Category: Penyakit

Asam Sulfat, Cairan Mematikan yang Perlu Diwaspadai

Asam Sulfat, Cairan Mematikan yang Perlu Diwaspadai

Nama senyawa asam sulfat cukup sering didengar di tengah masyarakat. Asam sulfat adalah salah satu jenis bahan kimia keras yang biasanya kita temui sebagai elektrolit di dalam baterai atau aki. Penggunaan asam sulfat juga biasanya lazim digunakan pada industri pengolahan logam. 

Asam sulfat memiliki kode kimia H2SO4 dan mendapat sebutan King of Chemicals. Peristiwa alam yang dapat menghasilkan senyawa ini adalah aktivitas vulkanik. Bentuk dari asam sulfat adalah cairan bening yang tidak berwarna atau terkadang berbentuk cairan coklat berminyak. Asam sulfat memiliki sifat korosif atau dapat membuat benda lain hancur, sehingga untuk penggunaannya harus dikelola dengan hati-hati.

Pemanfaatan Asam Sulfat

Senyawa ini kerap kali digunakan dalam beberapa keperluan manusia atau sebagai senyawa yang membantu beberapa sektor industri. Berikut pemanfaatannya antara lain:

  1. Pembersih Logam dan Minyak

Sesuai namanya, senyawa ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk membersihkan logam. Selain itu, kotoran yang berasal dari minyak juga dapat dibersihkan oleh senyawa H2SO4 ini. 

  1. Pembersih Saluran Air

Sifat dari H2SO4 adalah dapat membuat benda atau senyawa lain melebur. Maka dari itu senyawa ini juga dapat digunakan sebagai bahan pembersih saluran air yang memiliki kotoran yang susah dihilangkan. Penggunaannya dalam rumah tangga dapat dikatakan relatif sedikit, namun jika harus menggunakan senyawa ini maka harus diaplikasikan dengan sangat hati-hati.

  1. Bahan Baku Industri

H2SO4 berperan penting dalam produksi bahan pembersih dan pemrosesan air limbah. Deterjen yang biasa digunakan untuk mencuci juga menggunakan asam sulfat dalam proses produksinya sebagai salah satu bahan baku. Selain itu, asam sulfat juga sebagai salah satu reaktan pada pembuatan bahan peledak, nitrogliserin, dan pemrosesan mineral.

  1. Obat 

Obat salep yang digunakan untuk mengobati beberapa infeksi kulit tertentu mengandung asam sulfat. Salah satunya adalah salep oleh yang digunakan untuk mengobati sariawan.

Obat kemoterapi untuk merusak sel kanker di dalam tubuh manusia juga menggunakan senyawa H2SO4.

Bahaya Asam Sulfat bagi Manusia

Senyawa H2SO4 sangat berbahaya jika terkena bagian tubuh manusia karena memiliki sifat korosif. Bahkan, apabila terpapar pada bagian tubuh tertentu senyawa asam sulfat dapat mengancam nyawa. Hampir semua bagian tubuh akan mengalami kerusakan jika terkena dengan senyawa H2SO4.

  • Bagi Kulit

Jika terpapar kulit dalam jumlah yang sedikit, H2SO4 dapat langsung menimbulkan rasa perih dan sakit. Dalam jumlah yang lebih banyak tentunya akan lebih membahayakan karena akan menimbulkan rasa panas dan terbakar. Sifatnya yang korosif juga akan merusak jaringan kulit dan membuat kulit mengelupas.

  • Bagi Saluran Pernapasan

Selain berbahaya bagi kulit, senyawa ini juga akan membahayakan saluran pernapasan karena mengeluarkan asap berupa gas SO2 yang sangat reaktif. Jika terhirup, maka gas ini berpotensi untuk merusak paru-paru.

  • Bagi Jaringan di Dalam Tubuh

Cairan H2SO4 yang terminum akan menyebabkan dehidrasi parah dan mengiritasi jaringan dalam tubuh karena sifatnya yang asam.

  • Bagi Mata

Mata yang terpapar asam sulfat akan mengalami kerusakan parah seperti menderita glaukoma, katarak dan penurunan kemampuan penglihatan. Dalam jumlah yang sangat sedikit saja atau uap dari senyawa ini mampu membuat mata terasa seperti terbakar dan perih.

Hal yang Harus Dilakukan saat Tubuh Terpapar Asam Sulfat

Apabila Anda atau orang disekitar Anda terpapar bahan yang membahayakan ini, maka hal-hal yang dapat segera dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Jika tidak sengaja tertelan, segera muntahkan dan panggil bantuan medis untuk menolong korban
  • Bilas dengan air yang banyak saat mengenai kulit atau mata
  • Jangan memberikan air atau susu ketika korban mengalami kesulitan menelan, kejang, muntah, dan mengalami penurunan kesadaran.
  • Jika terhirup, segera cari ruangan terbuka atau ruangan yang memiliki udara segar.

Asam sulfat memang sangat berguna bagi beberapa sektor industri dan membantu kehidupan manusia. Namun, penggunaannya harus diawasi dengan sangat ketat karena memiliki potensi yang membahayakan bagi manusia. Anda dapat memanggil tenaga profesional saat menggunakan bahan ini untuk menghindari bahaya yang dapat ditimbulkan.

Apakah Vaksin Corona Penting? Simak Manfaat dari Vaksinasi

Covid-19 merupakan satu dari berbagai jenis virus corona. Istilah virus corona mengacu pada sekelompok besar virus yang diketahui menyerang burung dan mamalia, termasuk manusia.

Dari ratusan coronavirus, hanya tujuh yang dapat mempengaruhi manusia. Empat virus corona hanya menyebabkan gejala flu atau ringan, sedangkan tiga diantaranya memiliki risiko yang lebih serius. Karena berpotensi menyebabkan wabah, vaksin corona penting dilakukan untuk mencegah hal itu terjadi.

Ada berapa jenis virus corona?

Sejak awal kemunculan Covid-19, istilah virus corona kerap disamakan dengan virus yang pertama kali ditemukan di China tersebut. Padahal coronavirus telah ditemukan sejak lama pada hewan. Beberapa waktu lalu virus tersebut juga telah ditemukan menginfeksi manusia.

Para ilmuwan membagi virus corona menjadi empat sub-kelompok yang disebut alfa, beta, gamma, dan delta. Tujuh virus ini dapat menginfeksi manusia yang dapat menyebabkan komplikasi ringan hingga berat.

Empat virus korona yang umum adalah 229E (alfa), NL63 (alfa), OC43 (beta), dan HKU1 (beta). Jenis virus di atas menyebabkan gejala flu ringan hingga sedang. Kebanyakan orang di seluruh dunia pernah terinfeksi salah satu virus tersebut. Namun mereka yang tertular virus ini dapat pulih dengan sendirinya.

Virus corona yang menginfeksi hewan dapat berevolusi dan menular ke manusia, sehingga menjadi virus corona jenis baru. Virus ini menimbulkan risiko yang lebih serius pada manusia. Tiga virus tersebut yaitu:

  • SARS-CoV

SARS-CoV merupakan beta coronavirus yang menyebabkan sindrom pernapasan akut yang parah, atau dikenal dengan penyakit SARS. Menurut WHO, kasus manusia pertama kali muncul di China selatan pada November 2002.

SARS-CoV kemungkinan besar ditularkan melalui kelelawar. Selama epidemi 2002-2003, lebih dari 8.000 orang di 26 negara terjangkit SARS, dengan kasus kematian 774 kasus.

  • MERS-CoV

Virus ini menyebabkan penyakit MERS yang muncul di Arab pada tahun 2012. MERS-CoV ditularkan melalui manusia yang berkontak dengan unta yang terinfeksi.

Pada tahun 2012, 27 negara telah melaporkan lebih dari 2.400 kasus MERS. Pada 2015, MERS kembali mewabah di Korea Selatan dengan 186 kasus positif dan 36 kasus kematian. European Center for Disease Prevention and Control (ECDPC) menyebutkan ada lebih dari 200 kasus MERS-CoV yang dilaporkan pada 2019.

Hingga saat ini otoritas kesehatan di seluruh dunia terus memantau kasus MERS.

  • SARS-CoV-2

SARS-CoV-2 atau 2019-nCoV merupakan kasus coronavirus terbaru yang pertama kali muncul di Wuhan, China, pada akhir Desember 2019. Virus ini merupakan penyebab Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia sampai saat ini.

Meski dikatakan tingkat kematiannya tidak terlalu tinggi, virus ini dapat cepat menyebar. Dalam beberapa bulan, SARS-CoV-2 telah menyebar ke berbagai belahan dunia.

Dilansir dari laman Covid-19 WHO, hingga saat ini terhitung lebih dari 70 ribu kasus terkonfirmasi dengan lebih dari 1 juta kasus meninggal. Otoritas kesehatan di seluruh dunia menekankan pentingnya vaksin Covid-19 dan sedang mengembangkan vaksin virus baru ini.

Pentingnya vaksin virus corona

Manfaat utama dari vaksin atau imunisasi adalah menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh dari infeksi berbagai patogen berbahaya. Hingga saat ini ada banyak vaksin yang tersedia untuk mencegah lebih dari 20 penyakit yang mengancuam jiwa.

Virus penyebab Covid-19 kemungkinan akan terus berubah karena mutasi. Maka dari itu vaksin corona penting untuk pengendalian wabah penyakit menular yang disebabkan coronavirus.

Anda mungkin masih ragu atau khawatir terhadap vaksin yang ditawarkan. Untuk mengetahui lebih lanjut alasan virus corona penting dan kapan vaksin Covid-19 tersedia, diskusikan dengan dokter secara langsung melalui layanan kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Mengenal Virus Herpex Simplex Tipe 1

Virus herpes simplex merupakan infeksi pada tubuh yang menyebabkan herpes. Kondisi yang disebut juga dengan HSV ini terdiri atas dua tipe. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang herpex simplex tipe 1 (HSV-1).

HSV 1 adalah tipe HSV yang menyerang area mulut. Karena itu, gejala utamanya adalah adanya luka di sekitar mulut dan bibir. Kadang-kadang, luka ini disebut sebagai lepuh demam atau luka dingin.

Gejala virus herpes simplex tipe 1

Gejala utama dari virus herpes simplex secara keseluruhan adalah kemunculan lepuh di sekitar area yang terkena. Dalam hal ini, karena herpes simplex tipe 1 menyerang mulut, maka luka lepuh ini akan tumbuh di sekitar area mulut dan bibir.

Saat lepuh tersebut pecah, Anda akan merasakan adanya bekas luka yang cenderung lunak dan lembut.

Selain itu, Anda mungkin juga akan merasakan gejala yang serupa seperti flu. Gejala-gejala itu berupa demam, sakit kepala, rasa lelah, dan kehilangan nafsu makan.

Anda mungkin juga akan merasakan nyeri sangat mengunyah, menelan, atau berbicara. Luka juga akan menimbulkan rasa gatal. Biasanya, gejala ini dapat berlangsung selama kurang lebih 10 hari.

Ada kesamaan pada gejala HSV tipe 1 dan tipe 2. Kesamaan itu berupa:

  • Tingkat keparahan

Tingkat keparahan gejala dari HSV tipe 1 dan 2 mudah dikenali. Pada infeksi pertama, luka akan terlihat lebih luas. Namun, saat luka ini muncul sebagai bentuk kambuh, ukurannya tidak akan seluas saat infeksi pertama.

  • Tanda peringatan kambuh

Terkadang, gejala dari HSV juga bisa muncul atau kambuh secara tiba-tiba. Anda bisa mendeteksi apabila gejala akan kambuh apabila merasakan kesemutan, nyeri, atau rasa terbakar yang terjadi secara berulang.

Hal ini disebabkan oleh peradangan dan iritasi saraf di area yang terinfeksi.

  • Interval asimtomatik

Luka yang menjadi gejala dari HSV tipe 1 disebabkan oleh virus yang masuk melalui kulit dan berjalan ke sarah. Virus ini akan tetap tidak aktif sebelum akhirnya muncul kembali.

Masa tidak aktif ini bisa terjadi dalam interval yang berbeda-beda. Umumnya interval ini bisa saja berlangsung dalam periode berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahakn bertahun-tahun.

Komplikasi virus herpes simplex tipe 1

Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, herpes simplex tipe 1 juga bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi ini akan membahayakan kesehatan Anda dan menghambat Anda untuk beraktivitas sehari-harinya.

Berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin timbul:

  • Herpes diseminata

Herpes diseminata merupakan kondisi yang terjadi saat infeksi virus herpes menyebar dari daerah awal infeksi. Penyebaran ini bisa menyebabkan gejala yang lebih parah dari gejala awal.

Misalnya, pada herpes simplex tipe 1, gejala akan muncul pada area mulut dan bibir. Namun, lama-kelamaan virus itu menyebar hingga menyerang area lidah dan menimbulakn gejala serupa di sana.

  • Kehilangan pendengaran

Percaya atau tidak, virus herpes simplek, baik tipe 1 maupun tipe 2, bisa juga menimbulkan komplikasi berupa kehilangan kemampuan pendengaran. Komplikasi ini bisa saja terjadi secara mendadak, baik pada orang dewasa, anak-anak, maupun bayi.

  • Radang otak

Radang otak merupakan komplikasi yang sangat serius. Radang ini disebabkan oleh infeksi pada otak yang bisa menimbulkan keterlambatan perkembangan pada anak-anak.

Sebaiknya, selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai gejala herpes simplex tipe 1 yang Anda derita. Pengobatan yang tepat bisa membantu Anda untuk terhindar dari komplikasi serius.

Mengenal Seckel Syndrome

Seckel syndrome adalah kondisi kelainan genetik yang ditandai dengan keterbelakangan pertumbuhan, seperti kepala sangat kecil (mikrosefali) dengan disabilitas intelektual, dan ciri-ciri wajah yang unik seperti mata besar, hidung mirip paruh, wajah sipit, dan rahang bawah surut.

Sekitar kurang dari 25% pasien dengan kondisi ini juga memiliki kelainan darah. Seckel syndrome diturunkan secara resesif autosomal. Kondisi tersebut dapat dibagi dalam 8 subtipe yang berbeda, sesuai dengan perubahan gen spesifik (mutasi). 

Seckel syndrome adalah kelainan bawaan yang sangat langka yang ditandai dengan keterlambatan pertumbuhan sebelum kelahiran (retardasi pertumbuhan intrauterin) yang mengakibatkan berat badan bayi saat lahir rendah. Penundaan pertumbuhan berlanjut setelah lahir (postnatal), mengakibatkan perawakan pendek (dwarfisme). Selain kondisi fisik pada wajah, beberapa bayi yang terkena mungkin menunjukkan fiksasi permanen dari jari kelima dalam posisi bengkok (secara klinis), malformasi (displasia) pinggul, dislokasi tulang di lengan bawah (dislokasi radial), dan / atau kelainan fisik lainnya.

Bayi dengan Seckel syndrome memiliki kelainan khas pada kepala dan area wajah (kraniofasial). Dalam kebanyakan kasus, bayi yang terkena mungkin menderita mikrosefali, suatu kondisi yang menunjukkan bahwa lingkar kepala lebih kecil dari yang diharapkan untuk usia dan jenis kelamin bayi, dahi yang surut, rahang yang sangat kecil (micrognathia) yang tersembunyi lebih jauh ke belakang dari biasanya (retrognathia) dan atau hidung “seperti paruh” berbentuk segitiga.  

Karena kelainan seperti itu, bagian tengah wajah mungkin tampak sangat menonjol. Selain itu, dalam beberapa kasus, sendi fibrosa tertentu antara tulang tengkorak (jahitan kranial) mungkin menutup sebelum waktunya (craniosynostosis). Akibatnya, kepala mungkin tampak memanjang atau memendek secara tidak normal, tergantung pada bagian tengkorak mana yang terkena.

Seckel syndrome adalah kelainan yang sangat langka yang diwariskan sebagai sifat resesif autosom. Tiga varian Seckel syndrome melibatkan gangguan atau mutasi gen pada tiga kromosom berbeda. Lokasi peta gen tersebut adalah: Seckel syndrome 1, pada kromosom 3 (3q22-q24); Seckel syndrome 2, pada kromosom 18 (18p11.31-q11) dan dan Seckel syndrome 3, pada kromosom 14 (14q21-q22).

Penyakit genetik ditentukan oleh kombinasi gen untuk sifat tertentu yang ada pada kromosom yang diterima dari ayah dan ibu. Gangguan genetik resesif terjadi ketika seseorang mewarisi gen abnormal yang sama untuk sifat yang sama dari setiap orang tua. Jika seseorang menerima satu gen normal dan satu gen untuk penyakit tersebut, orang tersebut akan menjadi pembawa penyakit, tetapi biasanya tidak akan menunjukkan gejala.

Dengan munculnya ultasonografi yang unggul secara teknis, Seckel syndrome dapat didiagnosis sebelum lahir.  Dalam ultrasonografi janin, gelombang suara yang dipantulkan digunakan untuk membuat gambar janin yang sedang berkembang. Setelah lahir, Seckel syndrome dapat dicurigai berdasarkan evaluasi klinis yang menyeluruh, riwayat pasien yang terperinci, dan berbagai tes khusus. Meskipun kelainan kraniofasial, kerangka, dan / atau fisik lain yang terkait dengan Seckel syndrome dapat muncul saat lahir (bawaan), diagnosis Seckel syndrome mungkin tidak dikonfirmasi, dalam beberapa kasus, sampai anak yang terkena menua dan sindrom penuh berkembang, misalnya, ketika perawakan pendek dan / atau keterbelakangan mental menjadi jelas.

Perawakan pendek yang terkait dengan Seckel syndrome melibatkan pertumbuhan proporsional lengan dan tungkai, yang memungkinkan diagnosis banding dari sindrom yang melibatkan perawakan pendek dan lengan dan kaki kecil yang abnormal (dwarfisme tungkai pendek).

Seckel syndrome adalah kelainan bawaan yang sangat langka yang tampaknya mempengaruhi pria dan wanita dalam jumlah yang sama. Insiden pasti dari gangguan ini tidak diketahui, namun lebih dari 100 kasus telah dilaporkan dalam literatur medis sejak deskripsi aslinya pada tahun 1960.

Pahami Tanda-tanda Terkena Hashimoto Tiroid

Banyak penyakit terkait kekebalan tubuh yang mesti Anda waspadai. Salah satunya adalah Hashimoto Tiroid. Sesuai namanya, penyakit autoimun yang satu ini menyerang kelenjar tiroid. Di mana kelenjar yang diserang ini memiliki fungsi vital untuk mengatur berbagai fungsi tubuh sekaligus mengelola suasana hati. 

Sampai saat ini penyebab seseorang terkena Hashimoto tiroid belum mampu diketahui secara pasti. Namun, beberapa penelitian berasumsi, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus ataupun faktor genetik. Walaupun penyebab belum jelas, dampak dari Hashimoto tiroid sudah nyata dan tidak boleh diremehkan. Pasalnya penderita masalah autoimun ini lama-kelamaan akan merusak kelenjar tiroid sehingga seluruh fungsi tubuh dapat terganggu. 

Pahami Tanda-tanda Terkena Hashimoto Tiroid

Sebelum terlambat, sebaiknya Anda mulai belajar memahami apa saja gejala dari penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh ini. Mengenal lebih baik bisa membuat Anda memperoleh penanganan cepat dan tepat apabila benar-benar terdiagnosis penyakit autoimun tersebut. 

  1. Rambut Rontok 

Rambut rontok yang terjadi secara berlebihan patut Anda curigai sebagai tanda dari suatu masalah kesehatan. Pasalnya, salah satu gejala Hashimoto Tiroid tak lain adalah masalah rambut rontok. 

  1. Mudah Menggigil

Tidak berfungsi dengan baiknya kelenjar tiroid membuat kekebalan tubuh menurun. Salah satu gejalanya adalah Anda akan mudah merasa kedinginan. Dalam tahap yang lebih parah, penderita Hashimoto Tiroid cenderung mudah menggigil di cuaca yang bahkan tidak terlalu dingin. 

  1. Kenaikan Berat Badan 

Orang-orang yang memiliki masalah dengan kelenjar tiroid umumnya akan mengalami masalah berat badan yang sulit dijelaskan. Khusus untuk penderita Hashimoyot tiroid, masalah kenaikan berat badan kerap menjadi penanda awal penyakit ini. Jadi, berhati-hatilah apabila Anda mengalami kenaikan berat badan tanpa sebab yang jelas. 

  1. Nyeri Otot 

Gejala nyeri juga akan dialami oleh pasien-pasien yang terkena masalah autoimun ini. Secara lebih detail, nyeri yang dirasakan pasien Hashimoto tiroid adalah nyeri di bagian otot-otot gerak. Nyeri akan bertambah ketika Anda merasakan dingin. 

  1. Sembelit 

Salah satu fungsi kelenjar tiroid adalah mengatur metabolisme tubuh. Ketika kelenjar ini terganggu, metabolisme tubuh Anda pun akan kacau. Metabolisme menjadi tidak lancar dan membuat Anda kesulitan buang air besar hingga mengalami sembelit. 

  1. Menstruasi Panjang 

Gejala Hashimoto tiroid akan lebih mudah terlihat pada perempuan. Umumnya pasien penyakit ini akan mengalami waktu menstruasi yang panjang. Umumnya perempuan hanya mengalami menstruasi selama 2—7 hari tiap kali periode datang. Namun pada penderita penyakit autoimun ini, menstruasi bisa terjadi hampir dua minggu. 

  1. Depresi 

Kelenjar tiroid juga sangat berpengaruh dalam membentuk suasana hati. Jadi ketika kelenjar berbentuk kupu-kupu ini bermasalah, suasana hati pun akan ikut mengalami kendala. Suasana hati Anda menjadi sulit dikendalikan dan tidak jarang menyebabkan depresi. 

  1. Wajah Pucat 

Orang-orang yang terkena hashimoto tiroid cenderung merasa mudah lemas dan lesu. Ini terkait dengan kekebalan tubuhnya yang melemah. Dalam tahap yang cukup mengkhawatirkan, penderita hashimoto tiroid akan memiliki wajah yang sangat pucat. 

  1. Wajah Bengkak 

Tidak hanya pucat, penderita penyakit autoimun ini juga bisa mengalami pembengkakan di sekujur tubuhnya. Bagian yang paling mudah mengalami pembengkakan adalah wajah karena letaknya yang dekat dengan kelenjar tiroid yang berada di leher. 

  1. Kehilangan Memori

Penderita hashimoto tiroid yang kehilangan memori artinya sudah memasuki tahap kronis. Ini karena kerusakan di kelenjar tiroid sudah terjadi dan memengaruhi aktivitas otak.

Seluk Beluk Operasi Kaki Diabetik pada Penderita Diabetes

Saat Anda menderita diabetes, dokter Anda mungkin menyarankan untuk sering memperhatikan kondisi kaki. Hal ini sebenarnya dilakukan karena diabetes bisa menyebabkan terjadinya luka atau ulkus pada kaki. Untuk mengatasi ini, biasanya pasien akan menjalani operasi kaki diabetik.

Ulkus kaki adalah komplikasi yang sangat umum terjadi pada penderita diabetes. Kondisi ini terjadi karena kerusakan jaringan kulit. Biasanya, ulkus muncul di bawah jempol kaki dan di bagian depan telapak kaki.

Masalah kaki akibat diabetes yang bisa diobati dengan operasi kaki diabetik

Sebenarnya, ada dua jenis kelainan atau masalah kaki yang bisa terjadi pada penderita penyakit diabetes. Masalah kaki tersebut antara lain: 

  • Neuropati diabetik

Seiring berjalannya waktu, diabetes bisa menyebabkan kerusakan saraf yang membuat kaki Anda mengalami mati rasa. Hal ini akan membuat Anda tidak mengetahui apabila terjadi tekanan pada area tersebut.

Bila kondisi ini terjadi, Anda sulit mengenali rasa pegal, iritasi, dan infeksi pada kaki. Bahkan, ketika berjalan dan mengenakan sepatu, Anda tidak menyadari bahwa kaki Anda bergesekan dan memicu luka atau lecet. 

Karena tidak menyadari adanya luka, Anda bisa saja mengalami infeksi pada kaki. Bahkan, bila kondisi ini semakin parah, bisa-bisa kaki Anda harus diamputasi sebagai satu-satunya upaya pengobatan. 

  • Penyakit arteri perifer

Diabetes menyebabkan perubahan pada pembuluh darah, termasuk arteri. Pada kondisi ini, terjadi penimbunan lemak yang menghalangi jalur pembuluh darah di luar otak dan jantung. 

Hal ini bisa berdampak pada fungsi pembuluh darah, menghambat aliran darah ke tangan dan kaki. Kurangnya aliran darah ini bisa membuat Anda merasa sakit, mengalami infeksi, dan terluka. 

Apabila infeksi sudah sangat parah, dokter mungkin akan menganjurkan amputasi sebagai satu-satunya upaya pengobatan.  

Prosedur operasi kaki diabetik

Sebenarnya, operasi kaki diabetik bukanlah satu-satunya upaya pengobatan untuk mengatasi masalah kaki akibat diabetes. Namun, beberapa kondisi pasien mungkin paling efektif disembuhkan dengan metode ini.

Pengobatan tanpa operasi tidak selalu sukses menyembuhkan masalah kaki akibat diabetes secara keseluruhan. Operasi biasanya dilakukan dengan memotong tulang atau menghilangkan kelainan bentuk kaki guna mengurangi tekanan yang menyebabkan masalah kaki.

Secara garis besar, pilihan prosedur operasi meliputi: 

  • Operasi endova skular dengan pemasangan stent, yaitu alat kecil yang berfungsi untuk menjaga pembuluh darah tetap terbuka
  • Bedah stabilisasi untuk kondisi Charcot’s Foot
  • Amputasi pada salah satu jari kaki atau seluruh kaki bagian bawah hingga ke atas lutut
  • Pengangkatan jaringan yang membusuk atau mati
  • Bypass arteri untuk penyakit pembuluh arteri perifer, berfungsi untuk membantu memperlancar aliran darah ke area kaki yang terkena

Amputasi dilakukan apabila masalah kaki yang diderita sudah sangat parah dan tidak memungkinkan untuk disembuhkan. Amputasi ini juga dilakukan dengan prosedur operasi kaki diabetik. 

Bisakah pengobatan dilakukan tanpa operasi kaki diabetik?

Semakin cepat Anda mendeteksi ulkus kaki atau penyakit kaki lainnya akibat diabetes, semakin besar peluang Anda untuk disembuhkan. Dengan begitu, Anda tidak harus melalui prosedur operasi kaki diabetik untuk penyembuhan.

Upaya pencegahan krusial dalam menjaga kesehatan kaki bagi penderita diabetes. Anda bisa mencoba melakukan pencegahan dengan: 

  • Mencuci kaki secara rutin setiap hari
  • Memastikan kuku kaki tetap pendek
  • Menjaga kelembaban kulit kaki
  • Mengganti kaos kaki secara berkala
  • Menggunakan sepatu dengan bahan yang nyaman

Bila Anda melakukan upaya pencegahan dengan bersungguh-sungguh, penyakit kaki akibat diabetes dapat diatasi dengan lebih mudah, sehingga Anda tidak harus melalui operasi kaki diabetik. 

Apakah Pengobatan Cauda Equina Syndrome Harus Dioperasi?

Jika seseorang mengalami nyeri punggung bawah, mungkin masih hal yang umum terjadi. Dalam kebanyakan kasus, Anda mungkin tidak perlu dioperasi untuk mengobatinya. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri punggung yang parah dapat berujung pada cauda equina syndrome, yaitu suatu penyakit yang termasuk dalam kondisi darurat medis.

Mengenal cauda equina syndrome

Cauda equina syndrome adalah kelainan langka yang terjadi. Kondisi ini akan menekan akar saraf tulang belakang Anda yang disebut juga dengan cauda equina (dalam bahasa Latin artinya ekor kuda). Saraf ini terletak di ujung bawah sumsum tulang belakang di tulang belakang lumbosakral. Fungsinya untuk mengirim dan menerima pesan dari dan ke kaki, serta organ panggul Anda.

Cauda equina syndrome memerlukan tindakan medis segera untuk mencegah kerusakan menjadi permanen. Jika sudah permanen, maka penderitanya akan mengalami inkontinensia hingga kelumpuhan kaki permanen.

Faktor penyebab

Cauda equina syndrome lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Namun, ini juga dapat terjadi pada anak-anak yang memiliki cacat lahir tulang belakang atau pernah mengalami cedera tulang belakang. Adapun penyebab paling umumnya adalah:

  1. Disk yang pecah parah di area lumbar.
  2. Penyempitan kanal tulang belakang (stenosis).
  3. Adanya lesi pada tulang belakang atau tumor ganas.
  4. Infeksi tulang belakang, peradangan, perdarahan, atau patah tulang.
  5. Komplikasi dari cedera tulang belakang lumbar yang parah, seperti kecelakaan mobil, jatuh, tertembak, atau tertusuk.
  6. Cacat lahir, seperti hubungan abnormal antara pembuluh darah (malformasi arteriovenosa).

Gejala cauda equina syndrome

Kondisi ini termasuk sulit untuk menentukan diagnosisnya, sebab gejalanya sangat bervariasi dan munculnya perlahan-lahan. Bahkan, tidak jarang gejalanya mirip dengan kondisi lain. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami salah satu dari gejala di bawah ini, segeralah temui dokter.

  1. Nyeri punggung bawah yang parah.
  2. Kelemahan atau mati rasa pada salah satu atau kedua kaki, hingga membuat Anda tersandung atau sulit berdiri.
  3. Kehilangan atau perubahan sensasi di kaki, bokong, paha bagian dalam, punggung kaki, atau kaki yang parah. Anda mungkin mengalami ini akibat kesulitan merasakan apa pun di area tubuh Anda yang akan duduk di pelana (anestesi pelana).
  4. Gangguan pada fungsi kandung kemih atau usus, seperti kesulitan mengeluarkan urin (retensi) atau kesulitan menahannya (inkontinensia).
  5. Disfungsi seksual.

Pengobatan yang dapat dilakukan

Melihat penyakit cauda equina syndrome adalah kondisi darurat medis, maka tidak lain pengobatan utamanya adalah harus segera dioperasi untuk mengurangi tekanan pada saraf cauda equina. Pembedahan harus dilakukan dengan cepat untuk mencegah kerusakan permanen, seperti kelumpuhan pada kaki, kehilangan kontrol kandung kemih dan usus, fungsi seksual, atau masalah lainnya.

Operasi dilakukan paling baik dalam waktu 48 jam sejak munculnya gejala dan diagnosis ditegakkan. Bergantung pada faktor penyebabnya, Anda mungkin juga memerlukan perawatan lainnya setelah operasi, seperti:

  • Ceder tertentu, mungkin memerlukan obat kortikosteroid dosis tinggi untuk mengurangi pembengkakan.
  • Infeksi, Anda mungkin akan diberikan obat antibiotik.
  • Tumor, maka radiasi atau kemoterapi mungkin diperlukan.

Setelah menjalani operasi cauda equina syndrome, Anda mungkin belum dapat pulih sepenuhnya, karena ini bergantung dengan seberapa besar kerusakan yang terjadi. Anda mungkin memerlukan waktu hingga beberapa tahun lamanya untuk memulihkan fungsi kandung kemih dan usus.

Dokter ahli bedah Anda mungkin juga meresepkan obat-obatan tertentu yang harus diberikan bersamaan dengan kateterisasi kandung kemih intermiten. Hal ini untuk membantu proses pemulihan, serta meningkatkan fungsi kandung kemih dan sfingter pasca operasi.

Catatan dari SehatQ

Pengobatan cauda equina syndrome yang utama memang harus dioperasi. Hal ini agar Anda tidak mengalami kerusakan permanen yang menyebabkan kelumpuhan dan masalah serius lainnya. Selalu rutin periksakan kondisi Anda dan konsultasikan dengan dokter jika muncul keluhan-keluhan yang mungkin tidak biasa setelah menjalani operasi.

Mengenal Penyakit Huntington, Penyakit Turunan yang Belum Ada Obatnya

Penyakit Huntington (Huntungton’s disease) merupakan jenis penyakit menurun yang menyerang sel saraf otak tertentu. Kerusakannya semakin hari akan semakin memburuk yang dapat memengaruhi gerakan tubuh, kognitif otak, hingga perilaku.

Karena kondisinya memburuk seiring berjalan waktu, maka biasanya penderita akan butuh bantuan untuk perawatan dalam kehidupan sehari-harinya.

Penyebab penyakit Huntington ini adalah karena adanya kelainan gen yang turun dari orang tua. Perlu diketahui bahwa seseorang hanya membutuhkan satu salinan gen yang rusak untuk bisa menderita penyakit ini, atau disebut juga dengan autosomal dominan.

Huntington disease ini umum terjadi di keluarga yang menderita penyakit ini. 1:2 anak akan membawa gen ini jika orang tua memiliki penyakit Huntington. Atau 50% kemungkinan anak dalam setiap keluarga penderita Huntington akan mendapatkan kelainan gen dan menderita Huntington ini.

Ciri-ciri dan Gejala Penyakit Huntington

Penyakit yang menyerang sel saraf otak ini umumnya terjadi pada usia 30-50 tahun. Bisa lebih cepat atau bahkan lebih lambat. Penyakit Huntington memang akan berakibat fatal setelah periode 20 tahun setelah gejala muncul.

Lalu, apa saja gejala atau ciri-ciri penyakit ini?

  • Mengalami Depresi
  • Mengalami kesulitan berkonsentrasi dan susah mengingat sesuatu
  • Sulit bergerak
  • Memiliki perubahan suasana hati dan kepribadian
  • Saat berjalan sering tersandung atau mengalami gangguan dan kikuk
  • Adanya gerakan gelisah atau menyentang yang tidak disadari dari anggota tubuh seperti kaki atau lengan
  • Memiliki gangguan berbicara, bernapas, dan menelan

Apa Penyebab dan Faktor Pemicu Penyakit Huntington Ini?

Huntington disease merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya kecacatan dalam gen tunggal atau disebut juga gangguan autosomal dominan. Artinya, satu salinan gen yang rusak, diturunkan dari ayah atau ibu, sudah cukup untuk membuat seseorang menderita penyakit ini.

Ayah atau ibu yang memiliki cacat genetik ini akan berpeluang menurunkan pada anaknya dan seterusnya.

Mutasi gen pada Huntington disease ini berbeda dari mutasi gen yang lain. Sebab, tidak ada bagian yang hilang dalam sel, melainkan ada kesalahan ketika penyalinan. Maksudnya, ada proses yang salah yaitu area dalam gen disalin terlalu banyak. Pada setiap generasinya dari keturunan keluarga yang menderita Huntington ini, jumlah salinan gen berulang cenderung semakin meningkat.

Karena pengulangan terus menumpuk, gejala Huntington pada seseorang dapat munyebabkan Huntington berkembang lebih cepat.

Penyakit Huntington tidak memilki faktor pemicu yang meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Risiko hanya muncul ketika Anda memiliki orang tua yang mengidap Huntington disease. Hal ini karena penyakit ini merupakan penyakit turunan.

Cara Meringankan Gejala Penyakit Huntington

Penyakit Huntington hingga sekarang belum ditemukan obatnya. Pengobatan yang dilakukan hanya dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengelola beberapa gejala seperti adanya gerakan berlebihan dan mudah marah.

Berikut yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi penyakit Huntington ini.

  • Penderita Huntington dianjurkan makan lebih dari tiga kali sehari untuk mendapatkan nutrisi yang cukup. Sebab, penderita biasanya akan sulit mempertahankan berat badan yang sehat akibat adanya gangguan makan, namun kebutuhan kalori meningkat karena adanya pengerahan tenaga fisik atau gangguan metabolisme yang mungkin tidak diketahui.
  • Pilihlah makanan yang mudah ditelan dan cobalah untuk fokus ketika makan. Hal ini karena penderita mengalami kesulitan ketika mengunyah, menelan, dan keterampilan motorik halus ini mampu membatasi jumlah makanan yang dimakan dan berisiko tersedak.
  • Minta bantuan orang terdekat atau catat semua tugas dengan pengingat pada ponsel pintar
  • Gunakanlah kalendar dan buat jadwal untuk menetapkan rutinitas harian
  • Sebisa mungkin, usahakan untuk menciptakan lingkungan yang sederhana, tenang, dan terstruktur.

Jika Anda merasa adanya perubahan dalam gerakan, keadaan emosi, ataupun kemampuan mental, segeralh berkonsultasi dengan dokter. Sebab, gejala penyakit Huntington mungkin saja disebabkan oleh kondisi lain yang berbeda. Dokter akan memberikan Anda diagnosis yang tepat mengenai kondisi Anda.

Ini Penyebab Gusi Berdarah

Gusi berdarah adalah keluarnya cairan darah dari gusi. Kondisi ini merupakan penyakit gusi yang paling sering terjadi dan menandakan adanya peradangan di dalam mulut, khususnya pada gusi dan jaringan di sekitarnya. Tidak hanya penyakit gusi, beberapa gangguan medis lain juga bisa menimbulkan keluhan gusi berdarah.

Jika hanya terjadi sesekali, penyebabnya mungkin karena luka akibat menggosok gigi secara kasar. Namun, jika gusi berdarah terlalu sering terjadi meski Anda sudah menggosok gigi dengan perlahan, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter gigi.

Penyebab gusi berdarah

  • Menggosok gigi

Menyikat gigi terlalu kasar bisa saja melukai gusi dan menyebabkan perdarahan. Namun kondisi gusi berdarah akibat aktivitas ini hanya terjadi sesekali.

  • Penumpukan plak

Penyebab gusi berdarah yang paling sering terjadi adalah adanya penumpukan plak pada gigi. Tumpukan plak ini lama kelamaan akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi dan memicu gingivitis dan periodontitis.

  • Diabetes

Saat mengalami diabetes, tubuh penderita menjadi kesulitan untuk melawan infeksi, termasuk infeksi pada gusi. Ditambah lagi dengan kadar gula darah di atas normal, yang membuat tubuh sulit untuk menyembuhkan luka.

  • Leukemia

Kanker darah atau leukemia bisa ditandai dengan gusi berdarah. Pasalnya, jumlah platelet atau keping darah dalam tubuh pengidap kanker ini termasuk rendah, sehingga perdarahan sulit berhenti.

  • Trombositopenia

Tromobositopenia juga membuat tubuh kekurangan platelet, sehingga darah sulit untuk membeku. Oleh karena itu, ketika Anda terluka perdarahan akan sulit berhenti. Misalnya, gusi berdarah saat menggosok gigi.

  • Kelainan pembekuan darah

Gangguan pembekuan darah membuat tubuh penderita sulit menghentikan perdarahan, termasuk ketika gusi berdarah.

  • Scurvy

Scurvy adalah istilah medis untuk kekurangan vitamin C. Penyakit ini dapat disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak memadai dan gusi berdarah termasuk gejala umumnya.

  • Kekurangan vitamin K

Vitamin K sangat penting untuk proses pembekuan darah. Jika Anda mengalami kekurangan vitamin ini, perdarahan pun menjadi sulit dihentikan.

  • Penyebab lainnya

Selain kondisi-kondisi di atas, gusi berdarah juga bisa terjadi akibat memakai gigi palsu dengan ukuran yang tidak sesuai, kehamilan karena kondisi ini dapat mengubah kadar hormone, serta penggunaan obat pengencer darah.

Seluk Beluk Seputar Rhinitis Alergi

Alergen adalah zat yang tidak berbahaya yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Rhinitis alergi, atau dikenal dengan sebutan hay fever, merupakan respon alergi terhadap alergen tertentu. Serbuk bunga merupakan alergen paling umum dijumpai, yang menjadi penyebab utama rhinitis alergi musiman. Di Amerika Serikat sendiri, terdapat sekitar 8 persen orang dewasa yang mengalami rhinitis alergi atau sejenisnya, menurut Akademi Alergi, Asthma, dan Immunology Amerika. Sementara itu, di seluruh dunia sekitar 10 hingga 30 persen dari populasi manusianya memiliki rhinitis alergi.

Ada beberapa gejala alergi yang dapat timbul dengan perubahan musim. Sementara itu, dalam kasus rhinitis alergi, gejala-gejala yang akan ditimbulkan di antaranya adalah bersin, hidung meler, hidung mampet, hidung gatal, batuk, radang tenggorokan, mata yang gatal atau terus menerus mengeluarkan air mata, kantung hitam di bawah mata, pusing, dan badan terasa lelah. Biasanya, Anda akan merasa satu atau lebih dari gejala-gejala alergi tersebut setelah melakukan kontak langsung dengan alergen. Beberapa gekala tertentu, seperti sakit kepala dan tubuh terasa lelah, mungkin hanya dapat terjadi setelah Anda mendapatkan paparan alergen dalam waktu yang lama. Meskipun di kenal dengan istilah demam alergi serbuk bunga, demam bukanlah salah satu tanda atau gejala rhinitis alergi.

Gejala-gejala tersebut jarang muncul pada sebagian orang, dan hanya baru akan terjadi ketika orang tersebut mendapatkan paparan alergen dalam jumlah yang banyak. Dalam kasus tertentu, orang dapat menunjukkan gejala rhinitis alergi setahun penuh. Bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan Anda menderita alergi apabila gejala yang disebutkan di atas bertahan lebih dari beberapa minggu dan tidak ada tanda-tanda mereda atau sembuh.

Penyebab dan faktor risiko rhinitis alergi

Saat tubuh Anda mendapatkan kontak langsung dengan sebuah alergen, tubuh akan melepaskan histamine, yang mana merupakan zat kimia alami yang melindungi tubuh dari alergen. Zat kimia tersebut dapat menyebabkan rhinitis alergi dan gejala-gejala yang dibawanya, seperti hidung meler, bersin, dan mata yang gatal. Selain serbuk bunga atau pohon, beberapa jenis alergen lain yang sering menyebabkan rhinitis alergi adalah serbuk rumput, air liur kucing, tungau debu, bulu binatang, dan jamur.

Alergi dapat menyerang siapa saja. Namun, ada kemungkinan besar Anda akan menderita alergi terutama apabila ada anggota keluarga yang memiliki alergi. Memiliki asthma atau eksim atopic juga dapat meningkatkan risiko rhinitis alergi. Beberapa faktor eksternal juga dapat memicu atau memperburuk kondisi alergi, seperti asap rokok, zat kimia, suhu udara dingin, kelembapan, angina, polusi udara, hairspray, parfum, dan uap.

Diagnosa

Apabila Anda memiliki alergi yang minor, Anda hanya akan membutuhkan pemeriksaan fisik. Namun, dokter akan melakukan beberapa jenis tes tertentu untuk menemukan perawatan dan pencegahan rhinitis alergi terbaik untuk Anda. Tes tusuk kulit adalah jenis tes yang paling sering dilakukan. Dokter akan meletakkan beberapa jenis zat di atas kulit dan melihat bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap zat-zat tersebut. Biasanya, benjolan kecil berwarna merah akan muncul apabila Anda alergi terhadap zat tersebut. Tes darah atau tes radioallergosorbent (RAS) juga merupakan jenis tes rhinitis alergi yang sering dijumpai. Tes RAST ini mengukur jumlah antibodi immunoglobulin E terhadap alergen khusus yang ada di darah Anda. Setelah diagnosa dibuat, dokter akan membuat rencana perawatan dan pencegahan terhadap alergen. Hasil dari perawatan tersebut sangat bergantung pada kondisi alergi Anda.