karena kondisi kesehatan lainnya seperti cedera otak atau cedera mata, maka pasien perlu menjalani operasi atau pembedahan. 

Penggunaan obat seperti Cyclomydril dan Phenylephrine biasanya diberikan untuk memulihkan kondisi pasien, terutama pasien midriasis yang melakukan tindakan medis operasi. Selain itu, ada beberapa obat tetes mata yang bisa digunakan untuk mengatasi midriasis, di antaranya:

  • Cendo Mydriatil, merupakan obat tetes mata dengan kandungan Tropicamide yang digunakan untuk membantu mengobati midriasis. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati sikloplegia (kelumpuhan iris atau selaput pelangi). Cendo Mydriatil termasuk dalam golongan obat keras. Oleh karena itu, penggunaannya harus dengan anjuran dan resep dokter spesialis. Pada penggunaan midriasis, dosis yang disarankan untuk orang dewasa yaitu larutan 0,5% yang diteteskan sebanyak 1-2 tetes. Efek samping yang mungkin bisa ditimbulkan antara lain sensasi menyengat sementara pada mata, penglihatan kabur, sakit kepala, serta mulut kering.
  • Homatropina-HBr atau Cendo Homatro, merupakan jenis obat tetes mata yang bekerja dengan cara mengendurkan otot-otot di iris mata yang mengakibatkan midriasis. Obat ini termasuk ke dalam jenis golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan resep dan pengawasan dokter. Dosis umum dalam penggunaan Homatropina-HBr untuk kondisi midriasis pada orang dewasa yaitu larutan 2% atau 5% dan teteskan sebanyak 1-2 tetes dengan interval waktu 5-10 menit sekali. Efek samping yang bisa ditimbulkan yaitu sensitif terhadap cahaya, mata terasa seperti terbakar, penglihatan kabur, dan lebih mudah mengantuk.

Mencegah Midriasis

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari faktor risiko dan mencegah munculnya gejala midriasis atau pupil membesar, di antaranya:

  • Hindari paparan cahaya matahari secara langsung. Gunakan kacamata hitam yang disarankan oleh dokter spesialis mata jika berada di tempat dengan cahaya yang cukup silau
  • Terkadang, pupil yang membesar bisa memengaruhi penglihatan menjadi kabur. Sehingga, dokter spesialis mata biasanya akan menyarankan pasien untuk tidak menyetir terlebih dahulu pada siang hari hingga gejala midriasis hilang
  • Hindari membaca dengan jarak buku terlalu dekat dengan mata
  • Jika penggunaan obat menjadi penyebab membesarnya pupil, maka tunggu sampai efek obat habis supaya mata kembali normal. Tanyakan pada dokter adakah obat alternatif yang bisa dikonsumsi tanpa menyebabkan midriasis.

Midriasis merupakan gangguan pada pupil mata yang tidak memiliki komplikasi khusus atau berbahaya. Namun, untuk menghindari dan bisa menjadi deteksi dini dari gangguan kesehatan lainnya, ada baiknya untuk tetap melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *