Jangan Asal, Begini Cara Menyuntikkan Insulin yang Tepat

Cara menyuntikkan insulin pada penderita diabetes tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Kita harus mengetahui beberapa metode yang benar dan tepat. Hal ini dilakukan agar suntikan insulin bisa bekerja dengan optimal. 

Bagi penderita diabetes, penyuntikkan insulin secara rutin adalah kebutuhan utama dan harus dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah. Insulin sendiri merupakan hormon yang membantu sel menggunakan glukosa sebagai energi. Biasanya, para penderita diabetes tipe 1 tidak bisa memproduksi insulin, sehingga harus dilakukan suntik insulin setiap hari. 

Alat suntik insulin sendiri terdiri dari beberapa ukuran dan dosis sesuai kebutuhan. Jadi pastikan kamu menggunakan alat suntik dan dosis yang sesuai, ya!

Jenis penyuntikkan insulin

Ada banyak cara menyuntikkan insulin ke tubuh penderita diabetes, termasuk dengan menggunakan jarum suntik, pena insulin, pompa insulin dan injektor jet. Pemberian suntikkan insulin ini didasarkan pada keputusan dokter setelah melihat kondisi pasien.

Penggunaan jarum suntik biasanya umum dilakukan, mengingat biaya yang dikeluarkan cukup murah dan bisa ditanggung asuransi. Jarum suntik insulin sendiri memiliki beberapa ukuran yang harus langsung dibuang setelah disuntikkan. 

Umumnya, panjang jarum yang digunakan untuk terapi insulin yakni 12,7 mm. Namun, jarum dengan ukuran panjang 8 mm, 6 mm, dan 4 mm juga memiliki efektivitas yang sama. 

Cara menyuntikkan insulin yang tepat

Ada beberapa step yang harus kamu ikuti untuk bisa melakukan penyuntikkan insulin dengan benar dan tepat. 

Pertama, pastikan mengecek kualitas insulin terlebih dahulu. Jika sudah didinginkan, biarkan insulin mencapai suhu kamar. Jangan gunakan insulin yang berbintik, mengental atau berubah warna. 

Beberapa alat dan bahan yang wajib kamu siapkan, yakni:

  • Botol obat
  • Jarum suntik
  • Bantalan alkohol
  • Kain kasa
  • Perban

Cara menyuntikkan insulin:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat. Pastikan kamu mencuci tangan dengan benar hingga ke sela-sela jari dan bawah kuku selama 20 detik, ya.
  • Tarik pompa suntikkan ke bawah hingga mencapai ukuran yang sama dengan dosis yang dibutuhkan
  • Bersihkan bagian atas botol insulin dengan tisu bersih
  • Masukkan jarum ke dalam botol dan dorong pompa secara perlahan agar tidak meninggalkan udara di tabung suntik
  • Letakkan jarum suntik di bawah dan posisi botol insulin di atas
  • Tarik pompa pada suntikan hingga tabung terisi insulin
  • Ketuk tabung suntik jika muncul gelembung udara, kemudian dorong suntikan untuk mengeluarkan gelembung udara tersebut
  • Cubit bagian tubuh yang akan disuntik untuk menghindari suntikan pada otot dan usap menggunakan tisu alkohol
  • Masukkan jarum suntik dengan sudut 90 derajat, dorong pompa hingga insulin masuk dan tunggu selama 10 detik
  • Lepaskan suntikan secara perlahan. Jangan melepas cubitan hingga jarum suntik keluar. Kemudian tekan area bekas suntikan dan tutup dengan kain kasa untuk menghindari darah keluar. 
  • Masukkan bekas jarum suntik dan botol wadah insulin ke dalam wadah khusus 

Setelah selesai melakukan suntik insulin, sebaiknya bertanya pada ahli kesehatan di mana harus membuang jarum suntik yang aman. Biasanya ahli kesehatan akan menyarankan untuk memasukkan bekas suntikan ke dalam kaleng bekas yang tertutup rapat. Kemudian kamu bisa membawa bekas jarum suntik pada pengelola limbah.

Cara mengurangi rasa sakit setelah menyuntik insulin

Agar proses penyuntikkan insulin tidak terlalu sakit, kamu bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Tempelkan es batu beberapa menit di area tubuh yang akan disuntik insulin. Hal ini akan mengurangi nyeri saat jarum masuk ke dalam kulit
  • Hilangkan gelembung udara dari jarum suntik sebelum disuntikkan
  • Relaksasikan otot di sekitar tempat suntikan dengan cara dipijat-pijat agar tidak tegang
  • Jangan merubah posisi atau arah jarum saat memasang dan melepas suntikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *