LEPIDOPTEROPHOBIA, PHOBIA KUPU-KUPU YANG PERLU ANDA KETAHUI

Apakah Anda merasa takut terhadap kupu-kupu? Bisa jadi Anda mengalami lepidopterophobia. 

Nah, perlu diketahui bahwa lepidoterophobia merupakan kondisi di mana Anda merasa.  ketakutan akan kupu-kupu. Sementara itu, beberapa orang mungkin memiliki ketakutan ringan terhadap serangga tersebut. 

Untuk lebih jelasnya, Anda perlu menyimak definisi terkait lepidopterophobia. Mulai gejala hingga cara mengatasinya sebagai berikut. 

APA SAJA PENYEBAB LEPIDOPTEROPHOBIA?

Lepidopterophobia atau fobia serangga seperti kupu-kupu bisa disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya, takut reaksi serangga yang mungkin terjadi seperti melompat pada Anda atau menyentuh Anda. 

Bahkan, paparan serangga secara tiba-tiba dianggap sebagai pengalaman negatif atau traumatis dengannya genetika faktor lingkungan modeling. Yakni, saat ada anggota keluarga dekat yang mempunyai fobia atau ketakutan, Anda dapat mempelajarinya hal itu dari mereka. 

APA SAJA GEJALA LEPIDOTEROFOBIA?

Gejala lepidoterophobia atau fobia apa pun sangat bervariasi. Gejala yang paling umum ialah ketakutan yang tidak sebanding dengan bahaya yang ditimbulkan kupu-kupu. Gejala lepidoterophobia meliputi berikut ini. 

– menghindari situasi di mana Anda mungkin melihat kupu-kupu

– ketakutan yang dialami secara terus-menerus serta sangat tidak rasional untuk bersentuhan dengan kupu-kupu 

– kecemasan atau kepanikan yang parah ketika memikirkannya

Gejala fobia secara umum sebagai berikut. 

– serangan panik

– kecemasan

– insomnia atau masalah tidur lainnya

– gejala fisik kecemasan seperti jantung berdebar-debar hingga merasakan sesak napas

– ketakutan yang mempengaruhi kegiatan sehari-hari Anda

– merasa perlu untuk melarikan diri

Fobia biasanya didiagnosis saat gejala muncul selama 6 bulan atau lebih dari itu. Gejala itu juga tidak boleh dijelaskan oleh kondisi lain seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD), serta stres pascatrauma (PTSD), ataupun  gangguan kecemasan lainnya.

ASAL MUNCULNYA LEPIDOTEROPHOBIA, POBIA KUPU-KUPU

Fobia bisa muncul dari peristiwa tunggal ataupun peristiwa yang berulang di mana mereka berada dalam di lingkungan yang tidak dikenali sebelumnya. Bisa juga karena dikejutkan oleh interaksi yang tidak terduga. Bahkan, ada pula yang diawali oleh situasi tidak terkendali seperti interaksi dengan kupu-kupu ataupun hewan-hewan yang hadir selama peristiwa yang tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan.

Misalnya, seorang wanita yang berinteraksi dengan kupu-kupu terbang melalui jendelanya. Tak disangka kupu-kupu itu mendarat di dadanya ketika dia berusia 8 tahun. Dari kejadian tak terduga itulah yang bisa memicu fobianya. 

Yang lain mengasosiasikan perilaku kupu-kupu dengan diserang atau ditaklukkan oleh serangga sehingga rasa takutnya bukan karena disakiti, tetapi lebih karena tidak mampu mengendalikan atau melarikan diri dari lingkungan tersebut. 

Kemunculan lepidoterophobia bisa meliputi berikut ini.

1. Takut berkibar atau beterbangan

Banyak orang dengan lepidoterophobia atau fobia kupu-kupu yang melaporkan bahwa mereka takut makhluk itu terus-menerus berkibar atau beterbangan. Beberapa takut akan sensasi kupu-kupu yang beterbangan di wajah mereka atau menyentuh lengan mereka, sedangkan yang lain merasa tidak nyaman dengan penampilan mereka saat melakukan perjalanan di udara. Kurangnya prediktabilitas gerakan dikaitkan dengan ketakutan bahwa orang tidak tahu apakah kupu-kupu akan mendarat di atas mereka atau di bagian tubuh mana yang akan mereka sentuh.

2. Takut makhluk terbang

Beberapa orang mengaku takut tidak hanya kupu-kupu, tetapi juga takut akan burung. Mereka

mungkin takut dengan perilaku terbangnya atau khawatir bahwa makhluk terbang akan mendarat di atasnya. Beberapa hanya takut pada burung yang lebih kecil yang mengepakkan sayapnya dengan cepat, seperti burung kolibri, tetapi tidak takut pada burung yang lebih besar yang mengepakkannya lebih lambat. Semuanya bermuara pada persepsi mereka tentang “ancaman” kejutan dan kurangnya kendali yang mereka miliki atas lingkungan mereka.

3. Takut berkerumun

kupu-kupu juga bisa dikatakan sebagai makhluk sosial dan mereka sering bepergian dalam kelompok. Beberapa orang yang takut pada mereka kurang takut pada kupu-kupu atau ngengat tunggal dibandingkan dengan kelompok besar. Berkerumun, di mana banyak kupu-kupu dalam formasi dekat, mungkin menjadi pemicu tertentu. 

BAGAIMANA CARA MENGATASI FOBIA INI?

Mengatasi fobia Anda mungkin mencakup banyak teknik yang berbeda untuk menghadapi ketakutan dan kegiatan Anda setiap hari secara bertahap. Tentu saja, hal tersebut  lebih mudah diucapkan daripada dipraktikkan secara langsung.

Sementara itu, penyedia layanan kesehatan dapat meresepkan obat, memberikan terapi, dan membantu Anda membuat rencana perawatan, Anda mungkin juga menemukan bahwa sistem pendukung akan membantu Anda mengatasinya dengan perasaan dipahami.

Fobia itu bisa dilakukan dengan cara medis seperti berikut. 

– teknik relaksasi seperti latihan pernapasan

– berolahraga secara teratur

– mengurangi asupan kafein dan stimulan Anda

BAGAIMANA MEMBANTU SEORANG ANAK MENGATASI LEPIDOPTEROPHOBIA

Fobia hewan atau serangga tertentu biasanya terjadi selama masa kanak-kanak. Dan hal itu juga terjadi lebih intens pada orang yang lebih muda. Sebab, anak-anak dapat mengekspresikan ketakutan mereka dengan menangis, mengamuk, membeku, atau berpegangan pada sosok orang tua. Apabila anak Anda menunjukkan tanda-tanda fobia, Anda dapat melakukan hal berikut:

– Bicaralah dengan anak Anda tentang kecemasan mereka dan bantu mereka memahami bahwa banyak anak mengalami ketakutan, tetapi Anda dapat bekerja sama untuk melewatinya.

– Jangan merendahkan atau menertawakan mereka. Itu dapat menciptakan kebencian dan tidak akan mendorong lingkungan yang saling percaya.

– Jangan memaksakan keberanian pada mereka. Butuh beberapa waktu bagi anak Anda untuk mengatasi fobia mereka. 

Fobia lepidoterophobia juga bisa parah dan berlangsung seumur hidup jika tidak diobati. Sebaiknya, mulailah dengan menemui dokter anak jika Anda yakin mereka mengalami gejala fobia tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *