Category: Kehamilan

Rekomendasi Obat untuk Mengatasi Gatal pada Ibu Hamil

Ketika hamil seringkali ibu hamil mengalami masalah kulit seperti gatal- gatal. Biasanya gatal- gatal pada ibu hamil disebabkan oleh adanya perubahan hormonal, perengangan kulit seiring dengan perkembangan bayi di dalam perut, serta adanya pertumbuhan kolagen yang lebih cepat dari peregangan kulit. Selain itu, gatal pada ibu hamil juga dapat dipicu oleh kondisi yang tidak normal seperti stress, iritasi kulit, alergi, dan infeksi bakteri. 

Gatal yang dialami ibu hamil ini bisa terjadi pada trimester ketiga, kedua, bahkan awal kehamilan. Gangguan masalah kulit ini biasanya akan muncul pada bagian tubuh seperti perut, payudara, tangan, serta kaki. Namun, ibu hamil tak perlu khawatir karena kondisi ini hal wajar yang terjadi pada wanita hamil. 

Untuk mencegah rasa gatal semakin parah, Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk mendapat solusi atas kondisi yang sedang Anda alami. Namun, Anda juga bisa melakukan pengobatan sendiri untuk mengatasi rasa gatal yang muncul, salah satunya dengan menggunakan salep gatal untuk ibu hamil. Nah, berikut beberapa rekomendasi salep untuk membantu mengatasi rasa gatal pada ibu hamil:

Sebamed Stretch Mark Cream

Sebamed Stretch Mark Cream merupakan salah satu produk yang cukup populer dalam mengatasi masalah kulit sensitif pada ibu hamil. Cream ini mengandung pH 5,5 yang berfungsi untuk menghidrasi dan melindungi kulit dari radikal bebas penyebab kulit kering dan gatal selama hamil. Sebamed juga efektif digunakan untuk membantu mencegah timbulnya stretch mark. 

Gunakan Sebamed stretch mark cream ini sebanyak 2 kali sehari pada awal kehamilan hingga beberapa minggu setelah melahirkan. Aplikasikan produk ini di bagian payudara, perut, pinggul dan paha atas. 

Mustela Stretch Mark Double Action

Krim ini cocok digunakan ibu hamil yang kandungannya sudah memasuki trimester ketiga. Mustela Stretch Mark Double Action memiliki kandungan arabinogalactan yang mampu meningkatkan fleksibilitas kulit dan merangsang perbaikan kulit mati. Selain itu, produk ini juga memiliki beberapa kandungan seperti elastoregulator, alpukat Peptides, Lupeol dan Alpha Hydroxy Acid yang berfungsi melembapkan serta mencegah kulit kering selama masa kehamilan. Produk  ini dapat digunakan hingga masa menyusui guna mencegah timbulnya stretch mark pada area payudara. 

Biolane Pour Elle

Produk ini merupakan salah satu produk yang begitu direkomendasikan untuk membantu mengatasi rasa gatal pada ibu hamil. Kandungan argan oil dan vitamin E dalam krim ini mampu menutrisi kulit agar tetap elastis dan sehat. Tidak hanya itu, produk ini terkenal dengan kandungan hydra-bleïne yang merupakan kombinasi dari wheat protein. Bahan tersebut sangat efektif membantu mengurangi dehidrasi pada kulit kering dan membuatnya lembap sepanjang hari.

Mooimom Belly Cream

Kandungan ekstrak edelweis pada produk ini dipercaya dapat membantu mencegah tanda-tanda penuaan dan memberi efek menenangkan pada kulit. Tidak hanya itu, produk ini juga mengandung croton lechleri extract yang berfungsi meningkatkan elastisitas, membantu menyamarkan stretch mark dan bekas luka pascamelahirkan. Mooimom juga mengandung minyak biji kakao maroko yang kaya akan vitamin E, yang bermanfaat untuk mencegah kulit kering dan keriput serta memperlambat garis-garis halus.

Palmer’s Cocoa Butter

Produk yang satu ini memiliki kandungan yang sangat baik dalam mengatasi permasalahan kulit selama kehamilan. Ibu hamil dapat mengaplikasikan produk ini pada daerah bagian perut, bokong, dan tangan. Penggunaan produk ini secara rutin dapat mengatasi kulit kering penyebab gatal menjadi lebih lembab dan terhidrasi. Selain itu, kandungan argan oil, sweet almond oil, kolagen hingga centella asiatica yang terdapat pada produk ini diyakini dapat membantu menyamarkan stretch mark pada ibu hamil.

Nah, itu dia beberapa rekomendasi produk untuk mengatasi gatal pada ibu hamil. Semoga beberapa rekomendasi produk di atas dapat menjadi pertolongan pertama ibu hamil dalam mengatasi rasa gatal selama kehamilan.

Tanda Bahaya Masa Nifas yang Perlu Diwaspadai Wanita

Masa nifas adalah kondisi saat terjadinya perubahan pada tubuh perempuan setelah melahirkan. Beberapa sumber menjelaskan, masa nifas ini biasanya terjadi selama enam minggu usai proses persalinan. Namun demikian, meskipun perubahan pada tubuh tersebut wajar, tetapi anda disarankan untuk tetap waspada karena bisa saja perubahan tersebut merupakan efek dari persalinan dan berujung menjadi tanda bahaya masa nifas. 

Lantaran tanda bahaya masa nifas tak bisa disepelekan, maka tidak ada salahnya untuk anda meluangkan waktu sejenak untuk membaca artikel ini, yang akan mengulas beberapa tanda bahaya masa nifas. Tanpa berlama lagi, mari kita simak bersama tanda-tanda yang dimaksud. 

Sakit di bagian payudara 

Jika anda merasa payudara sakit atau nyeri usai proses persalinan, maka bisa jadi itu merupakan komplikasi masa nifas. Adapun berbagai sumber menjelaskan kondisi itu umumnya wajar karena baru pertama kali menyusui. Kendati demikian, jika nyeri sudah diobati tapi masih dirasakan, maka anda patut waspada itu merupakan peradangan jaringan payudara atau mastitis. 

Mastitis merupakan salah satu dari tanda bahaya masa nifas. Kondisi tersebut umumnya terjadi selama masa awal produksi air susu ibu atau ASI. Adapun jika anda mengalami gejala payudara sakit yang disertai warna kemerahan, demam, dan terserang gejala flu, maka anda sebaiknya langsung menemui dokter terkait untuk mendapatkan pemeriksaan. 

Depresi 

Tanda bahaya masa nifas berikutnya adalah depresi usai melahirkan. Secara umum, depresi yang terjadi pada ibu yang habis melahirkan adalah wajar. Namun, apabila depresi berlangsung lebih dari dua pekan, maka mungkin saja si ibu mengalami postpartum depression. 

Apabila kondisi tersebut yang terjadi, maka menemui psikolog atau dokter sangat diperlukan. Pasalnya, depresi usai melahirkan ini merupakan kondisi yang bisa mengancam keselamatan ibu dan anak. Sebab, jika tak segera ditangani bisa memunculkan gejala psikosis, yang mana si penderita seakan-akan mendengar suara untuk menyakiti diri sendiri, bahkan anaknya. 

Wasir 

Tanda bahaya masa nifas selanjutnya adalah wasir. Seperti diketahui, wasir ini biasanya disebabkan oleh sembelit. Kondisi ini juga jangan dianggap remeh, meski umumnya wasir dapat sembuh sendiri. Di sisi lain, walaupun dapat diobati sendiri, berbagai sumber telah menyarakan kalau wasir disertai dengan pendarahan, tinja berwarna merah, dan berlangsung lama, maka harus segera mendapatkan penanganan oleh dokter. 

Infeksi 

Tanda bahaya masa nifas berikutnya ialah terjadi infeksi selama masa nifas berlangsung. Adapun infeksi yang dimaksud adalah postpartum. Dirangkum dari beberapa sumber, infeksi masa nifas sebetulnya jarang terjadi. Namun demikian tetap saja tak boleh dipandang remeh karena infeksi tersebut bisa terjadi pada vagina, rahim, perineum atau serviks. 

Adapun infeksi dapat terjadi karena bisa saja selama proses persalinan ada robekan di jalan lahir atau luka apabila melahirkan secara caesar. Nah, bagian yang luka itu kemudian menjadi rentan mengalami infeksi selama masa nifas. Apabila jahitan setelah melahirkan makin sakit, maka segeralah periksakan diri kepada dokter. 

Demikianlah beberapa tanda bahaya masa nifas yang patut diwaspadai. Secara umum, tanda tersebut wajar dialami. Namun, kewaspadaan diperlukan apabila gejala itu disertai hal-hal yang umumnya tidak terjadi. Oleh karena itu, selama masa nifas usahakan agar anda selalu ditemani, baik oleh pasangan atau famili. 

Di sisi lain, apabila merasakan sesuatu yang tidak wajar, sebaiknya segera beritahu pasangan atau keluarga anda. Jangan sampai tanda bahaya masa nifas ini malah merugikan kesehatan anda dan si buah hati. Akhir kata, semoga artikel ini dapat membantu anda. Tentu saja anda amat disarankan untuk membaca referensi lain atau langsung berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tanda bahaya masa nifas.

Ciri-Ciri Hamil Anggur Bisa Dikenali Sejak Dini, Bagaimana Caranya?

Ciri-Ciri Hamil Anggur Bisa Dikenali Sejak Dini, Bagaimana Caranya?

Setiap ibu hamil menginginkan kehamilan yang sehat dan bayi tumbuh dengan sempurna. Di awal kehamilan semuanya tampak baik-baik saja, tapi kemudian berubah ketika ibu didiagnosis hamil anggur. 

Apa itu hamil anggur dan bagaimana ciri-ciri hamil anggur yang harus diketahui? Simak selengkapnya berikut ini. 

Apa itu hamil anggur?

Hamil anggur atau kehamilan molar atau disebut juga dengan mola hidatidosa merupakan komplikasi kehamilan dan termasuk jenis keguguran yang jarang terjadi. Sekitar 1 dari setiap 1.000 ibu hamil (0,1%) mengalami hamil anggur. Lalu, sebenarnya apa itu hamil anggur dan penyebabnya?

Hamil anggur terjadi ketika embrio tumbuh secara tidak normal dimana plasenta yang seharusnya menjadi penghubung untuk bayi menerima asupan nutrisi dan oksigen dari ibu justru berkembang menjadi tumor. 

Masalah dimulai ketika sperma membuahi sel telur. Normalnya, anak memiliki 1 kromosom dari ibu dan 1 dari ayah. Tapi, dalam kasus ini, sel telur kosong dan tidak mengandung informasi genetik dari ibu. Akibatnya dua kromosom diambil dari ayah, dan terbentuklah plasenta tanpa embrio. Plasenta tumbuh dan menghasilkan hormon kehamilan yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG). Semakin lama kadar hormon hCG semakin tinggi, membuat plasenta bengkak, dan membentuk kista berisikan cairan yang berbentuk menyerupai kumpulan anggur. Kondisi ini disebut dengan kehamilan molar lengkap. 

Jenis lainnya disebut dengan kehamilan molar parsial yang terjadi ketika dua sperma membuahi sel telur yang sama. Sel-sel jaringan molar parsial mulai membelah, menciptakan embrio dan beberapa jaringan plasenta yang cacat. 

Faktor risiko dan penyebab hamil anggur

Tidak ada yang tahu pasti penyebab hamil anggur. Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan kelainan kromosom. Wanita membawa ratusan ribu telur, dan beberapa diantaranya mungkin tidak terbentuk dengan benar atau kosong. Kemudian sel telur yang tidak sempurna itu dibuahi sperma dan menyebabkan hamil anggur. Sel sperma yang tidak sempurna, seperti terdapat lebih dari sel sperma yang membuahi sel telur juga bisa meningkatkan risiko kehamilan molar.

Namun ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan seorang wanita hamil anggur, diantaranya:

  • Usia ibu: Ibu yang hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami hamil anggur.
  • Riwayat kehamilan molar: Ibu yang pernah hamil anggur kemungkinan besar akan mengalaminya lagi di masa mendatang. 
  • Etnis: Kehamilan molar dipercaya dipengaruhi oleh etnis. Kondisi ini dua kali lebih sering terjadi pada wanita keturunan Eropa dan Asia.
  • Kekurangan karoten dan asam folat: Wanita yang kekurangan karoten (vitamin A) dan asam folat berisiko tinggi memiliki hamil anggur.

Tanda dan gejala kehamilan molar

Seringkali tidak ada ciri-ciri kehamilan molar yang terlihat dengan jelas. Ibu akan merasakan janin tumbuh dalam rahimnya dengan sehat seperti ibu hamil lainnya. Ditambah lagi tanda-tanda hamil anggur juga menyerupai dengan kehamilan normal seperti morning sickness

Untuk memastikan diagnosisnya, dokter akan melakukan USG dan tes darah untuk memeriksa tingkat kehamilan hCG. Pemeriksaan ini hanya bisa dilakukan pada 8-14 minggu usia kehamilan.

Namun ibu bisa mewaspadai tanda-tanda berikut ini:

  • Pendarahan atau keluarnya cairan berwarna gelap dari vagina pada trimester pertama. Pendarahan mungkin disertai dengan gumpalan kecil seperti anggur.
  • Perut buncit tidak biasa. Ukurannya bisa terlalu besar atau terlalu kecil dibandingkan ukuran perut ibu hamil dengan usia kehamilan yang sama.
  • Kelelahan parah sebagai tanda hipertiroidisme
  • Nyeri tajam atau sakit pada perut dan/atau punggung
  • Preeklamsia atau hipertensi

Catatan

Terkadang ibu tidak menyadari mereka hamil anggur karena ciri-ciri hamil anggur yang menyerupai kondisi lain. Karena itu ibu disarankan untuk segera menemui dokter jika mengalami salah satu gejala di atas. 

Hamil anggur termasuk peristiwa traumatis yang bisa membahayakan nyawa ibu. Dalam kasus yang jarang, ibu mungkin disarankan untuk operasi pengangkatan rahim sehingga ibu tidak bisa hamil kembali di kemudian hari. Diskusikanlah dengan dokter untuk pilihan perawatan terbaik.

5 Hal Seputar Ciri-Ciri Hamil Muda

Hamil atau tidak hamil? Seperti apa ciri-ciri hamil muda? Pada sebagian wanita tidak ada gejala kehamilan di minggu pertama, tetapi sebagian wanita lain mungkin mengalami gejala seperti kram ringan, nyeri payudara dan kelelahan. 

Biasanya, dokter akan mengukur kehamilan minggu 1 dari hari pertama periode menstruasi terakhir seorang wanita. Meskipun seorang wanita tidak benar-benar hamil pada saat ini, menghitung minggu pertama dari periode menstruasi terakhir dapat membantu menentukan perkiraan tanggal jatuh tempo kehamilan seorang wanita.

Ciri-ciri hamil muda

Apa saja ciri-ciri hamil muda pada minggu pertama kehamilan sebagai dimulainya seminggu setelah pembuahan? Periode ini setara dengan minggu pertama kehamilan. Gejala awal kehamilan ini mirip dengan yang sering Anda alami selama menstruasi, Anda pun bisa tidak menyadari bahwa sedang hamil. 

Periode menstruasi yang terlewat seringkali merupakan gejala utama awal kehamilan.

Perlu Anda ketahui bahwa gejala tersebut dapat disebabkan oleh hal lain selain hamil. Namun, jika ada salah satu gejala yang terjadi pada Anda bukan berarti Anda hamil. Salah satu cara agar tahu pasti yaitu dengan tes kehamilan. Ini adalah beberapa gejala awal yang umum terjadi pada awal kehamilan.

  1. Bercak dan Kram

Ketika telah telah terjadi pembuahan, maka sel telur yang sudah dibuahi akan menempel di dinding rahim. Maka hal itu bisa menjadi salah satu terjadinya tanda awal kehamilan terjadinya bercak, serta terkadang kram. 

Itu disebut pendarahan implantasi. Hal ini dapat terjadi di mana saja mulai dari enam hingga 12 hari setelah sel telur dibuahi. 

Kram yang terjadi mirip dengan kram menstruasi, maka dari Anda mungkin akan mengira kram serta pendarahan yang terjadi pertanda awal dari menstruasi. 

Selain terjadi pendarahan, Anda akan melihat cairan putih susu yang berasal dari vagina. Hal itu terjadi karena terkait dengan penebalan pada dinding vagina, dan kemudian dimulai setelah pembuahan. Akibat dari meningkatnya pertumbuhan sel-sel yang melapisi vagina maka membuat keluarnya cairan. 

Keputihan akan berlanjut selama kehamilan, dan hal ini tidak membuat bahaya dan tidak perlu perawatan. Namun apabila terjadi bau yang tidak sedap yang berhubungan pada keputihan maupun terjadi seperti gatal dan terbakar, coba pergi ke dokter konsultasikan agar dokter bisa melakukan pemeriksaan, apakah Anda mengalami infeksi jamur atau bakteri.

  1. Perubahan Payudara

Ciri-ciri hamil mudah selanjutnya yaitu perubahan payudara adalah tanda awal kehamilan lainnya. Peningkatan hormon wanita akan cepat berubah setelah terjadi pembuahan. Payudara akan terjadi bengkak serta sakit maupun kesemutan selama satu atau dua minggu. Selain itu juga payudara akan terasa lebih berat atau penuh dan terasa lembut ketika disentuh. Pada area sekitar puting ini akan berubah menjadi gelap. 

Hal-hal lain dapat menyebabkan perubahan payudara. Namun jika perubahan itu karena kehamilan, maka perlu beradaptasi dengan perubahan tingkat hormon yang baru. Tetapi ketika itu terjadi, nyeri payudara akan mereda.

  1. Kelelahan

Jika Anda merasa lelah, hal itu wajar terjadi ketika dalam kehamilan. Anda akan terasa mulai mudah lelah setelah satu minggu kehamilan. 

Mengapa hal itu terjadi karena, ini dikaitkan dengan tingginya hormon progesteron, walaupun hal-hal lainnya juga terpengaruh seperti kadar gula darah renda, peningkatan produksi darah, serta tekanan darah yang rendah.

Apabila terjadi kelelahan ketika hamil maka penting untuk memperbanyak istirahat. Makan dengan makanan yang mengandung protein dan zat besi agar bisa mengimbanginya. 

  1. Mual 

Mual di pagi hari adalah gejala kehamilan yang terkenal. Tapi tidak semua wanita hamil mendapatkannya.

Terjadinya mual di pagi hari itu disebabkan karena hormon kehamilan pada gejala ini. Mual dapat terjadi setiap hari namun paling sering terjadi pada pagi hari. 

Juga, beberapa dari wanita hamil sangat tidak tahan untuk makanan tertentu. Hal itu juga terkait dari perubahan hormonal.

Dapat mungkin terjadi selama kehamilan berlangsung terjadi mengidam, mual, serta malas makan. Tetapi hal itu dapat berkurang terjadinya pada minggu ke 13 atau 14 saat hamil. 

Sementara itu, coba untuk memakan makanan yang sehat bernutrisi untuk Anda dan calon bayi. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait hal itu.

  1. Periode yang terlewat

Telat haid ini menjadi gejala awal kehamilan yang paling jelas terlihat. Namun tetap harus melakukan tes kehamilan. Tetapi tidak semua menstruasi yang telat menjadi tanda kehamilan. 

Juga, wanita dapat mengalami beberapa pendarahan selama kehamilan. Jika Anda hamil, tanyakan kepada dokter Anda apa yang harus Anda waspadai dengan pendarahan. Misalnya, kapan pendarahan itu normal dan kapan itu merupakan tanda kedaruratan?

Ada alasan, selain kehamilan, untuk melewatkan menstruasi. mungkin berat badan Anda naik atau turun terlalu banyak. Terjadi kemungkinan lainnya seperti masalah stres, kelelahan, dan hormonal. Terdapat beberapa wanita yang telat menstruasi ketika berhenti minum pil KB. Tetapi jika menstruasi terlambat dan kemungkinan hamil, Anda mungkin ingin melakukan tes kehamilan.

Kapan saya bisa melakukan tes kehamilan?

Karena butuh waktu bagi hormon hCG untuk terbentuk di tubuh Anda, seringkali yang terbaik adalah menunggu sampai Anda melewatkan menstruasi sebelum melakukan tes kehamilan di rumah. Sebelum titik ini tes mungkin muncul negatif, bahkan jika Anda benar-benar hamil.

Apakah tes kehamilan di rumah adalah cara terbaik untuk memeriksa kehamilan dini?

Tes kehamilan di rumah umumnya sangat andal. Tes bisa hanya dengan buang air kecil pada test pack lalu kemudian akan terdapat simbol muncul satu garis lurus. Simbol ini muncul lebih dulu dan berarti tes berhasil. Cek selalu kemasan serta perhatikan instruksi pengujian agar bisa berfungsi baik. Pada beberapa menit, tes akan memperlihatkan hasil nya baik positif maupun negatif. Beberapa tes digital akan menampilkan kata atau frasa (hamil atau tidak hamil).

Melakukan tes darah dilakukan di rumah sakit pilihan Anda. Tes ini adalah untuk mencari hCG di dalam darah. Anda masih perlu menunggu hCG menumpuk di tubuh Anda sebelum melakukan tes kehamilan jenis ini. 

Kapan saya harus menghubungi dokter saya tentang kehamilan baru?

Jika Anda melewatkan menstruasi, melakukan tes kehamilan dan mendapatkan hasil positif, langkah Anda selanjutnya adalah menghubungi penyedia layanan kesehatan Anda untuk janji temu pertama Anda. Saat menjadwalkan, penyedia Anda mungkin bertanya apakah Anda sudah mulai mengonsumsi vitamin prenatal dengan setidaknya 400 mcg asam folat. Vitamin ini penting pada awal kehamilan karena membantu perkembangan tabung saraf bayi Anda. Tabung saraf akan menjadi otak dan tulang belakang. Banyak penyedia layanan kesehatan merekomendasikan agar setiap wanita yang bisa hamil mengonsumsi asam folat setiap saat. Terdapat beberapa ciri-ciri hamil muda yang bisa Anda ketahui jika mengalami dari salah satu ciri-ciri tersebut.

Mengetahui Penyebab Perut Buncit Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Mengetahui Penyebab Perut Buncit Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya

Pasca persalinan umumnya menyisakan beberapa masalah bagi wanita. Salah satunya adalah penambahan berat badan sehingga menyebabkan perut buncit setelah melahirkan. Umumnya kondisi ini adalah hal yang normal terjadi setelah persalinan. Namun bagi beberapa ibu, kondisi ini dapat membuat krisis percaya diri.

Perut buncit setelah melahirkan dapat diatasi dengan beberapa cara. Namun, sebelumnya Anda juga perlu mengetahui penyebab dari kondisi ini.

Penyebab Perut Buncit Setelah Melahirkan

Pada masa kehamilan, rahim menjadi tempat tinggal sementara untuk janin sehingga rahim ikut meregang. Setelah proses persalinan, peregangan pada rahim inilah yang membuat perut Anda menjadi besar dan terlihat buncit.

Dibandingkan pada masa kehamilan, setelah persalinan berat badan ibu sudah berkurang sekitar 3 hingga 6 kg. Jumlah ini adalah total dari berat bayi, plasenta, darah, dan air ketuban. Perut buncit setelah melahirkan akan menyusut dengan sendirinya dan butuh waktu sekitar 6-8 minggu. Bagian tubuh yang mengalami pembengkakan juga akan menyusut karena mengeluarkan cairan ekstra melalui keringat, urine, dan sekresi vagina.

Cara Mengecilkan Perut yang Buncit Setelah Melahirkan

Banyak cara yang dapat dilakukan ibu setelah melahirkan untuk mengembalikan ukuran perut seperti sebelum hamil. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengecilkan perut pasca melahirkan adalah sebagai berikut:

  1. Menyusui

Selain memenuhi asupan gizi bayi, menyusui juga dapat membantu mengecilkan perut buncit setelah melahirkan. Menyusui dapat membantu mengeluarkan hingga 5000 kalori dalam sehari. Aktivitas ini mendorong pelepasan hormon oksitosin yang merangsang kontraksi rahim dan menyusutkan uterus agar kembali seperti semula. 

  1. Olahraga ringan

Olahraga mempunyai banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya adalah membantu mengecilkan perut buncit setelah melahirkan. Beberapa jenis olahraga yang dapat membantu untuk mengencangkan perut adalah:

  • Forearm plank

Anda dapat mengatur tubuh ke posisi plank. Pastikan bagian bawah lengan menempel ke lantai dan kencangkan bagian bokong. Tahan posisi tersebut selama 20 menit dan Anda dapat menambah atau mengurangkan durasinya sesuai dengan kekuatan tubuh Anda.

  • Reverse crunch

Posisikan badan berbaring telentang dengan lutut ditekuk serta paha tegak lurus ke lantai. Dorong lutut ke dada dengan menggunakan otot perut dan tahan posisi ini selama 2 menit. Anda dapat mengulangi aktivitas ini sebanyak 10 kali sehari. 

  • Scissor kicks

Berbaring ke lantai dengan posisi kaki lurus dan kemudian angkat kedua kaki seperti melakukan gerakan menggunting. Anda dapat menurunkan dan mengangkat kaki secara bergantian serta ulangi sebanyak 15 hingga 20 kali.

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum Anda memilih jenis olahraga, terlebih jika Anda menjalani proses persalinan secara caesar. Dokter akan memastikan kondisi Anda terlebih dahulu sebelum melakukan latihan olahraga ringan.

  1. Mengatur pola makan

Untuk mengembalikan ukuran perut seperti sebelum hamil, Anda dapat mengatur pola makan dan menghindari makanan yang dapat memicu kenaikan berat badan. Beberapa makanan sehat yang dapat Anda konsumsi pasca melahirkan adalah:

  • Sayur dan buah
  • Oatmeal
  • Sereal dengan serat yang tinggi
  • Yogurt rendah lemak

Selain itu, Anda dapat mengatur porsi makan lebih sedikit namun dengan frekuensi yang lebih sering yaitu 3 hingga 4 kali sehari.

  1. Banyak konsumsi air putih

Selain membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh, banyak mengkonsumsi air putih dapat membantu proses pembakaran lemak di sekitar perut. 

Minum air putih juga dapat membantu proses pencernaan bekerja lebih baik dan maksimal sehingga membantu mengecilkan perut buncit setelah melahirkan.

  1. Menghindari kebiasaan tidur setelah makan

Aktivitas tidur setelah makan dapat membuat perut menjadi buncit dan menyebabkan beberapa masalah kesehatan bagi tubuh. Hal ini dikarenakan tubuh akan menunda untuk mencerna makanan disaat kita tidur.

Anda dapat menghindari kebiasaan ini untuk menjaga kesehatan dan tidak membuat perut semakin buncit setelah melahirkan.

  1. Menggunakan korset

Melatih perut dengan menggunakan korset diyakini dapat mendorong perut buncit untuk masuk ke dalam. Jika Anda sebelumnya melahirkan dengan proses caesar, pastikan terlebih dahulu bahwa luka bekas sayatan sudah benar-benar sembuh untuk menghindari luka terbuka kembali.

Masing-masing orang membutuhkan waktu yang berbeda untuk mengembalikan ukuran dan bentuk perut seperti sebelum hamil. Beberapa faktor lain seperti genetik dan keaktifan Anda untuk bergerak juga mempunyai pengaruh pada waktu serta tingkat untuk pengencangan perut. Anda dapat menerapkan cara mengecilkan perut buncit setelah melahirkan secara konsisten untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Kondisi Payudara Bisa Jadi Masalah Ibu Menyusui

Kondisi Payudara Bisa Jadi Masalah Ibu Menyusui

Menyusui adalah sebuah aktivitas yang penting bagi kehidupan seorang manusia. Di mana ASI merupakan nutrisi atau asupan terbaik bagi bayi baru lahir. Namun, dalam praktiknya, banyak sekali masalah ibu menyusui yang ditemui di lapangan, di mana sebagian besar terjadi karena kondisi payudara ibu itu sendiri.

Di bawah ini ada beberapa masalah ibu menyusui yang disebabkan atau timbul karena kondisi payudara tersebut. Langsung aja, berikut di antaranya:

  • Kondisi puting tenggelam

Payudara pada wanita sama seperti organ tubuh lain, yakni memiliki bentuk yang berbeda-beda. Selain di ukuran, perbedaan payudara biasanya terletak pada bentuk atau ukuran puting. Kadang, yang menjadi masalah ibu menyusui adalah bentuk puting yang mendatar atau tenggelam. 

Walau bukan termasuk masalah yang berarti, tetapi bentuk puting ini bisa menghambat proses menyusui. Ini berkaitan erat dengan proses pelekatan atau kondisi di mana bayi mencucup susu dari payudara ibunya.

Masalah ini dapat diatasi dengan mudah melalui dua cara yang populer, seperti penarikan puting secara manual (menggunakan tangan); atau menggunakan spuit ukuran 10—20 ml, bergantung pada besar puting. 

Spuit dengan mudah dapat dipahami sebagai “suntikan”. Alat ini banyak dijual di apotek atau toko kesehatan lain. Anda bisa menarik puting agar mengacung dengan memanfaatkan gaya yang dihasilkan isapan dari spuit tersebut. Anda dapat melakukan penarikan sehari tiga kali pagi, siang,  dan malam, masing-masing 10 kali hingga kondisi puting Anda cukup ideal.

  • Puting lecet

Meski tidak berpengaruh langsung dalam proses menyusui, tetapi masalah ibu menyusui ini bisa memberi efek atau sensasi sakit kepada ibu. Lagi pula, puting yang lecet bisa membuat anak tidak nyaman saat menyusui. Masalah ibu menyusui ini bisa terjadi karena posisi dan pelekatan yang tidak baik atau juga dapat diakibatkan iritasi kulit yang sensitif dengan lidah bayi atau akibat jamur.

  • Kebiasaan buruk menangani payudara sehingga saluran ASI tersumbat

Masalah ibu menyusui selanjutnya yang berkaitan dengan kondisi payudara adalah adanya benjolan sehingga menyebabkan saluran ASI tersumbat. Penyumbatan ini bisa terjadi karena proses pengentalan ASI karena jarang dikeluarkan.

Namun, pada umumnya masalah ini timbul akibat kebiasaan buruk menangani payudara, seperti menopang payudara dengan posisi menggunting dan juga penggunaan bra yang terlalu menekan payudara.

  • Payudara bengkak

Payudara membengkak biasanya disertai dengan kondisi sensasi sakit di area payudara, puting terasa kencang, kulit mengilat walau tidak merah, terlihat pembuluh darah vena di permukaan payudara, hingga tidak keluarnya ASI. Hal ini disebabkan pengosongan payudara tidak berlangsung optimal, sering kali akibat bayi jarang menyusu dan produksi ASI melimpah. Bisa juga karena posisi dan pelekatan yang kurang tepat sehingga pengosongan payudara kurang optimal atau pembatasan pengosongan payudara.

Ibu bisa mengatasi masalah ini dengan melakukan kompres hangat pada payudara, kemudian pijat spiral secara lembut di area sekitar sumbatan menuju puting. Selain itu, ibu mungkin butuh obat penghilang nyeri (analgesik) yang diresepkan dokter.

  • Mastitis

Masalah ibu menyusui ini adalah kondisi di mana terjadinya peradangan pada payudara. Kondisi ini dapat ditandai dengan terdapatnya benjolan di payudara hingga menyebabkan kulit luarnya menjadi merah. Selain itu, mastitis juga menyebabkan ibu merasakan nyeri hebat dan panas ditambah ibu mengalami demam.

Ada dua jenis mastitis, yaitu non-infective mastitis dan infective mastitis (abses payudara). Yang kedua ini telah terinfeksi bakteri terutama Staphylococcus virulent. Umumnya didahului puting lecet, saluran air susu tersumbat, atau pembengkakan payudara (engorgement).

Sama seperti masalah payudara bengkak, upaya pertama yang bisa dilakukan oleh ibu yang menderita mastitis adalah mengompres payudaranya dengan air hangat dan melakukan pemijatan secara lembut di area sekitar sumbatan. Untuk mengurangi rasa sakit, ibu bisa diberi pengobatan dengan tablet analgetik. Sementara untuk mengatasi infeksi diberi pengobatan dengan antibiotik dan vitamin C dosis tinggi.

***

Kira-kira itulah beberapa masalah ibu menyusui yang terjadi akibat kondisi payudara. Menjadi penting bagi Anda, para perempuan, untuk menjaga kondisi dan kesehatan payudara, walaupun saat ini Anda tidak mengandung atau menyusui. Hal ini baik untuk dilakukan sebagai upaya persiapan sebelum nantinya terjadi masalah di waktu yang tidak tepat.

Bolehkah Menggunakan Cetirizine untuk Ibu Hamil? Baca Fakta Berikut!

Bolehkah Menggunakan Cetirizine untuk Ibu Hamil? Baca Fakta Berikut!

Ketika tubuh mengalami reaksi akibat alergi seperti gatal, kulit merah, bentol akibat terkena udara dingin, kita mungkin sudah terbiasa mengonsumsi obat alergi seperti cetirizine. Namun, bolehkah obat cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui?

Secara umum, selama kehamilan trimester pertama, mengonsumsi obat tanpa adanya pengawasan dokter bisa meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan janin dan cacat lahir. Jadi, perlu diperhatikan agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan selama masa kehamilan ini.

Bolehkan Menggunakan cetirizine untuk Ibu Hamil?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya untuk mengenal apa itu cetirizine ini. Obat cetirizine merupakan obat alergi antihistamin yang bekerja dengan cara memblokir produksi histamin yang menjadi penyebab seseorang mengalami gejala-gejala alergi seperti hidung mampet, mata berair, gatal-gatal, pilek, hingga bersin.

cetirizine ini juga bisa mengatasi muntah akibat morning sickness pada ibu hamil dan bisa meredakan nyeri payudara yang dialami oleh ibu menyusui. Namun, amankah cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui?

Sebenarnya, cetirizine bisa bisa saja dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mengatasi berbagai masalah kehamilan. Namun, ada jenis obat yang lebih direkomendasikan sebelum menggunakan cetirizine ini.

Obat tersebut adalah obat antihistamin jenis chlorpheniramine dan tripelennamine. Kedua obat ini lebih direkomendasikan untuk ibu hamil. Tapi, jika sudah lewat dari trimester pertama dan kedua obat tersebut tidak menunjukkan adanya perbaikan gejala, maka bisa diberikan obat cetirizine.

Ada juga penelitian yang menunjukkan tidak adanya cacat lahir yang terlalu berarti jika cetirizine diberikan pada ibu hamil di trimester pertama. Ada pula penelitian yang menyebut tidak ada risiko cacat lahir pada bayi ketika ibu hamil mengonsumsi obat cetirizine sebelum usia kehamilan memasuki lima minggu dan usia sembilan minggu.

Tentu saja obat cetirizine ini harus dikonsumsi dengan resep dokter dan tidak boleh sembarangan karena bagaimanapun akan membahayakan ibu hamil dan menyusui.

Dosis yang dikonsumsi oleh ibu hamil harus disesuaikan dan hanya dalam dosis kecil saja. Serta tidak disarankan dikonsumsi terus menerus karena bisa membuat bayi mengantuk. 

Begitu pula dengan ibu menyusui. Dosis cetirizine sebaiknya tidak tinggi karena akan membuat bayi menjadi rewel dan menangis terus tanpa sebab setelah minum ASI. Obat cetirizine dalam dosis tinggi juga bisa menurunkan hormon prolaktin yang mengatur produksi ASI, sehingga ASI yang diproduksi akan lebih sedikit. Oleh karena itu, obat cetirizine untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan dalam bentuk obat tetes.

Aturan Pakai cetirizine untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Setiap obat apapun seharusnya dikonsumsi sesuai dengan petunjuk pemakaian, untuk menghindari efek sampingnya. Begitu pula aturan pakai obat cetirizine untuk ibu hamil dan menyusui. 

Menurut aturan pakainya, obat cetirizine boleh dikonsumsi 10 mg setiap konsumsinya untuk tablet. Obat cetirizine juga hanya dikonsumsi sekali sehari saja setelah makan di malam hari. Namun, khusus untuk ibu hamil dan menyusui sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter kandungan Anda agar mendapat dosis yang lebih pas.

Efek Samping cetirizine 

Obat cetirizine memiliki beberapa efek samping yang umum terjadi, yaitu:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Mulut kering
  • Terasa lelah
  • Batuk
  • Mual
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Tubuh terasa panas
  • Keringat meningkat
  • Mengalami gangguan pencernaan
  • Perut terasa nyeri dan tidak nyaman
  • Mengalami perubahan rasa ketika makan
  • Merasa sensasi terbakar, mati rasa, kesemutan, tertusuk-tusuk, dan gatal
  • Sendawa
  • Asam lambung

Efek samping ini mungkin tidak dialami oleh semua orang. Mungkin juga efek samping yang dirasakan berbeda dengan yang disebutkan di atas. Termasuk efek samping cetirizine untuk ibu hamil yang mungkin juga dirasakan.

Kapan Harus Mendapatkan Imuniasi TT?

Salah satu vaksin yang penting dan harus diberikan kepada anak-anak serta orang dewasa agar terhindar dari penyakit tetanus adalah vaksin tetanus. Perlu dketahui bahwa orang yang tidak mendapatkan vaksin ini lebih rentan terkena penyakit tetanus yang bisa menyebabkan kelumpuhan hingga kematian, maka dari itu manfaat imunisasi tt sangat berdampak pada kesehatan.

Munculnya penyakit tetanus disebabkan karena infeksi bakteri Clostridium tetani, merupakan salah satu bakteri yang banyak ditemukan di tanah, lumpur dan kotoran hewan atau manusia. Bakteri penyebab penyakit ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia lewat luka terbuka di kulit, seperti luka tusukan atau tergores benda tajam.

Manfaat Imunisasi TT

Tujuan utama pemberian vaksin ini adalah untuk mencegah sekaligus menurunkan risiko seseorang tertular penyakit tetanus. Vaksin ini sangat disarankan diberikan secara rutin pada anak dan orang dewasa, termasuk bayi yang baru saja lahir. Manfaat vaksin ini lebih kepada mencegah infeksi bakteri Clostridium tetani yang racunnya dapat menyebabkan kekauan otot.

Inilah penyebab munculnya gejala kaku otot dan tegang di seluruh tubuh sebagai ciri utama dari infeksi tetanus. Infeksi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, karena bisa memicu gangguan kesehatan serius yang bisa menyebabkan kematian. Tetanus ditandani dengan kondisi kaku dan tegang yang terjadi pada seluruh tubuh seseorang yang terinfeksi virus ini.

Gejala yang muncul disebut bisa sangat menyakitkan dan pada umumnya akan muncul pada empat hingga 21 hari setelah munculnya infeksi. Penyakit ini sebenarnya jarang terjadi, namun seseorang tetap harus waspada dan disarankan segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami beberapa gejala, seperti tegang dan kaku pada otot, termasuk rahang, leher dan perut.

Keadaan tersebut dapat menyebabkan seseorang yang mengalami infeksi kesulitan untuk bernapas dan menelan. Dalam beberapa kasus, infeksi ini juga menyerang bayi disebabkan karena perawatan tali pusar yang tidak dilakukan dengan benar, seperti memotong tali pusar tidak menggunakan alat yang steril dan bersih dari kuman.

Jenis dan Kapan Imunasi TT

  • Vaksin DPT

Merupakan vaksin kombinasi yang diakai untuk mencegah penyakit difteri, tetanus dan pertusis. Vaksin ini diberikan pada anak sebanyak lima kali, tiga dosis di awal saat usia dua, tiga dan empat bulan. Dilanjutkan dengan pemberian vaksin ulangan atau booster ketika sudah berusia 18 bulan dan lima tahun.

  • Vaksin DPT/Hib

Vaksin yang sama-sama efektif untuk mencegah tetanus dan memiliki jadwal pemberian yang sama dengan vaksi DPT. Menariknya, vaksin ini juga bisa menghasilkan kekebalan terhadap bakteri Haemophilus influenzae type b, merupakan penyebab infeksi berat seperti meningitis dan pneumonia.

  • Vaksin TD

Merupakan vaksin lanjutan setelah penerima mendapatkan kedua vaksin di atas, diberikan sebagai dosis keenam dan ketujuh. Pada anak yang sebelumnya rutin menerima vaksin DPT atau DPT/Hib, pemberian yang dilakukan ketika anak berusia 10 hingga 12 tahun dan 18 tahun, selain itu vaksin ini juga akan diberikan pada orang dewasa yang belum pernah pernah diberi.

Selain dari manfaat imunisasi TT, yang perlu diketahui terkait hal ini adalah vaksin juga diberkan pada ibu hamil. Yang diberikan adalah jenis TdaP sebanyak satu kali ketika usia kehamilan mencapai 27-36 minggu. Apabila ibu hamil belum pernah mendapat vaksin selama masa kehamilan, maka vaksin tetanus ini bisa diberikan saat masa menyusui.