Category: Penyakit

Selain Infeksi, Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Vagina Bengkak

Selain Infeksi, Hal Ini Juga Bisa Sebabkan Vagina Bengkak

Vagina bengkak kadang terjadi karena beberapa hal seperti menstruasi, kehamilan, dan hubungan seksual. Hal ini tergolong normal. Namun, Anda perlu mewaspadai jika vagina bengkak disertai dengan gejala lain, seperti demam, nyeri, atau perdarahan hebat. Hal ini bisa menjadi pertanda adanya penyakit.

Vagina bengkak dapat terjadi pada setiap wanita di usia berapapun. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal. Sebagian bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan dan bisa diatasi dengan perawatan ringan, namun sebagian penyebab lainnya perlu diwaspadai dan butuh penanganan medis.

  1. Alergi

Salah satu penyebab vagina bengkak adalah reaksi alergi. Hal ini bisa terjadi karena adanya reaksi dari produk perawatan kewanitaan yang Anda gunakan. Kondisi tersebut mungkin saja terjadi karena vagina merupakan area tubuh yang cukup sensitif. Beberapa produk yang berisiko membuat vagina bengkak, antara lain sabun, pelumas, sabun vagina, krim vagina, pembalut, kondom lateks, hingga alat kontrasepsi. Maka dari itu, bila Anda mengalami tanda-tanda alergi pada vagina sebaiknya segera hentikan penggunaan produk perawatan tersebut. 

  1. Iritasi

Vagina bengkak juga bisa disebabkan oleh reaksi iritasi. Umumnya, reaksi iritasi disebabkan oleh penggunaan produk yang mengandung bahan kimia di dalamnya. Misalnya, tisu toilet, sabun mandi, parfum, atau deterjen. Penggunaan celana dalam yang terlalu ketat atau terbuat dari bahan tertentu, seperti lace (renda) atau polyester, juga bisa menyebabkan area vagina menjadi iritasi. Akibatnya, hal tersebut dapat berujung pada kondisi pembengkakan pada vagina. Terkadang jenis celana dalam lainnya, seperti thong atau G-string, juga bisa mengakibatkan iritasi. Pasalnya, penggunaan thong atau G-string tidak dapat menutupi area bibir vagina (labia) sepenuhnya sehingga bisa menimbulkan gesekan pada area vagina. Jika dilakukan terus menerus, bukan tidak mungkin hal tersebut bisa menyebabkan vagina membengkak.

  1. Bacterial vaginosis

Pertumbuhan bakteri jahat yang berlebih di vagina bisa menyebabkan bacterial vaginosis alias infeksi bakteri vagina. Kondisi ini biasanya menyebabkan pembengkakan, rasa gatal, terbakar, dan cairan berwarna keabuan dengan bau busuk yang menyengat. Beberapa kasus bacterial vaginosis bisa sembuh dengan sendirinya. Namun untuk membantu memulihkan kondisi, dokter umumnya meresepkan antibiotik dan obat-obatan antibakteri. Selain obat dari dokter Anda juga perlu menjaga kebersihan vagina secara teratur, salah satunya rutin mengganti celana dalam.

  1. Servisitis

Servisitis adalah kondisi saat leher rahim mengalami peradangan. Biasanya servisitis muncul sebagai akibat dari penyakit menular seksual. Klamidia, gonore, dan trikomoniasis umumnya menjadi penyakit kelamin yang paling sering menyebabkan servisitis. Selain pembengkakan pada vagina, kondisi ini juga biasanya menyebabkan nyeri panggul, keputihan yang tidak normal, dan rasa sakit saat berhubungan seks. 

  1. Kehamilan

Jika Anda sedang hamil dan menyadari vagina jadi bengkak, maka tidak perlu khawatir. Pasalnya, tekanan pada panggul karena keberadaan janin di perut memang dapat meningkatkan aliran darah ke bagian bawah tubuh, termasuk vagina. Kondisi tersebut yang membuat ibu hamil rentan mengalami vagina membengkak sehingga Anda mungkin akan merasa nyeri dan tidak nyaman. Vagina bengkak saat hamil dapat hilang dengan sendirinya saat Anda melahirkan. Namun, untuk meringankannya, Anda bisa berbaring dengan cara meninggikan kaki sehingga cairan dan darah tidak berkumpul di bagian bawah tubuh, termasuk vagina. 

  1. Edema

Edema adalah kondisi yang terjadi karena adanya penumpukan cairan di dalam tubuh. Pada vagina, kondisi ini biasanya disebabkan oleh cairan di kelenjar getah bening atau vena yang gagal mengalir. Hal ini bisa diatasi dengan bantuan dokter. Dokter harus mengidentifikasi penyebabnya terlebih dulu. Memijat area yang bengkak dengan lembut bisa membantu mengurangi pembengkakan, namun harus dilakukan sesuai arahan dokter.

Jadi, itulah beberapa hal atau kondisi yang bisa membuat vagina bengkak. Jika Anda mengalami kondisi tersebut, segeralah konsultasi ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak semakin memperparah kondisi vagina Anda.

Apa Saja Penyebab dan Ciri-Ciri Paranoid?

Paranoid termasuk dalam gangguan kepribadian paranoid (PPD) yang merupakan salah satu dari sekumpulan kondisi yang disebut sebagai Eccentric Personality Disorder. Orang dengan gangguan tersebut biasanya akan menderita paranoid atau paranoia, ketidakpercayaan yang tak henti-hentinya dan kecurigaan terhadap orang lain, meskipun tidak ada alasan untuk curiga. 

Ciri-ciri paranoid salah satunya adalah sulit percaya dengan orang lain

Pada artikel kali ini akan dibahas tentang apa saja ciri-ciri paranoid dan apa penyebab dari kondisi tersebut. Berikut penjelasannya!

Apa itu gangguan kepribadian paranoid?

Gangguan kepribadian paranoid adalah salah satu dari sekumpulan kondisi yang disebut gangguan kepribadian eksentrik atau cluster A. Orang dengan kelainan ini sering kali tampil aneh. Karakteristik penting dari penderita PPD adalah paranoid, ketidakpercayaan yang terus menerus dan kecurigaan terhadap orang lain tanpa alasan yang memadai untuk curiga. 

Gangguan ini sering dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja awal dan tampaknya lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Studi memperkirakan bahwa PPD mempengaruhi antara 2,3% dan 4,4% dari populasi umum. 

Paranoid melibatkan perasaan dan pikiran cemas atau takut yang intens yang seringkali terkait dengan penganiayaan, ancaman, atau konspirasi. Paranoid terjadi pada banyak gangguan mental, tetapi paling sering muncul pada gangguan psikotik. 

Paranoid sendiri bisa menjadi delusi, ketika pikiran dan keyakinan irasional menjadi begitu mantap sehingga tidak ada yang dapat meyakinkan seseorang bahwa apa yang mereka pikirkan atau rasakan tidak benar. 

Apa penyebab dari gangguan kepribadian paranoid?

Penyebab pasti dari paranoid belum diketahui jelas, tetapi kemungkinan besar melibatkan kombinasi faktor biologis dan psikologis. Fakta bahwa paranoid lebih sering terjadi pada orang yang memiliki kerabat atau turunan skizofrenia dan kelainan delusi menunjukkan adanya hubungan genetik antara kedua kelainan tersebut (dapat terjadi dalam keluarga). Juga diyakini bahwa pengalaman anak usia dini, termasuk trauma fisik atau emosional, berperan dalam perkembangan paranoid. 

Apa saja gejala dan ciri-ciri paranoid?

Orang dengan gangguan kepribadian paranoid percaya bahwa orang lain terus-menerus mencoba merendahkannya, menyakiti, atau mengancam mereka. Keyakinan yang umumnya tidak mendasar ini, serta kebiasaan menyalahkan dan ketidakpercayaan mereka, mengganggu kemampuan mereka untuk membentuk hubungan yang dekat atau bahkan bisa diterapkan. 

Orang dengan kelainan ini bisanya memiliki gejala atau ciri-ciri sebagai berikut:

  • Meragukan komitmen, kesetiaan, atau kepercayaan orang lain, percaya orang lain mengeksploitasi atau menipu mereka. 
  • Enggan untuk curhat kepada orang lain atau mengungkapkan informasi pribadi karena mereka takut informasi tersebut akan digunakan untuk melawan mereka. 
  • Mungkin mereka tidak bisa memaafkan sesuatu dan menyimpan dendam. 
  • Baca makna tersembunyi dalam pernyataan polos atau penampilan santai orang lain.
  • Persepsi serangan terhadap karakter mereka yang tidak terlihat oleh orang lain, mereka umumnya bereaksi dengan amarah dan cepat membalas. 
  • Memiliki kecurigaan yang terus menerus, tanpa alasan, bahwa pasangan atau kekasih mereka tidak setia. 
  • Secara umum bersikap dingin dan menjaga jarak dalam hubungan mereka dengan orang lain, dan mungkin menjadi pengontrol dan cemburu untuk menghindari pengkhianatan. 
  • Tidak dapat melihat peran mereka dalam masalah atau konflik, percaya bahwa mereka selalu benar. 
  • Kesulitan untuk bersantai. 
  • Bersikap bermusuhan, keras kepala, dan argumentatif.
  • Cenderung mengembangkan stereotip negatif terhadap orang lain, terutama yang berasal dari kelompok budaya yang berbeda. 

Lalu, bagaimana mengatasinya?

Pengobatan atau mengatasi paranoid biasanya melalui pengobatan dan terapi perilaku kognitif. Unsur terpenting dalam mengobati paranoid dan gangguan delusi adalah dengan membangun hubungan saling percaya dan kolaboratif untuk mengurangi dampak dan pikiran menakutkan yang rasional dan meningkatkan keterampilan sosial. 

Mengobati orang dengan paranoid bisa jadi sulit karena gejala dan ciri-ciri paranoid menyebabkan peningkatan sifat lekas marah, kewaspadaan emosional, dan kemungkinan permusuhan. Sering kali, perkembangan delusi paranoid dan terutama gangguan delusi lambat. Terlepas dari seberapa lambat prosesnya, pemulihan dan penyambungan kembali sangat dimungkinkan. 

Jadi, jika Anda melihat ada kerabat atau keluarga yang memiliki gejala dan ciri-ciri paranoid, maka ada baiknya untuk mendekatkan diri padanya, ajak bicara secara perlahan, dan jika tidak memungkinkan segera temui psikolog atau terapi untuk mengatasi masalah tersebut.

Sakit Telinga

Mungkin sejak kecil Anda telah diajarkan untuk membersihkan tubuh secara rutin, termasuk bagian telinga. Jika tidak membersihkan telinga secara rutin, Anda bisa mengalami sakit telinga.

Pengertian Tentang Sakit Telinga

Sakit telinga merupakan kondisi yang sering terjadi karena berbagai faktor. Sakit telinga dibagi menjadi dua jenis, antara lain sakit telinga primer dan sakit telinga sekunder.

Sakit telinga primer merupakan sakit telinga yang berasal dari dalam telinga. Sakit telinga sekunder merupakan sakit telinga yang berasal dari luar telinga.

Sakit telinga primer lebih sering dialami oleh anak-anak, sedangkan sakit telinga sekunder lebih sering dialami oleh orang dewasa.

Gejala

Seseorang yang mengalami sakit telinga akan menunjukkan gejala berikut:

  • Nyeri.
  • Drainase cairan dari telinga.
  • Gangguan pendengaran.
  • Sakit kepala.
  • Kesulitan untuk tidur.
  • Demam.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Gangguan keseimbangan.

Gejala sakit telinga bisa terjadi baik di satu telinga maupun keduanya. Gejala yang dialami penderita juga bisa sembuh dengan sendiri. Namun, pada sebagian kasus, gejalanya bisa berdampak lebih serius sehingga perlu segera ditangani oleh tim medis.

Penyebab

Berikut adalah penyebab sakit telinga:

  • Sakit telinga primer

Penyebab sakit telinga primer bisa berupa:

  • Sampo yang terperangkap di telinga.
  • Penumpukan kotoran telinga.
  • Penggunaan kapas.
  • Gendang telinga berlubang.
  • Eksim di lubang telinga.
  • Otitis (media atau eksterna).
  • Disfungsi tuba eusthacius.
  • Sakit telinga sekunder

Penyebab sakit telinga sekunder bisa berupa:

  • Masalah pada gigi (contohnya: abses).
  • GERD (penyakit kronis di saluran pencernaan).
  • Tumor di kepala atau sekitarnya.
  • Idiopatik.
  • Depresi.
  • Gangguan sendi rahang.
  • Radang tenggorokan.
  • Arteritis termporal.
  • Aneurisma toraks.
  • Perubahan tekanan udara.
  • Penyebab lain

Penyebab lain bisa berupa:

  • Trauma.
  • Tumor atau kista yang mengalami infeksi.
  • Virus myringitis.
  • Kanker paru-paru.
  • Mastoiditis.
  • Kolesteatoma.
  • Benda asing (contohnya: potongan kecil dari mainan anak).

Jika Anda Mengalami Masalah Pada Telinga

Jika Anda mengalami masalah pada telinga, namun kondisinya memburuk, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala tersebut terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut terjadi?
  • Seberapa parah gejala tersebut terjadi?

Diagnosis

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Otoskop

Otoskop dapat digunakan untuk melihat kondisi telinga pasien.

  • Stetoskop

Stetoskop dapat digunakan untuk mendengarkan suara pasien ketika mereka bernafas.

  • Timpanometri

Timpanometri dilakukan untuk mengetahui pergerakan gendang telinga (eardrum).

  • Reflektometri akustik

Reflektometri akustik dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak suara yang dipantulkan kembali dari gendang telinga.

  • Timpanosentesis

Timpanosentesis dilakukan untuk mengalirkan cairan dari telinga tengah.

Pengobatan

Pasien dapat mengobati sakit telinga dengan obat seperti obat antibiotik dan obat tetes telinga. Pasien dihimbau untuk tidak berhenti menggunakan obat pereda sakit telinga hingga kondisinya pulih sepenuhnya.

Pencegahan

Pasien dapat mencegah sakit telinga dengan cara-cara berikut:

  • Membersihkan telinga secara rutin.
  • Menggunakan alat pembersih telinga dengan bahan yang lebih nyaman dan tidak menempel di dalam telinga.
  • Jangan memegang benda asing di dekat telinga.

Kesimpulan

Sakit telinga merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai, karena tidak hanya menimbulkan berbagai gejala, namun juga dapat menimbulkan gejala yang lebih serius pada telinga. Jika kondisi yang Anda alami cukup parah, Anda bisa bertemu dengan dokter. Anda dapat mengatasi sakit telinga dengan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut tentang telinga, Anda bisa menanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Jangan Sepelekan Rasa Nyeri di Mata Ini, Bisa Bahaya

Area mata merupakan salah satu bagian yang sensitif apalagi jika ada benda asing yang masuk, bisa menyebabkan rasa nyeri di mata hingga infeksi.

Rasa nyeri dan perih pada mata terkadang sering disepelekan, padahal jika tidak ditangani bisa menyebabkan infeksi yang serius. 

Berikut ini beberapa masalah pada mata, seperti nyeri, gatal, hingga mata merah yang tak bisa kamu sepelekan. 

Nyeri di mata 

Jika kamu merasakan rasa nyeri di mata seperti tertusuk jarum, bisa jadi hal ini disebabkan oleh hal serius seperti inflamasi di bagian dalam mata atau biasa disebut uveitis. 

Uveitis ini bisa terjadi ketika kondisi kekebalan tubuh sedang lemah, namun tidak menyebabkan masalah jangka panjang. Hanya saja jika tidak segera ditangani bisa memengaruhi penglihatanmu. 

Nyeri ini bisa semakin terasa ketika kamu menggerakan bola mata. Penyebab lain munculnya nyeri di mata yakni karena glaukoma. 

Mata terasa nyeri dan berwarna merah muda

Nyeri pada mata disertai dengan mata berwarna merah muda biasanya disebabkan oleh konjungtivitis atau pink eye

Konjungtivitis bisa terjadi oleh beberapa hal, salah satunya karena terinfeksi virus atau bakteri dan bisa menular pada orang lain. 

Jika mengalami hal ini, sebaiknya segera menemui dokter untuk melakukan penanganan yang tepat agar tidak menularkan pada orang lain. 

Mata terasa panas dan terbakar

Nyeri di mata biasanya juga memiliki rasa panas dan terbakar. Hal ini terjadi karena mata mengalami kelelahan dan dalam kondisi kering akibat menatap layar gadget atau televisi terlalu lama. 

Sebenarnya, hal ini umum terjadi dan bisa diatasi dengan memberikan obat tetes mata agar mata tidak kering. Namun, jika rasa perih atau nyeri semakin menyiksa, sebaiknya segera temui dokter. 

Mata terasa nyeri saat melihat cahaya

Ketika melihat cahaya yang terlalu terang, biasanya mata terasa nyeri dan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. 

Gangguan ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti iritasi karena lensa kontak, uveitis, keratitis, ablasi retina, dan juga ablasi kornea. 

Mata infeksi karena parasit

Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat atau bersih bisa menyebabkan mata terkena parasit yang menyebabkan infeksi. Gejala ini biasa disebut dengan keratitis acanthamoeba. 

Hal ini terjadi karena penggunaan lensa kontak saat berenang dan juga mandi. Agar terhindar dari parasit ini, sebaiknya selalu gunakan kontak lensa sesuai dengan prosedur pada kemasan. Hindari juga pemakaian lensa kontak saat berenang atau mandi. 

Bagaimana mencegahnya?

Nyeri di mata tentu bisa dicegah dengan melakukan beberapa kebiasaan bersih ini, seperti:

  • Jangan sentuh bagian mata dan juga wajah dengan tangan yang kotor
  • Mandi secara teratur dan rajin mencuci tangan
  • Gunakan handuk yang bersih dan tisu yang bersih saat membersihkan area mata
  • Hindari berbagi alat make up dengan orang lain
  • Ganti dan cuci sprei minimal satu minggu sekali
  • Kenakan lensa kontak yang pas di mata
  • Gunakan larutan yang aman untuk membersihkan kontak lensa
  • Hindari melakukan kontak langsung dengan penderita konjungtivitis

Kamu bisa melakukan perawatan mandiri jika gejala yang dialami ringan dan tidak mengganggu aktivitas. Namun, jika rasa nyeri semakin menyakitkan, sebaiknya segera bertemu dengan dokter mata agar ditangani dengan cepat. 

Khusus untuk gejala nyeri di mata, sensitif pada cahaya, hingga pandangan kabur, segera temui dokter karena hal ini bisa menandakan adanya hal serius. 

Clover Dental Care: Alamat, Fasilitas, dan Tindakan Medis

Clover Dental Care

Clover Dental Care merupakan salah satu klinik gigi terbaik yang berada di Kota Palembang. 

Selain fasilitas yang lengkap, Clover Dental Care juga memiliki dokter spesialis gigi yang cukup lengkap mulai dari dokter gigi umum, hingga dokter gigi spesialis radiologi kedokteran gigi. 

Berikut ini informasi lengkap Clover Dental Care mulai dari alamat, fasilitas, hingga tindakan medis yang perlu kamu ketahui. 

Alamat dan jam operasional Clover Dental Care 

Clover Dental Care beralamat di Jalan Kapt. A. Rivai Nomor 108 RT 30/RW 09, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

Clover Dental Care beroperasi setiap hari dengan jadwal yang berbeda-beda. Berikut ini jam operasional Clover Dental Care:

  • Senin: 10.00-22.00
  • Selasa: 10.00-22.00
  • Rabu: 10.00-22.00
  • Kamis: 10.00-22.00
  • Jumat: 10.00-22.00
  • Sabtu: 09.00-18.00
  • Minggu: 10.00-17.00

Fasilitas di Clover Dental Care

Clover Dental Care memiliki fasilitas untuk perawatan serta pemeriksaan gigi yang cukup lengkap, seperti: 

  • AquaCare Twin Air Abration and Polishing Unit
  • Electric micromotor
  • Encomotor
  • Melag Vacuum Autoclave
  • Servotome
  • Piezotome

Selain fasilitas medis yang mumpuni, Clover Dental Care juga menyediakan fasilitas umum lainnya yang lengkap dan membuat pasien nyaman saat berkunjung, seperti: 

  • Minimarket
  • Mushola
  • Ruang menyusui
  • Parkir mobil dan motor
  • Wifi 

Tindakan medis

Memiliki dokter spesialis gigi yang lengkap, Clover Dental Care juga bisa mengatasi berbagai permasalahan gigi, seperti mencabut gigi, implan gigi, hingga pemasangan veneer. Berikut ini beberapa tindakan medis yang dilakukan di Clover Dental Care.

  • Pembersihan gigi

Clover Dental Care melayani pembersihan gigi menyeluruh yang membersihkan mulai dari gigi hingga gusi. 

Tindakan medis pembersihan gigi ini juga didukung dengan fasilitas AquaCare, yakni alat khusus untuk melakukan pembersihan gigi yang menggunakan semprotan bubuk, air, dan angin sehingga tidak menyebabkan gigi ngilu atau terjadi keretakan pada gigi. 

  • Cabut gigi

Clover Dental Care juga melayani untuk tindakan pencabutan gigi yang membuat pasien tidak nyaman. Prosedur pencabutan gigi dimulai dengan menyuntik anestesi lokal di area gigi yang akan dicabut.

  • Pemasangan implan gigi

Pemasangan implan gigi merupakan proses penggantian akar gigi agar pasien lebih nyaman serta menjaga kesehatan mulut.

Pemasangan implan gigi di Clover Dental Care sudah termasuk untuk konsultasi, melakukan pemeriksaan, cetak gigi, abutment, hingga pemasangannya. 

  • Pemasangan gigi palsu

Pemasangan gigi palsu biasanya dilakukan untuk mengganti gigi asli yang sudah copot atau sengaja dicabut karena beberapa alasan medis, seperti gigi sudah bolong sangat dalam dan tidak memungkinkan untuk ditambal. 

  • Odontektomi

Odontektomi adalah proses pencabutan gigi dengan membedahnya. Pembedahan dilakukan dengan melakukan pengangkatan mucoperiosteal flap

Prosedur ini biasa dilakukan untuk membuang gigi yang tumbuh tidak sempurna.

  • Pemasangan kawat gigi/behel

Clover Dental Care juga menerima pemasangan kawat gigi atau behel untuk merapikan gigi yang berantakan atau tidak rata. Pemasangan gigi dilakukan dengan spesialis orthodontist langsung. 

  • Pemasangan crown gigi

Pemasangan crown gigi dilakukan untuk meletakkan mahkota gigi buatan pada bagian atas gigi yang rusak agar kembali normal dan sehat.

  • Tambal gigi

Proses penambalan gigi ini dilakukan untuk menutup lubang pada gigi agar tidak menjadi tempat virus dan bakteri yang bisa membuat infeksi hingga bau mulut. 

  • Veneer gigi

Veneer gigi merupakan salah satu prosedur perawatan gigi untuk memperbaiki gigi yang gompal atau posisinya berubah.

Veneer gigi dilakukan dengan melapisi gigi dengan porselen di bagian permukaan gigi. 

Itu dia informasi lengkap mengenai Clover Dental Care, mulai dari alamat, fasilitas yang ditawarkan, hingga tindakan medisnya. 

Khawatir dengan Remaja Pacaran? Berikut 11 Cara Menghadapinya

Pertumbuhan anak adalah hal yang tidak dapat dihindari. Anak-anak akan memasuki fase remaja pacaran dan mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Salah satunya adalah anak-anak remaja mulai penasaran dengan apa itu pacaran. 

Fenomena remaja pacaran sudah sangat sering ditemui. Beberapa gaya pacaran pun dianggap mengkhawatirkan karena dapat melanggar nilai-nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Sebagai orang tua, Anda dapat memberikan nasihat kepada remaja yang mulai berpacaran. Nasihat harus disampaikan dengan hati-hati agar remaja yang berpacaran dapat melihat sisi lain dari hal tersebut.

  1. Menghadapi Remaja Pacaran

Untuk menghindari dampak negatif dari pacaran, Anda dapat memastikan bahwa komunikasi Anda dengan anak berjalan baik. Topik mengenai pacaran bisa menjadi topik yang sensitif bagi remaja, sehingga harus disampaikan dengan cara yang tepat agar anak tidak menutup diri. Beberapa cara untuk menghadapi remaja pacaran adalah:

  1. Refleksi Diri

Sebelum mengambil tindakan, sebagai orang tua Anda dapat bertanya kepada diri sendiri terlebih dahulu apa alasan Anda tidak menyetujui anak berpacaran. Apakah faktor itu berasal dari penilaian subjektif atau objektif? 

Setelah mendapatkan jawabannya, sampaikanlah kepada anak alasan Anda dengan kata-kata yang baik. Ajak anak untuk melihat sudut pandang Anda sebagai orang tua, namun dengan alasan-alasan yang rasional sehingga membuat anak mengerti.

  1. Berikan Persepsi Pacaran “Sehat”

Jika Anda tidak melarang anak untuk berpacaran, ajaklah anak untuk memandang pacaran sebagai kegiatan yang “sehat” dan tidak merugikan mereka. 

Sampaikan kepada anak bahwa pacaran yang sehat harus memiliki beberapa faktor seperti rasa hormat, saling menghargai, kepercayaan satu sama lain, komunikasi, dukungan, kejujuran, dan saling mengerti. 

  1. Jelaskan Perbedaan Antara Nafsu, Obsesi, dan Cinta

Selain cinta, beberapa faktor yang melatarbelakangi remaja pacaran lainnya adalah seperti nafsu dan obsesi. Orang tua harus mampu menjelaskan kepada anak tentang perbedaan ketiganya. Apabila yang melatarbelakangi hubungan anak dengan pasangannya adalah nafsu atau obsesi, maka nasihatilah anak untuk menghindari hubungan tersebut,

  1. Mulai dengan Pertanyaan kepada Anak

Daripada memarahi anak ketika berpacaran, Anda dapat mendekatkan diri terlebih dahulu dengan bertanya beberapa hal. Melalui bertanya, Anda dapat menemukan apa yang anak pikirkan dan mengetahui mengapa anak tertarik kepada pasangannya. Pertanyaan yang dapat Anda ajukan adalah seperti awal perkenalan, hal yang membuat anak menyukai pasangannya, hal yang suka dilakukan bersama, dan hal yang disuka dari hubungannya.

Pastikan Anda ada di posisi netral ketika merespons jawaban anak. Jangan buat anak merasa tertekan karena dapat menyebabkan anak tidak mau terbuka lagi dengan orang tua.

  1. Undang Pasangan Anak untuk Bertemu

Kenali pacar baru anak dengan mengundangnya untuk bertemu. Anda dapat mengajaknya ke rumah dan makan bersama kemudian lihat interaksi anak dengan pacarnya. Jangan berikan respons yang ketus atau terlihat tidak senang, siapa tahu Anda bisa melihat hal lain yang membuat anak Anda mau berpacaran dengannya.

  1. Hargai Privasi Anak

Selain komunikasi, menghargai privasi anak akan membuat hubungan Anda dengannya tetap bertahan baik. Biarkan anak mengambil keputusan sendiri untuk bisa belajar dari fase ini.

Jika Anda mencoba untuk mengganggu privasi anak, bisa jadi anak akan merasa risih, tidak mau terbuka, dan tidak mempercayai Anda. Apabila Anda Khawatir, maka tetap berikan pengawasan dalam hal yang wajar.

  1. Sampaikan Nasehat dengan Kata-kata Bijak

Jika Anda mulai melihat hal-hal yang kurang baik dan ingin mengkritik anak dengan hubungannya, pilihlah kata-kata yang bijak. Sampaikan nasehat dengan baik dan respek tanpa mengintimidasi anak. 

Ketika anak mencoba untuk membela diri, tanyalah perasaannya ketika berada di posisi yang Anda tidak sukai. Hal ini dapat membuat anak mengetahui kesalahannya.

  1. Diskusikan tentang Seks

Hal lain yang dapat bersinggungan dengan remaja pacaran adalah mengeksplorasi dunia seks. Sebagai orang tua, jadikan pembahasan ini sebagai diskusi dan dengarkan pendapat anak terlebih dahulu mengenai seks.

Setelah Anda mendengarkannya, sampaikan apa saja yang belum diketahui anak dan luruskan jika ada pandangannya yang tidak sesuai.

Pembahasan ini memang terkesan kurang nyaman untuk menjadi topik obrolan. Namun dengan membiasakannya, pendidikan seksual akan membuat anak tahu mana yang benar dan yang salah tentang dunia seks.

  1. Berikan Batasan dan Dukungan

Membolehkan anak berpacaran bukan berarti Anda dapat melepaskannya begitu saja. Berikan aturan yang tegas agar anak tidak keluar jalur. Beberapa aturan yang dapat diterapkan adalah seperti tidak boleh pulang terlalu malam, menetapkan batasan teman yang boleh pergi bersama, serta ketentuan lain yang mungkin Anda miliki.

Setelah menyampaikan beberapa batasan, ajak anak berdiskusi tentang aturan yang telah dibuat agar Anda juga dapat mengetahui pandangan anak pada batasan tersebut.

Selain batasan, Anda juga dapat memberi dukungan kepada anak seperti mengantarkan anak bertemu pasangannya hingga menjadi tempat curhat anak. Dengan begini, Anda juga dapat mengontrol dan mengetahui hal-hal apa saja yang terjadi pada hubungan anak dengan pacarnya.

  1. Jangan Berhenti Komunikasi dengan Anak

Ketika terjadi perselisihan, jangan pernah hentikan komunikasi Anda dengan anak. Komunikasi adalah hal yang penting dan dapat menghindari anak dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pada saat berkomunikasi, Anda juga perlu menambahkan rasa hormat dan tidak menggurui. Melalui komunikasi yang baik, anak akan percaya dan berusaha untuk tidak mengecewakan orang tuanya.

Fenomena remaja pacaran adalah hal yang tidak bisa dihindari saat anak mulai tumbuh. Remaja adalah usia disaat orang akan menjadi penasaran dengan berbagai hal dan ingin mencobanya. Pastikan Anda menjadi tempat curhat anak saat berpacaran agar Anda dapat mengontrol anak tanpa mengintimidasinya.

Asam Sulfat, Cairan Mematikan yang Perlu Diwaspadai

Asam Sulfat, Cairan Mematikan yang Perlu Diwaspadai

Nama senyawa asam sulfat cukup sering didengar di tengah masyarakat. Asam sulfat adalah salah satu jenis bahan kimia keras yang biasanya kita temui sebagai elektrolit di dalam baterai atau aki. Penggunaan asam sulfat juga biasanya lazim digunakan pada industri pengolahan logam. 

Asam sulfat memiliki kode kimia H2SO4 dan mendapat sebutan King of Chemicals. Peristiwa alam yang dapat menghasilkan senyawa ini adalah aktivitas vulkanik. Bentuk dari asam sulfat adalah cairan bening yang tidak berwarna atau terkadang berbentuk cairan coklat berminyak. Asam sulfat memiliki sifat korosif atau dapat membuat benda lain hancur, sehingga untuk penggunaannya harus dikelola dengan hati-hati.

Pemanfaatan Asam Sulfat

Senyawa ini kerap kali digunakan dalam beberapa keperluan manusia atau sebagai senyawa yang membantu beberapa sektor industri. Berikut pemanfaatannya antara lain:

  1. Pembersih Logam dan Minyak

Sesuai namanya, senyawa ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk membersihkan logam. Selain itu, kotoran yang berasal dari minyak juga dapat dibersihkan oleh senyawa H2SO4 ini. 

  1. Pembersih Saluran Air

Sifat dari H2SO4 adalah dapat membuat benda atau senyawa lain melebur. Maka dari itu senyawa ini juga dapat digunakan sebagai bahan pembersih saluran air yang memiliki kotoran yang susah dihilangkan. Penggunaannya dalam rumah tangga dapat dikatakan relatif sedikit, namun jika harus menggunakan senyawa ini maka harus diaplikasikan dengan sangat hati-hati.

  1. Bahan Baku Industri

H2SO4 berperan penting dalam produksi bahan pembersih dan pemrosesan air limbah. Deterjen yang biasa digunakan untuk mencuci juga menggunakan asam sulfat dalam proses produksinya sebagai salah satu bahan baku. Selain itu, asam sulfat juga sebagai salah satu reaktan pada pembuatan bahan peledak, nitrogliserin, dan pemrosesan mineral.

  1. Obat 

Obat salep yang digunakan untuk mengobati beberapa infeksi kulit tertentu mengandung asam sulfat. Salah satunya adalah salep oleh yang digunakan untuk mengobati sariawan.

Obat kemoterapi untuk merusak sel kanker di dalam tubuh manusia juga menggunakan senyawa H2SO4.

Bahaya Asam Sulfat bagi Manusia

Senyawa H2SO4 sangat berbahaya jika terkena bagian tubuh manusia karena memiliki sifat korosif. Bahkan, apabila terpapar pada bagian tubuh tertentu senyawa asam sulfat dapat mengancam nyawa. Hampir semua bagian tubuh akan mengalami kerusakan jika terkena dengan senyawa H2SO4.

  • Bagi Kulit

Jika terpapar kulit dalam jumlah yang sedikit, H2SO4 dapat langsung menimbulkan rasa perih dan sakit. Dalam jumlah yang lebih banyak tentunya akan lebih membahayakan karena akan menimbulkan rasa panas dan terbakar. Sifatnya yang korosif juga akan merusak jaringan kulit dan membuat kulit mengelupas.

  • Bagi Saluran Pernapasan

Selain berbahaya bagi kulit, senyawa ini juga akan membahayakan saluran pernapasan karena mengeluarkan asap berupa gas SO2 yang sangat reaktif. Jika terhirup, maka gas ini berpotensi untuk merusak paru-paru.

  • Bagi Jaringan di Dalam Tubuh

Cairan H2SO4 yang terminum akan menyebabkan dehidrasi parah dan mengiritasi jaringan dalam tubuh karena sifatnya yang asam.

  • Bagi Mata

Mata yang terpapar asam sulfat akan mengalami kerusakan parah seperti menderita glaukoma, katarak dan penurunan kemampuan penglihatan. Dalam jumlah yang sangat sedikit saja atau uap dari senyawa ini mampu membuat mata terasa seperti terbakar dan perih.

Hal yang Harus Dilakukan saat Tubuh Terpapar Asam Sulfat

Apabila Anda atau orang disekitar Anda terpapar bahan yang membahayakan ini, maka hal-hal yang dapat segera dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Jika tidak sengaja tertelan, segera muntahkan dan panggil bantuan medis untuk menolong korban
  • Bilas dengan air yang banyak saat mengenai kulit atau mata
  • Jangan memberikan air atau susu ketika korban mengalami kesulitan menelan, kejang, muntah, dan mengalami penurunan kesadaran.
  • Jika terhirup, segera cari ruangan terbuka atau ruangan yang memiliki udara segar.

Asam sulfat memang sangat berguna bagi beberapa sektor industri dan membantu kehidupan manusia. Namun, penggunaannya harus diawasi dengan sangat ketat karena memiliki potensi yang membahayakan bagi manusia. Anda dapat memanggil tenaga profesional saat menggunakan bahan ini untuk menghindari bahaya yang dapat ditimbulkan.

Apakah Vaksin Corona Penting? Simak Manfaat dari Vaksinasi

Covid-19 merupakan satu dari berbagai jenis virus corona. Istilah virus corona mengacu pada sekelompok besar virus yang diketahui menyerang burung dan mamalia, termasuk manusia.

Dari ratusan coronavirus, hanya tujuh yang dapat mempengaruhi manusia. Empat virus corona hanya menyebabkan gejala flu atau ringan, sedangkan tiga diantaranya memiliki risiko yang lebih serius. Karena berpotensi menyebabkan wabah, vaksin corona penting dilakukan untuk mencegah hal itu terjadi.

Ada berapa jenis virus corona?

Sejak awal kemunculan Covid-19, istilah virus corona kerap disamakan dengan virus yang pertama kali ditemukan di China tersebut. Padahal coronavirus telah ditemukan sejak lama pada hewan. Beberapa waktu lalu virus tersebut juga telah ditemukan menginfeksi manusia.

Para ilmuwan membagi virus corona menjadi empat sub-kelompok yang disebut alfa, beta, gamma, dan delta. Tujuh virus ini dapat menginfeksi manusia yang dapat menyebabkan komplikasi ringan hingga berat.

Empat virus korona yang umum adalah 229E (alfa), NL63 (alfa), OC43 (beta), dan HKU1 (beta). Jenis virus di atas menyebabkan gejala flu ringan hingga sedang. Kebanyakan orang di seluruh dunia pernah terinfeksi salah satu virus tersebut. Namun mereka yang tertular virus ini dapat pulih dengan sendirinya.

Virus corona yang menginfeksi hewan dapat berevolusi dan menular ke manusia, sehingga menjadi virus corona jenis baru. Virus ini menimbulkan risiko yang lebih serius pada manusia. Tiga virus tersebut yaitu:

  • SARS-CoV

SARS-CoV merupakan beta coronavirus yang menyebabkan sindrom pernapasan akut yang parah, atau dikenal dengan penyakit SARS. Menurut WHO, kasus manusia pertama kali muncul di China selatan pada November 2002.

SARS-CoV kemungkinan besar ditularkan melalui kelelawar. Selama epidemi 2002-2003, lebih dari 8.000 orang di 26 negara terjangkit SARS, dengan kasus kematian 774 kasus.

  • MERS-CoV

Virus ini menyebabkan penyakit MERS yang muncul di Arab pada tahun 2012. MERS-CoV ditularkan melalui manusia yang berkontak dengan unta yang terinfeksi.

Pada tahun 2012, 27 negara telah melaporkan lebih dari 2.400 kasus MERS. Pada 2015, MERS kembali mewabah di Korea Selatan dengan 186 kasus positif dan 36 kasus kematian. European Center for Disease Prevention and Control (ECDPC) menyebutkan ada lebih dari 200 kasus MERS-CoV yang dilaporkan pada 2019.

Hingga saat ini otoritas kesehatan di seluruh dunia terus memantau kasus MERS.

  • SARS-CoV-2

SARS-CoV-2 atau 2019-nCoV merupakan kasus coronavirus terbaru yang pertama kali muncul di Wuhan, China, pada akhir Desember 2019. Virus ini merupakan penyebab Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia sampai saat ini.

Meski dikatakan tingkat kematiannya tidak terlalu tinggi, virus ini dapat cepat menyebar. Dalam beberapa bulan, SARS-CoV-2 telah menyebar ke berbagai belahan dunia.

Dilansir dari laman Covid-19 WHO, hingga saat ini terhitung lebih dari 70 ribu kasus terkonfirmasi dengan lebih dari 1 juta kasus meninggal. Otoritas kesehatan di seluruh dunia menekankan pentingnya vaksin Covid-19 dan sedang mengembangkan vaksin virus baru ini.

Pentingnya vaksin virus corona

Manfaat utama dari vaksin atau imunisasi adalah menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh dari infeksi berbagai patogen berbahaya. Hingga saat ini ada banyak vaksin yang tersedia untuk mencegah lebih dari 20 penyakit yang mengancuam jiwa.

Virus penyebab Covid-19 kemungkinan akan terus berubah karena mutasi. Maka dari itu vaksin corona penting untuk pengendalian wabah penyakit menular yang disebabkan coronavirus.

Anda mungkin masih ragu atau khawatir terhadap vaksin yang ditawarkan. Untuk mengetahui lebih lanjut alasan virus corona penting dan kapan vaksin Covid-19 tersedia, diskusikan dengan dokter secara langsung melalui layanan kesehatan keluarga SehatQ.

Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Mengenal Virus Herpex Simplex Tipe 1

Virus herpes simplex merupakan infeksi pada tubuh yang menyebabkan herpes. Kondisi yang disebut juga dengan HSV ini terdiri atas dua tipe. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang herpex simplex tipe 1 (HSV-1).

HSV 1 adalah tipe HSV yang menyerang area mulut. Karena itu, gejala utamanya adalah adanya luka di sekitar mulut dan bibir. Kadang-kadang, luka ini disebut sebagai lepuh demam atau luka dingin.

Gejala virus herpes simplex tipe 1

Gejala utama dari virus herpes simplex secara keseluruhan adalah kemunculan lepuh di sekitar area yang terkena. Dalam hal ini, karena herpes simplex tipe 1 menyerang mulut, maka luka lepuh ini akan tumbuh di sekitar area mulut dan bibir.

Saat lepuh tersebut pecah, Anda akan merasakan adanya bekas luka yang cenderung lunak dan lembut.

Selain itu, Anda mungkin juga akan merasakan gejala yang serupa seperti flu. Gejala-gejala itu berupa demam, sakit kepala, rasa lelah, dan kehilangan nafsu makan.

Anda mungkin juga akan merasakan nyeri sangat mengunyah, menelan, atau berbicara. Luka juga akan menimbulkan rasa gatal. Biasanya, gejala ini dapat berlangsung selama kurang lebih 10 hari.

Ada kesamaan pada gejala HSV tipe 1 dan tipe 2. Kesamaan itu berupa:

  • Tingkat keparahan

Tingkat keparahan gejala dari HSV tipe 1 dan 2 mudah dikenali. Pada infeksi pertama, luka akan terlihat lebih luas. Namun, saat luka ini muncul sebagai bentuk kambuh, ukurannya tidak akan seluas saat infeksi pertama.

  • Tanda peringatan kambuh

Terkadang, gejala dari HSV juga bisa muncul atau kambuh secara tiba-tiba. Anda bisa mendeteksi apabila gejala akan kambuh apabila merasakan kesemutan, nyeri, atau rasa terbakar yang terjadi secara berulang.

Hal ini disebabkan oleh peradangan dan iritasi saraf di area yang terinfeksi.

  • Interval asimtomatik

Luka yang menjadi gejala dari HSV tipe 1 disebabkan oleh virus yang masuk melalui kulit dan berjalan ke sarah. Virus ini akan tetap tidak aktif sebelum akhirnya muncul kembali.

Masa tidak aktif ini bisa terjadi dalam interval yang berbeda-beda. Umumnya interval ini bisa saja berlangsung dalam periode berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahakn bertahun-tahun.

Komplikasi virus herpes simplex tipe 1

Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, herpes simplex tipe 1 juga bisa menimbulkan komplikasi. Komplikasi ini akan membahayakan kesehatan Anda dan menghambat Anda untuk beraktivitas sehari-harinya.

Berikut ini beberapa komplikasi yang mungkin timbul:

  • Herpes diseminata

Herpes diseminata merupakan kondisi yang terjadi saat infeksi virus herpes menyebar dari daerah awal infeksi. Penyebaran ini bisa menyebabkan gejala yang lebih parah dari gejala awal.

Misalnya, pada herpes simplex tipe 1, gejala akan muncul pada area mulut dan bibir. Namun, lama-kelamaan virus itu menyebar hingga menyerang area lidah dan menimbulakn gejala serupa di sana.

  • Kehilangan pendengaran

Percaya atau tidak, virus herpes simplek, baik tipe 1 maupun tipe 2, bisa juga menimbulkan komplikasi berupa kehilangan kemampuan pendengaran. Komplikasi ini bisa saja terjadi secara mendadak, baik pada orang dewasa, anak-anak, maupun bayi.

  • Radang otak

Radang otak merupakan komplikasi yang sangat serius. Radang ini disebabkan oleh infeksi pada otak yang bisa menimbulkan keterlambatan perkembangan pada anak-anak.

Sebaiknya, selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai gejala herpes simplex tipe 1 yang Anda derita. Pengobatan yang tepat bisa membantu Anda untuk terhindar dari komplikasi serius.

Mengenal Seckel Syndrome

Seckel syndrome adalah kondisi kelainan genetik yang ditandai dengan keterbelakangan pertumbuhan, seperti kepala sangat kecil (mikrosefali) dengan disabilitas intelektual, dan ciri-ciri wajah yang unik seperti mata besar, hidung mirip paruh, wajah sipit, dan rahang bawah surut.

Sekitar kurang dari 25% pasien dengan kondisi ini juga memiliki kelainan darah. Seckel syndrome diturunkan secara resesif autosomal. Kondisi tersebut dapat dibagi dalam 8 subtipe yang berbeda, sesuai dengan perubahan gen spesifik (mutasi). 

Seckel syndrome adalah kelainan bawaan yang sangat langka yang ditandai dengan keterlambatan pertumbuhan sebelum kelahiran (retardasi pertumbuhan intrauterin) yang mengakibatkan berat badan bayi saat lahir rendah. Penundaan pertumbuhan berlanjut setelah lahir (postnatal), mengakibatkan perawakan pendek (dwarfisme). Selain kondisi fisik pada wajah, beberapa bayi yang terkena mungkin menunjukkan fiksasi permanen dari jari kelima dalam posisi bengkok (secara klinis), malformasi (displasia) pinggul, dislokasi tulang di lengan bawah (dislokasi radial), dan / atau kelainan fisik lainnya.

Bayi dengan Seckel syndrome memiliki kelainan khas pada kepala dan area wajah (kraniofasial). Dalam kebanyakan kasus, bayi yang terkena mungkin menderita mikrosefali, suatu kondisi yang menunjukkan bahwa lingkar kepala lebih kecil dari yang diharapkan untuk usia dan jenis kelamin bayi, dahi yang surut, rahang yang sangat kecil (micrognathia) yang tersembunyi lebih jauh ke belakang dari biasanya (retrognathia) dan atau hidung “seperti paruh” berbentuk segitiga.  

Karena kelainan seperti itu, bagian tengah wajah mungkin tampak sangat menonjol. Selain itu, dalam beberapa kasus, sendi fibrosa tertentu antara tulang tengkorak (jahitan kranial) mungkin menutup sebelum waktunya (craniosynostosis). Akibatnya, kepala mungkin tampak memanjang atau memendek secara tidak normal, tergantung pada bagian tengkorak mana yang terkena.

Seckel syndrome adalah kelainan yang sangat langka yang diwariskan sebagai sifat resesif autosom. Tiga varian Seckel syndrome melibatkan gangguan atau mutasi gen pada tiga kromosom berbeda. Lokasi peta gen tersebut adalah: Seckel syndrome 1, pada kromosom 3 (3q22-q24); Seckel syndrome 2, pada kromosom 18 (18p11.31-q11) dan dan Seckel syndrome 3, pada kromosom 14 (14q21-q22).

Penyakit genetik ditentukan oleh kombinasi gen untuk sifat tertentu yang ada pada kromosom yang diterima dari ayah dan ibu. Gangguan genetik resesif terjadi ketika seseorang mewarisi gen abnormal yang sama untuk sifat yang sama dari setiap orang tua. Jika seseorang menerima satu gen normal dan satu gen untuk penyakit tersebut, orang tersebut akan menjadi pembawa penyakit, tetapi biasanya tidak akan menunjukkan gejala.

Dengan munculnya ultasonografi yang unggul secara teknis, Seckel syndrome dapat didiagnosis sebelum lahir.  Dalam ultrasonografi janin, gelombang suara yang dipantulkan digunakan untuk membuat gambar janin yang sedang berkembang. Setelah lahir, Seckel syndrome dapat dicurigai berdasarkan evaluasi klinis yang menyeluruh, riwayat pasien yang terperinci, dan berbagai tes khusus. Meskipun kelainan kraniofasial, kerangka, dan / atau fisik lain yang terkait dengan Seckel syndrome dapat muncul saat lahir (bawaan), diagnosis Seckel syndrome mungkin tidak dikonfirmasi, dalam beberapa kasus, sampai anak yang terkena menua dan sindrom penuh berkembang, misalnya, ketika perawakan pendek dan / atau keterbelakangan mental menjadi jelas.

Perawakan pendek yang terkait dengan Seckel syndrome melibatkan pertumbuhan proporsional lengan dan tungkai, yang memungkinkan diagnosis banding dari sindrom yang melibatkan perawakan pendek dan lengan dan kaki kecil yang abnormal (dwarfisme tungkai pendek).

Seckel syndrome adalah kelainan bawaan yang sangat langka yang tampaknya mempengaruhi pria dan wanita dalam jumlah yang sama. Insiden pasti dari gangguan ini tidak diketahui, namun lebih dari 100 kasus telah dilaporkan dalam literatur medis sejak deskripsi aslinya pada tahun 1960.