Karakteristik Cinta Platonik

Cinta platonik adalah hubungan emosional dan spiritual yang istimewa antara dua orang yang saling mencintai dan mengagumi satu sama lain karena minat yang sama, hubungan spiritual, dan pandangan dunia yang serupa. Namun jenis cinta ini tidak melibatkan jenis keterlibatan seksual apa pun.

Mencintai orang lain berarti memahami mereka dengan cara yang khusus, dan seperti yang dikatakan oleh penulis Judith Blackstone (2002), “Kemampuan untuk mencintai melampaui respons emosional atau pemahaman terhadap orang lain. Hal ini membutuhkan kapasitas untuk kontak, dan kontak ini tidak harus secara fisik. Hal tersebut dapat mencakup bagaimana Anda berbicara kepada mereka, emosi yang Anda perlihatkan kepada mereka, dan kesadaran yang Anda miliki tentang mereka. Kebutuhan tentang selaras dengan orang lain. “

Awalnya, cinta platonik adalah cinta yang tidak vulgar, artinya cinta itu tidak terpusat pada nafsu atau memenuhi kebutuhan jasmani. Cinta platonik adalah ruang dimana tidak ada kecemburuan, berakar pada kejujuran sejati, dan kemampuan untuk menjadi diri Anda sendiri di sekitar orang tersebut tanpa takut celaan, atau pengabaian. Cara sederhana untuk menyimpulkan cinta platonik adalah menjadi teman yang baik, atau sahabat yang baik dan hanya sampai disitu.

Untuk membantu Anda mengenalinya, mengelola harapan Anda, dan menjaga hubungan cinta platonik Anda bahagia, dan sehat, dan berkembang selama bertahun-tahun yang akan datang, berikut beberapa karakter dari cinta platonik:

  • Cinta platonik mendorong kejujuran tanpa penyaringan

Tidak seperti dalam hubungan romantis, tidak ada rasa takut bahwa orang tersebut akan meninggalkan Anda karena mereka tidak pernah bersama Anda sejak awal. Karena Anda bukan pasangan, tidak ada kehati-hatian yang sama seperti pasangan pada umumnya, baik secara emosional.

Cinta platonik tidak harus memikirkan perasaan siapa pun. Dalam beberapa hal, Anda bisa mendapatkan wawasan dan perspektif yang tidak akan bisa Anda dapatkan dari pasangan romantis Anda.

  • Cinta platonik menghargai batas

Hubungan platonis membutuhkan (terutama di awal) batas-batas yang kuat. Hal ini biasanya tidak dibahas atau dinegosiasikan cara langkah-langkah dalam hubungan romantis, tetapi mereka tetap berada pada latar belakang. Seiring berjalannya waktu, Anda akan tahu seberapa jauh Anda bisa mendorong batas-batas itu, dan kapan Anda harus mundur.

  • Cinta platonik tidak memiliki harapan

Dalam cinta platonik, Anda harus berhati-hati untuk tidak mengharapkan atau menuntut lebih banyak dari orang tersebut daripada persahabatan biasa. Bagian dari apa yang membedakan platonis dari cinta romantis adalah harapan. Anda cenderung berharap banyak dari pasangan romantis, karena dengan setiap orang yang Anda kencani, Anda berpotensi untuk memilih mereka untuk peran sebagai pasangan hidup.

  • Cinta platonik adalah cinta tanpa pamrih

Sebagian besar cinta romantis, egois. Karena Anda atau pasangan cenderung menginginkan yang terbaik untuk hubungan secara keseluruhan. Perkawinan atau hubungan berkomitmen lainnya kadang-kadang mengharuskan kita untuk bertindak dengan cara yang mungkin tidak kita lakukan atau melakukan sesuatu untuk kepentingan pasangan Anda. Dalam cinta platonik, masing-masing pihak menginginkan apa pun yang terbaik untuk satu sama lain sehingga tidak ada unsur paksaan atau pamrih.

Cinta platonik akan selalu menjadi bagian dari kondisi manusia, dimana Anda memberikan nilai yang berbeda untuk setiap orang yang Anda temui, dan mencintai setiap orang dengan cara yang unik. Cinta platonik memberikan pertemanan yang memuaskan dan seumur hidup, menawarkan Anda perspektif yang menyegarkan.

Cinta platonis memberikan bagian penting tentang bagaimana Anda mencintai, dan dicintai, melalui kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *