Category: Penyakit

Apakah Pengobatan Cauda Equina Syndrome Harus Dioperasi?

Jika seseorang mengalami nyeri punggung bawah, mungkin masih hal yang umum terjadi. Dalam kebanyakan kasus, Anda mungkin tidak perlu dioperasi untuk mengobatinya. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri punggung yang parah dapat berujung pada cauda equina syndrome, yaitu suatu penyakit yang termasuk dalam kondisi darurat medis.

Mengenal cauda equina syndrome

Cauda equina syndrome adalah kelainan langka yang terjadi. Kondisi ini akan menekan akar saraf tulang belakang Anda yang disebut juga dengan cauda equina (dalam bahasa Latin artinya ekor kuda). Saraf ini terletak di ujung bawah sumsum tulang belakang di tulang belakang lumbosakral. Fungsinya untuk mengirim dan menerima pesan dari dan ke kaki, serta organ panggul Anda.

Cauda equina syndrome memerlukan tindakan medis segera untuk mencegah kerusakan menjadi permanen. Jika sudah permanen, maka penderitanya akan mengalami inkontinensia hingga kelumpuhan kaki permanen.

Faktor penyebab

Cauda equina syndrome lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Namun, ini juga dapat terjadi pada anak-anak yang memiliki cacat lahir tulang belakang atau pernah mengalami cedera tulang belakang. Adapun penyebab paling umumnya adalah:

  1. Disk yang pecah parah di area lumbar.
  2. Penyempitan kanal tulang belakang (stenosis).
  3. Adanya lesi pada tulang belakang atau tumor ganas.
  4. Infeksi tulang belakang, peradangan, perdarahan, atau patah tulang.
  5. Komplikasi dari cedera tulang belakang lumbar yang parah, seperti kecelakaan mobil, jatuh, tertembak, atau tertusuk.
  6. Cacat lahir, seperti hubungan abnormal antara pembuluh darah (malformasi arteriovenosa).

Gejala cauda equina syndrome

Kondisi ini termasuk sulit untuk menentukan diagnosisnya, sebab gejalanya sangat bervariasi dan munculnya perlahan-lahan. Bahkan, tidak jarang gejalanya mirip dengan kondisi lain. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami salah satu dari gejala di bawah ini, segeralah temui dokter.

  1. Nyeri punggung bawah yang parah.
  2. Kelemahan atau mati rasa pada salah satu atau kedua kaki, hingga membuat Anda tersandung atau sulit berdiri.
  3. Kehilangan atau perubahan sensasi di kaki, bokong, paha bagian dalam, punggung kaki, atau kaki yang parah. Anda mungkin mengalami ini akibat kesulitan merasakan apa pun di area tubuh Anda yang akan duduk di pelana (anestesi pelana).
  4. Gangguan pada fungsi kandung kemih atau usus, seperti kesulitan mengeluarkan urin (retensi) atau kesulitan menahannya (inkontinensia).
  5. Disfungsi seksual.

Pengobatan yang dapat dilakukan

Melihat penyakit cauda equina syndrome adalah kondisi darurat medis, maka tidak lain pengobatan utamanya adalah harus segera dioperasi untuk mengurangi tekanan pada saraf cauda equina. Pembedahan harus dilakukan dengan cepat untuk mencegah kerusakan permanen, seperti kelumpuhan pada kaki, kehilangan kontrol kandung kemih dan usus, fungsi seksual, atau masalah lainnya.

Operasi dilakukan paling baik dalam waktu 48 jam sejak munculnya gejala dan diagnosis ditegakkan. Bergantung pada faktor penyebabnya, Anda mungkin juga memerlukan perawatan lainnya setelah operasi, seperti:

  • Ceder tertentu, mungkin memerlukan obat kortikosteroid dosis tinggi untuk mengurangi pembengkakan.
  • Infeksi, Anda mungkin akan diberikan obat antibiotik.
  • Tumor, maka radiasi atau kemoterapi mungkin diperlukan.

Setelah menjalani operasi cauda equina syndrome, Anda mungkin belum dapat pulih sepenuhnya, karena ini bergantung dengan seberapa besar kerusakan yang terjadi. Anda mungkin memerlukan waktu hingga beberapa tahun lamanya untuk memulihkan fungsi kandung kemih dan usus.

Dokter ahli bedah Anda mungkin juga meresepkan obat-obatan tertentu yang harus diberikan bersamaan dengan kateterisasi kandung kemih intermiten. Hal ini untuk membantu proses pemulihan, serta meningkatkan fungsi kandung kemih dan sfingter pasca operasi.

Catatan dari SehatQ

Pengobatan cauda equina syndrome yang utama memang harus dioperasi. Hal ini agar Anda tidak mengalami kerusakan permanen yang menyebabkan kelumpuhan dan masalah serius lainnya. Selalu rutin periksakan kondisi Anda dan konsultasikan dengan dokter jika muncul keluhan-keluhan yang mungkin tidak biasa setelah menjalani operasi.

Mengenal Penyakit Huntington, Penyakit Turunan yang Belum Ada Obatnya

Penyakit Huntington (Huntungton’s disease) merupakan jenis penyakit menurun yang menyerang sel saraf otak tertentu. Kerusakannya semakin hari akan semakin memburuk yang dapat memengaruhi gerakan tubuh, kognitif otak, hingga perilaku.

Karena kondisinya memburuk seiring berjalan waktu, maka biasanya penderita akan butuh bantuan untuk perawatan dalam kehidupan sehari-harinya.

Penyebab penyakit Huntington ini adalah karena adanya kelainan gen yang turun dari orang tua. Perlu diketahui bahwa seseorang hanya membutuhkan satu salinan gen yang rusak untuk bisa menderita penyakit ini, atau disebut juga dengan autosomal dominan.

Huntington disease ini umum terjadi di keluarga yang menderita penyakit ini. 1:2 anak akan membawa gen ini jika orang tua memiliki penyakit Huntington. Atau 50% kemungkinan anak dalam setiap keluarga penderita Huntington akan mendapatkan kelainan gen dan menderita Huntington ini.

Ciri-ciri dan Gejala Penyakit Huntington

Penyakit yang menyerang sel saraf otak ini umumnya terjadi pada usia 30-50 tahun. Bisa lebih cepat atau bahkan lebih lambat. Penyakit Huntington memang akan berakibat fatal setelah periode 20 tahun setelah gejala muncul.

Lalu, apa saja gejala atau ciri-ciri penyakit ini?

  • Mengalami Depresi
  • Mengalami kesulitan berkonsentrasi dan susah mengingat sesuatu
  • Sulit bergerak
  • Memiliki perubahan suasana hati dan kepribadian
  • Saat berjalan sering tersandung atau mengalami gangguan dan kikuk
  • Adanya gerakan gelisah atau menyentang yang tidak disadari dari anggota tubuh seperti kaki atau lengan
  • Memiliki gangguan berbicara, bernapas, dan menelan

Apa Penyebab dan Faktor Pemicu Penyakit Huntington Ini?

Huntington disease merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya kecacatan dalam gen tunggal atau disebut juga gangguan autosomal dominan. Artinya, satu salinan gen yang rusak, diturunkan dari ayah atau ibu, sudah cukup untuk membuat seseorang menderita penyakit ini.

Ayah atau ibu yang memiliki cacat genetik ini akan berpeluang menurunkan pada anaknya dan seterusnya.

Mutasi gen pada Huntington disease ini berbeda dari mutasi gen yang lain. Sebab, tidak ada bagian yang hilang dalam sel, melainkan ada kesalahan ketika penyalinan. Maksudnya, ada proses yang salah yaitu area dalam gen disalin terlalu banyak. Pada setiap generasinya dari keturunan keluarga yang menderita Huntington ini, jumlah salinan gen berulang cenderung semakin meningkat.

Karena pengulangan terus menumpuk, gejala Huntington pada seseorang dapat munyebabkan Huntington berkembang lebih cepat.

Penyakit Huntington tidak memilki faktor pemicu yang meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Risiko hanya muncul ketika Anda memiliki orang tua yang mengidap Huntington disease. Hal ini karena penyakit ini merupakan penyakit turunan.

Cara Meringankan Gejala Penyakit Huntington

Penyakit Huntington hingga sekarang belum ditemukan obatnya. Pengobatan yang dilakukan hanya dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengelola beberapa gejala seperti adanya gerakan berlebihan dan mudah marah.

Berikut yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi penyakit Huntington ini.

  • Penderita Huntington dianjurkan makan lebih dari tiga kali sehari untuk mendapatkan nutrisi yang cukup. Sebab, penderita biasanya akan sulit mempertahankan berat badan yang sehat akibat adanya gangguan makan, namun kebutuhan kalori meningkat karena adanya pengerahan tenaga fisik atau gangguan metabolisme yang mungkin tidak diketahui.
  • Pilihlah makanan yang mudah ditelan dan cobalah untuk fokus ketika makan. Hal ini karena penderita mengalami kesulitan ketika mengunyah, menelan, dan keterampilan motorik halus ini mampu membatasi jumlah makanan yang dimakan dan berisiko tersedak.
  • Minta bantuan orang terdekat atau catat semua tugas dengan pengingat pada ponsel pintar
  • Gunakanlah kalendar dan buat jadwal untuk menetapkan rutinitas harian
  • Sebisa mungkin, usahakan untuk menciptakan lingkungan yang sederhana, tenang, dan terstruktur.

Jika Anda merasa adanya perubahan dalam gerakan, keadaan emosi, ataupun kemampuan mental, segeralh berkonsultasi dengan dokter. Sebab, gejala penyakit Huntington mungkin saja disebabkan oleh kondisi lain yang berbeda. Dokter akan memberikan Anda diagnosis yang tepat mengenai kondisi Anda.

Ini Penyebab Gusi Berdarah

Gusi berdarah adalah keluarnya cairan darah dari gusi. Kondisi ini merupakan penyakit gusi yang paling sering terjadi dan menandakan adanya peradangan di dalam mulut, khususnya pada gusi dan jaringan di sekitarnya. Tidak hanya penyakit gusi, beberapa gangguan medis lain juga bisa menimbulkan keluhan gusi berdarah.

Jika hanya terjadi sesekali, penyebabnya mungkin karena luka akibat menggosok gigi secara kasar. Namun, jika gusi berdarah terlalu sering terjadi meski Anda sudah menggosok gigi dengan perlahan, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter gigi.

Penyebab gusi berdarah

  • Menggosok gigi

Menyikat gigi terlalu kasar bisa saja melukai gusi dan menyebabkan perdarahan. Namun kondisi gusi berdarah akibat aktivitas ini hanya terjadi sesekali.

  • Penumpukan plak

Penyebab gusi berdarah yang paling sering terjadi adalah adanya penumpukan plak pada gigi. Tumpukan plak ini lama kelamaan akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi dan memicu gingivitis dan periodontitis.

  • Diabetes

Saat mengalami diabetes, tubuh penderita menjadi kesulitan untuk melawan infeksi, termasuk infeksi pada gusi. Ditambah lagi dengan kadar gula darah di atas normal, yang membuat tubuh sulit untuk menyembuhkan luka.

  • Leukemia

Kanker darah atau leukemia bisa ditandai dengan gusi berdarah. Pasalnya, jumlah platelet atau keping darah dalam tubuh pengidap kanker ini termasuk rendah, sehingga perdarahan sulit berhenti.

  • Trombositopenia

Tromobositopenia juga membuat tubuh kekurangan platelet, sehingga darah sulit untuk membeku. Oleh karena itu, ketika Anda terluka perdarahan akan sulit berhenti. Misalnya, gusi berdarah saat menggosok gigi.

  • Kelainan pembekuan darah

Gangguan pembekuan darah membuat tubuh penderita sulit menghentikan perdarahan, termasuk ketika gusi berdarah.

  • Scurvy

Scurvy adalah istilah medis untuk kekurangan vitamin C. Penyakit ini dapat disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak memadai dan gusi berdarah termasuk gejala umumnya.

  • Kekurangan vitamin K

Vitamin K sangat penting untuk proses pembekuan darah. Jika Anda mengalami kekurangan vitamin ini, perdarahan pun menjadi sulit dihentikan.

  • Penyebab lainnya

Selain kondisi-kondisi di atas, gusi berdarah juga bisa terjadi akibat memakai gigi palsu dengan ukuran yang tidak sesuai, kehamilan karena kondisi ini dapat mengubah kadar hormone, serta penggunaan obat pengencer darah.

Seluk Beluk Seputar Rhinitis Alergi

Alergen adalah zat yang tidak berbahaya yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Rhinitis alergi, atau dikenal dengan sebutan hay fever, merupakan respon alergi terhadap alergen tertentu. Serbuk bunga merupakan alergen paling umum dijumpai, yang menjadi penyebab utama rhinitis alergi musiman. Di Amerika Serikat sendiri, terdapat sekitar 8 persen orang dewasa yang mengalami rhinitis alergi atau sejenisnya, menurut Akademi Alergi, Asthma, dan Immunology Amerika. Sementara itu, di seluruh dunia sekitar 10 hingga 30 persen dari populasi manusianya memiliki rhinitis alergi.

Ada beberapa gejala alergi yang dapat timbul dengan perubahan musim. Sementara itu, dalam kasus rhinitis alergi, gejala-gejala yang akan ditimbulkan di antaranya adalah bersin, hidung meler, hidung mampet, hidung gatal, batuk, radang tenggorokan, mata yang gatal atau terus menerus mengeluarkan air mata, kantung hitam di bawah mata, pusing, dan badan terasa lelah. Biasanya, Anda akan merasa satu atau lebih dari gejala-gejala alergi tersebut setelah melakukan kontak langsung dengan alergen. Beberapa gekala tertentu, seperti sakit kepala dan tubuh terasa lelah, mungkin hanya dapat terjadi setelah Anda mendapatkan paparan alergen dalam waktu yang lama. Meskipun di kenal dengan istilah demam alergi serbuk bunga, demam bukanlah salah satu tanda atau gejala rhinitis alergi.

Gejala-gejala tersebut jarang muncul pada sebagian orang, dan hanya baru akan terjadi ketika orang tersebut mendapatkan paparan alergen dalam jumlah yang banyak. Dalam kasus tertentu, orang dapat menunjukkan gejala rhinitis alergi setahun penuh. Bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan Anda menderita alergi apabila gejala yang disebutkan di atas bertahan lebih dari beberapa minggu dan tidak ada tanda-tanda mereda atau sembuh.

Penyebab dan faktor risiko rhinitis alergi

Saat tubuh Anda mendapatkan kontak langsung dengan sebuah alergen, tubuh akan melepaskan histamine, yang mana merupakan zat kimia alami yang melindungi tubuh dari alergen. Zat kimia tersebut dapat menyebabkan rhinitis alergi dan gejala-gejala yang dibawanya, seperti hidung meler, bersin, dan mata yang gatal. Selain serbuk bunga atau pohon, beberapa jenis alergen lain yang sering menyebabkan rhinitis alergi adalah serbuk rumput, air liur kucing, tungau debu, bulu binatang, dan jamur.

Alergi dapat menyerang siapa saja. Namun, ada kemungkinan besar Anda akan menderita alergi terutama apabila ada anggota keluarga yang memiliki alergi. Memiliki asthma atau eksim atopic juga dapat meningkatkan risiko rhinitis alergi. Beberapa faktor eksternal juga dapat memicu atau memperburuk kondisi alergi, seperti asap rokok, zat kimia, suhu udara dingin, kelembapan, angina, polusi udara, hairspray, parfum, dan uap.

Diagnosa

Apabila Anda memiliki alergi yang minor, Anda hanya akan membutuhkan pemeriksaan fisik. Namun, dokter akan melakukan beberapa jenis tes tertentu untuk menemukan perawatan dan pencegahan rhinitis alergi terbaik untuk Anda. Tes tusuk kulit adalah jenis tes yang paling sering dilakukan. Dokter akan meletakkan beberapa jenis zat di atas kulit dan melihat bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap zat-zat tersebut. Biasanya, benjolan kecil berwarna merah akan muncul apabila Anda alergi terhadap zat tersebut. Tes darah atau tes radioallergosorbent (RAS) juga merupakan jenis tes rhinitis alergi yang sering dijumpai. Tes RAST ini mengukur jumlah antibodi immunoglobulin E terhadap alergen khusus yang ada di darah Anda. Setelah diagnosa dibuat, dokter akan membuat rencana perawatan dan pencegahan terhadap alergen. Hasil dari perawatan tersebut sangat bergantung pada kondisi alergi Anda.

Penyebab Keputihan Vaginosis Bakterialis

Pada kondisi yang normal, ditemukan koloni bakteri pada vagina, yang dikenal sebagai flora normal. Terdapat bakteri baik (lactobacilli) dan bakteri buruk (anaerob). Dalam kondisi sehat, jumlah bakteri baik akan melebihi jumlah bakteri yang buruk. Jika jumlah bakteri anaerob berubah menjadi banyak, maka vaginosis bakterialis dapat terjadi.

Vaginosis bakterialis, atau bacterial vaginosis bisa tidak menimbulkan gejala apapun. Beberapa gejala yang dapat terjadi akibat vaginosis bakterialis, yaitu:

  • Keputihan

Keputihan akibat vaginosis bakterialis berupa lendir yang encer, berwarna putih, abu-abu, bahkan kehijauan.

  • Lendir

Lendir yang keluar dapat berbau tidak enak atau amis, dan banyak keluar setelah berhubungan seksual atau saat sedang menstruasi.

  • Vagian terasa gatal

Terkadang dapat disertai dengan gatal di area vagina.

  • Menyebabkan rasa nyeri

Rasa nyeri terbakar saat buang air kecil.

Vaginosis bakterialis umumnya tidak berbahaya, namun dapat memiliki dampak lebih lanjut terhadap kesehatan, seperti:

  1. Pada ibu hamil, vaginosis bakterialis dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur
  2. Meningkatkan risiko terinfeksi dan menularkan HIV
  3. Meningkatkan risiko terinfeksi herpes kelamin, klamidia, dan gonorea
  4. Jika akibat kasus lain diperlukan tindakan pengangkatan Rahim atau aborsi, infeksi pada luka operasi juga lebih mudah terjadi
  5. Meningkatkan risiko terkena penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease, yaitu peradangan pada Rahim atau tuba falopii.  Penyakit radang panggul ini dapat menyebabkan infertilitas.

Vaginosis bakterialis umumnya tidak perlu diobati, jika tidak bergejala dan tidak sedang dalam masa kehamilan. Jika sudah menyebabkan gejala, vaginosis bakterialis dapat diobati dengan antibiotik, baik diminum maupun yang dipakai langsung ke area vagina.

Sebelum memilih obat yang tepat, Anda perlu menegakkan diagnosis vaginosis bakterialis dengan berkonsultasi dengan dokter. Selain dari anamnesis dan pemeriksaan fisis, penting untuk memeriksakan lender ke laboratorium untuk mengkonfirmasi diagnosis. Selain itu, antibiotik dapat Anda minum hingga 1 kali dalam seminggu, meskipun gejala vaginosis bakterialis sudah tidak ada. Namun saat dalam pengobatan, Anda harus tidak melakukan hubungan seksual untuk mencegah penularan. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala keputihan.

Gejala Multiple Myeloma

Multiple myeloma yang juga dikenal sebagai penyakit Kahler, adalah jenis kanker darah. Multiple myeloma merupakan kanker yang terbentuk dalam jenis sel darah putih yang disebut sel plasma. Sel plasma sendiri berfungsi membantu Anda melawan infeksi dengan membuat antibodi yang mengenali dan menyerang kuman.

Multiple myeloma menyebabkan sel-sel kanker menumpuk di sumsum tulang Anda, tempat dimana tubuh mengeluarkan sel-sel darah yang sehat. Alih-alih menghasilkan antibodi yang bermanfaat, sel-sel kanker menghasilkan protein abnormal yang dapat menyebabkan komplikasi.

Sampai saat ini, tidak jelas apa yang menyebabkan myeloma. Dokter tahu bahwa myeloma dimulai dengan satu sel plasma abnormal di sumsum tulang Anda, yaitu jaringan lunak, penghasil darah yang mengisi bagian tengah sebagian besar tulang Anda dan sel abnormal tersebut berlipat ganda dengan cepat. Tetapi Anda akan cenderung mendapatkan multiple myeloma jika:

  • Usia Anda lebih dari 65 tahun
  • Berjenis kelamin laki-laki
  • Memiliki ras Afrika-Amerika
  • Memiliki keluarga yang mempunyai multiple myeloma
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Anda telah terpapar radiasi
  • Anda memiliki kontak dengan bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan karet, pengerjaan kayu, atau pemadam kebakaran; atau dalam herbisida

Karena sel-sel kanker tidak matang dan kemudian mati seperti sel-sel normal, mereka menumpuk, yang akhirnya membuat produksi sel-sel sehat menjadi berlebihan. Di sumsum tulang, sel-sel myeloma mengeluarkan sel darah putih yang sehat dan sel darah merah, yang menyebabkan kelelahan dan ketidakmampuan tubuh untuk melawan infeksi.

Sel-sel myeloma terus berusaha memproduksi antibodi, seperti yang dilakukan oleh sel-sel plasma yang sehat, tetapi sel-sel myeloma menghasilkan antibodi abnormal yang tidak dapat digunakan tubuh. Sebaliknya, antibodi abnormal, yaitu protein monoklonal, atau protein M, menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan masalah seperti kerusakan pada ginjal. Sel-sel kanker juga dapat menyebabkan kerusakan pada tulang yang meningkatkan risiko patah tulang.

Gejala multiple myeloma dapat berkembang perlahan seiring waktu. Seringkali, multiple myeloma tahap awal tidak menunjukkan gejala (tidak menunjukkan gejala), dan gejala tidak muncul sampai penyakit mencapai stadium lanjut. Dalam beberapa kasus, penyakit ini ditemukan selama tes darah rutin atau tes untuk mendiagnosis kondisi lain.

Gejala multiple myeloma bervariasi untuk setiap orang, berikut beberapa tanda umum termasuk:

  • Nyeri tulang, sering di punggung atau tulang rusuk
  • Fraktur tulang yang tidak dapat dijelaskan (biasanya di tulang belakang)
  • Kelelahan, perasaan lemah
  • Infeksi berulang, demam
  • Sesak nafas
  • Penurunan berat badan
  • Mual
  • Sembelit
  • Rasa haus dan buang air kecil meningkat

Selain gejala di atas, beberapa pasien multiple myeloma dapat mengembangkan satu atau lebih dari kondisi berikut:

  • Jumlah darah rendah

Pada multiple myeloma, sel-sel ganas menggantikan sel-sel pembentuk darah normal di sumsum. Ini dapat menyebabkan anemia (jumlah sel darah merah rendah), yang sering menyebabkan sesak nafas, kelelahan atau perasaan lemah; leukopenia (jumlah sel darah putih rendah), yang dapat meningkatkan risiko infeksi; atau trombositopenia (jumlah trombosit darah rendah), yang dapat menyebabkan mudah memar atau berdarah.

  • Hiperkalsemia

Ketika osteoklas dengan cepat melarutkan jaringan tulang, kalsium dilepaskan ke dalam darah. Hiperkalsemia, yang disebabkan oleh tingginya kadar kalsium dalam darah, dapat menyebabkan rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, mual, dehidrasi dan sembelit, serta kebingungan mental, pusing atau bahkan koma.

  • Masalah ginjal

Penumpukan protein antibodi abnormal dan kadar kalsium darah tinggi dari jaringan tulang terlarut dapat menyebabkan masalah ginjal.

  • Kompresi medula spinalis

Multiple myeloma dapat menyebabkan struktur tulang melemah, dan atau kolaps, seperti vertebra, yang dapat menyebabkan kompresi medula spinalis. Nyeri, mati rasa atau kesemutan mungkin merupakan tanda tekanan pada sumsum tulang belakang, yang dapat menyebabkan kelumpuhan jika tidak segera dilakukan intervensi medis.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat mendeteksi multiple myeloma secara tidak sengaja ketika Anda menjalani tes darah untuk beberapa kondisi lainnya. Dalam kasus lain, dokter Anda mungkin mencurigai multiple myeloma berdasarkan tanda dan gejala yang Anda miliki.

Jika tes menunjukkan Anda memiliki multiple myeloma, dokter Anda akan menggunakan informasi yang dikumpulkan dari tes diagnostik untuk mengklasifikasikan penyakit Anda sebagai stadium I, stadium II atau stadium III. Stadium I menunjukkan penyakit yang kurang agresif, dan stadium III menunjukkan penyakit agresif yang dapat mempengaruhi tulang, ginjal, dan organ lainnya. Tahap multiple myeloma Anda dan kategori risiko dapat membantu dokter memahami prognosis Anda dan pilihan perawatan Anda.

Hati-Hati Pilih Alas Kaki untuk Cegah Tumit Bengkak

Tumit merupakan salah satu bagian kaki yang rawan mengalami pembengkakan. Penyebab terjadinya tumit bengkak dapat beragam. Namun, salah satu penyebab umumnya yaitu salah memilih alas kaki.

Pemilihan alas kaki yang hanya berdasar pada nilai fashionable, terkadang malah dapat membawa kerugian bagi Anda. Semakin lama alas kaki tersebut digunakan, pada akhirnya Anda akan merasa tidak nyaman menggunakannya dan berdampak pada kondisi tumit bengkak.

Rasa tidak nyaman ketika menggunakan alas kaki yang salah dapat menimbulkan masalah pada telapak kaki. Pada bagian telapak kaki, terdapat sebuah jaringan yang menghubungkan tulang tumit dan ibu jari. Jaringan ini akan meradang jika adanya ketidaksesuaian antara kondisi kaki, kondisi tempat berpijak, dan juga alas kaki. Peradangan ini kemudian akan menyebabkan tumit bengkak dan menimbulkan rasa sakit pada tumit bagian bawah.

Bagaimana memilih alas kaki untuk cegah tumit bengkak?

Di bawah ini terdapat beberapa tips yang kiranya dapat menjadi referensi Anda untuk memilih alas kaki yang tepat, sehingga dapat mencegah tumit bengkak:

  • Pilih alas kaki berdasarkan tujuan penggunaan

Setiap kegiatan atau aktivitas tentu membutuhkan alas kaki yang berbeda. Sepatu untuk bekerja di kantor, tentu tidak dapat Anda gunakan untuk melakukan olahraga maupun berlari. Sepatu yang digunakan oleh atlet di setiap cabang olahraga pun berbeda-beda. Seorang pemain sepak bola tidak akan mengenakan sepatu untuk bermain bulutangkis. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memastikan kebutuhan dan tujuan penggunaan alas kaki yang akan dibeli.

  • Memilih ukuran berdasarkan aturan jempol

Ketika akan ukuran alas kaki, pastikan bahwa jarak antara ujung jempol dan ujung sepatu dengan tumit yang menempel di ujung satunya, tidak lebih panjang dari jari jempol tangan Anda. Jika jarak tersebut terlalu lebar, maka dapat dipastikan bahwa tumit Anda tidak berada pada posisi yang benar ketika berjalan.

  • Mencari sepatu ketika telah beraktivitas

Percaya atau tidak, ukuran kaki ketika Anda telah selesai beraktivitas sehari-hari dapat menjadi lebih besar, jika dibanding dengan ukuran kaki pada pagi hari, sebelum Anda beraktivitas. Sepatu dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran kaki Anda tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan memicu rasa sakit pada kaki.

Gejala yang Menandakan Terkena Syok Neurogenik

Syok neurogenik adalah kondisi kritis karena sirkulasi di dalam tubuh tidak teratur yang dapat disebabkan karena adanya cedera pada tulang belakang. Kondisi ini bisa mengakibatkan tekanan darah Anda turun drastis secara tiba-tiba, sehingga tubuh mengalami syok. Oleh karena itu, jangan sepelekan hasil pemeriksaan yang menunjukkan tekanan darah Anda rendah, terlebih jika Anda menderita cedera pada tulang belakang. Pasalnya, kondisi tersebut bisa membuat Anda mengalami syok neurogenik.

Jika Anda merasa mengalami syok neurogenik, segera minta rekan atau keluarga terdekat untuk mengantar Anda ke dokter. Jika tidak segera ditangani, syok neurogenik ini bisa menyebabkan kerusakan permanen terhadap organ-organ vital di dalam tubuh. Bahkan, dalam pada kasus yang parah bisa menyebabkan kematian.

Gejala-gejala syok neurogenik

Pertanda pertama dari syok neurogenik adalah penurunan tekanan darah yang drastis dan tiba-tiba. Anda tentu tidak mungkin melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap waktu, oleh karena itu Anda perlu mewaspadai gejala-gejala berikut sebagai tanda syok neurogenik:

  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Berkeringat
  • Pandangan kosong
  • Merasa gelisah
  • Kulit pucat
  • Pingsan

Pada kondisi parah dari syok neurogenik, penderitanya bisa mengalami gejala-gejala seperti berikut:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri dada
  • Detak jantung lambat
  • Bibir dan jari menjadi biru
  • Tubuh lemah
  • Hipotermia atau penurunan suhu tubuh yang ekstrem

Apakah syok neurogenik bisa disembuhkan?

Untuk menyembuhkan syok neurogenik tidak mudah. Kondisi ini bahkan termasuk jenis syok yang paling sulit diobati. Jika Anda menderita syok neurogenik, dokter akan berusaha menstabilkan tekanan darah dan mencegah cedera atau kerusakan tambahan yang diakibatkan oleh syok ini. Selanjutnya dokter akan memberikan cairan intravena untuk mengatur tekanan darah.

Jika tekanan darah Anda terlalu rendah, dokter akan menyuntikkan vasopressor, yaitu obat yang membantu menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Beberapa contoh obat vasapressor adalah norepinefrin, epinefrin, dopamin, dan vasopressin. Namun, jika detak jantung Anda melambat, dokter akan meresepkan atropin. Obat ini berguna untuk membantu menjaga detak jantung normal. Selain itu, jangan lupa untuk selalu patuhi anjuran dan larangan dari dokter.

Mengintip Seperti Apa dan Bagaimana Suntik Varises Dilakukan

Tentu Anda pernah mendengar tentang varises, kan? Varises adalah kondisi pembengkakan yang terjadi pada pembuluh darah vena karena adanya gangguan pada fungsi katup pembuluh darah tersebut. Beberapa orang mengatasi kondisi varises ini dengan memilih prosedur suntik varises.

Skleroterapi adalah istilah medis dari prosedur suntik varises. Namun, sebenarnya tidak semua kasus varises dapat diatasi dengan prosedur ini, terutama untuk varises yang besar. Prosedur suntik varises ini umumnya akan secara efektif mengatasi varises pada pembuluh darah vena kecil.

Bagaimana prosedur suntik varises?

Prosedur suntik varises dilakukan dengan secara langsung menyuntikkan cairan zat kimia pada pembuluh darah vena yang bermasalah. Cairan yang digunakan tersebut berperan untuk merusak dinding dalam pada pembuluh darah vena.

Ketika dinding pembuluh darah vena tersebut rusak, maka akan terbentuk gumpalan darah beku. Kondisi ini akan mendorong darah untuk mencari pembuluh darah vena lain agar tetap dapat tersalurkan. Dengan begitu, pembuluh darah vena yang terkena varises akan secara otomatis dapat hilang.

Proses penyuntikan ini biasanya terjadi selama 15-30 menit bergantung pada jumlah lokasi pembuluh darah yang harus disuntikkan dan juga reaksi yang mungkin dapat timbul pada pasien ketika cairan zat kimia tersebut disuntikkan.

Untuk siapa sajakah suntik varises dapat diberikan?

Pada dasarnya, semua orang diperbolehkan untuk melakukan prosedur suntik varises, terkecuali ibu hamil. Walaupun begitu, bagi pasien yang sebelumnya memiliki riwayat penggumpalan darah dalam tubuh, seperti pada bagian otak, lebih baik untuk berkonsultasi terlebih dulu kepada dokter.

Selain itu, jika Anda ingin melakukan prosedur suntik varises, pastikan bahwa Anda sedang tidak mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu, seperti aspirin, ibuprofen, dan antiradang. Jenis obat-obatan tersebut dapat mengganggu proses pembekuan darah, sehingga dapat memengaruhi hasil dari prosedur suntik varises. Setidaknya, beri jeda waktu sekitar 3-4 hari sebelum melakukan prosedur ini.

Apakah terdapat efek samping dari prosedur suntik varises?

Hasil dari prosedur suntik varises langsung dapat terlihat sekitar 15-30 setelah prosedur dilakukan. Ada pun beberapa kemungkinan efek samping yang dapat timbul, yaitu rasa gatal pada daerah bekas suntikan yang dapat berlangsung hingga 2 hari lamanya. Kemerahan maupun bentol juga rawan muncul pada daerah bekas suntikan tersebut.

Bagaimana pun, prosedur ini tetap memerlukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar tidak menimbulkan gangguan kondisi kesehatan lain yang tidak diinginkan.

Kenali Gejala Stroke Ringan dengan Cara Berikut

Stroke ringan adalah kondisi ketika aliran darah ke otak, sumsum tulang belakang, atau retina mengalami interupsi sesaat. Gejalanya mirip dengan penyakit stroke, akan tetapi tidak merusak otak maupun menyebabkan kelumpuhan permanen seperti penderita stroke. Anda tidak boleh sepelekan gejala stroke ringan ini! Pasalnya, gejala stroke ringan yang tidak segera ditangani bisa mengakibatkan Anda benar-benar mengalami stroke di kemudian hari.

Apa saja gejala stroke ringan?

Transient Ischemic Attack (TIA) atau biasa disebut stroke ringan, merupakan kondisi gawat darurat. Sama seperti stroke pada umumnya, 70% pasien stroke mengaku tidak sadar bahwa dirinya pernah mengalami stroke ringan. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Anda perlu mengetahui gejala-gejala stroke ringan, seperti berikut:

  • Otot mati rasa atau terasa lemah di satu sisi tubuh
  • Sulit berbicara atau kalimat yang diucapkan sulit untuk dipahami
  • Mudah hilang keseimbangan dan merasa pusing
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Merasa bingung atau linglung
  • Sakit kepala hebat tanpa sebab

Jika dilihat sangat mirip dengan gejala stroke pada umumnya. Oleh karena itu, jika Anda menemukan gejala-gejala di atas, segera minta bantuan orang lain untuk mengantar ke rumah sakit. Namun, jika Anda menemukan orang dengan tanda-tanda stroke, lakukan pemeriksaan F.A.S.T sebagai berikut:

  • Face (wajah): minta orang tersebut untuk tersenyum, apakah salah satu sisi wajahnya turun?
  • Arms (lengan): minta ia untuk mengangkat kedua tangan, apakah salah satu sisinya jatuh?
  • Speech (bicara): minta ia untuk mengulangi kalimat sederhana, apakah ia sulit mengatakannya?
  • Time (waktu): jika jawaban dari ketiga pertanyaan di atas adalah “ya”, maka segera hubungi ambulans atau bawa ia ke rumah sakit. Penanganan yang cepat sakit krusial bagi penderita stroke ringan.

Penderita stroke ringan berisiko mengalami pengulangan gejala, terutama dalam waktu 48 jam setelah serangan pertama. Setelah dinyatakan pulih, penderita stroke ringan biasanya akan diminta untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara berkala. Selain itu, sebaiknya lakukan pola hidup sehat serta hindari pemicu stroke ringan.