Category: Kesehatan Wanita

Ovulasi Adalah Proses Pelepasan Telur yang Perlu Anda Tahu

Ovulasi Adalah Proses Pelepasan Telur yang Perlu Diketahui

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap perempuan memiliki siklus menstruasinya sendiri. Namun, meski demikian, masih banyak perempuan yang belum mengerti apa itu ovulasi. Padahal, baik siklus menstruasi maupun ovulasi adalah bagian penting dari siklus reproduksi wanita. Apalagi jika sedang merencanakan kehamilan, penting untuk mengetahui apa itu ovulasi.

Pengertian Ovulasi

Ovulasi adalah proses yang terjadi selama siklus menstruasi perempuan. Masa ini terjadi ketika pecahnya folikel telur yang matang di ovarium dan melepaskan sel telur tersebut ke tuba falopi hingga akhirnya ke uterus atau rahim untuk dibuahi. 

Nah, apabila sel telur tidak dibuahi, perempuan akan mengalami fase menstruasi. Fase ini adalah proses meluruhnya jaringan dinding rahim yang keluar sebagai darah karena tidak adanya pembuahan sel telur yang terjadi. Apabila kehamilan tidak terjadi, maka fase menstruasi akan kembali dirasakan, dan siklus ini akan terus berlanjut hingga perempuan menopause.

Dimulainya fase ovulasi adalah ketika hormon tertentu dilepaskan oleh kelenjar pituitari di otak. Hormon yang merangsang terjadinya ovulasi adalah luteinizing hormone (LH). Hormon ini lah yang membuat ovarium atau indung telur melepaskan sel telur untuk dibuahi di rahim.

Ovulasi yang terjadi teratur setiap bulan akan menghasilkan siklus menstruasi yang teratur pula, sehingga dapat menjadi indikator sehat tidaknya organ reproduksi seseorang ataupun untuk mendeteksi terjadinya kelainan pada ovarium.

Kapan proses ovulasi terjadi?

Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus menstruasi, yaitu sekitar hari ke 12-14 sebelum periode haid berikutnya datang. Masa ovulasi pun hanya terjadi sekitar 12-24 jam, karena sel telur perempuan hanya dapat bertahan selama 24 jam dalam rahim. Sementara itu, sperma memiliki waktu bertahan selama 7 hari dalam rahim untuk melakukan pembuahan. Pada pertemuan keduanya merupakan waktu yang tepat untuk berhubungan intim dan merencanakan kehamilan.

Selain itu, siklus menstruasi sendiri menunjukkan pola datangnya haid bagi setiap perempuan. Siklus ini dapat dihitung sejak pertama haid hingga hari pertama berikutnya. Normalnya, siklus menstruasi seorang perempuan bekisar antara 21-35 hari. Dan, pada hari pertama siklus ini adalah hari pertama terjadinya menstruasi. Berikut beberapa tahapan menstruasi.

Pertama, folikel atau kantung cairan yang menjadi bakal sel telur atau ovum akan tumbuh. Proses ini dipengaruhi oleh hormon agar folikel dapat tumbuh dan menghasilkan sel telur matang.

Kedua, pelepasan sel telur (ovulasi). Sel telur yang matang kemudian akan dilepaskan atau dikeluarkan dari ovarium ke dalam tuba falopi. Fungsi saluran falopi ini adalah untuk menangkap sel telur dan sebagai jalan bagi sperma agar dapat membuahi sel telur. 

Pada masa kedua ini pula, masa ovulasi sering disamakan dengan masa subur. Dinding rahim pada fase kedua ini juga telah mengalami penebalan untuk menjadi tempat bernaung bagi sel telur yang telah dibuahi.

Ketiga, masa menstruasi. Jika sel telur mengalami pembuahan, ovulasi akan berhenti. Sebaliknya, apabila tidak terjadi pembuahan, maka dinding rahim yang menebal tersebut akan luruh dan akan mengeluarkan seperti darah haid. Proses inilah yang dinamakan menstruasi.

Secara umum, dapat diartikan, menstruasi adalah luruhnya dinding rahim yang dimulai sekitar 14 hari sebelum ovulasi.Seperti yang dikatakan sebelumnya, masa subur dan ovulasi saling dikaitkan berdua. Namun, ovulasi bukan berarti masa subur. Ovulasi adalah pelepasan sel telur ke dalam tuba falopi, sedangkan masa subur dapat terjadi beberapa hari sebelum terjadi ovulasi. Itulah perbedaan ovulasi dan masa subur yang perlu Anda tahu.

Apa yang Terjadi Bila Estrogen, Hormon pada Wanita Berlebihan?

Hormon merupakan salah satu aspek paling penting dalam tubuh manusia. Ketidak seimbangan hormon, entah itu kelebihan atau kekurangan, menyebabkan masalah kesehatan pada diri anda. Estrogen adalah salah satu jenis hormon pada wanita.

Memang, hormon estrogen pada wanita sangat berkaitan dengan fungsi seksual. Hormon pada wanita ini bekerjasama dengan progesteron untuk melancarkan masa menstruasi. Selain itu, hormon ini juga membantu menjaga kesehatan kulit, tulang, payudara, tulang, rambut serta fungsi reproduksi. Saat seorang wanita mengalami pubertas, perubahan fisik pun terjadi sebagai penanda menstruasi. 

Namun, siapa sangka, ketika jumlah hormon estrogen ini terlalu berlebih, ada dampak bahaya yang bisa ditimbulkan. Kelebihan hormon estrogen ini disebut sebagai “hiperestrogenisme”. 

Tanda-Tanda Seseorang Kelebihan Estrogen

Meski estrogen dikenal sebagai hormon pada  wanita, namun pria juga memproduksi estrogen dalam jumlah yang lebih sedikit. Pria dengan kadar estrogen terlalu rendah malah akan mengalami kembung perut serta turunnya performa ranjang. Khusus wanita, kekurangan kadar estrogen membuat mereka mengalami mood swings. 

Nah, bagaimana bila kadar hormon estrogen pada wanita terlalu berlebih?

  1. Anda mungkin akan mengalami kenaikan badan di daerah pinggul, paha serta bokong
  2. Aliran darah saat menstruasi semakin deras
  3. Nyeri yang tak tertahankan sebelum menstruasi
  4. Kelelahan yang tak tertahankan
  5. Berkurangnya gairah seksual
  6. Depresi
  7. Anxiety
  8. Kembung
  9. Kerontokan rambut

Apa Penyebab Seseorang Punya Kadar Estrogen yang Tinggi?

Well, ada banyak sekali alasan kenapa seorang wanita punya kadar estrogen tinggi. Pola makan dan gaya hidup tentunya punya pengaruh besar. Kelebihan vitamin B dan D juga mengakibatkan produksi estrogen berlebih. Selain itu, obesitas dan konsumsi kedelai disinyalir menambah produksi hormon estrogen. 

Bagaimana Cara Mengetahui Seberapa Tinggi Hormon Estrogen dalam Tubuh?

Supaya anda tahu seberapa besar tingkat estrogen dalam tubuh, coba hubungi dokter dan ambil tes hormon. Penggunaan jarum untuk mengambil sampel darah pun akan dilakukan saat prosedur dilaksanakan. Selain dengan pengambilan sampel darah, pengecekan juga bisa dilakukan dengan tes urin dan saliva. 

Nah, setelah kadarnya diketahui, test tingkat estrogen ini akan membantu dokter menganalisa dan mengambil kesimpulan dari beberapa hal berikut:

1. Menganalisa masalah menstruasi

2. Menganalisa kemungkinan terjadinya menopause

3. Mendapatkan penyebab kenapa seorang anak laki-laki belum juga mendapat tanda pubertas

4. Menemukan kemungkinan munculnya tumor atau kanker endometrium

5. Berjaga bila terjadi kehamilan beresiko

6. Menganalisa adanya pembekuan darah penyebab stroke

Well, test estrogen bisa dilakukan oleh semua orang. Hanya saja, untuk mereka yang mengalami hal-hal berikut ini, test estrogen sebaiknya segera dilakukan:

1. Telah berumur 35 tahun

2. Sedang mengalami diabetes

Apa yang Sebaiknya dilakukan Bila Kadar Estrogen Tinggi?

Memang sebaiknya diperlukan konsultasi mendalam ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Tindakan-tindakan berikut ini mungkin disarankan oleh ahli medis:

1. Operasi ooforektomi

Bila kadar hormon pada wanita ini susah dinormalkan, maka jalan terakhir adalah tindakan operasi. Ini dilakukan untuk mengangkat ovarium supaya kelebihan estrogen bisa dikurangi. Tindakan operasi ini biasanya dilakukan pada wanita penderita kanker payudara. 

2. Terapi radiasi

Kemungkinan dokter juga memberikan terapi radiasi untuk menghentikan produksi estrogen yang berlebihan. 

3. Saran konsumsi

Saran konsumsi yang bagus untuk anda yang kelebihan kadar estrogen adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan berserat seperti brokoli, bayam dan kangkung. 

4. Diet

Mengurangi kelebihan berat badan juga disarankan untuk mengurangi kadar estrogen pada tubuh. Faktanya, semakin banyak lemak yang ada pada tubuh, kadar estrogen pun semakin tinggi.

Menjaga keseimbangan hormon pada wanita sangatlah penting. Hal ini akan berdampak pada kesehatan tubuh hingga sistem reproduksi yang memengaruhi kesuburan seseorang.