Category: Penyakit

Ragam Penyakit yang Mampu Sebabkan Pinggang Belakang Sakit

Sakit pada pinggang belakang bisa terjadi ditengah-tengah aktivitas dan ini sangat mengganggu. Gejalanya bisa berupa pinggang yang terasa pegal, nyeri, kesulitan bergerak, hingga pinggang yang mati rasa. Pinggang belakang sakit dapat terjadi akibat tubuh terlalu banyak melakukan aktifitas fisik yang berat sehingga menyebabkan otot pinggang belakang menjadi lebih tegang. Terlalu banyak duduk pada satu posisi saat bekerja juga bisa sebabkan hal ini terjadi. Namun ternyata, pinggang belakang sakit tak hanya mampu disebabkan oleh aktivitas fisik tersebut. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh berbagai penyakit kronis yang terjadi dan diidap oleh tubuh. 

Penyebab sakit pinggang belakang bisa karena gangguan pada otot

1. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul adalah penyakit yang mampu sebabkan kondisi pinggang menjadi sakit, termasuk pinggang belakang. Penyakit ini kerap dialami wanita pada rentang usia 15-25 tahun yang aktif berhubungan seksual. Infeksi bakteri serta patogen bisa jadi salah satu penyebab penyakit ini dapat terjadi pada wanita. 

2. Radang usus buntu

Radang usus buntu merupakan peradangan yang terjadi akibat penyumbatan pada usus dan akhirnya menyebabkan infeksi. Saat seseorang terkena radang usus buntu, ia akan mengalami rasa sakit yang hebat disini kanan perut dan rasa sakit bisa menjalar hingga pinggang bagian belakang. 

3. Gangguan pencernaan atau kram usus

Orang yang mengalami gangguan pencernaan atau kram pada usus juga dinilai mampu sebabkan rasa sakit di area pinggang. Sebab, sakit dan nyeri yang dirasakan pada bagian perut penderita dapat menjalar hingga ke bagian pinggang belakang.

4. Kista ovarium

Penderita kista ovarium lanjutan akan mengalami nyeri hebat pada panggul dan bagian perut bawah. Tak jarang kondisi ini juga mengakibatkan pinggang belakang sakit dan terasa nyeri. 

5. Infeksi ginjal

Mengidap infeksi ginjal membuat penderitanya kerap mengalami pinggang belakang sakit. Selain mengalami pinggang belakang sakit, gejalanya juga diiringi dengan demam, kelelahan, urine berbau, hingga intensitas buang air kecil yang jadi lebih sering atau bahkan lebih jarang dari biasanya.

6. Endometriosis

Endometriosis adalah gangguan pada rahim akibat terdapat jaringan yang terbentuk dan tumbuh diluar rahim. Gejalanya bisa berupa darah yang berlebihan saat menstruasi, nyeri saat buang air kecil, hingga rasa sakit pada pinggang belakang. 

7. Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus merupakan penyakit yang terjadi akibat usus yang mengalami iritasi. Iritasi yang terjadi bisa dipicu oleh saluran cerna yang bermasalah akibat makanan, gangguan hormon, hingga masalah stres. Gejalanya adalah sakit atau kram perut hebat, diare atau malah kesulitan buang air besar, perut kembung, BAB berlendir, mual muntah, nafsu makan menurun drastis, panas pada dada, mudah lelah, hingga nyeri pada pinggang. 

8. Kehamilan

Salah satu keluhan yang kerap terjadi pada ibu hamil adalah pinggang belakang sakit. Ternyata hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Sebab, selama hamil ligamen di tubuh ibu secara alami akan jadi lebih lembut dan meregang dan mampu sebabkan nyeri pada punggung dan pinggang bawah, hingga panggul ibu.

Itulah beberapa penyakit atau kondisi medis yang dinilai mampu sebabkan pinggang belakang sakit. Agar penyebabnya diketahui secara rinci, pemeriksaan pada dokter spesialis adalah cara terbaik yang bisa Anda lakukan saat tubuh mulai menunjukkan keluhan pada pinggang. Sebab dengan melakukan pemeriksaan, penyebab terjadinya keluhan dapat diketahui secara pasti dan pengobatan yang dilakukan pun dapat disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.

Gangguan pada Kelenjar Tiroid, Kelenjar Gondok hingga Kanker Tiroid

Kelenjar tiroid merupakan salah satu bagian tubuh yang punya banyak fungsi, salah satunya adalah memaksimalkan kinerja tubuh. Namun, sayangnya bisa muncul gangguan pada kelenjar ini seperti struma difusa tiroid atau dikenal juga sebagai kelenjar gondok.

Kelenjar tiroid terletak di bawah pita suara yang berbentuk seperti sayap kupu-kupu dan memiliki berat antara 20 hingga 60 gram. Kelenjar ini juga dikelilingi oleh dua kapsul berserat, yaitu kapsul dalam dan luar.

Kelenjar tiroid berperan pentin untuk mengatur metabolisme tubuh

Fungsi Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid memproduksi beberapa hormon yang berperan dalam proses metabolisme hingga mengendalikan emosi. Fungsi kelenjar tiroid ini juga dibedakan berdasarkan hormon yang diproduksi, seperti:

  1. Hormon triiodothyronine dan tiroksin

Kelenjar tiroid memproduksi hormon triiodothyronine dan tiroksin yang memiliki peran penting dalam proses metabolisme tubuh. Hormon tersebut memiliki efek hampir di seluruh jaringan tubuh dan mempengaruhi beberapa aktivitas berikut:

  • Nafsu makan
  • Suhu tubuh
  • Penyerapan zat
  • Pergerakan usus
  • Kekuatan dan kecepatan detak jantung
  • Daya konsentrasi
  • Gerak refleks
  • Perkembangan fisik anak
  • Penggunaan energi tubuh
  • Pertumbuhan otak anak
  • Fungsi seksual
  • Penggunaan oksigen pada sel-sel tubuh
  • Pola tidur
  • Hormon reproduksi
  1. Hormon kalsitonin

Hormon selanjutnya yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid adalah hormon kalsitonin. Fungsi utama dari hormon ini adalah pembentukan tulang dan mengatur kadar kalsium di dalam darah.

Hormon kalsitonin bekerja dengan menurunkan pelepasan kalsium dari tulang dan memacu pembentukan tulang oleh sel-sel osteoblas.

Gangguan Kesehatan Karena Masalah pada Kelenjar Tiroid

Masalah pada kelenjar tiroid bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, diantaranya adalah:

  • Tiroiditis

Peradangan pada kelenjar tiroid disebut dengan tiroiditis. Penderitanya bisa saja tidak merasakan gejala apapun, namun ada juga sebagian yang mengalami nyeri. Penyebab dari kondisi ini adalah infeksi virus atau penyakit autoimun.

  • Penyakit gondok

Pembengkakan pada kelenjar tiroid dikenal juga dengan penyakit gondok. Penyakit ini biasanya terjadi karena kekurangan yodium atau penyakit hashimoto.

  • Hipertiroidisme

Jika tubuh memiliki kadar hormon tiroid yang jauh di atas angka normal, maka Anda bisa mengalami hipertiroidisme. Penyebab hipertiroidisme adalah kelenjar hormon yang overaktif atau penyakit Graves.

  • Hipotiroidisme

Jika hipertiroidisme terjadi saat hormon tiroid terlalu banyak, maka hipotiroidisme terjadi saat tubuh kekurangan hormon tiroid. Pemicu dari kondisi ini adalah rusaknya kelenjar hormon tiroid yang disebabkan gangguan autoimun.

  • Nodul tiroid

Nodul tiroid merupakan kondisi saat terdapat benjolan pada kelenjar tiroid. Nodul tiroid bisa bersifat jinak maupun ganas. Penderitanya bisa menunjukkan gejala kelebihan tiroid atau sama sekali tidak mengalami keluhan apapun.

  • Kanker tiroid

Kanker tiroid terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali. Umumnya, kanker ini bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat, seperti terapi hormon, radioterapi, dan operasi.

  • Badai tiroid

Badai tiroid merupakan salah satu bentuk komplikasi dari hipertiroidisme yang berbahaya karena dapat mengancam jiwa. Kondisi ini terjadi ketika kadar hormon tiroid di dalam tubuh sangat tinggi.

Penderitanya akan mengalami beberapa gejala, seperti demam tinggi, muntah, diare, dehidrasi, halusinasi, pingsan, detak jantung yang cepat, bagian putih pada mata, dan kulit menguning.

  • Struma difusa tiroid

Struma difusa tiroid atau kelenjar gondok merupakan pembengkakan pada leher karena kelenjar tiroid membesar dengan permukaan rata. Kondisi ini diikuti dengan peningkatan hormon tiroid. 

Mengingat seberapa pentingnya kelenjar tiroid, Anda harus lebih memperhatikan kesehatan. Jangan biarkan penyakit seperti kelenjar gondok, hipertiroidisme, hipertiroidisme, kanker tiroid, dan lainnya mengancam kesehatan kelenjar tiroid. Cukupi asupan serat karbohidrat kompleks, dan yodium untuk menjaga kesehatan kelenjar ini.

Perbedaan Payudara Nyeri Haid Tak Kunjung Datang dengan Tanda Kehamilan

Selain perubahan mood, sebagian dari wanita juga akan mengalami gejala payudara nyeri pada saat mendekati tanggal haid. Akan tetapi bila payudara nyeri haid tak kunjung datang, biasanya wanita khususnya bagi seorang ibu akan bertanya apakah ia sedang hamil. Padahal, rasa nyeri pada payudara saat akan haid dan hamil mengalami perbedaan yang bisa Anda rasakan.

Maka dari itu, dengan mengenali perbedaannya, Anda bisa membedakan mana nyeri karena haid dan mana juga gejala kehamilan.

Nyeri payudara di luar siklus haid bisa terjadi karena beberapa kemungkinan

Nyeri payudara tanda haid

Bagi Anda yang sudah pernah merasakan kehamilan, pasti menyadari bahwa tanda hamil dan tanda menstruasi memiliki kemiripan, seperti nyeri payudara, sakit di daerah punggung dan pinggang, perubahan suasana hati, dan gejala lainnya.

Maka dari itu seringkali ketika payudara nyeri haid tak kunjung datang ini dicurigai sebagai tanda hamil.

Jika nyeri payudara sebagai gejala datangnya haid, maka payudara akan mengalami nyeri dan bengkak selama satu hingga dua minggu sebelum haid mulai dan mereda saat setelah selesai haid.

Selain itu, jika Anda meraba payudara mungkin Anda akan merasakan adanya benjol kecil dan padat serta terlihat lebih berisi. Hal ini disebabkan karena adanya hormon estrogen dan progesteron yang meningkat di dalam tubuh selama siklus menstruasi.

Kedua hormon tersebut akan menyebabkan terjadinya pembengkakan pada payudara. Hormon estrogen menyebabkan saluran payudara membesar, sedangkan hormon progesteron akan membuat kelenjar susu di dalam payudara membengkak. Jadi, kedua hal itulah yang membuat Anda merasakan payudara nyeri haid tak kunjung datang.

Tentunya, rasa nyeri yang akan dialami setiap wanita akan berbeda, mulai dari rasa nyeri yang ringan hingga parah. Namun yang pasti, kondisi ini akan berangsur membaik selama masa haid.

Nyeri payudara tanda hamil

Dari sekian banyak perubahan tubuh saat hamil, nyeri payudara juga termasuk ke dalam salah satu tanda pertama jika Anda sedang hamil. Maka dari itu, tak heran bila payudara nyeri haid tak kunjung datang akan dicurigai sebagai tanda hamil.

Meskipun sama-sama terasa nyeri, namun nyeri payudara tanda hamil akan terasa lebih sakit dibandingkan pada saat PMS. Selain itu, payudara juga akan terasa lebih lembut, sensitif, dan bengkak.

Rasa nyeri, bengkak, dan payudara terasa lembut ini akan berlangsung selama beberapa minggu setelah pembuahan terjadi. Hal ini juga disebabkan karena adanya peningkatan hormon progesteron saat hamil. Hormon tersebut akan terus menyiapkan payudara untuk kondisi menyusui.

Semakin berjalannya hari, payudara tidak hanya mengalami nyeri tetapi juga perubahan pada bentuk fisiknya, seperti area puting menjadi lebih gelap, rasa kesemutan di sekitar puting, dan perubahan lainnya.

Selain itu, rasa nyeri dan perubahan payudara ini akan terus berlangsung hingga trimester terakhir. Jadi, jika Anda mengalami payudara nyeri haid tak kunjung datang dan ditambah perubahan payudara lainnya seperti yang sudah disebutkan, maka bisa jadi itu adalah tanda Anda hamil.

Untuk lebih meyakinkan Anda, pahami lah urutan perubahan payudara saat hamil.

  • Trimester pertama

Payudara akan terasa nyeri, pembuluh darah akan memompa lebih banyak darah ke payudara sehingga terjadi perubahan ukuran dan bentuk puting.

  • Trimester kedua

Area puting akan menjadi lebih gelap dan semakin menonjol keluar. Selain itu, Anda juga akan merasakan kesemutan di area puting.

  • Trimester ketiga

Payudara akan memproduksi kolostrum atau cairan yang berwarna kuning. Cairan inilah yang akan membantu meningkatkan sistem imun bayi ketika menyusui.

Hingga pada saat minggu terakhir kehamilan, payudara akan terasa lebih besar dan berat disertai munculnya stretch mark di sekitar payudara.

Nyeri payudara karena bukan haid dan hamil

Lalu bagaimana jika payudara nyeri haid tak kunjung datang dan tak juga hamil? Mungkin Anda mengalami beberapa kondisi yang bisa disebabkan karena faktor-faktor di bawah ini:

  • Cedera di area bahu, leher, atau leher yang bisa menyebabkan nyeri hingga payudara
  • Efek samping dari penggunaan pil KB atau alat kontrasepsi lainnya.
  • Menderita penyakit mastitis atau abses payudara
  • Gejala menopause

Jadi, bila Anda merasakan payudara nyeri haid tak kunjung datang maka tidak perlu merasa khawatir berlebih, apalagi jika Anda tidak sedang melakukan program hamil dan penyebab lainnya yang membuat payudara terasa nyeri. Bisa jadi, haid yang tak kunjung datang tersebut dikarenakan kondisi Anda yang sedang mengalami stres.

Penyebab Telapak Tangan Sakit Apa Saja?

Penyebab Telapak Tangan Sakit Apa Saja?

Telapak tangan sakit adalah kondisi yang dialami oleh semua orang. Hal ini karena karena begitu intensifnya kita sebagai manusia menggunakan tangan untuk melakukan berbagai macam aktivitas harian seperti mengetik atau mengangkat beban.

Aktivitas harian itu sendiri bahkan melebihi kewajaran yang sudah ditetapkan sehingga telapak sakit semakin menjadi-jadi.

Kondisi ini seringkali diremehkan oleh banyak orang karena menganggap tangan sakit adalah hal yang lumrah dan biasa sehingga tidak perlu dipersoalkan apalagi diseriusi.

Padahal, jika Anda mengalami telapak tangan yang terasa nyeri saat beraktivitas dan berulang kali mengalaminya, itu bisa jadi pertanda Anda mengalami kondisi kesehatan yang buruk. 

Kondisi kesehatan itu berupa penyakit, yaitu asam urat, penyakit ginjal, penyakit jantung dan stroke, penyakit paru-paru, kolesterol tinggi, diabetes, dan darah tinggi.

Penyakit-penyakit tersebut kebanyakan merupakan penyakit kronis yang belum ada obatnya hingga sekarang sehingga cara yang tepat adalah dengan pencegahan.

Penyebab Telapak Tangan Sakit

Lalu apa yang menyebabkan telapak tangan sakit bahkan saat menggenggam barang yang lunak sekalipun? Simak di bawah ini!

Cedera

Telapak tangan bisa terasa nyeri saat karena Anda mengalami cedera ketika terjatuh saat berjalan atau berolahraga.

Saat terjatuh itulah Anda secara refleks akan menahan tubuh Anda dengan mendaratkan telapak tangan yang berakibat keseleo atau cedera ringan pada tangan.

Sindrom terowongan karpal

Sindrom terowongan karpal adalah sindrom yang disebabkan oleh saraf medianus pada terowongan karpal mengalami kompresi.

Akibatnya, Anda akan merasakan telapak tangan terasa nyeri, kesemutan, dan mengalami sensasi ditusuk-tusuk.

Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh tindakan yang dilakukan berulang-ulang setiap hari seperti mengetik, mencuci, dan mengulek.

Sindrom de Quervain

Sindrom de Quervain adalah sindrom yang disebabkan oleh meradantnya jaringan pembungkus tendon pada sisi ibu jari sehingga menyebabkan tendon terjepit.

Penyebab lainnya adalah tindakam berulang-ulang yang melibatkan tendon sisi ibu jari seperti mengangkat dan menggendong bayi serta mencuci baju secara manual.

Adanya robekan pada triangular fibrocartilage complex

Triangular fibrocartilage complex atau TFFC adalah struktur pada sendi pergelangan di sisi kelingking yang mempunyai fungsi sebagai stabilisator dan bantalan sendi.

Apabila Anda terkena kondisi ini akan ditandai dengan sejumlah kondisi berupa nyeri pada pergelangan tertentu saat Anda membuka toples, mengayunkan stik golf, dan push up.

Peradangan sendi

Peradangan sendi yang biasanya terjadi adalah osteoartritis di tangan yang ditandai dengan munculnya benjolan dan bengkak pada tangan.

Peradangan sendi lainnya yang bisa terjadi adalah rheumathoid artritis atau dalam bahasa sehari-hari adalah rematik yang menyebabkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi.

Adapun rematik ini juga karena penyakit autoimun yang dikarenakan imun tubuh salah mengidentifikasi benda yang masuk ke tubuh. 

Rematik dapat memengaruhi Anda dalam melakukan kegiatan-kegiatan harian seperti menulis, membuka botol, memakai baju, dan membawa barang.

Posisi tangan yang tidak tepat dalam beraktivitas fisik

Rasa sakit pada tangan juga terjadi karena posisi tangan yang tidak tepat saat beraktivitas fisik terutama latihan-latihan kebugaran.

Posisi-posisi tangan yang tidak tepat itu disebabkan cara mendaratkan tangan yang tidak sesuai arahan dan anjuran dari buku petunjuk atau instruktur saat latihan sehingga akhirnya Anda mengalami nyeri, dan bahkan cedera.

Itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan telapak tangan sakit saat beraktivitas harian yang perlu Anda ketahui supaya Anda tidak meremehkan kondisi ini karena kemungkinan itu merupakan tanda terjadinya penyakit dalam tubuh Anda.

Apa Itu TB MDR? Samakah dengan TB Biasa?

TB MDR atau tuberculosis multidrug resistance adalah kondisi penyakit TBC yang kebal terhadap obat yang diberikan seperti rifampicin dan isoniazid yang merupakan obat TB paling kuat.

Akibatnya, saat diberikan obat-obatan bakteri-bakteri yang menyebabkan TBC tetap ada dan penderita tetap mengalami TBC yang kemungkinan bisa dalam kondisi yang parah.

Kuman atau bakteri tersebut menjadi resisten terhadap obat karena adanya pemakaian obat TBC yang tidak tepat terhadap pasien, yaitu dari pasien yang tidak menyelesaikan pemberian obat sesuai dengan waktu yang diberikan atau petugas kesehatan tidak memberikan obat yang sesuai dengan dosis, jumlah, dan takaran yang tepat. 

Faktor lainnya adalah suplai obat yang tidak merata dan mengalami kendala dalam distribusi, dan bahkan tidak tersedia.

Apakah penyakit ini punya ciri yang berbeda dengan TB biasa?

Umumnya tidak ada ciri khusus yang membedakan dengan TB biasa karena pada dasarnya semua sama.

Yang membedakan adalah ketika diberikan pengobatan, TB menjadi kebal karena bakteri penyebab TB telah meningkatkan kemampuan untuk bisa kebal terhadap obat-obatan yang diberikan. 

Bagaimana cara mendiagnosisnya?

Untuk bisa mengetahui secara jelas, Anda setidaknya perlu melakukan pemeriksaan di laboratorium untuk diagnosis dengan menggunakan metode tes PCR atau uji kepekaan kuman terhadap obat TBC.

Bagaimana dengan gejalanya?

Adapun untuk gejala sebenarnya sama dengan TB biasa. Gejala-gejala yang dapat dirasakan adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, batuk berdarah, berat badan menurun, sakit di dada, kesulitan bernapas, demam, keringat di malam hari, tubuh merasa lelah, badan menggigil, dan nafsu makan menurun.

Bagaimana dengan pengobatannya?

Pengobatan TB MDR tentunya bukan pengobatan biasa karena resistensi yang diberikan oleh bakteri dan kuman penyebab penyakit tersebut.

Adapun obat yang bisa diberikan pada penderita TB ini adalah fluorokinolon, yaitu semacam antibiotik yang memiliki efek samping serius sehingga pemberiannya memerlukan pengawasan dan penanganan yang tepat untuk dapat mengurangi risiko kematian.

Selain fluorokinolon, pasien juga perlu diberikan satu obat suntik seperti kanamisin, amikasin, dan kapreomisin.

Bagaimana cara penularannya?

Penularan TB resisten ini sama dengan TB pada umumnya, yaitu bisa melalui udara, percikan batuk, bersin, dan dengan kontak erat.

Supaya Anda tidak tertular diharapkan untuk selalu cuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Siapa yang dapat terkena TB ini?

Yang dapat terkena TB jenis ini adalah pasien yang tidak tertib meminum obat TBC, menderita penyakit TBC yang berulang, mempunyai riwayat pengobatan TBC sebelumnya, berasal dari wilayah yang jumlah penderita resistennya cukup tinggi, dan kontak erat dengan penderita penyakit ini.

Bagaimana cara mencegahnya?

Cara mencegah TB resisten obat ini adalah dengan setiap pengobatan TBC yang diberikan harus dituntaskan sesuai dengan aturan.

Untuk hal ini perlu kerja sama antara pasien dan petugas kesehatan yang menangani TBC. Pasien bersedia menghabiskan obat yang diberikan serta mau memberitahukan petugas jika mengalami kendala dalam mengonsumsi obat.

Petugas hendaknya juga perlu memeriksa dengan tepat, mengawasi, dan memastikan pasien menyelesaikan tahapan penanganan yang diberikan.

Supaya efektif, pasien penderita TB resisten ini hendaknya memakai masker dan jangan terlalu sering berada di ruang umum supaya tidak menularkan penyakit ke orang yang sehat.

Itulah mengenai TB MDR yang merupakan jenis penyakit TBC yang resisten terhadap penggunaan obat sehingga cara paling tepat supaya tidak kena adalah minumlah obat TBC secara teratur.

Mengenal Penyakit Diabetes Tipe 1 dan 2

Mengenal Penyakit Diabetes Tipe 1 dan 2

Penyakit diabetes mungkin sudah tidak asing di masyarakat Indonesia. Pada dunia medis, diabetes terbagi menjadi dua yaitu diabetes tipe 1 dan 2. Keduanya sama-sama berbahaya meski ada perbedaan yang mencolok. Diabetes tipe 1 biasanya dialami oleh pasien yang masih muda sedangkan diabetes tipe 2 banyak disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat.

Dikutip dari kompas, selama pandemi tahun 2020, jumlah pasien diabetes di Indonesia mengalami peningkatkan. Prevalensi pasien diabetes mencapai angka 6,2% atau terdapat lebih dari 10,8 juta jiwa. International Diabetes Federation (IDF) juga memberikan status waspada diabetes kepada Indonesia. Saat ini, menurut data IDF, Indonesia menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan pasien tertinggi diabetes.

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis yang menyebabkan gangguan metabolik. Kondisi ini ditandai tingginya kadar gula darah yang melebihi batas normal. Diabetes sendiri dibagi menjadi dua tipe, yaitu diabetes tipe 1 dan 2. Perbedaan keduanya sangat mencolok dan bisa dilihat dari penyebab naiknya kadar gula darah dalam tubuh.

Definisi diabetes tipe 1 dan 2

Sementara diabetes tipe 1 dan 2 dapat dibedakan dari faktor penyebabnya, tidak ada salahnya mengenal lebih dalam faktor dan bagaimana penyakit ini terjadi. Berikut definisi dan penyebab dari diabetes tipe 1 dan 2.

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 biasanya juga disebut dengan penyakit autoimun. Pasalnya, kondisi diabetes tipe 1 diakibatkan oleh kerusakan pankreas yang menyebabkan pankreas tidak mampu menghasilkan hormon insulin yang berfungsi dalam mengatur kadar gula darah dalam tubuh. Insulin bekerja dengan cara memindahkan glukosa darah ke dalam sel dan membuatnya sebagai cadangan energi atau tenaga untuk aktivitas sehari-hari.

Faktor risiko utama diabetes tipe 1 meliputi:

  • Riwayat keluarga: jika terdapat orang tua atau saudara kandung yang memiliki diabetes tipe 1 meningkatkan risiko seseorang memiliki kondisi yang sama. Jika kedua orang tua memiliki diabetes tipe 1, risikonya bahkan akan lebih tinggi.
  • Usia: diabetes tipe 1 biasanya berkembang pada orang dewasa muda dan anak-anak. Diabetes tipe 1 merupakan kondisi kronis yang paling umum berkembang pada masa kanak-kanak. Diagnosis pada anak biasanya terjadi saat mereka telah berumur kurang dari 14 tahun. Perlu dicatat, bahwa diabetes tipe 1 bisa terjadi pada semua usia.
  • Genetik: Seseorang dapat menderita diabetes tipe 1 jika memiliki genetik yang spesifik. Dokter pun bisa memeriksa gen-gen tersebut untuk memastikan seseorang memiliki diabetes tipe 1.

Diabetes tipe 2

Sementara itu, diabetes 2 merupakan diabetes yang paling umum terjadi. Pada diabetes tipe 2 tubuh masih dapat membuat beberapa insulin tetap tidak dapat menggunakan hormon tersebut secara efektif.

Insulin biasanya bekerja untuk memungkinkan sel menyerap glukosa. Namun, pada penderita diabetes tipe 2, sel menjadi kurang sensitif terhadap hormon insulin. Akibatnya, akan ada lebih banyak gula yang tertinggal di darah. Jika kadar gula darah tinggi secara permanen, seseorang mungkin telah mengidap kondisi diabetes tipe 2.

Peningkatan gula darah dapat menyebabkan komplikasi pada organ tubuh. Diabetes tipe 2 sering kali melalui tahap pradiabetes, di mana seseorang dapat membalikkan kondisi dengan pilihan gaya hidup sehat. 

Diabetes tipe 2 kadang juga dapat disebabkan oleh faktor genetik atau sejarah keluarga. Tetapi, yang paling sering diabetes tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti tidak berolahraga, obesitas, dan rendahnya kolesterol baik dalam tubuh.

Diabetes 1 dan 2 sama-sama berbahaya bagi tubuh jika tidak ditangani secara serius. Seperti yang dikatakan sebelumnya, diabetes merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi pada organ tubuh lainnya. Sementara diabetes tipe 2 dapat disembuhkan dengan diet sehat, penderita diabetes tipe 1 harus menggunakan suntikan insulin untuk menggantikan hormon insulin yang tidak dapat diproduksi oleh pankreas.

Hal yang Menyebabkan Sakit Perut Bagian Bawah Kanan

Perut bagian bawah kanan merupakan tempat dimana usus besar, usus kecil, usus buntu hingga rahim (pada wanita) berada. Sebagaimana bagian tubuh lainnya, perut bagian bawah juga bisa terkena permasalahan hingga membuat Anda sakit. Banyak yang mengira jika sakit perut bagian bawah kanan disebabkan oleh usus buntu, padahal sakit tersebut bisa disebabkan oleh berbagai hal lainnya.

Sakit perut bagian atas dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit.

Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah Kanan

Ada berbagai kondisi yang menyebabkan rasa sakit pada perut bagian kanan bawah. Beberapa kondisi tidak terlalu berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Namun ada juga kondisi yang cukup serius hingga Anda harus melakukan pengobatan.

  1. Radang Usus Buntu

Radang usus buntu atau apendisitis merupakan salah satu penyakit pada perut bagian kanan bawah. Gejala radang usus buntu bisa meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Diare atau sembelit
  • Demam
  • Kesulitan buang gas
  • Tidak nafsu makan

Untuk mengatasi radang usus buntu parah, satu-satunya jalan adalah dengan melakukan operasi pengangkatan usus buntu guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

  1. Penumpukan Gas

Penumpukan gas di usus disebabkan oleh makanan yang tidak mampu tercerna sampai ke usus besar. Semakin banyak makanan yang tidak tercerna maka semakin banyak gas yang akan diproduksi.

Penumpukan gas bisa menyebabkan perut kembung, sakit perut, sendawa dan buang gas lebih banyak dari sebelumnya. Normalnya seseorang mengeluarkan gas 20 kali dalam sehari.

Penyebab penumpukan gas di usus meliputi:

  • Menelan lebih banyak udara dari biasanya
  • Makan berlebihan
  • Mengunyah permen karet
  • Merokok
  1. Batu Ginjal

Batu ginjal terjadi karena adanya penumpukan mineral dan garam yang membentuk gumpalan keras. Sakit akan terasa saat batu ginjal mulai bergerak atau masuk ke saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih.

Ukuran batu ginjal sangat bervariasi mulai dari kecil hingga besar. Batu ginjal yang berukuran kecil bisa melewati sistem kandung kemih tanpa Anda sadari, namun pada batu ginjal yang berukuran besar bisa tersangkut sehingga menyebabkan rasa sakit yang parah pada punggung bagian bawah, samping, perut dan selangkangan. Intensitas dan lokasi rasa sakit bisa berubah tergantung saat batu ginjal berpindah lokasi melalui saluran kemih Anda.

Gejala lain dari batu ginjal seperti:

  • Adanya darah dalam urin
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Keinginan untuk buang air kecil terus-menerus
  • Mual dan muntah
  1. Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS)

Sindrom Iritasi Usus atau Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah kondisi kronis yang berada di sistem pencernaan yang bisa menyebabkan sakit perut bagian bawah kanan. Sampai saat ini tidak diketahui penyebab IBS dan tidak ada obat yang bisa mengatasinya.

Selain rasa sakit pada perut, IBS juga bisa menimbulkan gejala lain seperti:

  • Keram perut
  • Diare
  • Sembelit
  • Kembung
  • Gas
  • Adanya lendir di tinja
  1. Penyakit Radang Usus

Penyakit radang usus (IBD) adalah sekelompok gangguan pada sistem pencernaan. Penyakit Crohn dan kolitis ulseratif adalah dua penyakit yang menjadi penyebab radang usus buntu. IBD bisa menyebabkan komplikasi parah hingga mengancam jiwa jika tidak mendapatkan penanganan serius.

Penyakit radang usus bisa menyebabkan gejala seperti:

  • Diare parah
  • Penurunan berat badan
  • Demam
  • Diare bahkan hingga muncul darah di tinja
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Kembung
  1. Hernia inguinalis

Hernia inguinalis paling sering terjadi pada pria. Penyakit ini ditandai dengan tonjolan kecil pada selangkangan antara paha dan perut bagian bawah.

Selain itu, gejala lain dari penyakit ini bisa berupa:

  • Rasa sakit, atau terbakar di selangkangan
  • Skrotum membengkak atau membesar
  1. Torsio Testis

Torsio testis terjadi saat testis terpelintir yang menyebabkan berkurangnya aliran darah pada daerah tersebut. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit di perut serta pembengkakan pada daerah skrotum.

Gejala lain dari torsio testis meliputi

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Mual
  • Muntah
  • Bengkak dan nyeri di skrotum
  • Posisi testis tidak rata
  • Demam

Selain ketujuh penyakit tersebut, sakit perut bagian bawah kanan juga bisa terjadi karena kehamilan ektopik dan kista ovarium pada wanita.

Cara Mengobati dan Mencegah Timbulnya Midriasis

Pupil mata akan membesar saat cahaya di sekitarnya meredup agar lebih banyak cahaya yang bisa masuk ke mata. Namun, ketika pupil mata membesar tanpa adanya perubahan pada tingkat cahaya, maka kondisi tersebut disebut sebagai midriasis.

Midriasis bisa disebabkan karena berbagai hal, di antaranya karena peningkatan kadar oksitosin dalam tubuh, pernah mengalami cedera mata atau saraf, serta penggunaan obat-obatan tertentu. Midriasis umumnya bisa hilang dengan sendirinya.

Pengobatan Midriasis

Cara mengobati midriasis bergantung pada penyebabnya. Dokter akan meninjau gejala dan riwayat medis pasien, riwayat penggunaan obat-obatan yang digunakan, serta riwayat cedera pada mata. Setelah itu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan mata seperti tes ketajaman penglihatan dan tes motilitas mata untuk memeriksa otot-otot mata. Sehingga, dokter bisa menentukan dan melakukan penanganan yang tepat. Dokter bisa menyarankan penggunaan lensa kontak buram atau kacamata hitam selama perawatan. Jika midriasis disebabkan karena kondisi kesehatan lainnya seperti cedera otak atau cedera mata, maka pasien perlu menjalani operasi atau pembedahan. 

Penggunaan obat seperti Cyclomydril dan Phenylephrine biasanya diberikan untuk memulihkan kondisi pasien, terutama pasien midriasis yang melakukan tindakan medis operasi. Selain itu, ada beberapa obat tetes mata yang bisa digunakan untuk mengatasi midriasis, di antaranya:

  • Cendo Mydriatil, merupakan obat tetes mata dengan kandungan Tropicamide yang digunakan untuk membantu mengobati midriasis. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati sikloplegia (kelumpuhan iris atau selaput pelangi). Cendo Mydriatil termasuk dalam golongan obat keras. Oleh karena itu, penggunaannya harus dengan anjuran dan resep dokter spesialis. Pada penggunaan midriasis, dosis yang disarankan untuk orang dewasa yaitu larutan 0,5% yang diteteskan sebanyak 1-2 tetes. Efek samping yang mungkin bisa ditimbulkan antara lain sensasi menyengat sementara pada mata, penglihatan kabur, sakit kepala, serta mulut kering.
  • Homatropina-HBr atau Cendo Homatro, merupakan jenis obat tetes mata yang bekerja dengan cara mengendurkan otot-otot di iris mata yang mengakibatkan midriasis. Obat ini termasuk ke dalam jenis golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan resep dan pengawasan dokter. Dosis umum dalam penggunaan Homatropina-HBr untuk kondisi midriasis pada orang dewasa yaitu larutan 2% atau 5% dan teteskan sebanyak 1-2 tetes dengan interval waktu 5-10 menit sekali. Efek samping yang bisa ditimbulkan yaitu sensitif terhadap cahaya, mata terasa seperti terbakar, penglihatan kabur, dan lebih mudah mengantuk.

Mencegah Midriasis

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari faktor risiko dan mencegah munculnya gejala midriasis atau pupil membesar, di antaranya:

  • Hindari paparan cahaya matahari secara langsung. Gunakan kacamata hitam yang disarankan oleh dokter spesialis mata jika berada di tempat dengan cahaya yang cukup silau
  • Terkadang, pupil yang membesar bisa memengaruhi penglihatan menjadi kabur. Sehingga, dokter spesialis mata biasanya akan menyarankan pasien untuk tidak menyetir terlebih dahulu pada siang hari hingga gejala midriasis hilang
  • Hindari membaca dengan jarak buku terlalu dekat dengan mata
  • Jika penggunaan obat menjadi penyebab membesarnya pupil, maka tunggu sampai efek obat habis supaya mata kembali normal. Tanyakan pada dokter adakah obat alternatif yang bisa dikonsumsi tanpa menyebabkan midriasis.

Midriasis merupakan gangguan pada pupil mata yang tidak memiliki komplikasi khusus atau berbahaya. Namun, untuk menghindari dan bisa menjadi deteksi dini dari gangguan kesehatan lainnya, ada baiknya untuk tetap melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata. 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berobat Lisosom

Manusia memiliki banyak bagian dalam tubuh yang perlu dijaga. Salah satu bagian dalam tubuh yang dapat mendukung kesehatan manusia adalah lisosom. Fungsi lisosom beragam, salah satunya adalah menjaga pencernaan. Jika Anda mengalami masalah pada pencernaan karena masalah pada lisosom (keracunan), Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Sindrom Chediak-Higashi terjadi karena adanya kerusakan pada lisosom

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berobat

Jika Anda ingin mengobati masalah pada pencernaan, Anda perlu perhatikan hal-hal di bawah:

  • Biaya

Salah satu hal yang sebaiknya Anda perhatikan adalah biaya untuk melakukan pengobatan. Jika biaya yang ditawarkan fasilitas kesehatan terjangkau, Anda bisa melakukan pengobatan di tempat tersebut. Jika biaya yang ditawarkan kurang terjangkau, Anda sebaiknya pertimbangkan lagi apakah Anda ingin melakukannya di tempat tersebut atau tidak, atau Anda bisa mencari fasilitas kesehatan lain.

Jika biaya pengobatan tersedia dengan harga promo (potongan harga), Anda sebaiknya cari tahu apakah promo tersebut masih berlaku atau tidak.

  • Kualitas pelayanan

Hal lain yang sebaiknya Anda perhatikan adalah kualitas pelayanan. Jika kualitas pelayanan baik, sebagian orang mungkin akan melakukan pengobatan di tempat yang sama di lain waktu. Jika Anda merasa bingung untuk memilih fasilitas kesehatan yang mana, Anda sebaiknya cari tempat yang dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi tubuh.

  • Izin operasi

Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah izin operasi. Fasilitas kesehatan yang tidak memiliki izin operasi secara resmi belum tentu dapat memberikan jaminan kesehatan kepada pasien. Oleh karena itu, sebelum Anda memilih fasilitas kesehatan, Anda sebaiknya lihat ulasannya di Google.

  • Lokasi

Sebagian orang berpikir bahwa lokasi merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan keuntungan jika mereka perlu pengobatan. Jika tempat tinggal Anda dekat dengan fasilitas kesehatan, Anda sebaiknya cari tahu apakah fasilitas kesehatan tersebut dapat memberikan kualitas pelayanan yang baik atau tidak. Fasilitas kesehatan tersebut mungkin tidak sebaik fasilitas kesehatan lain.

  • Diskusi dan rekomendasi

Hal lain yang dapat membantu keputusan Anda dalam memperoleh pengobatan di fasilitas kesehatan bisa melalui diskusi dan rekomendasi. Jika Anda sudah bertanya kepada orang-orang yang Anda kenal (yang pernah melakukan pengobatan) dan mayoritas memberikan tanggapan positif tentang tempat tersebut, Anda bisa mencobanya.

  • Ketentuan

Jika Anda ingin mendaftar untuk melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan, ada sejumlah ketentuan yang perlu Anda perhatikan. Misalnya, Anda harus mendaftar melalui situs SehatQ setidaknya satu hari sebelum melakukan hal tersebut. Selain itu, promonya mungkin hanya berlaku di sebagian cabang.

Berkonsultasi Dengan Dokter Melalui SehatQ

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter atau berencana untuk memperoleh pengobatan di fasilitas kesehatan, Anda bisa mendaftarkan diri melalui SehatQ. Anda juga bisa unduh aplikasinya melalui App Store atau Google Play.

Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang fungsi lisosom, Anda bisa bertanya kepada salah satu dokter yang tersedia. Salah satu pengguna telah bertanya tentang fungsi lisosom dan dokter telah memberikan tanggapan bahwa lisosom perlu dijaga dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Selain itu, pasien juga perlu rajin berolahraga supaya kondisi pencernaan tetap terjaga dengan baik.

Kesimpulan

Fungsi lisosom perlu dijaga, karena dapat mempengaruhi kondisi pencernaan. Sebelum Anda memperoleh pengobatan karena masalah pada pencernaan, Anda sebaiknya perhatikan hal-hal yang disebutkan di atas supaya Anda bisa memperoleh pelayanan yang baik dari fasilitas kesehatan yang ingin Anda kunjungi. Untuk informasi lebih lanjut tentang fungsi lisosom, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui situs atau aplikasi SehatQ.

Cara Mencegah dan Mengobati Mesenteric Lymphadenitis

Cara Mencegah dan Mengobati Mesenteric Lymphadenitis

Mesenteric lymphadenitis adalah peradangan (pembengkakan) kelenjar getah bening di perut. Kelenjar getah bening merupakan organ yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Mereka berfungsi untuk menyaring zat berbahaya seperti bakteri dan virus sehingga tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Biasanya, kelenjar getah bening berukuran kecil (seukuran kacang polong), tetapi bisa membesar dan lunak saat meradang.

Mesenteric Lymphadenitis sering terjadi pada anak-anak dan remaja, namun jarang menyerang orang yang berusia di atas 20 tahun. Mesenteric lymphadenitis biasanya disebabkan oleh infeksi oleh virus atau bakteri. Biasanya infeksi utama ada di saluran usus sehingga sering menimbulkan gejala diare. Saat bakteri atau virus disaring oleh kelenjar getah bening mesenterika, kelenjar getah bening menjadi lebih besar dan lunak, menyebabkan rasa sakit.

Orang yang menderita mesenteric lymphadenitis biasanya mengalami gejala seperti nyeri di perut, seringkali di sisi kanan bawah, demam, mual, muntah dan diare. Orang dengan penderita mesenteric lymphadenitis harus segera melakukan pengobatan sebelum terlambat.

Pada tahap awal, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan riwayat kesehatan anak dan mempelajari masalah medis lain yang mungkin dialami pasien tersebut. Dokter mungkin juga melakukan tes; misalnya, tes darah untuk memastikan adanya infeksi dan mengidentifikasi jenisnya.

Gejala Mesenteric lymphadenitis mirip dengan apendisitis (radang usus buntu), sehingga dokter mungkin akan menggunakan tes pencitraan, seperti ultrasound atau CT scan, untuk menyingkirkan radang usus buntu, yang merupakan keadaan darurat medis.

Bagaimana cara mengobati mesenteric lymphadenitis?

Kebanyakan orang dengan mesenteric lymphadenitis sembuh tanpa pengobatan dalam 1-4 minggu. Kondisi ini tidak menimbulkan efek yang bertahan lama setelah pemulihan. Namun, dokter mungkin meresepkan obat untuk mengatasi gejala, termasuk antibiotik untuk mengobati infeksi, dan obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Langkah-langkah lain untuk mengelola gejala limfadenitis mesenterika meliputi:

  • Beristirahat.
  • Minum air agar tetap terhidrasi setelah muntah dan diare.
  • Mengompres air panas ke perut atau menggunakan bantal panas.

Komplikasi apa yang berhubungan dengan mesenteric lymphadenitis?

Infeksi saluran pernapasan atas terkadang berkembang pada orang dengan Mesenteric lymphadenitis. Dokter biasanya mengobati infeksi ini dengan antibiotik.

Dapatkah Mesenteric lymphadenitis dicegah?

Anda dapat mengurangi risiko terkena Mesenteric lymphadenitis yang disebabkan oleh infeksi dengan cara:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun.
  • Menghindari kontak dekat dengan seseorang yang sedang sakit.
  • Menjaga kebersihan area persiapan makanan untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri.

Bolehkah beraktivitas setelah penyembuhan?

Penyakit ini sebenarnya tidak bahaya. Kebanyakan orang dengan mesenteric lymphadenitis boleh langsung kembali beraktivitas normal segera setelah gejala hilang. Akan tetapi, beberapa orang mungkin perlu istirahat lebih dari biasanya sampai mereka pulih sepenuhnya. Pasalnya, rasa sakit dan tingkat keparahan setiap orang berbeda-beda, sehingga proses penyembuhannya bervariasi.

Meski dapat disembuhkan, namun Anda tidak boleh ceroboh dan mengabaikan rasa sakit perut yang datang tiba-tiba. Tidak ada salahnya untuk segera menghubungi dokter Anda jika mengalami sakit parah di perut yang datang dengan cepat. Kondisi ini harus segera diatasi sebelum terlambat. Masalahnya, jika didiamkan penyakit ini bisa menjalar dan justru memberikan dampak yang fatal bagi kesehatan anak. Segera lakukan konsultasi dan pengecekan, supaya dokter bisa memberikan tindakan dan pengobatan secara cepat.