Jangan Remehkan Bahaya Kutu Caplak

Kutu caplak adalah hewan pengisap darah yang umumnya hidup di permukaan kulit hewan. Jenis kutu yang bentuknya mirip kuaci ini banyak ditemukan pada hewan peliharaan, seperti kucing dan anjing. Kebanyakan orang akan mencoba langsung membasmi kutu yang ada di hewan karena kasihan melihat peliharaannya. Namun sebenarnya, pembasmian kutu caplak juga mesti dilakukan karena jenis organisme ini berbahaya bagi kesehatan manusia. 

Kutu yang ada pada hewan peliharaan ini juga bisa berpindah ke manusia dan menimbulkan berbagai risiko kesehatan. Umumnya, orang-orang yang terkena jenis kutu hewan ini akan megalami gatal-gatal, ruam merah, sampai alergi yang menimbulkan sesak napas. 

Lebih daripada itu, kutu caplak juga berpotensi menghadirkan berbagai penyakit yang cukup serius. Berikut ini adalah berbagai penyakit yang mungkin menimpa Anda jika terinfeksi kutu dari anjing atau kucing peliharaan ini. 

  1. Tick Paralysis 

Tick paralysis kerap disebut juga sebagai kelumpuhan akibat kutu. Kelumpuhan tersebut bisa berasal dari 40 jenis kutu, tidak terkecuali kutu caplak. Infeksi dari kutu penyebab kelumpuhan akan membuat seluruh tubuh Anda merasa kesemutan sampai mati rasa. Anda pun bisa merasa sangat lemas sampai sulit menggerakkan bagian-bagian tubuh. 

Kelumpuhan kutu memang tidak umum terjadi namun bisa menimbulkan dampak yang leboh serius. Selain mati rasa, tick paralysys dapat memengaruhi paru-paru Anda dan membuat Anda sulit bernapas.  Kelumpuhan kutu ini dapat menyerang siapa saja, tetapi paling sering ditemukan pada anak di bawah usia 8 tahun.

  1. Penyakit Lyme 

Kutu caplak merupakan jenis kutu berkaki yang bisa menyebabkan penyakit lyme pada manusia. Penyakit ini akan menimbulkan berbagai gejala mulai dari yang ringan sampai parah pada penderitanya. Untuk gejala awal yang terjadi setelah 30 hari terinfeksi, biasanya yang muncul hanya ruam-ruam kemerahan pada kulit penderita. 

Namun jika dibiarkan berlanjut, Anda juga dapat mengalami nyeri sendi yang parah sampai risiko meningitis alias radang selaput otak. Penyakit lyme juga akan menimbulkan masalah pada irama jantung sehingga mesti segera ditangani. 

  1. Demam Rocky Mountain  

Demam Rocky Mountain awalnya berkembang di selatan Amerika karena adanya infeksi dari kutu anjing yang berjenis caplak. Tidak seperti demam biasa, demam yang satu ini akan menimbulkan bintik kemerahan di sekujur tubuh Anda. Tidak jarang demam akan disertai sakit kepala yang cukup parah. 

Penyakit yang disebabkan oleh kutu caplak yang satu ini mesti segera ditangani. Pasalnya jika dibiarkan terlalu lama, berbagai pengembangan bisa timbul dari demam rocky mountain, seperti kelumpuhan hingga harus berujung amputasi sampai kerusakan area pembuluh darah yang bisa mengarah ke penyakit kardiovaskular sampai stroke.

  1. Tick Borne Encephalitis 

Ada hampir 12.000 kasus tick borne encephalitis yang ditemukan tiap tahunnya. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus pada manusia yang melibatkan sistem saraf pusat. Virus penyebab penyakit ini biasa ditularkan melalui gigitan kutu caplak yang terinfeksi. Berhati-hatilah sebab penularan tick borne encephalitis bukan hanya dari hewan ke manusia, namun juga bisa dari manusia ke manusia. 

Tick borne encephalitis dapat dibagi menjadi dua fase. Pada fase pertama, Anda akan merasakan gejala kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, sampai demam tinggi. Penanganan pada fase pertama baiknya segera dilakukan guna menghindari masalah kesehatan yang lebih serius. Pasalnya pada fase kedua, penyakit yang mengganggu kinerja saraf pusat ini dapat berujung pada radang selaput otak dan radang otak yang lebih sulit ditangani. 

***

Jangan remehkan kutu caplak pada hewan peliharaan Anda jika tidak ingin terkena berbagai penyakit serius di atas. Memandikan hewan peliharaan secara rutin dan menjaga kebersihan rumah menjadi kunci pencegahan atas infeksi kutu caplak. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *