Category: Obat

6 Rekomendasi Obat untuk Demam si Kecil

Ketika si kecil tiba-tiba demam, orang tua tentu akan panik. Umumnya bayi akan mengalami demam setelah imunisasi atau vaksin, Dengan begitu, orang tua tidak perlu khawatir karena bisa memberikan pertolongan pertama dengan memberikan obat untuk demam si kecil.

Berikut ini obat untuk demam si kecil di bawah usia satu tahun yang mampu meredakan demam pada bayi dan anak-anak.

1. Alphamol drops

Obat yang dipatok harga Rp 12.000 sampai Rp 30.000 ini mengandung zat aktif paracetamol yang bisa menurunkan demam, meredakan rasa sakit kepala, serta mengurangi nyeri pada gigi. Obat ini aman dikonsumsi bayi berusia di bawah satu tahun dengan dosis 0,6 mL untuk 3 sampai 4 kali pemakaian dalam sehari. 

Obat ini tidak direkomendasikan untuk bayi yang menderita gangguan hati dan ginjal. Si Kecil bisa mengonsumsi obat ini sebelum atau sesudah makan. 

2. Pamol drops

Pamol Drops mengandung 60 miligram paracetamol per 0,6 mL. Obat ini bisa menurunkan demam pada bayi dan anak sekaligus meredakan nyeri. Si Kecil dapat mengonsumsi obat ini 5 sampai 10 mL tiga kali sehari sesudah makan dengan pengawasan ketat dari dokter. 

3. Panadol anak drops

Panadol anak drops merupakan obat yang aman dikonsumsi bayi berusia nol sampai satu tahun. Obat ini mengandung paracetamol yang mampu meredakan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, serta menurunkan demam khususnya pasca imunisasi. 

Untuk bayi berusia kurang dari tiga bulan, maka dosis penggunaan harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter. Sedangkan untuk bayi berusia tiga sampai sembilan bulan, dosis penggunaan adalah 0,8 mL. Dosis penggunaan tersebut untuk 3-4 kali sehari. Harga obat ini cukup murah yakni Rp 40.000 sampai Rp 80.000.

4. Praxion drops

Sama seperti obat demam lainnya, Praxion mengandung 100 miligram paracetamol per 1 mL. Obat ini bisa membantu menurunkan demam pada bayi berusia di bawah satu tahun yang biasanya disertai flu dan diderita pasca imunisasi. 

Saat membelinya, sebaiknya langsung menyimpannya di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari. Jangan memberikan obat ini pada bayi yang menderita gagal ginjal atau gangguan fungsi hati. 

5. Sanmol drops

Sanmol drops mengandung paracetamol yang memiliki fungsi sebagai analgetik dan antipiretik sehingga bisa digunakan untuk meredakan nyeri serta menurunkan demam pada bayi berusia di bawah satu tahun. Untuk si Kecil yang berusia di bawah satu tahun, maka kamu bisa memberikan dosis sebanyak 0,6 mL sebanyak 3-4 kali dalam sehari.

Harga obat ini relatif murah dibanding obat demam lainnya yakni Rp 18.000 sampai RP 35.000 per botol.

6. Tempra drops

Tempra mampu menurunkan demam pada bayi setelah imunisasi karena mengandung bahan aktif paracetamol seperti obat demam lainnya. Tempra tersedia dalam dua bentuk yakni obat tetes dan sirup. Namun, khusus bayi berusia di bawah satu tahun, maka kamu bisa menggunakan tempra drops atau tetes. 

Tempra drops mengandung 80 miligram paracetamol dalam setiap 0,8 mL. Sebaiknya jangan memberikan tempra pada si Kecil yang memiliki riwayat alergi terhadap kandungan paracetamol atau sedang menderita kerusakan hati dan ginjal. 

Obat-obat di atas adalah obat demam untuk bayi di bawah satu tahun sebagai pertolongan pertama yang bisa berikan pada si Kecil saat demam.

Segera ke dokter apabila muncul gejala seperti si Kecil tidak nafsu makan, muncul ruam pada kulit bayi, bibir dan mata mengalami pembengkakan, atau demam tidak turun selama tujuh hari. Jika masih ragu, maka kamu bisa konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum memberikan obat untuk demam si kecil.

Mycoral

obat Mycoral

Mycoral merupakan obat yang dapat mengatasi infeksi kulit akibat jamur atau ragi. Obat tersebut merupakan salah satu obat yang harus diperoleh melalui resep dokter, karena obat tersebut perlu digunakan dengan hati-hati.

Mycoral dijual dengan harga sekitar Rp 275.000,00 per box. Setiap box Mycoral berisi 5 strip sebanyak 10 tablet (200 mg). Obat tersebut diproduksi oleh Kalbe Farma.

Kandungan Mycoral

Mycoral mengandung ketoconazole dimana kandungan tersebut dapat mengatasi berbagai infeksi jamur seperti panu dan kutu air. Kandungan tersebut bekerja dengan cara mencegah produksi komponen membran sel jamur.

Selain itu, berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ketoconazole memiliki status berikut:

  • Absorpsi

Ketoconazole dapat diserap dari saluran pencernaan. Ketoconazole membutuhkan waktu 1 hingga 2 jam untuk mencapai kadar tertinggi dalam plasma.

  • Distribusi

Ketoconazole tersebar luas ke jaringan. Ketoconazole dapat melintasi plasenta dan mencapai ASI (air susu ibu). Ketoconazole terikat dengan protein plasma sekitar 99 persen.

  • Metabolisme

Ketoconazole dapat dimetabolisme di hati.

  • Ekskresi

Ketoconazole dapat diekskresikan melalui feses (57 persen) dan urin (13 persen).

Aturan Pakai

Jika Anda ingin menggunakan Mycoral, Anda perlu gunakan obat tersebut sesuai anjuran dokter. Dosis yang digunakan pasien adalah sebagai berikut:

  • Anak-anak

Penggunaan dosis pada anak-anak adalah sebagai berikut:

  • Berat badan 15 kg ke bawah

Dosis yang digunakan adalah 20 mg (3 kali sehari).

  • Berat badan 15 hingga 30 kg

Dosis yang digunakan adalah 100 mg per hari.

  • Berat badan 30 kg ke atas

Dosis yang digunakan adalah 200 mg per hari (1 tablet).

  • Dewasa

Penggunaan dosis pada orang dewasa adalah 200 mg per hari. Jika tidak mengalami reaksi pada tubuh, pasien dapat meningkatkan dosis menjadi 400 mg per hari (2 tablet).

Obat tersebut perlu dikonsumsi ketika makan.

Efek Samping

Mycoral dapat menimbulkan berbagai efek samping pada tubuh, antara lain sakit kepala, sakit perut, diare, konstipasi, mual, muntah, kesemutan, demam, kerusakan hati, ruam kulit, penurunan kesadaran, penurunan kadar trombosit dalam darah, dan impotensi (ketidakmampuan mempertahankan ereksi).

Perhatian Khusus

Mycoral tidak dapat dikonsumsi oleh orang-orang yang memiliki kondisi berikut:

  • Reaksi alergi terhadap ketoconazole.
  • Hamil.
  • Penyakit hati.

Penggunaannya dengan Obat Lain

Berikut adalah beberapa obat-obatan yang tidak dapat dikonsumsi dengan Mycoral:

  • Warfarin

Efek samping pada tubuh akan timbul karena ketoconazole dapat meningkatkan kadar warfarin dalam plasma.

  • Ciclosporin

Mengkonsumsi obat tersebut dengan obat yang mengandung ketoconazole dapat meningkatkan kadar ciclosporin.

  • Rifampisin dan phenytoin

Mengkonsumsi obat tersebut dengan obat yang mengandung ketoconazole dapat mengurangi efek obat (di atas) pada tubuh.

  • Antasida dan klordiazepoksid

Mengkonsumsi obat tersebut dengan obat yang mengandung ketoconazole dapat mengurangi penyerapan obat di atas.

Jika Anda Ingin Bertemu dengan Dokter

Jika Anda telah menggunakan Mycoral, namun tidak efektif pada kulit, Anda sebaiknya temui dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami akibat infeksi kulit.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Apakah Anda pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi pemeriksaan fisik. Setelah melakukan diagnosis, dokter dapat menentukan pengobatan yang lebih baik seperti obat antibiotik. Anda juga dapat mengobati infeksi kulit di rumah. Contoh pengobatan yang dapat dilakukan di rumah adalah menggunakan kompres dingin.

Kesimpulan

Mycoral merupakan salah satu pengobatan yang dapat digunakan pasien untuk mengatasi infeksi kulit. Meskipun demikian, aturan pakai perlu diperhatikan. Obat tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping dan tidak dapat digunakan oleh orang-orang yang mengalami kondisi tertentu seperti penyakit hati. Untuk informasi lebih lanjut tentang Mycoral, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Apa Itu Nifedipine, Ketahui Manfaat dan Efek Sampingnya

Apa Itu Nifedipine, Ketahui Manfaat dan Efek Sampingnya

Tablet oral nifedipine adalah obat resep yang tersedia dalam nama merek Afeditab CR, Adalat CC, dan lain-lain dengan sifat pelepasan lambat. Obat pelepasan lambat, atau biasa dikenal dengan istilah “extended-release”, secara perlahan dilepaskan ke dalam aliran darah selama beberapa waktu. Nifedipine digunakan untuk merawat tekanan darah tinggi ataupun angina. Nifedipine tersedia dalam bentuk obat generic, dalam arti biasanya memiliki harga yang lebih murah dan terjangkau. 

Nifedipine digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada orang-orang yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Obat ini juga digunakan untuk merawat vasospastic angina (rasa nyeri pada dada yang disebabkan karena kejang pada arteri di sekitar jantung) atau chronic stable angina (rasa nyeri pada dada yang terjadi karena aktivitas ataupun stres). Selain itu, nifedipine juga dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi. Ini berarti Anda perlu mengonsumsi obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain. Apabila Anda disarankan konsumsi nifedipine untuk merawat tekanan darah tinggi, maka ada kemungkinan Anda akan diresepkan obat-obatan penurun tekanan darah lainnya. Sementara itu, apabila Anda menggunakan nifedipine untuk merawat angina, Anda bisa mengonsumsinya bersama nitrate (produk -produk nitroglycerin) atau penghambat beta. 

Bagaimana obat ini bekerja?

Nifedipine masuk ke dalam kelas obat yang disebut dengan penghambat saluran kalsium (calcium channel blocker). Kelas obat adalah kelompok obat-obatan yang bekerja dengan cara yang sama dan sering digunakan untuk merawat kondisi serupa. Penghambat saluran kalsium membantu menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara menenangkan pembuluh darah di seluruh tubuh. Sebagai hasilnya, tekanan yang kurang kuat terjadi dan jantung tidak perlu bekerja terlalu keras untuk memompa darah. 

Sementara itu, penghambat saluran kalsium membantu mencegah angina dengan dua cara. Yang pertama, obat ini menurunkan tekanan darah di arteri koroner (arteri yang memasok darah ke jantung Anda). Sebagai hasilnya, jantung Anda menerima lebih banyak oksigen dan darah. Yang kedua, obat ini membantu mencegah kekejangan  pada arteri koroner. Yang dimaksud dengan kejang di sini adalah penyempitan arteri tersebut yang terjadi secara tiba-tiba dan bersifat sementara. 

Apakah ada efek samping dari nifedipine?

Sama seperti obat-obatan lain, nifedipine dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun obat ini tidak menyebabkan kantuk, beberapa efek samping yang dapat terjadi di antaranya adalah sakit kepala, mual, pusing, kulit yang memerah, maag, kram otot, konstipasi, batuk, kemampuan atau keinginan seksual yang menurun, edema (pembengkakan pada kaki), dan tubuh yang terasa lemah. Apabila gejala efek samping tersebut bersifat ringan, gejala akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Namun, apabila gejala berubah menjadi semakin parah atau tidak kunjung sembuh, hubungi dokter segera. 

Selain gejala umum di atas, nifedipine juga dapat menyebabkan gejala yang lebih serius. Hubungi dokter secepatnya apabila Anda menderita gejala serius, seperti edema (retensi cairan), dengan gejala berupa pembengkakan pada tangan, kaki, dan pergelangan kaki; reaksi alergi dengan gejala seperti kesulitan bernapas, kesulitan menelan, ruam atau gatal-gatal, dan pembengkakan pada wajah, mata, bibir, dan lidah; tekanan darah rendah atau detak jantung yang rendah dengan gejala seperti pusing dan pingsan; kerusakan hati, dengan gejala kulit berubah menguning dan bagian putih mata menjadi kuning; serta nyeri dada (angina) yang lebih parah dan terjadi dengan sering. Hubungi dokter untuk informasi lebih lanjut seputar nifedipine.

Obat Migrain Apakah yang Aman untuk Ibu Menyusui?

Obat Migrain Apakah yang Aman untuk Ibu Menyusui?

Migrain biasanya terjadi pada ibu menyusui, selama tahap awal pasca kehamilan. Perubahan hormon dalam tubuh Anda dapat menyebabkan stres yang tidak semestinya, dan Anda mungkin akan menderita migrain excedrin saat menyusui. Lalu obat migrain apa yang aman dikonsumsi ibu menyusui?

Sakit kepala terjadi selama periode pasca persalinan pada 30% hingga 40% dari semua wanita, tidak hanya pada mereka yang pernah mengalami migrain di masa lalu, dan biasanya terjadi selama minggu pertama setelah melahirkan. Selama enam minggu pertama post partum, sakit kepala cenderung lebih menyakitkan dan berlangsung lebih lama, meskipun mungkin mulai membaik setelahnya. Hal ini diperkirakan karena fluktuasi hormon setelah melahirkan.

Anda tidak perlu khawatir, karena ada lebih banyak pilihan pengobatan dan obat untuk mengobati migrain saat Anda menjadi ibu menyusui daripada saat Anda hamil. Obat dianggap aman jika bayi Anda mendapat kurang dari 10 persen dosis melalui ASI Anda.

Ibu menyusui yang menderita migrain, merasakan sensasi berdenyut dan berdenyut di sekitar kepala. Sakit kepala yang berkepanjangan bahkan bisa bertahan selama 2-3 hari, dan Anda mungkin menderita ketidaknyamanan tingkat tinggi. Biasanya, gejala utama migrain adalah sakit kepala yang berdenyut-denyut. Beberapa gejala lain yang menunjukkan timbulnya migrain meliputi:

  • Nyeri di satu sisi atau kedua sisi kepala Anda
  • Sifat lekas marah
  • Leher kaku
  • Penglihatan kabur
  • Mual dan muntah 

Dokter Anda mungkin meresepkan beberapa obat migrain yang aman untuk ibu menyusui. Beberapa dari obat-obatan ini meliputi:

  • Asetaminofen (parasetamol)

Asetaminofen atau parasetamol dianggap sebagai obat migrain untuk ibu menyusui yang aman. Tidak hanya ibu menyusui, biasanya obat ini juga dikonsumsi oleh ibu hamil yang menderita sakit kepala.

  • Ibuprofen

Obat-obatan anti radang non steroid (NSAID), seperti naproxen dan indomethacin, boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui yang mengalami migrain. Namun, ibuprofen lebih dianjurkan karena keamanannya sudah diteliti oleh sejumlah riset.

  • Penghambat beta (beta blockers)

Obat-obatan penghambat beta, seperti propanolol dan metoprolol, dianggap sebagai obat pencegah migrain yang paling direkomendasikan untuk ibu menyusui karena hanya sedikit kandungan keduanya yang terserap ke dalam ASI.

  • Kortikosteroid

Kortikosteroid oral, seperti prednisone dan prednisolone, dianggap relatif aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Sebab, hanya sekitar 1-2 persen saja yang terserap ke dalam ASI.

Sebelum mencoba berbagai obat migrain di atas, pastikan Anda berkonsultasi dulu pada dokter untuk mengetahui dosis dan aturan pemakaian yang tepat untuk ibu menyusui.

Sebenarnya obat migrain terbaik untuk ibu menyusui adalah dengan tidak menggunakan obat sama sekali dan untuk menghindari pemicu migrain Anda. Tidur yang cukup, menghindari stres yang tidak perlu, mengelola masalah kesehatan mental, dan makan makanan seimbang semuanya membantu. Namun, mungkin obat akan bekerja secara lebih efektif untuk mengobati migrain Anda. Bicarakan dengan tim dokter Anda pada trimester ketiga tentang rencana Anda untuk mengelola migrain saat Anda menyusui.

Fungsi Obat Anti Depresan, Sertraline

Merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk menangani beberapa gangguan kejiwaan seperti depresi, OCD (obressive compulsive disorder), gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, PTSD (post traumatic disorder) dan prementrual dysphoric disorder, pada umumnya dikenal dengan nama sertraline.

Obat ini termasuk dalam golongan obat antidepresan golongan selectoive sertoinin reuptake inhibitor (SSRIs). Bekerja dengan cara mengembalikan keseimbangan zat kimia serotonin pada otak sehingga dapat meningkatkan suasana hati. Untuk bisa mendapatkan dan mengonsumsi obat ini harus dengan resep dokter.

Manfaat Sertraline

Selain mengatasi beberapa gangguan yang sudah disebutkan di atas, obat ini juga mampu memulihkan kondisi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara meningkatkan mood, tidur, nafsu makan dan tingkat energi. Selain itu, obat ini juga dapat menurunkan rasa takut, kecemasan, pikiran yang tidak diinginkan hingga sejumlah serangan panik.

Obat ini dikenal sebagai serotonin reuptake inhibitor (SSRI), bekerja dengan membantu mengembalikan kesimbangan zat alami tertentu pada otak. Salah satu dampaknya adalah mengurangi dorongan untuk melakukan sesuatu tang berulang-ulang, seperti mencuci tangan, perhitungan dan pemeriksaan.

Serotonin menjadi senyawa otak yang dikaitkan dengan kebahagiaan, dengan tertahannya kadar serotonin ini mood pasien diharapkan bisa membaik. Obat ini juga termasuk dalma golongan obat keras, sehingga untuk mendapatkannya diperlukan resep dari dokter dan obat ini tidak sembarang digunakan karena memiliki banyak efek samping dan peringatan penggunaan.

Efek Samping Umum

Efek samping yang muncul bisa sedikit berbeda kemunculannya pada orang dewasa dan anak-anak, bisa terasa ringan dan dapat hiolang setelah beberapa hari. Namun, jika efek samping yang muncul cenderung parah harus segera dilakukan pemeriksaan ke dokter. Berikut beberapa efek samping yang perlu diwaspadai.

  • Orang Dewasa

Mual, hilang nafsu makan diare dan gangguan pencernaan, munculnya perubahan kebiasana tidur, termasuk peningkatan kantuk atau justru susah tidur. Meningkatknya intensitas keringat yang muncul, masalah seksual termasuk penurunan gairah dan gagal ejakulasi. Tremor dengan kelelahan pada tubuh, marah tak karuan dan merasa gelisah.

  • Anak-anak

Efek samping yang muncul pada anak-anak bisa sama seperti yang dirasakan orang dewasa, namun ditambah dengan risiko efek lainnya. Seperti agitasi otot atau peningkatkan gerak tidak normal, mimisan, menjadi lebih sering buang air hingga mengompol, menjadi agresif. Bagi anak perempuan yang sudah cukup umur mengalami haid berat hingga pertumbuhan lambat.

  • Bersifat Serius

Sama seperti obat keras pada umumnya, obat ini juga menimbulkan efek samping yang sifatnya serius dan bahkan mengancam nyawa. Seperti munculnya upaya bunuh diri, bertindak karena rangsangan berbahaya, perilaku agresif cenderung kekerasan, depresi menjadi lebih parah, rasa cemas atau serangan panik parah, sulit tidur dan masih banyak lagi.

Jika pasien mengalami perilaku yang disebutkan tersebut, segera hubungi dokter atau kunjungi rumah sakit terdekat. Terlebih jika yang mengalaminya anak-anak, bantuan gawat darurat dibutuhkan untuk penanganan gejala yang parah guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Jangan Sembarang Konsumsi

Sertraline merupakan obat keras yang sangat berbahaya jika dikonsumsi tanpa izin dari dokter, FDA bahkan memberi peringatan kotak hitam terhadap obat ini. Tandanya obat ini memiliki efek samping yang sangat berbahay jika tidak dikonsumsi sesuai dengan aturan atau dosis yang direkomendasikan oleh dokter.

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di dalam kamar mandi dan jangan dibekukan, meskipun beberapa merek obat jenis ini yang lainnya memiliki aturan penyimpanan tersendiri.

Mengenal Kapsul Oral Omeprazole

omeprazole obat asam lambung

Kapsul oral omeprazole merupakan sebuah obat resep yang tersedia dalam bentuk generic. Obat ini tidak memiliki versi bermerek, dan tersedia dalam bentuk suspensi oral dan obat-obatan OTC. Kaspul oral omeprazole merupakan sebuah obat yang pelepasannya ditunda, dalam arti obat dilepaskan secara perlahan hingga obat tersebut melewati lambung. Penundaan ini mencegah obat dinonaktifkan oleh lambung Anda. 

Omeprazole digunakan untuk merawat berbagai macam kondisi yang disebabkan karena terlalu banyak produksi asam, misalnya penyakit refluks gastroesofagus (GERD), erosive esophagitis (kerusakan kerongkongan yang berhubungan dengan asam), gastric ulcer atau duodenal ulcer, sindrom Zollinger-Ellison, dan infeksi lambung yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Omeprazole juga dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi, dalam arti Anda harus mengonsumsi obat ini bersamaan dengan obat-obatan lain yang diresepkan oleh dokter. 

Bagaimana obat ini bekerja dan apa saja efek sampingnya?

Omeprazole masuk dalam kelas obat yang disebut dengan penghambat pompa proton (PPI). Kelas obat adalah sebuah kelompok obat yang bekerja dengan cara sama. Obat-obatan tersebut sering digunakan untuk merawat kondisi yang serupa. Omeprazole bekerja dengan cara menurunkan jumlah asam yang diproduksi oleh lambung. Omeprazole akan menghambat sebuah sistem di sel-sel lambung yang disebut pompa proton. Pompa proton bekerja pada langkah akhir produksi asam. Ketika pompa proton dihambat, lambung akan memproduksi lebih sedikit asam. Dengan cara ini akan membantu mengurangi gejala yang dimiliki. 

Efek samping

Kapsul oral omeprazole tidak menyebabkan kantuk. Namun, sama seperti obat-obatan lain pada umumnya, omeprazole dapat menyebabkan beberapa efek samping, dengan gejala yang sedikit cukup berbeda antara orang dewasa dan anak-anak. Efek samping pada orang dewasa di antaranya adalah sakit kepala, sakit perut, mual, diare, muntah, dan gas. Sementera anak akan menderita efek samping serupa ditambah dengan munculnya demam. Apabila efek samping tersebut bersifat ringan, gejala yang dirasakan akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Namun, jika gejala efek samping berubah menjadi lebih parah atau tidak kunjung sembuh, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan. 

Omeprazole juga dapat menyebabkan efek samping serius. Jika hal tersebut terjadi, segera cari bantuan medis kegawatdaruratan karena efek samping ini dapat mengancam nyawa. Adapun gejala efek samping serius di antaranya adalah:

  • Kadar magnesium yang rendah. Menggunakan obat ini selama 3 bulan atau lebih dapat menyebabkan level magnesium yang rendah di dalam tubuh. Gejalanya adalah kejang, detak jantung yang cepat dan tidak normal, tremor, gelisah, lemah otot, pusing, dan kram atau nyeri otot.
  • Defisiensi vitamin B-12. Menggunakan obat ini selama 3 tahun atau lebih akan membuat tubuh Anda kesulitan menyerap vitamin B-12. Gejalanya di antaranya adalah gugup, peradangan pada saraf (neuritis), mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki, koordinasi otot yang buruk, dan perubahan menstruasi. 
  • Diare parah. Hal ini dapat disebabkan karena infeksi Clostridium difficile di usus. Gejalanya di antaranya adalah kotoran yang encer, sakit perut, dan demam yang tidak kunjung mereda. 
  • Peradangan di lapisan lambung. Gejalanya adalah sakit perut, mual, muntah, dan turunnya berat badan. 

Kapsul oral omeprazole digunakan untuk perawatan jangka pendek penyakit duodenal ulcer, gastric ulcer, dan penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Untuk penyakit erosive esophagitis dan pathological hypersecretory condition, omeprazole dapat digunakan sebagai bentuk perawatan jangka panjang. 

Interzinc: Obat untuk Mencegah Dehidrasi

Interzinc: Obat untuk Mencegah Dehidrasi

Setiap orang perlu menjaga kesehatan tubuh supaya dapat beraktivitas sesuai kebutuhan dan aman dari berbagai penyakit seperti virus Corona atau Covid-19. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan adalah mengkonsumsi banyak air putih setiap hari. Mengkonsumsi air putih dapat mencegah dehidrasi. Selain mengkonsumsi air putih, pasien juga bisa mengkonsumsi obat Interzinc.

Interzinc merupakan obat yang memiliki peran untuk menggantikan cairan di dalam tubuh. Interzinc dapat dikonsumsi anak-anak. Interzinc juga merupakan obat yang ideal untuk anak karena memiliki mikronutrien yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, pertumbuhan, dan pemeliharaan sistem imun anak.

Interzinc merupakan salah satu obat yang dapat Anda peroleh secara bebas dimana obat tersebut tidak perlu diperoleh melalui resep dokter. Meskipun dapat diperoleh secara bebas, Anda dihimbau untuk memperhatikan dosis, aturan pakai, dan efek samping yang ada pada obat tersebut.

Interzinc dijual dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar Rp 50.000,00. Obat tersebut diproduksi oleh Interbat. Anda bisa memperoleh obat tersebut baik di toko obat maupun secara online. Interzinc tersedia dalam kemasan 1 botol sebanyak 60 mL.

Kandungan Obat Interzinc

Interzinc merupakan salah satu obat yang mengandung zinc dimana kandungan tersebut dilengkapi dengan oral rehydration salt (ORS) yang dapat mengganti cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas atau sakit. Obat yang mengandung bahan tersebut dapat membantu anak beraktivitas sesuai kebutuhan mereka.

Penggunaan Obat Interzinc

Jika Anda ingin menggunakan obat Interzinc pada anak, Anda perlu pahami bahwa Anda perlu menggunakannya sesuai petunjuk yang tertera di kemasan dan anjuran dokter. Jika anak Anda berusia di antara 2 hingga 6 bulan, maka pemakaiannya adalah sebesar setengah sendok takar (10 mg) per hari. Jika anak Anda berusia di antara 6 bulan hingga 5 tahun, maka pemakaiannya adalah sebesar 1 sendok takar (20 mg) per hari. Obat Interzinc perlu dikonsumsi selama 10 hari berturut-turut.

Efek Samping Obat Interzinc

Selain penggunaan, Anda juga perlu pahami bahwa obat Interzinc dapat menimbulkan efek samping berupa muntah. Jika pasien mengalami muntah, pasien sebaiknya istirahat yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang sehat, termasuk minum banyak air putih. Muntah dapat menyebabkan kekurangan cairan di dalam tubuh.

Bertemu dengan Dokter

Jika pasien terkena gejala dan kondisinya tidak membaik, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal seperti:

  • Daftar gejala yang dialami anak Anda.
  • Daftar obat yang dikonsumsi anak Anda.
  • Daftar riwayat medis (jika perlu).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi anak Anda seperti:

  • Kapan gejala yang anak Anda alami terjadi?
  • Apakah anak Anda mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Sudahkah Anda mencoba pengobatan lain untuk mengatasi gejala yang dialami?

Pandemi Virus Corona

Setiap orang harus selalu menjaga kesehatan, karena saat ini dunia menghadapi pandemi virus Corona dimana virus tersebut telah menyebabkan lebih dari 57 juta kasus. Hal tersebut juga telah menyebabkan lebih dari 1,3 juta orang meninggal dunia, namun lebih dari 39 juta orang telah dinyatakan sembuh.

Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran virus Corona, setiap orang dihimbau untuk melakukan hal-hal di bawah:

  • Memakai masker ketika berada di luar rumah.
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik. Jika tidak menemukan tempat cuci tangan, hand sanitizer juga bisa digunakan.
  • Hindari kerumunan dan jaga jarak dengan orang lain sejauh 1,5 meter.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengkonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Kesimpulan

Interzinc merupakan salah satu obat yang dapat mencegah dehidrasi pada anak. Meskipun demikian, obat tersebut dapat menyebabkan efek samping berupa muntah. Oleh karena itu, menjaga kesehatan itu penting dengan melakukan cara-cara yang disebutkan di atas.

Bekerja di Apotek, Apa Saja Tugas Apoteker?

Profesi apoteker tentu sudah tidak asing di telinga Anda. Ketika akan membeli obat di apotek, Anda bertemu dengan banyak apoteker yang memiliki wewenang untuk meracik dan memberi anjuran mengenai obat-obatan. Tapi, tidak hanya itu, sebenarnya masih ada tugas apoteker lainnya yang mungkin jarang diketahui orang.

Sama seperti petugas medis, apoteker membantu dalam memberikan layanan kesehatan, khususnya dalam hal pemberian obat-obatan. Profesi ini bukan profesi yang bisa dilakukan dengan sembarangan, karena menyangkut kesehatan orang lain.

Di Indonesia, profesi apoteker juga sudah diatur dalam peraturan khusus. Aturan tersebut menentukan hak dan wewenang apoteker serta apa saja tugas-tugas yang berkaitan dengan profesi tersebut.

Mengenal tugas apoteker sehari-hari

Pada dasarnya, seorang apoteker adalah orang yang ahli dalam pengobatan dan cara menggunakannya. Apoteker memberikan nasehat kepada pasien mengenai obat-obatan yang bisa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Setiap harinya, seorang apoteker memiliki beberapa tugas, seperti:

  • Memberi nasehat tentang perawatan yang paling efektif untuk kondisi yang bisa diobati dengan obat tanpa resep
  • Memastikan obat dapat diminum dengan aman dan tidak menimbulkan reaksi negatif jika tercampur dengan obat jenis lain
  • Memberi nasehat kepada dokter dan perawat tentang cara memilih obat dan menggunakannya dengan benar
  • Memberi anjuran dalam dosis meminum obat
  • Membantu pasien dalam mengelola kondisi jangka panjang melalui obat-obatan
  • Memberi informasi mengenai potensi efek samping dari sebuah obat
  • Memantau efektivitas pengobatan dengan memperhatikan efek samping yang dialami pasien setelah menggunakan obat tertentu
  • Mengawasi ketersediaan pasokan obat-obatan di apotek

Tidak hanya pada pasien, bantuan dari apoteker pun diberikan juga kepada dokter dan perawat di rumah sakit. Selain itu, seorang apoteker juga terlibat dalam pembuatan obat.

Selama menjalankan tugas, apoteker bertanggung jawab dalam memastikan kualitas obat yang diberikan kepada pasien, memastikan obat yang dikonsumsi sah berdasarkan hukum, dan memberikan anjuran pemakaian serta resiko efek samping yang bisa ditimbulkannya.

Kesalahan informasi dari seorang apoteker bisa memberikan dampak yang fatal terhadap kondisi kesehatan pasien. Karena itu, profesi apoteker hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah mendapatkan sertifikasi atau dinyatakan resmi menjadi seorang apoteker.

Bagaimana cara menjadi seorang apoteker?

Bila Anda memiliki keinginan untuk menjalani profesi sebagai apoteker, Anda perlu mempersiapkan diri agar bisa menjalankan tugas apoteker dengan baik nantinya. Syarat utamanya adalah menjadi lulusan di bidang farmasi.

Selama menjalani pendidikan farmasi, Anda akan mempelajari mengenai pekerjaan apoteker melalui teori dan praktek. Setelah itu, Anda bisa mendapatkan sertifikasi resmi dan dinyatakan lulus untuk menjadi apoteker.

Selain itu, untuk menjadi apoteker, diperlukan juga kemampuan dan karakteristik berupa:

  • Memiliki kemauan untuk mengawasi orang lain
  • Memahami dan mengikuti hukum yang berlaku
  • Mampu memberikan penjelasan lengkap mengenai obat-obatan pada orang lain
  • Keterampilan dalam komunikasi, baik berbicara maupun mendengarkan
  • Keterampilan di bidang sains
  • Tertarik pada bidang kesehatan masyarakat
  • Bertanggung jawab
  • Dapat berkomunikasi dan menghadapi berbagai jenis orang
  • Teliti dan akurat dalam meracik serta memberikan anjuran mengenai obat-obatan

Ketertarikan pada bidang kesehatan sangat penting untuk menjadi seorang apoteker. Tanpa ketertarikan tersebut, Anda akan merasa terbebani untuk menjalani proses pendidikan yang harus dilalui sebelum mendapatkan gelar apoteker.

Bila Anda memiliki keterampilan dan karakteristik yang tepat, Anda akan bisa menjalani tugas apoteker dengan baik nantinya.

Efek Samping Obat Jamur

Kelompok obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur disebut dengan antijamur, obat antijamur atau antifungi ini tersedia dalam berbagai bentuk sediaan. Mulai dari tablet, krim, salep, bedak, sabun hingga sampo. Namun demikian, penggunaan obat jamur tidak boleh sembarang digunakan, harus sesuai dengan resep dokter.

Cara kerja obat antijamur adalah menyeran struktur dan fungsi penting yang terdapat di dalam sel jamur. Tepatnya, merusak membran dan dinding sel, sehingga sel jamur akan pecah hingga akhirnya mati. Sebagian obat antijamur bisa membunuh sel jamur, sementara sebagian lainnya bisa mencegah pertumbuhan dan perkembangan sel.

Efek Samping Obat Jamur

Infeksi jamur bisa menyerang bagian tubuh mana pun, meskipun bisa menyerang semua bagian tubuh, infeksi paling sering terjadi di kulit, rambut dan kuku. Infeksi yang diakibatkan jamur tidak berbahaya, namun bisa menjadi serius jika penderita memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Seperti misalnya penderita infeksi HIV, terlepas dari itu berikut ini beberapa efek samping obat antijamur.

  • Obat Antijamur Topikal

Secara umum, penggunaan obat ini tidak menimbulkan efek samping dan mudah digunakan, terkadang beberapa orang mengalami rasa sakit seperti gatal, terbaka atau kemerahan di mana obat antijamur dioleskan pada area kulit.

Apabila efek sampng ini semakin parah, segera berhenti menggunakan obat tersebut. Perlu diketahui bahwa beberapa perempuan mengalami iritasi di sekitar vagina setelah memakai produk obat antijamur vagina.

  • Obat Antijamur Oral

Obat yang paling sering ditemukan untuk dikonsumsi adalah terbinafine, fungsinya untuk mengobati infeksi kuku, miconazole dan nistatin untuk sariawan serta flukonazol untuk infeksi jamur pada vagina. Penggunaan obat antijamur ini biasanya tidak membuat para pengguna mengalami efek samping.

Pengguna bisa membeli flukonazol tanpa resep dokter di apotek, karena obat ini dianggap sebagai obat yang tidak mungkin menyebabkan masalah. Namun perlu diketahui bahwa penggunaan obat antjamur bisa menyebabkan masalah hati atau efek samping yang lebih serius pada sebagian orang. Berikut ini beberapa efek samping yang sering muncul dari penggunaan obat ini.

  • Terbinafine terkadang bisa menyebabkan beberapa kondisi seperti sakit perut, kehilangan nafsu makan, merasa sakit perut atau mual, gangguan perut, diare, sakit kepala, ruam, gangguan indera perasa hingga nyeri otot dan sendi.
  • Flukonazol bisa menyebabkan mual, sakit perut, diare, masuk angin, sakit kepala hingga muncul ruam kemerahan pada kulit.
  • Miconazole biasanya menyebabkan penggunannya mual hingga muntah disertai dengan ruam merah yang muncul pada kulit, sementara Nistatin bisa menyebabkan seseorang mengalami nyeri pada mulut.
  • Obat Antijamur Intravena

Beberapa efek samping yang ditimbulkan dari golongan obat antijamur jenis ini adalah hilangnya nafsu makan, merasa tidak enak badan, muntah, diare, merasakan nyeri di ulu hati, demam menggigil, sakit kepala hingga nyeri otot dan sendi, anemia dan nyeri luka pada area suntikan.

Jenis Obat Jamur

  • Azole

Obat ini merupakan jenis antijamur berspektrum luas, artinya bisa membunuh berbagai jenis jamur, obat antijamur golongan ini bekerja dengan cara merusak membran sel jamur. Jika membran sel jamur rusak, maka jamur juga akan mati.

  • Echinocandin

Obat antijamur ini bekerja dengan cara merusak dinding pada sel jamur, dinding sel jamur yang rusak nantinya tidak dapat dibentuk lagi hingga akhirnya sel jamur akan mati.

  • Polyene

Obat antijamur golongan ini juga dikenal sebagai obat antimikotik, bekerja dengan cara merusak membran sel jamur. Sehingga, sel jamur akan mati jika membran sel rusak.