Kenali Penyebab dan Faktor Risiko Radang Sendi (Arthritis)

Radang sendi (arthritis) merupakan kondisi yang ditandai dengan kekakuan dan peradangan maupun pembengkakan pada sendi. Hal ini bukan satu jenis penyakit, tapi cara umum untuk merujuk pada nyeri sendi atau penyakit sendi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada sekitar 52,5 juta orang dewasa di Amerika memiliki beberapa jenis radang sendi dengan perbandingan 1 dari 5 orang. 

Pada awal kondisi tersebut, Anda mungkin mengalami ketidaknyamanan ringan. Sebab, gejalanya bisa memburuk seiring berjalannya waktu dan tidak terbatas usia. Akibatnya, hal itu sangat memengaruhi keterbatasan aktivitas ataupun kerja Anda sehari-hari. 

Perlu Anda ketahui bahwa ada berbagai faktor risiko terkait dengan jenis radang sendi. Apabila memahami penyebab dan faktor risiko radang sendi lebih dini, Anda bisa mengambil tindakan pencegahan untuk ke dokter. Hal itu bisa membantu menjaga gejala Anda agar tidak memburuk atau menunda timbulnya kondisi tersebut.

Apa yang menyebabkan radang sendi? 

Ada banyak jenis radang sendi, tapi dua kategori utama adalah osteoarthritis (OA) dan rheumatoid arthritis (RA). Setiap jenis radang sendi itu memiliki penyebab yang berbeda. 

Kehausan Sendi 

OA paling sering disebabkan dari kehausan pada sendi. Sebab, penggunaan sendi dari waktu ke waktu dapat berkontribusi pada kerusakan tulang rawan pelindung di sendi Anda. Hal itu bisa mengakibatkan tulang bergesekan dengan tulang.  Perasaan itu bisa sangat menyakitkan sehingga membatasi gerakan. 

Inflamasi 

Sistem kekebalan tubuh yang menyerang dirinya sendiri bisa disebut rheumatoid arthritis (RA). Secara khusus, hal itu menyerang membran yang mengelilingi bagian persendian sehingga dapat mengakibatkan sendi meradang atau bengkak, kerusakan tulang rawan dan tulang, hingga akhirnya nyeri. Kemungkinan, Anda juga mengalami gejala peradangan lain seperti demam dan kehilangan nafsu makan. 

Metabolik 

Saat tubuh memecah purin hal itu akan membentuk asam urat. Apabila tubuh tidak dapat membuangnya, asam menumpuk sehingga membentuk kristal seperti jarum pada persendian. Hal itu mengakibatkan titik sendi yang ekstrim dan tiba-tiba atau serangan asam urat yang datang dan pergi, bahkan bisa menjadi kronis apabila tidak diobati.

Infeksi 

Terkadang, cedera traumatis atau infeksi pada persendian dapat meningkatkan perkembangan artritis. Misalnya, artritis reaktif merupakan jenis radang sendi yang dapat mengikuti beberapa infeksi. Termasuk infeksi menular seksual seperti infeksi jamur, klamidia, dan penyakit bawaan makanan.

Penyebab lainnya 

Kondisi kulit dan organ lainnya juga dapat mengakibatkan radang sendi (arthritis) seperti psoriasis, penyakit kulit yang disebabkan oleh pergantian sel kulit yang berlebihan. 

Ada pula sjogren, yaitu gangguan yang dapat menyebabkan penurunan air liur dan air mata, dan penyakit sistemik. Selanjutnya, penyakit radang usus atau kondisi yang mencakup radang saluran pencernaan seperti penyakit crohn atau kolitis ulserativa. 

Apa saja risiko dari radang sendi? 

Radang sendi (arthritis) bisa terjadi tanpa diketahui penyebabnya. Namun, ada juga faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda untuk semua jenis radang sendi sebagai berikut. 

Faktor usia. Usia lanjut meningkatkan risiko seseorang terkena jenis radang sendi seperti radang sendi, asam urat, dan osteoartritis. 

Obesitas. Kelebihan berat badan juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena OA karena memberi lebih banyak tekanan pada persendian. 

Riwayat cedera sebelumnya. Mereka yang mengalami cedera sendi karena berolahraga, kecelakaan mobil, ataupun kejadian lain lebih cenderung mengalami radang sendi di kemudian hari. 

Riwayat keluarga. Anda kemungkinan bisa menderita radang sendi apabila orang tua atau saudara kandung Anda menderita jenis radang sendi. 

Jenis Kelamin. Wanita lebih cenderung menderita RA daripada pria, sedangkan pria lebih mungkin menderita asam urat.

Bahkan, apabila Anda tidak merasakan gejalanya, Anda harus mendiskusikan potensi risiko radang sendi dengan dokter Anda sehingga pencegahan bisa dilakukan untuk menunda radang sendi tersebut.

Jenis-jenis radang sendi

Seperti lokasi radang sendi yang bervariasi, tidak semua orang akan memiliki jenis radang sendi yang sama. Berikut ini jenis-jenis radang sendiri yang perlu Anda ketahui. 

Osteoartritis (OA) 

OA merupakan jenis radang sendi yang paling umum. Faktor risiko terbesar yang memengaruhinya adalah faktor usia. Rasa sakit dan kekakuan normal yang terkait dengan bertambahnya usia tidak hilang ketika Anda memiliki mengalami kondisi tersebut. Sebab, cedera sebelumnya di masa kanak-kanak dan dewasa juga dapat mengakibatkan osteoartritis. 

Arthritis Rheumatoid (RA) 

RA merupakan jenis arthritis yang paling umum kedua. Pada orang yang berusia kurang dari 16 tahun, ini disebut juvenile inflammatory arthritis. Jenis penyakit autoimun itu mengakibatkan tubuh menyerang jaringan di persendian.  

Bahkan, Anda memiliki risiko lebih besar terkena bentuk arthritis ini apabila Anda sudah memiliki jenis gangguan autoimun lain, seperti lupus, tiroiditis hashimoto, ataupun multiple sclerosis.  Rasa sakit dan pembengkakan yang terlihat, terutama di tangan, menjadi ciri kondisi ini. 

Asam Urat 

Asam urat merupakan jenis radang sendi ketiga yang paling umum. Ketika asam urat menumpuk, ia mengkristal di sekitar persendian. Kristalisasi itulah yang memicu peradangan sehingga sulit dan menyakitkan bagi tulang untuk bergerak. Tanda-tanda asam urat biasanya dimulai pada jari kaki, tapi dapat terjadi pada persendian lain di tubuh. 

Kapan Anda harus ke dokter? 

Radang sendi dapat mempersulit mobilitas Anda, termasuk kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Idealnya, Anda harus menemui dokter sebelum kondisi Anda berada pada stadium lanjut.  Itulah mengapa penting untuk mengetahui kondisi ini, terutama jika Anda berisiko mengalaminya. Waktu yang direkomendasikan untuk menemui dokter adalah saat Anda mengalami hal seperti berikut. 

– pembengkakan sendi 

– nyeri

– kemarahan 

– sulit menggerakkan sendi tertentu 

Dokter Anda akan mendengarkan gejala Anda dan mengevaluasi riwayat medis dan keluarga Anda. Biasanya, Seorang dokter dapat menyebabkan anda untuk melakukan pengujian lebih lanjut seperti darah, urin, tes cairan sendi, atau studi pencitraan (sinar-x atau ultrasound). Tes-tes itu dapat membantu menentukan jenis radang sendi yang Anda alami. 

Karena itu, perhatikan kondisi persendian Anda dan segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mengidentifikasi area cedera atau kerusakan sendi. Dengan begitu, Anda bisa melakukan pencegahan dan penanganannya dengan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *