Lari Jarak Pendek Termasuk dalam Cabang Olahraga Atletik

Lari jarak pendek termasuk dalam cabang olahraga atletik. Salah satu olahraga tertua di dunia yang tercipta berdasarkan aktivitas manusia sehari-hari.

Atletik adalah cabang olahraga yang menggunakan lintasan dan lapangan dalam mempraktikannya. Tergantung jenis cabang olahraga yang dimainkan.

Sebab, atletik memiliki banyak cabang olahraga yang diperlombakan di level nasional hingga internasional. Setiap negara sudah sangat akrab dengan olahraga ini.

Cabang olahraga atletik terbagi dalam empat jenis, yaitu lari, jalan, lompat, dan lempar. Keempatnya juga terbagi lagi dalam beberapa kategori.

Sementara, lari jarak pendek termasuk dalam cabang olahraga atletik yang merupakan bagian dari nomor jenis lari. Bersama dengan lari jarak menengah, lari jarak jauh, serta lari gawang.

Perbedaan antara keempat nomor cabang olahraga tersebut sebagian besar pada panjang lintasan. Tentu lari jarak pendek memiliki trek lebih singkat dibanding jarak menengah dan jauh. 

Di sisi lain, lari gawang dengan lari lainnya berbeda cara dan teknik bermain saja. Secara panjang lintasan kurang lebih masih sama dengan lari jarak pendek.

Akan tetapi, secara umum peraturan olahraga jenis lari cukup sederhana. Pelari hanya perlu berlari dari garis start menuju finish. Bagian tubuh yang pertama menyentuh garis finish menjadi pemenang.

Nomor Perlombaan Lari Jarak Pendek

Sprint atau Lari jarak pendek termasuk dalam cabang olahraga yang memiliki tiga nomor perlombaan. Baik itu pria maupun wanita. 

Setiap nomornya mengacu pada panjang lintasan yang akan ditempuh pelari. Umumnya dihitung berdasarkan satuan meter.

Nomor perlombaan lari jarak pendek mulai dari 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Namun yang paling ditunggu masyarakat umumnya pada nomor 100 meter. Melihat penentuan manusia tercepat seiring rekor yang telah tercipta.

Adapun rekor dunia 100 meter putra saat ini dipegang oleh Usain Bolt dari Jamaika. Dengan berhasil mencatatkan waktu 9,58 detik di Kejuaraan Dunia IAAF pada 2009.

Aturan Lari Jarak Pendek

Peraturan lari jarak pendek termasuk dalam cabang olahraga tidak banyak dan sederhana. Tentunya jika melanggar aturan, pelari akan didiskualifikasi. 

  1. Saat berada di garis start, pelari harus dalam posisi jongkok dengan menggunakan alat pijakan pada kedua kakinya
  2. Alat pijakan depan memiliki sudut 45-55 derajat. Sementara pijakan depan 70-80 derajat
  3. Pelari diperbolehkan menggunak alat pijakannya sendiri. Dengan catatan memenuhi syarat dari IAAF.
  4. Alat pijakan harus memiliki jarak 15 centimeter di antara pelari
  5. Lutut kaki belakang harus diletakkan di tanah dekat dengan garis start. Tangan lurus dan mata melihat ke bawah
  6. Ketika ada aba-aba ‘Get set’, pelari harus menaikkan pinggangnya
  7. Setelah ada tembakan, pelari melepaskan kaki dari alat pijakan dan tangan dari tanah. Jadi, perlombaan telah dimulai.
  8. Pelari tidak boleh meninggalkan lintasan atau meletakkan kakinya di garis pembatas kiri.

Teknik Lari Jarak Pendek

Menjadi manusia tercepat pada lari jarak pendek tidak hanya mengandalkan kecepatan. Tetapi juga kebugaran, kekuatan, dan menguasai teknik-tekniknya. Mulai dari fase tolakan, kecepatan, dan dukungan.

Secara umum, pada tahap awal di garis start merupakan persiapan fase tolakan. Pelari melepaskan pijakan, mengambil langkah lebih panjang dan memacu kecepatan dengan dukungan tangan yang menekuk di siku.

Kemudian, memasuki fase kecepatan, pelari cenderung menekuk tubuh sembari mempertahankan langkah dan kecepatan. Namun, pada fase ini, pelari harus lebih rileks dan menyiapkan tenaga tambahan.

Mengingat saat fase dukungan, yakni memasuki sekitar delapan langkah terakhir dari garis finish, pelari harus meningkatkan kecepatan.

Sebagai tambahan, pada saat pelari berada di lintasan menikung, perlu menempatkan diri di tepi kiri garis. Sebab, kecepatan akan menurun jika tetap berada di tengah lintasan.

Metode Penghitungan Lari Jarak Pendek

Penghitungan waktu pada lari jarak pendek termasuk dalam cabang olahraga sepenuhnya dilakukan secara otomatis. Menggunakan stopwatch dan teknologi foto saat di garis finish.

Tujuan penghitungan waktu tidak sekadar untuk menentukan pemenang. Melainkan juga pemberian nilai sekaligus pencatatan dalam buku rekor dunia lari jarak pendek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *