Category: bayi & menyusui

Bayi Tidur Miring dan Pemicu Kematian Mendadak

Bayi Tidur Miring dan Pemicu Kematian Mendadak

Sudden infant death syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi merupakan kasus serius yang sebaiknya Anda cegah. Salah satu hal yang sering dikaitkan dengan kematian mendadak bayi adalah posisi tidur. 

Dari beragam posisi yang disebut-sebut aman atau berbahaya, bayi tidur miring kerap mengalami kontroversi. Di satu sisi, posisi tidur ini dinilai lebih aman dan dianggap bisa mencegah kematian mendadak pada bayi. Di sisi lain, posisi tidur miring justru disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kuat kematian mendadak bayi. 

Jadi sebenarnya, apa saja penyebab kematian mendadak pada bayi? Berikut ini adalah faktor-faktor pemicunya yang mesti menjadi perhatian Anda. 

Kecacatan Otak 

Beberapa bayi terlahir dengan masalah yang membuat mereka lebih mungkin meninggal karena SIDS atau kematian mendadak. Dari berbagai masalah pada tubuh bayi, masalah cacat otak sehingga bayi kesulitan mengontrol pernapasan untuk bekerja dengan baik menjadi faktor risiko kuat terkait kematian mendadak.

Berat Badan Rendah 

Bayi prematur cenderung lebih mudah mengalami kematian mendadak. Ini dikarenakan bayi prematur kerap memiliki berat badan rendah. Yang dimaksud berat badan bayi rendah sendiri adalah berat badan lahir yang kurang dari 2.500 gram. Berat badan yang rendah pada bayi baru lahir ternyata berpengaruh ke kemampuan dan kematangan kendali otak bayi. Bayi dengan berat badan cenderung memiliki kendali yang kurang untuk pernapasan dan detak jantung sehingga bisa memicu kematian mendadak pada bayi. 

Posisi Tidur 

Posisi tidur ternyata berpengaruh pada risiko kematian mendadak. Bayi tidur miring atau bahkan tidur terkurap memiliki risiko mengalami kematian mendadak yang lebih besar daripada bayi yang kerap tidur dengan telentang. Pasalnya saat tidur tengkurap dan miring, saluran pernapasan bayi menjadi lebih sulit dan tertutup. Posisi tidur bayi duduk pun tidak direkomendasikan karena pada saat itu, ada kemungkinan jalur napas tertutup saat kepala bayi menunduk. 

Tempat Tidur Terlalu Empuk 

Kondisi tempat tidur juga berpengaruh ke keselamatan bayi. Coba cek tempat tidur bayi Anda, jika terlalu empuk, segera gantilah kasurnya. Pasalnya, kasur yang empuk akan membuat bayi mudah terguling ketika tertidur sehingga posisinya menjadi tengkurap dan sulit untuk bernapas. 

Tidur dengan Orang Tua 

Sebaiknya, Anda tidak tidur bersama dengan anak dalam satu kasur. Berbagi tempat tidur hanya akan meningkatkan risiko kematian mendadak pada bayi. Anda tidak tahu kapan Anda benar-benar merasa lelah dan terlelap hingga akhirnya menindih bayi dan menyebabkan kematiannya. Tidak ingin penyesalan seperti itu datang, bukan? Jadi sebaiknya, taruh bayi di ranjangnya sendiri, walaupun memang masih satu kamar dengan Anda. 

Suhu Ruangan Terlalu Tinggi 

Suhu ideal untuk bayi adalah berkisar 22—25 derajat Celsius. Kurang daripada itu, bayi bisa mengalami risiko hipotermia. Sementara itu, jika suhu ruangan terlalu tinggi, bayi bisa mengalami kepanasan dan berisiko meningkatkan kematian mendadak. 

Kebiasaan Ibu Semasa Hamil 

Beberapa kebiasaan tertentu saat ibu mengandung bayi ternyata berpengaruh ke risiko kematian mendadak. Jika selama mengandung ibu cenderung merokok dan mengonsumsi alkohol, risiko SIDS akan semakin besar. 

Konsumsi Susu Formula 

Sebisa mungkin, susuilah anak Anda dengan air susu ibu (ASI). Pasalnya, pemberian susu formula pada anak cenderung dapat meningkatkan risiko kematian pada si kecil. Sementara itu, anak dengan ASI eksklusif bisa memiliki daya tahan lebih kuat sekaligus mengurangi risiko kematian mendadak. 

*** 

Bayi tidur miring memang merupakan salah satu faktor penyebab kematian mendadak. Namun, Anda bisa membiarkan bayi tidur miring apabila usianya sudah mencapai satu tahun.

Umur Berapa Bayi Bisa Duduk Secara Mandiri? Lakukan Hal Ini untuk Stimulasinya!

Umur Berapa Bayi Bisa Duduk Secara Mandiri? Lakukan Hal Ini untuk Stimulasinya!

Banyak perkembangan penting pada bayi yang terjadi dalam satu tahun pertamanya. Salah satu hal yang sering dipertanyakan oleh orang tua adalah umur berapa bayi bisa duduk. Perkembangan setiap bayi pun berbeda-beda.

Umur berapa bayi bisa duduk dipengaruhi oleh kemampuan motorik kasarnya, yaitu gerakan yang melibatkan otot-otot besar, seperti otot leher, bahu, perut, punggung, dan pinggang. Selain itu, diperlukan juga kemampuan motorik halus, seperti menyentuh dan menggenggam.

Kecepatan perkembangan tiap bayi tidak sama, umur bayi bisa duduk juga dapat berbeda-beda. Namun biasanya, bayi mulai bisa duduk di usia 4 bulan. Tahapan perkembangan melihat bayi bisa duduk secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu bayi belajar untuk duduk dan bayi mulai bisa duduk.

Bayi Belajar untuk Duduk

Si Kecil mulai belajar duduk di waktu yang sama ketika dia mulai bisa tengkurap dan mengangkat kepala, yaitu pada usia 3 atau 4 bulan. Mereka akan mulai mencoba untuk duduk dengan memiringkan badan dahulu, kemudian perlahan-lahan belajar menggunakan lengan untuk menopang badannya.

Lalu pada usia 5 atau 6 bulan, otot punggungnya sudah cukup kuat untuk berusaha duduk, meski masih banyak dibantu oleh lengan. Pada usia ini, bayi belum mampu untuk duduk dengan stabil. Namun seiring perkembangan otot punggung dan keseimbangan tubuhnya, posisi duduk bayi akan semakin stabil.

Bayi Mulai Bisa Duduk

Pada tahap awal, bayi hanya bisa duduk selama 1-2 detik, sebelum akhirnya jatuh. Seiring bertambah kuatnya otot-otot penopang tubuh, bayi semakin mampu untuk duduk lebih lama.

Memasuki usia 6-7 bulan, bayi akan mulai mencoba meraih dan menggenggam berbagai benda di sekitarnya. Pancing ia dengan mainan atau benda lain yang mudah diraih, agar bayi dapat belajar menyeimbangkan tubuh dan melatih koordinasi gerakan tubuhnya. Ketika bayi sudah bisa duduk tegak sendiri dan mulai bisa menggenggam, ia bisa diberi makan MPASI dengan cara baby-led weaning.

Setelah bayi mampu duduk dengan stabil, ia akan mulai mencoba posisi baru dengan kaki dan tangannya, untuk belajar merangkak. Menjelang usia 1 tahun, biasanya bayi sudah bisa merangkak dan bergerak aktif.

Anda bisa mulai mempersiapkan stimulasi mulai bayi berusia 4 bulan atau ketika otot lehernya sudah mulai kuat. Meski demikian, Anda tidak perlu memburu anak untuk segera bisa duduk jika memang belum memerlihatkan tanda-tanda kesiapannya. 

Begini cara stimulasi bayi bisa duduk yang bisa Anda lakukan menyesuaikan perkembangan dan kemampuan si kecil.

  1. Pancing dengan mainan

Guna memperkuat otot leher dan lengannya, Anda dapat sering meletakkan bayi dalam posisi telungkup kemudian menarik perhatiannya dengan berbagai mainan. Menarik perhatian bayi dalam posisi telungkup dapat membantu memperkuat otot leher, bahu dan punggung yang diperlukan untuk menstimulasi bayi duduk sendiri.

  1. Dudukkan di kursi

Demi membantu bayi duduk sendiri, Anda juga dapat mulai mendudukkannya di kursi dengan bantuan bantal. Namun, pastikan Anda tidak meninggalkannya sendiri dan jauhkan bayi dari benda-benda yang mungkin membuatnya susah bernapas. Anda juga dapat mendudukkan bayi dalam pangkuan Anda, kemudian membacakannya buku atau mengajaknya memainkan mainan favoritnya dalam posisi duduk.

  1. Perbanyak tummy time

Cara paling aman untuk melatih bayi duduk sendiri adalah dengan membiarkannya berlama-lama tummy time untuk mengeksplorasi lantai. Stimulasi lain yang dapat Anda lakukan ialah dengan mendudukkan bayi di depan cermin. Hal ini akan membuatnya lebih bersemangat untuk bisa duduk sendiri setelah melihat dirinya dalam posisi duduk.

Menghitung umur berapa bayi bisa duduk sendiri sebetulnya tidak ada patokan khusus karena ada bayi yang dapat duduk dengan cepat, dan yang lainnya bisa lebih lambat di satu tahun pertamanya. Jika bayi Anda lahir lebih cepat (prematur), standar umur berapa bayi bisa duduk di atas juga tidak bisa dijadikan pedoman.

Meski demikian, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter jika bayi belum bisa menegakkan kepala saat usia 4 bulan atau tidak mampu duduk sendiri saat berumur 9 bulan. Dokter mungkin akan merujuk bayi Anda ke klinik tumbuh kembang.

Penting untuk Mengetahui Ciri Bayi Sehat dalam Kandungan

Penting untuk Mengetahui Ciri Bayi Sehat dalam Kandungan

Menjaga kesehatan bayi merupakan hal yang wajib ibu penuhi selama masa kehamilan. Pasalnya hal ini mempengaruhi tumbuh kembang bayi hingga mereka beranjak dewasa. Pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan juga penting untuk dilakukan para ibu agar bayi yang terdapat dalam kandungan terus bertumbuh dan berkembang. Bayi sehat dapat dilihat dari bagaimana pola makan dan aktivitas yang dilakukan si ibu selama masa kehamilan.

Selain menjaga pola makan, melakukan pemeriksaan rutin kandungan ke dokter juga menjadi salah satu bentuk menjaga kesehatan anak yang tidak boleh dilewatkan. Pemeriksaan kehamilan secara rutin tiap bulan penting untuk memantau perkembangan janin dan kesehatan ibu selama mengandung, sehingga apabila terdapat gangguan, dapat segera diatasi. 

Meski Anda telah melakukan melakukan berbagai cara untuk menjaga kesehatan janin dalam kandungan, namun apalah gunanya jika kamu tidak mengetahui kondisi kesehatan bayi secara spesifik. Berikut ciri bayi sehat di dalam kandungan yang perlu untuk diketahui oleh calon ibu:

  • Terdapat peningkatan berat badan yang signifikan

Saat memasuki masa kehamilan, jangan kaget apabila kamu terus mengalami peningkatan berat badan. Peningkatan berat badan yang dialami menandakan bahwa janin yang terdapat di dalam kandungan tumbuh dengan sehat.

Idealnya, ibu akan mengalami pertambahan berat badan sebesar 13 hingga 15 kilogram selama masa kehamilan berlangsung. Apabila kamu mengalami hal tersebut, maka kamu dapat meyakini bahwa bayi yang ada di kandungan dalam keadaan sehat. 

Patokan angka tersebut dapat bervariasi, tergantung apakah kamu mengalami kelebihan berat badan sebelum hamil atau tidak. Dalam kasus apa pun, jika kamu mampu mempertahankan angka yang ditentukan dokter, maka dapat dipastikan bahwa janin mengalami pertumbuhan yang sehat.

  • Bayi mengalami pertumbuhan

Bayi yang sehat akan terus mengalami pertumbuhan dari hari ke minggu kemudian hingga memasuki usia kehamilan yang menginjak beberapa bulan. Pada janin yang memasuki usia 5 bulan biasanya memiliki panjang yang dapat mencapai 25 cm. Tentu saja pertumban ini akan bertambah dari hari ke hari hingga usia kandungan menginjak 9 bulan. Biasanya usia kehamilan 9 bulan janin memiliki panjang yang mencapai 50 cm. 

  • Perkembangan perut 

Setiap perempuan yang tengah hamil akan memiliki ukuran serta bentuk perut yang berbeda-beda. Kamu dapat berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan mengenai bentuk dan ukuran perut untuk memastikan bagaimana kondisi kesehatan janin. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk melakukan konsultasi rutin dengan dokter untuk mengetahui kesehatan bayi.

  • Janin bergerak aktif

Janin dapat dikatakan sehat apabila mengalami pergerakan yang aktif. Biasanya gerakan ini mulai terasa saat kandungan memasuki trimester terakhir kehamilan. Seiring berjalannya waktu, kamu akan merasakan tendangan-tendangan kecil dari sang bayi. Setiap bentuk gerakan di dalam rahim adalah indikasi bahwa bayi dapat menerima jumlah oksigen yang optimal dan nutrisi penting lainnya untuk pertumbuhan si kecil.

  • Detak jantung yang stabil

Detak jantung janin sangat memengaruhi kesehatan calon bayi secara keseluruhan. Secara umum, detak jantung janin berkisar antara 110 dan 160 denyut per menit. Untuk memantau dan mengetahui detak jantung janin, maka kamu dapat melakukannya di mana saja selama usia kandungan sudah memasuki trimester terakhir kehamilan.

  • Perubahan posisi janin 

Pada trimester akhir kehamilan, biasanya kamu akan menyadari penurunan gerakan janin. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena itu menandakan adanya perubahan posisi janin dan ini justru menandakan bahwa kehamilan dan janin berada dalam kondisi sehat. Namun, kamu harus waspada bila janin tidak bergerak sama sekali selama beberapa jam.

Itulah beberapa ciri-ciri bayi sehat dalam kandungan yang dapat para calon ibu perhatikan. Lakukan pemeriksaan secara rutin untuk mengetahui tumbuh kembang janin dalam kandungan. Jaga pola makan dan aktivitas untuk menjaga kondisi bayi. Juga jangan lupa mengonsumsi makanan yang banyak mengandung nutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

Apa Itu Asfiksia Neonatorum?

Apa Itu Asfiksia Neonatorum?

Asfiksia neonatorum, atau dikenal juga dengan nama asfiksia pada bayi baru lahir, merupakan sebuah kondisi di mana bayi tidak mendapatkan cukup oksigen sebelum, pada saat, dan setelah persalinan dan dilahirkan. Dalam kasus yang langka, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius, dan bahkan dapat mengancam nyawa. Perawatan segera sangat diperlukan guna memastikan bahwa bayi mendapatkan cukup oksigen. Artikel ini akan membahas hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar asfiksia neonatorum. 

Nama lain dari asfiksia neonatorum adalah asfiksia perinatal dan asfiksia perinatal. Asfiksia neonatorum terjadi ketika bayi tidak mendapatkan cukup asupan oksigen saat dilahirkan, dan berpotensi menyebabkan kesulitan bernapas. Kondisi ini dapat terjadi sebelum, pada saat, dan setelah proses persalinan. Kurang pasokan oksigen ke dalam tubuh dapat menyebabkan level oksigen yang rendah atau penumpukan asam berlebih di dalam darah bayi. Efek ini dapat mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan secepatnya.

Dalam kasus yang ringan atau sedang, bayi dapat pulih sepenuhnya. Namun, dalam kasus yang parah, asfiksia neonatorum dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan organ atau bahkan dapat menyebabkan kematian. Tingkat asfiksia neonatorum lebih rendah di negara-negara maju, dengan angka sekitar 2 dari 1000 kelahiran. Di daerah-daerah negara maju di mana akses perawatan neonatal sangat terbatas dan kurang, angka tersebut dapat meningkat 10 kali lipat. 

Berbagai faktor dapat menyebabkan asfiksia neonatorum. Faktor tersebut dapat berhubungan dengan ibu hamil atau janin yang sedang tumbuh dan berkembang di dalam rahim. Adapun beberapa faktor risiko tersebut adalah:

  • Prolaps tali pusar. Komplikasi persalinan ini terjadi ketika tali pusar meninggalkan serviks sebelum bayi. 
  • Tekanan pada tali pusar
  • Sindrom aspirasi mekonium. Sindrom ini terjadi ketika bayi menghirup campuran air ketuban dengan mekonium, tinja pertamanya. 
  • Lahir prematur. Jika seorang bayi lahir sebelum minggu ke 37, paru-paru mereka belum berkembang sepenuhnya, dan mereka dapat tidak mampu bernapas dengan benar. 
  • Emboli cairan ketuban. Meskipun jarang ditemui, komplikasi ini, di mana cairan ketuban masuk ke aliran darah ibu hamil dan menyebabkan reaksi alergi, merupakan jenis komplikasi yang sangat serius. 
  • Rahim pecah. Penelitian telah menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pecahnya dinding otot rahi dengan asfiksia neonatorum. 
  • Plasenta terlepas dari rahim. Pemisahan ini dapat terjadi sebelum proses persalinan. 
  • Infeksi pada saat persalinan berlangsung
  • Persalinan yang sulit dan memakan waktu sangat lama
  • Tekanan darah rendah atau tinggi pada saat hamil
  • Anemia. Pada bayi yang menderita anemia, sel darah tidak membawa cukup oksigen.
  • Tidak mendapatkan cukup oksigen pada darah ibu hamil. Jumlah oksigen mungkin dalam kadar yang kurang sebelum atau pada saat proses persalinan berlangsung. 

Asfiksia neonatorum juga memiliki faktor risikonya sendiri, seperti Ibu hamil berusia antara 20 hingga 25 tahun, kelahiran jamak (misalnya melahirkan bayi kembar 2 atau tiga), tidak mengunjungi perawatan prenatal, berat badan bayi baru lahir yang rendah, posisi janin yang tidak normal pada saat persalinan berlangsung, preeclampsia atau eklampsia, serta riwayat asfiksia neonatorum pada persalinan sebelumnya. 

Bayi dengan asfiksia neonatorum ringan-hingga-sedang yang mendapatkan perawatan segera dapat pulih dengan sepenuhnya. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, asfiksia neonatorum dapat bersifat mematikan. Pada bayi dengan asfiksia neonatorum, tingkat kematian adalah 30 persen atau lebih dalam beberapa hari pertama setelah persalinan. Asfiksia neonatorum juga dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang dan dapat menyebabkan gangguan saraf ringan hingga parah, seperti kejang, cerebral palsy, atau penundaan perkembangan.

Rekomendasi Pilihan Kursi Makan Bayi Terbaik

Kursi makan bayi penting untuk dimiliki apalagi jika bayi Anda telah memasuki fase makan makanan padat. Kursi makan bayi tersebut berfungsi untuk mempermudah bayi belajar duduk dan makan dengan tegak sehingga menurunkan risiko terjadinya tersedak. 

Berikut adalah rekomendasi pilihan kursi makan bayi terbaik yang dapat menjadi pertimbangan Anda saat membelinya.

Chicco Pocket Snack booster seat

Kursi makan bayi dari Chicco ini ringan, compact dan mudah untuk dibawa. Chicco Pocket Snack booster seat tersebut juga bisa dilipat sehingga memudahkan proses penyimpanan atau saat dibawa ke mana saja.

Ukuran kursi dari kursi makan bayi ini juga luas dan nyaman yang dapat digunakan sampai bayi berusia 36 bulan.   Kursi ini juga dilengkapi height adjustability sehingga dapat disesuaikan ketinggiannya. Tak hanya itu, juga tersedia tray tambahan yang dapat Anda gunakan.

Kursi makan bayi ini dibandrol dengan harga Rp355.000.

Joie multiply 6in1

Kursi makan bayi yang satu ini memiliki kelebihan yaitu pengaman yang dapat dilepas. Jadi, ketika bepergian, dan bingung untuk mencari kursi khusus untuk anak, Joie multiply 6in1 terdapat pengaman yang bisa dilepas dan diaplikasikan pada kursi-kursi lain untuk orang dewasa.

Selain itu, kursi makanan bayi ini ketinggiannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan adanya 5  tingkat pengaturan ketinggian, membuat Joie multiply™ 6in1 mudah digunakan dan dapat dipakai disesuaikan dengan keinginan.

Tak hanya itu saja, kursi makan bayi dari Joie ini juga dilengkapi fitur meliputi:

  • mudah dikemas dan jadi lebih rapi dengan ukuran yang kecil
  • ukuran meja yang ekstra besar, dan mudah di bongkar pasang
  • terdapat 3 pengaturan posisi dan dilengkapi dengan tatakan gelas
  • tersedia tatakan yang lengkap, disesuaikan dengan bentuk dan ukuran
  • penyimpanan tatakan yang ringkas terdapat di belakang bagian kaki
  • terdapat 3 pengaturan posisi untuk sandaran
  • dapat dibongkar pasang, dicuci, dan kursi lembut untuk bayi
  • tersedia alas duduk yang bisa dilepas pasang dan dibersihkan
  • tersedia 3 pengaturan posisi ketinggian dudukan kaki
  • terdapat roda pada bagian depan, untuk memudahkan pemindahan posisi
  • 5 bagian rangka kerang yang sudah dilapisi dengan alas yang lembut.

Untuk harganya, kursi makan bayi dari Joie ini dibandrol dengan harga Rp 1.850.000.

Pop and Sit Portable Booster

Kursi makan bayi ini dapat digunakan di dalam ruangan atau di luar ruangan. Untuk pemakaiannya, kursi ini dapat dipakai untuk bayi berumur 6 bulan hingga 4 tahun. 

Kursi ini juga dapat dilipat dengan compact dan disertai tas jinjing yang memudahkan Anda untuk menyimpannya. Selain itu, karena desainnya yang bisa dilipat dengan cepat, maka kursi ini bisa menjadi pilihan Anda jika ruangan di rumah Anda terbatas.

Kursi makan bayi ini mudah dibersihkan, dan disertai tali pengaman 3 titik, tali kursi dan saku penyimpanan. Untuk harganya, kursi makan bayi ini relatif lebih terjangkau yaitu dibanderol harga Rp 310.000.

Pliko High Chair

Kursi makan bayi dari brand Pliko ini dapat digunakan oleh bayi berusia 6 bulan hingga 3 tahun, dengan berat badan maksimal yaitu 18 kg.  Pliko High Chair memiliki desain susunan yang praktis sehingga membuat kursi makan bayi ini dapat dilepas pasang kemudian diatur ke dalam tiga posisi yang berbeda.

Tak hanya itu saja, sandaran dan alas kursi juga mudah untuk dicopot dan dibersihkan, sehingga memudahkan Anda untuk menjaga kebersihkan kursi makan bayi Anda. Kursi makan bayi dari Pliko ini juga menyediakan sabuk pengaman sehingga bayi Anda tetap aman saat menggunakan kursi ini.

Kursi makan bayi Pliko High Chair 505 dibandrol dengan harga Rp 750.000.

Itu tadi daftar rekomendasi kursi makan bayi yang dapat Anda jadikan pertimbangan sebelum membeli. Pastikan untuk membeli sesuai dengan kemampuan atau budget, kebutuhan serta jangan lupa untuk memperhatikan tingkat keamanan kursi makan bayi saat dikenakan oleh bayi Anda.

Langkah Mudah Atasi Ispa pada Anak

ispa pada anak

Saluran pernapasan menjadi sasaran empuk bagi bakteri atau virus mengacaukan kondisi manusia. Pasalnya, saluran pernapasan mudah sekali terpapar dengan berbagai potensi penyebab penyakit. Jika sudah terserang dan mengalami masalah kesehatan, kondisi ini disebut ispa. Jika dialami oleh anak-anak, maka bisa disebut “ispa pada anak.”

Ispa adalah akronim dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Kondisi ini memiliki tingkatan keparahan, mulai dari yang paling sederhana, seperti pilek; batuk; dan bersin-bersin, hingga ke kondisi kesehatan lain yang sifatnya lebih mengkhawatirkan, misalnya pneumonia.

Umumnya, ispa diobati dengan memanfaatkan obat-obatan yang dapat mematikan virus atau bakteri penyebab infeksi. Kendati demikian, seseorang tetap punya pilihan alternatif untuk mengatasi kondisi ini, apalagi ispa pada anak, yang notabene anak-anak tidak bisa sembarangan minum obat. 

Jika kamu tertarik, berikut ini akan dipaparkan upaya atau cara tradisional yang dimaksud di atas, antara lain:

  • Biarkan terpapar sinar matahari

Sinar matahari adalah sumber utama asupan vitamin D bagi tubuh. Kekurangan vitamin D kadang berisiko mengakibatkan tubuh mengalami infeksi, salah satunya ispa. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, eksposur pada sinar matahari sebaiknya jangan lebih dari pukul 9 pagi.

  • Kumur air garam

Cara ini efektif melegakan hidung dan tenggorokan sehingga baik untuk saluran pernapasan. Untuk berkumur hanya perlu segelas air hangat dan satu sendok teh garam. Kemudian, garam dilarutkan dalam air sebelum digunakan untuk berkumur. Lakukan setiap pagi untuk napas yang terasa lebih lega, sebelum ke dokter jika ispa tak kunjung membaik.

  • Memanfaatkan uap atau inhaler

Inhaling steam adalah salah satu obat alami terbaik untuk mengatasi ispa. Inhaling steam bisa dibuat sendiri dengan mendidihkan satu liter air yang ditambah kayu kamper. Uapnya bisa dihirup 10-15 menit untuk melegakan saluran pernapasan. Namun obat ini tidak disarankan untul anak, ibu hamil, dan pasien hipertensi.

  • Mengonsumsi madu

Bagi anak atau siapa saja yang tidak suka inhaling steam, madu bisa jadi alternatif untuk meringankan ispa. Madu mengandung antibakteri dan berbagai nutrisi untuk memperkuat daya tahan tubuh. Madu bisa dikonsumsi langsung atau dicampur dalam segelas susu. Cara lainnya adalah dengan dicampur dalam air hangat dan perasan jeruk lemon.

  • Mengonsumsi jahe

Penggunaan jahe sebagai salah satu obat alami tak lagi diragukan dalam dunia medis. Untuk ispa, jahe adalah salah satu obat yang dianggap paling efektif. Jahe dengan manfaat antivirus, antimikroba, dan anti radang mampu mengatasi penyebab utama infeksi saluran pernapasan. Jahe bisa dikonsumsi langsung atau direbus dalam air mendidih.

  • Memanfaatkan eucalyptus

Daun eucalptus atau minyaknya bisa membantu melegakan saluran pernapasan. Untuk memanfaatkan eucalyptus, daun atau minyaknya ditambahkan dalam air mendidih. Uap yang keluar bisa dihirup untuk membantu mengatasi rasa tidak nyaman di pernapasan. 

  • Mengonsumsi bawang putih

Siapa tak tahu bumbu dapur satu ini. Ya, bawang putih telah lama digunakan sebagai bahan obat untuk mengatasi berbagai penyakit. Kandungan profilatik dalam bawang putih mampu mencegah flu dan masuk angin yang merupakan beberapa gejala ispa pada anak. 

Untuk memanfaatkan bawang putih untuk menyelamatkan si kecil dari ispa, bawang putih bisa dimakan secara mentah. Konon katanya bawang putih lebih bermanfaat jika dikonsumsi mentah, namun riset membuktikan konsumsi dalam bentuk matang juga tidak menurunkan manfaatnya.

Kiranya cara-cara sederhana dan tradisional di atas bisa kamu coba untuk mengatasi ispa pada anak. Tak ada salahnya mencoba satu atau beberapa cara di atas. Siapa tahu cara-cara tersebut ampuh sehingga kamu bisa menunda mengunjungi dokter. 

Namun, perlu digarisbawahi juga jika kamu tak mau ambil risiko mengenai kondisi kesehatan si kecil, sebaiknya tetap datangi fasilitas kesehatan agar mendapat informasi yang jelas dan pasti mengenai ispa pada anak.

Tips Memilih Sunblock Bayi yang Aman

Kulit bayi sangatlah sensitif. Terkena sinar matahari sebentar saja dapat membuatnya mengalami iritasi. Radikal bebas dari sinar matahari pun tidak baik untuk kesehatan tubuh si kecil secara keseluruhan. Memakaikan si kecil sunblock bayi adalah salah satu upaya yang dapat Anda lakukan untuk melindungi buah hati dari paparan sinar matahari. 

Saat ini sudah banyak merek sunblock bayi yang beredar di pasaran dan bebas Anda pilih. Semua mengatakan diri sebagai yang terbaik dan mungkin Anda menjadi bingung karenanya. Tidak perlu khawatir, Anda cukup memilih yang terbaik dari segi kesehatan. 

Sunblock bayi di pasaran memang ada berbagai banyak pilihannya

Sunblock bayi yang terbaik untuk anak Anda setidaknya harus memenuhi beberapa syarat di bawah ini. Jika syarat-syarat ini tidak ditemukan pada sunblock bayi yang menjadi incaran Anda, segera ganti dan cara sunblock bayi yang lebih memadai. 

  1. Minimal SPF 

Untuk bayi Anda, setidaknya SPF ideal pada sunblock bayi minimal 30. SPF atau sun protection factor menandakan seberapa kuat sebuah produk tabir surya mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Semakin tinggi tingkat SPF, semakin baik pula ia menjaga kulit dari terpaan radikal bebas dan terik matahari. Untuk kulit bayi, perlindungan maksimal tentu perlu diberikan. Jadi, pilihlah produk sunblock bayi yang memiliki tingkat SPF 30. 

  1. Kandungan Pencegah Iritasi 

Kulit bayi sangatlah sensitif. Jika produk sunblocknya tidak cocok, kulit buah hati Anda bisa mengalami ruam merah bahkan sampai iritasi parah. Untuk menghindari hal tersebut, memilih sunblock bayi pun tidak bisa sembarangan. Anda harus melihat betul kandungan yang terdapat di dalamnya. Sunblock bayi yang aman untuk menjaga kulit dari kemungkinan iritasi setidaknya harus mengandung zinc ataupun titanium dioksida. 

  1. Berspektrum Luas 

Pastikan sunblock bayi yang Anda pilih adalah tabir surya yang berspektrum luas. Artinya, tabir surya tersebut mampu melindungi kulit anak Anda dari paparan sinar UVA dan UVB. Sinar UVA merupakan ultraviolet yang memiliki ukuran pita gelombang 280-325 nanometer. Sementara itu, UVB merupakan ultraviolet yang memiliki tingkat panjang gelombang yang lebih pendek, namun energinya lebih tinggi. Keduanya tidak baik jika terpapar lama di kulit. Saat ini masih ditemukan sunblock bayi yang tidak berspektrum luas sehingga hanya melindungi anak dari salah satu jenis sinar ultraviolet saja. Jika Anda menemukan yang demikian, jangan dipilih, ya. 

  1. Tahan Air 

Bayi atau anak-anak yang mulai bisa berjalan sangat mungkin mudah mengalami kebasahan dari ketumpahan air minum, air liur, atau karena mereka memang sengaja menumpahkan diri ke air. Jika sudah demikian, tabir surya yang baru dipakai mereka bisa langsung lenyap khasiatnya. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika memilih sunblock bayi yang tahan air. Cipratan atau tumpahan air akan tetap mempertahankan manfaatnya bagi kulit anak Anda. Setidaknya, cari lah sunblock bayi yang memiliki ketahanan terhadap air selama 40—80 menit. 

  1. Hindari Bentuk Semprotan 

Model tabir surya ada banyak rupanya. Ada sunblock bayi yang berbentuk gel, krim, batang, ataupun semprotan. Krim masih menjadi model sunblock bayi terbaik untuk sang buah hati karena ia mudah meresap dan Anda gampang mengaplikasikannya ke kulit anak. Tapi, ada juga model sunblock bayi yang mesti Anda hindari, yaitu model semprotan. Model ini sangat tidak disarankan untuk bayi karena rentan terhidup dan mengganggu sistem pernapasan anak. Sekarang sudah tidak bingung bukan memilih sunblock bayi yang cocok untuk buah hati Anda? Jika Anda masih ragu, tidak ada salahnya mengkonsultasikan ke dokter terlebih dahulu terkait pemakaian sunblock untuk anak Anda.  

Biaya Vaksin Hepatitis B Anak di Rumah Sakit Jakarta

Pemberian vaksin hepatitis B anak sangat penting dilakukan untuk mencegah infeksi virus hepatitis B yang bisa menyebabkan peradangan kronis pada organ hati. Selain itu, penyakit hepatitis B merupakan salah satu penyakit paling berbahaya. 

Pemberian vaksin hepatitis B pada anak biasanya diberikan ketika lahir, yakni saat berusia 6 bulan. 

Beberapa rumah sakit di Jakarta juga sudah menyediakan layanan untuk melakukan vaksin hepatitis B dengan rentang harga yang bervariasi, mulai dari Rp170 ribu hingga Rp798 ribu. Berikut daftar lengkapnya. 

Biaya vaksin hepatitis B

Berikut ini beberapa biaya vaksin hepatitis B yang ada di beberapa rumah sakit dan klinik di Jakarta. 

Siloam Hospitals TB Simatupang

Siloam Hospitals TB Simatupang memberikan biaya vaksin hepatitis B mulai dari harga Rp170ribu. Harga yang ditetapkan belum termasuk dengan konsultasi dokter dan administrasi, ya.

Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi call center Siloam Hospitals TB Simatupang di nomor (021) 29531900 atau dengan datang langsung di alamat Jalan RA Kartini Nomor 8, Cilandak, Jakarta Selatan. 

Klinik TelkoMedika Telkom Landmark Tower (TLT)

Klinik TelkoMedika Telkom Landmark Tower (TLT) memberikan biaya untuk vaksin hepatitis B anak mulai dari Rp185 ribu. Biaya ini juga biasanya belum termasuk dengan konsultasi dokter dan administrasi. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai biaya vaksin, kamu bisa menghubungi call center Klinik TelkoMedika Telkom Landmark Tower (TLT) di nomor (021) 80625508 atau dengan datang langsung ke alamat Telkom Landmark Tower, Jalan Gatot Subroto Kav.52, Jakarta Selatan.

In Harmony Clinic

Biaya vaksin hepatitis B di In Harmony Clinic mulai dari Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, sedangkan untuk vaksin hepatitis A mulai dari harga Rp400 ribu hingga Rp500 ribu. 

Biaya ini belum termasuk dengan administrasi dan konsultasi dokter, ya. 

Kamu bisa menghubungi layanan call center In Harmony Clinic di nomor (021) 4220214 atau dengan datang langsung ke alamat Jalan Percetakan Negara IV B nomor 48, Johar Baru, Jakarta Selatan. 

Klinik Vaksinasi VAXCORP Indonesia

Klinik Vaksinasi VAXCORP Indonesia menyediakan vaksin hepatitis A, B, dan juga AB Combo dengan biaya mulai dari Rp395 ribu hingga Rp680 ribu. Biaya ini juga belum termasuk dengan biaya administrasi dan konsultasi dokter. 

Informasi mengenai biaya dan ketersediaan vaksin, kamu bisa menghubungi call center di nomor (021) 22459986, atau dengan datang ke alamat Ruko Inkopal, Kompleks Plaza, Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Prodia Health Care Kemang

Vaksin hepatitis B di Prodia Health Kemang mulai dari harga Rp798 ribu. Biaya ini belum termasuk dengan biaya administrasi dan dokter, ya. 

Kamu bisa menghubungi (021) 22715948 untuk mengetahui informasi lebih lanjut serta biaya lainnya. Atau bisa juga dengan mendatangi langsung di Jalan Bangka Raya Nomor 20, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. 

Bisakah melakukan hepatitis B secara gratis?

Jika biaya hepatitis B anak dirasa terlalu mahal, kamu juga bisa mendapatkan vaksin secara gratis dengan menggunakan BPJS Kesehatan. 

Berdasarkan aturan Kementerian Kesehatan, terdapat lima jenis vaksin gratis yang diberikan, yakni hepatitis B, BCG, Difteri Pertusis Tetanus dan Hepatitis B (DPT-HB), polio, dan juga campak. Hal ini sudah menjadi program imunisasi dari pemerintah. 

Kamu bisa mendapatkan vaksin hepatitis B anak secara gratis di faskes pertama seperti Puskesmas dan klinik yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan. 

Nah, itu dia beberapa biaya vaksin hepatitis B anak di beberapa rumah sakit di Jakarta yang bisa dijadikan referensi. Kamu juga bisa mendapatkannya secara gratis di Puskesmas atau klinik faskes pertama yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan

Manfaat Probiotik Bagi Bayi yang Perlu Diketahui Orang tua

manfaat probiotik

Bakteri pada dalam tubuh biasanya dikenal dengan bakteri yang jahat. Namun, tidak semua bakteri itu bersifat jahat. Di dalam tubuh juga hidup bakteri baik yang disebut dengan probiotik. Disebut baik karena salah satu manfaat probiotik bagi tubuh adalah untuk melancarkan metabolisme saat menyerap makanan.

Probiotik tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa, tetapi juga bayi. Probiotik juga dapat Anda temui pada kandungan susu formula bayi. Beberapa jenis probiotik yang baik bagi bayi adalah lactobacillus, bifidobacterium, saccharomyces boulardii. Perlu diperhatikan bahwa susu formula atau suplemen probiotik dapat diberikan pada bayi yang berusia 3 bulan ke atas.

Manfaat Probiotik yang Diberikan pada Bayi

Probiotik dikenal dengan kebaikannya bagi tubuh. Manfaat yang diberikan dari bakteri baik ini antara lain:

  1. Menjaga kesehatan jantung

Probiotik memiliki kemampuan untuk menurunkan kolesterol buruk dan tekanan darah. Asam laktat yang dihasilkan oleh bakteri baik mampu mengurangi kolesterol dengan cara memecah empedu di dalam usus. Dengan begitu, probiotik juga menjaga kesehatan jantung.

  1. Mengurangi gejala alergi dan eksim tertentu

Saat bayi mengalami alergi atau eksim, probiotik dapat membantu menyembuhkan dan menghilangkan gejala atau peradangan. Namun, pastikan Anda telah berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk penanganan alergi atau eksim yang tepat.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Sistem kekebalan tubuh adalah salah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan. Probiotik memiliki peran pada bagian ini karena probiotik mampu meningkatkan fungsi dari sel imun dan sel lapisan pelindung usus.

Dengan daya tahan tubuh yang baik, bayi juga dapat jauh dari penyakit yang berkaitan dengan respon imunitas.

  1. Baik untuk saluran pencernaan

Manfaat probiotik yang paling terkenal adalah mampu menyehatkan saluran pencernaan. Probiotik memiliki fungsi untuk menyeimbangkan jumlah bakteri pada saluran pencernaan sehingga bisa mengatasi dan mencegah permasalahan pada usus.

Probiotik juga menghambat tumbuhnya bakteri jahat yang menyerang sistem pencernaan sehingga bayi tidak mudah terkena permasalah pencernaan seperti diare atau infeksi pada pencernaan lainnya. 

  1. Mengurangi lemak perut dan menjaga berat badan bayi

Probiotik dapat memberikan rasa kenyang yang tahan lama, membakar kalori lebih banyak, dan menyimpan sedikit lemak. Bahkan, beberapa probiotik juga mampu mencegah penyerapan lemak pada usus. Probiotik dapat membantu menjaga berat badan ideal bagi anak-anak atau bayi agar tidak mengalami berat badan yang berlebih.

  1. Meningkatkan mood 

Otak dan mikrobiota di dalam usus memiliki kemampuan untuk saling berkomunikasi. Selain itu, probiotik pada saluran pencernaan juga mempunyai kemampuan untuk meningkatkan serotonin. Fungsi dari serotonin adalah memberikan rasa senang, mengatur nafsu makan, dan mengatur tidur.

Bayi dapat kehilangan mood untuk makan ketika merasakan hal yang tidak menyenangkan. Hal ini adalah respon dari otak dan pencernaan karena merasakan hal yang tidak menyenangkan tersebut. Hal sebaliknya juga dapat terjadi, jika sistem pencernaan bayi dalam kondisi yang baik maka mood bayi juga akan naik.

  1. Sumber probiotik untuk bayi

Bagi bayi, sumber utama probiotiknya berasal dari ASI. Namun, tidak semua bayi bisa menerima ASI dan membutuhkan sumber makanan lainnya. Salah satu produk pengganti ASI yang memiliki probiotik adalah susu formula. Untuk menjadikan susu formula sebagai sumber probiotik, Anda perlu memperhatikan cara pembuatan susu yang benar sehingga tidak menghilangkan sumber probiotiknya. Hal ini dikarenakan jika susu diseduh dengan air yang benar-benar panas mampu mematikan probiotik yang dibutuhkan. 

Pada bayi yang sudah MPASI, beberapa sumber probiotik juga bisa didapatkan pada:

  • Tempe
  • Yogurt
  • Acar timun
  • Keju mozarella, cheddar, dan cottage

Probiotik memang memiliki banyak manfaat bagi bayi. Namun, Anda dapat memberikannya pada bayi yang berusia 3 bulan ke atas untuk menghindari efek yang tidak diinginkan. Pastikan juga probiotik yang diberikan adalah dalam bentuk suplemen. Diskusikan pada dokter anak untuk memaksimalkan manfaat probiotik bagi bayi.

Status Gizi Bayi

Jika Anda (sebagai orang tua) baru memiliki anak, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan, salah satunya termasuk mengetahui status gizi bayi. Status gizi bayi penting untuk diketahui di setiap umur. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah kebutuhan makanan bayi telah dicapai secara optimal atau tidak.

Indikator Pengukuran Status Gizi Bayi

Jika Anda ingin mengukur status gizi bayi, Anda dapat melakukannya melalui pengukuran antropometri. Berikut adalah beberapa indikator pengukur status gizi bayi melalui antropometri:

  1. Berat badan

Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan gizi bayi adalah melalui berat badan. Berat badan bayi menunjukkan komposisi lemak, protein, air, dan mineral yang ada pada tubuh mereka. Perubahan berat badan bayi dapat menentukan status gizi bayi dalam waktu tertentu.

  1. Tinggi bayi

Tinggi bayi juga perlu diperhatikan, karena tinggi bayi merupakan indikator untuk mengukur pertumbuhan massa tulang. Pertumbuhan tinggi bayi membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga dapat mempengaruhi gizi mereka.

  1. Lingkar kepala

Lingkar kepala juga merupakan indikator untuk menentukan status gizi bayi. Lingkar kepala digunakan untuk mengetahui seberapa banyak otak bayi berkembang. Lingkar kepala juga dapat digunakan untuk mengetahui saraf anak.

Pengukuran dan Hasil Status Gizi Bayi

Untuk mengetahui apakah gizi bayi baik atau tidak, Anda dapat melihatnya melalui skor indikator nilai gizi berat badan, tinggi bayi, dan lingkar kepalanya. Nilai gizi bayi juga dapat ditentukan oleh usia mereka. Berikut adalah informasi secara spesifik tentang penilaian gizi bayi berdasarkan kriteria berikut:

  1. Status gizi bayi melalui berat badan berdasarkan usia (BB/U)

Pengukuran berat badan berlaku untuk anak yang berusia di antara 0 hingga 60 bulan dan penilaiannya adalah sebagai berikut:

  • Berat badan sangat rendah (kurang dari -3 SD (standar deviasi)).
  • Berat badan rendah (kurang dari -3 SD hingga kurang dari -2 SD).
  • Berat badan normal (kurang dari -2 SD hingga +1 SD).
  • Berat badan yang lebih (lebih dari +1 SD).
  1. Status gizi bayi melalui tinggi bayi berdasarkan usia (TB/U)

Pengukuran tinggi berlaku untuk anak yang berusia di antara 0 hingga 60 bulan dan penilaiannya adalah sebagai berikut:

  • Sangat rendah (kurang dari -3 SD).
  • Rendah (-3 SD hingga kurang dari -2 SD).
  • Normal (-2 SD hingga +3 SD).
  • Tinggi (lebih dari +3 SD).
  1. Status gizi bayi melalui berat badan berdasarkan tinggi bayi (BB/TB)

Indikator ini menentukan seberapa baik atau buruk gizi yang ada pada anak. Jika gizi buruk, maka bisa dipengaruhi oleh penyakit atau kekurangan asupan. Berikut adalah penilaiannya:

  • Gizi buruk (kurang dari -3 SD).
  • Kekurangan gizi (-3 SD hingga kurang dari -2 SD).
  • Gizi baik atau normal (-2 SD hingga +1 SD).
  • Berisiko memiliki gizi berlebih (lebih dari +1 SD hingga +2 SD).
  • Gizi yang melebihi (lebih dari +2 SD hingga +3 SD).
  • Obesitas (lebih dari +3 SD).
  1. Status gizi bayi melalui lingkar kepala

Untuk memantau perkembangan otak bayi, kepalanya akan diukur di usia 0 hingga 24 bulan. Berikut adalah penilaian status gizi bayi melalui lingkar kepala:

  • Sangat kecil (persentil < 2).
  • Normal (persentil >= 2 hingga < 98).
  • Sangat besar (persentil >= 98).

Kesimpulan

Status gizi bayi penting untuk diketahui, supaya Anda dapat terus memantau perkembangan anak Anda. Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga asupan nutrisi anak Anda, salah satunya termasuk memberinya susu secara rutin, karena bayi sangat membutuhkan kalsium. Untuk informasi lebih lanjut tentang gizi anak, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.