Category: bayi & menyusui

Manfaat Probiotik Bagi Bayi yang Perlu Diketahui Orang tua

manfaat probiotik

Bakteri pada dalam tubuh biasanya dikenal dengan bakteri yang jahat. Namun, tidak semua bakteri itu bersifat jahat. Di dalam tubuh juga hidup bakteri baik yang disebut dengan probiotik. Disebut baik karena salah satu manfaat probiotik bagi tubuh adalah untuk melancarkan metabolisme saat menyerap makanan.

Probiotik tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa, tetapi juga bayi. Probiotik juga dapat Anda temui pada kandungan susu formula bayi. Beberapa jenis probiotik yang baik bagi bayi adalah lactobacillus, bifidobacterium, saccharomyces boulardii. Perlu diperhatikan bahwa susu formula atau suplemen probiotik dapat diberikan pada bayi yang berusia 3 bulan ke atas.

Manfaat Probiotik yang Diberikan pada Bayi

Probiotik dikenal dengan kebaikannya bagi tubuh. Manfaat yang diberikan dari bakteri baik ini antara lain:

  1. Menjaga kesehatan jantung

Probiotik memiliki kemampuan untuk menurunkan kolesterol buruk dan tekanan darah. Asam laktat yang dihasilkan oleh bakteri baik mampu mengurangi kolesterol dengan cara memecah empedu di dalam usus. Dengan begitu, probiotik juga menjaga kesehatan jantung.

  1. Mengurangi gejala alergi dan eksim tertentu

Saat bayi mengalami alergi atau eksim, probiotik dapat membantu menyembuhkan dan menghilangkan gejala atau peradangan. Namun, pastikan Anda telah berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk penanganan alergi atau eksim yang tepat.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Sistem kekebalan tubuh adalah salah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan. Probiotik memiliki peran pada bagian ini karena probiotik mampu meningkatkan fungsi dari sel imun dan sel lapisan pelindung usus.

Dengan daya tahan tubuh yang baik, bayi juga dapat jauh dari penyakit yang berkaitan dengan respon imunitas.

  1. Baik untuk saluran pencernaan

Manfaat probiotik yang paling terkenal adalah mampu menyehatkan saluran pencernaan. Probiotik memiliki fungsi untuk menyeimbangkan jumlah bakteri pada saluran pencernaan sehingga bisa mengatasi dan mencegah permasalahan pada usus.

Probiotik juga menghambat tumbuhnya bakteri jahat yang menyerang sistem pencernaan sehingga bayi tidak mudah terkena permasalah pencernaan seperti diare atau infeksi pada pencernaan lainnya. 

  1. Mengurangi lemak perut dan menjaga berat badan bayi

Probiotik dapat memberikan rasa kenyang yang tahan lama, membakar kalori lebih banyak, dan menyimpan sedikit lemak. Bahkan, beberapa probiotik juga mampu mencegah penyerapan lemak pada usus. Probiotik dapat membantu menjaga berat badan ideal bagi anak-anak atau bayi agar tidak mengalami berat badan yang berlebih.

  1. Meningkatkan mood 

Otak dan mikrobiota di dalam usus memiliki kemampuan untuk saling berkomunikasi. Selain itu, probiotik pada saluran pencernaan juga mempunyai kemampuan untuk meningkatkan serotonin. Fungsi dari serotonin adalah memberikan rasa senang, mengatur nafsu makan, dan mengatur tidur.

Bayi dapat kehilangan mood untuk makan ketika merasakan hal yang tidak menyenangkan. Hal ini adalah respon dari otak dan pencernaan karena merasakan hal yang tidak menyenangkan tersebut. Hal sebaliknya juga dapat terjadi, jika sistem pencernaan bayi dalam kondisi yang baik maka mood bayi juga akan naik.

  1. Sumber probiotik untuk bayi

Bagi bayi, sumber utama probiotiknya berasal dari ASI. Namun, tidak semua bayi bisa menerima ASI dan membutuhkan sumber makanan lainnya. Salah satu produk pengganti ASI yang memiliki probiotik adalah susu formula. Untuk menjadikan susu formula sebagai sumber probiotik, Anda perlu memperhatikan cara pembuatan susu yang benar sehingga tidak menghilangkan sumber probiotiknya. Hal ini dikarenakan jika susu diseduh dengan air yang benar-benar panas mampu mematikan probiotik yang dibutuhkan. 

Pada bayi yang sudah MPASI, beberapa sumber probiotik juga bisa didapatkan pada:

  • Tempe
  • Yogurt
  • Acar timun
  • Keju mozarella, cheddar, dan cottage

Probiotik memang memiliki banyak manfaat bagi bayi. Namun, Anda dapat memberikannya pada bayi yang berusia 3 bulan ke atas untuk menghindari efek yang tidak diinginkan. Pastikan juga probiotik yang diberikan adalah dalam bentuk suplemen. Diskusikan pada dokter anak untuk memaksimalkan manfaat probiotik bagi bayi.

Status Gizi Bayi

Jika Anda (sebagai orang tua) baru memiliki anak, ada berbagai hal yang perlu diperhatikan, salah satunya termasuk mengetahui status gizi bayi. Status gizi bayi penting untuk diketahui di setiap umur. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah kebutuhan makanan bayi telah dicapai secara optimal atau tidak.

Indikator Pengukuran Status Gizi Bayi

Jika Anda ingin mengukur status gizi bayi, Anda dapat melakukannya melalui pengukuran antropometri. Berikut adalah beberapa indikator pengukur status gizi bayi melalui antropometri:

  1. Berat badan

Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan gizi bayi adalah melalui berat badan. Berat badan bayi menunjukkan komposisi lemak, protein, air, dan mineral yang ada pada tubuh mereka. Perubahan berat badan bayi dapat menentukan status gizi bayi dalam waktu tertentu.

  1. Tinggi bayi

Tinggi bayi juga perlu diperhatikan, karena tinggi bayi merupakan indikator untuk mengukur pertumbuhan massa tulang. Pertumbuhan tinggi bayi membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga dapat mempengaruhi gizi mereka.

  1. Lingkar kepala

Lingkar kepala juga merupakan indikator untuk menentukan status gizi bayi. Lingkar kepala digunakan untuk mengetahui seberapa banyak otak bayi berkembang. Lingkar kepala juga dapat digunakan untuk mengetahui saraf anak.

Pengukuran dan Hasil Status Gizi Bayi

Untuk mengetahui apakah gizi bayi baik atau tidak, Anda dapat melihatnya melalui skor indikator nilai gizi berat badan, tinggi bayi, dan lingkar kepalanya. Nilai gizi bayi juga dapat ditentukan oleh usia mereka. Berikut adalah informasi secara spesifik tentang penilaian gizi bayi berdasarkan kriteria berikut:

  1. Status gizi bayi melalui berat badan berdasarkan usia (BB/U)

Pengukuran berat badan berlaku untuk anak yang berusia di antara 0 hingga 60 bulan dan penilaiannya adalah sebagai berikut:

  • Berat badan sangat rendah (kurang dari -3 SD (standar deviasi)).
  • Berat badan rendah (kurang dari -3 SD hingga kurang dari -2 SD).
  • Berat badan normal (kurang dari -2 SD hingga +1 SD).
  • Berat badan yang lebih (lebih dari +1 SD).
  1. Status gizi bayi melalui tinggi bayi berdasarkan usia (TB/U)

Pengukuran tinggi berlaku untuk anak yang berusia di antara 0 hingga 60 bulan dan penilaiannya adalah sebagai berikut:

  • Sangat rendah (kurang dari -3 SD).
  • Rendah (-3 SD hingga kurang dari -2 SD).
  • Normal (-2 SD hingga +3 SD).
  • Tinggi (lebih dari +3 SD).
  1. Status gizi bayi melalui berat badan berdasarkan tinggi bayi (BB/TB)

Indikator ini menentukan seberapa baik atau buruk gizi yang ada pada anak. Jika gizi buruk, maka bisa dipengaruhi oleh penyakit atau kekurangan asupan. Berikut adalah penilaiannya:

  • Gizi buruk (kurang dari -3 SD).
  • Kekurangan gizi (-3 SD hingga kurang dari -2 SD).
  • Gizi baik atau normal (-2 SD hingga +1 SD).
  • Berisiko memiliki gizi berlebih (lebih dari +1 SD hingga +2 SD).
  • Gizi yang melebihi (lebih dari +2 SD hingga +3 SD).
  • Obesitas (lebih dari +3 SD).
  1. Status gizi bayi melalui lingkar kepala

Untuk memantau perkembangan otak bayi, kepalanya akan diukur di usia 0 hingga 24 bulan. Berikut adalah penilaian status gizi bayi melalui lingkar kepala:

  • Sangat kecil (persentil < 2).
  • Normal (persentil >= 2 hingga < 98).
  • Sangat besar (persentil >= 98).

Kesimpulan

Status gizi bayi penting untuk diketahui, supaya Anda dapat terus memantau perkembangan anak Anda. Ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga asupan nutrisi anak Anda, salah satunya termasuk memberinya susu secara rutin, karena bayi sangat membutuhkan kalsium. Untuk informasi lebih lanjut tentang gizi anak, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.