Mengenal Thanatophobia, Rasa Takut Kehilangan Nyawa

Thanatophobia adalah rasa takut kehilangan nyawa atau kematian. Secara lebih spesifik, takut mati atau takut proses kematian/sekarat. Merupakan sebuah hal yang alami bagi seseorang untuk khawatir dengan kesehatan diri sendiri terutama saat mereka bertambah usia. Juga merupakan hal yang umum dijumpai bagi seseorang untuk khawatir terhadap teman atau keluarga setelah ia meninggal. Namun, bagi beberapa orang, rasa kekhawatiran ini dapat berkembang menjadi rasa takut yang problematis. Lembaga Psikiater Amerika secara resmi tidak mengakui thanatophobia sebagai sebuah gangguan. Rasa cemas yang seseorang hadapi karena rasa takut ini dianggap sebagai kecemasan umum. Gejala dan tanda-tanda thanatophobia di antaranya adalah kecemasan, ketakutan, dan kesedihan. Perawatan thanatophobia berfokus pada belajar fokus ulang ketakutan dan berbicara tentang perasaan dan kekhawatiran. 

Gejala takut kehilangan nyawa atau thanatophobia mungkin tidak akan muncul setiap waktu. Faktanya, mungkin Anda hanya akan memperhatikan tanda dan gejala rasa takut ini ketika dan jika Anda mulai memikirkan tentang kematian atau kematian orang yang terkasih. Gejala umum kondisi psikologis ini di antaranya adalah serangan panik yang lebih sering terjadi, kecemasan yang meningkat, pusing, berkeringat, detak jantung yang tidak teratur, mual, sakit perut, dan sensitivitas terhadap suhu panas atau dingin. Saat episode thanatophobia mulai memburuk, Anda juga akan merasakan beberapa gejala emosional, seperti menghindari teman atau keluarga dalam waktu yang lama, marah, sedih, gelisah, rasa bersalah, dan rasa cemas yang terus ada. 

Faktor risiko

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi dalam memiliki rasa takut kehilangan nyawa atau kematian. Faktor kebiasaan, perilaku, dan kepribadian dapat meningkatkan risiko Anda dalam menderita thanatophobia. 

  • Usia. Kecemasan akan kematian mencapai puncaknya pada orang-orang yang berusia 20an. Rasa takut ini akan mulai pudar saat bertambah usia. 
  • Jenis kelamin. Baik pria dan wanita mengalami thanatophobia saat mereka berusia 20an. Akan tetapi, wanita mengalami peningkatan thanatophobia kedua saat mereka berusia 50 tahun. 
  • Kerendahan hati. Orang-orang yang tidak rendah hati akan lebih cemas tentang kematian mereka sendiri. Sementara itu, orang-orang yang rendah hati akan lebih mudah menerima nasib atau takdir mereka, sehingga mereka tidak memiliki kecemasan dalam menghadapi kematian. 
  • Gangguan kesehatan. Orang yang memiliki masalah kesehatan fisik mengalami rasa takut dan kecemasan yang lebih besar dalam menghadapi masa depan mereka. 

Thanatophobia bukanlah sebuah kondisi yang diakui secara klinis. Tidak ada tes yang dapat membantu dokter mendiagnosa fobia ini. Namun, daftar gejala yang Anda rasakan dapat membantu dokter memahami apa yang sedang Anda alami saat ini. Diagnosa resmi untuk kondisi ini dapat berupa kecemasan. Akan tetapi, dokter akan berfokus bahwa kecemasan Anda berdasarkan akan rasa takut kehilangan nyawa atau kematian. Beberapa orang dengan kecemasan ini akan mengalami gejala lebih lama dari 6 bulan. Mereka juga akan merasa ketakutan atau kecemasan terhadap masalah-masalah lain. Diagnosa untuk kondisi kecemasan yang lebih luas dapat digeneralisasikan sebagai gangguan kecemasan. Apabila dokter tidak yakin dengan diagnosa yang ia buat, dokter akan merekomendasikan Anda pada penyedia layanan kesehatan mental, seperti terapis, psikologis, dan psikiater. Mereka akan membuat diagnosa dan menyediakan pilihan perawatan untuk kondisi Anda. Perawatan rasa takut kehilangan nyawa berfokus pada mengurangi ketakutan dan kecemasaan yang berhubungan dengan topik tersebut. Untuk melakukan hal ini, dokter akan menggunakan beberapa jenis terapi, seperti terapi berbicara, terapi perilaku kognitif, teknik relaksasi, dan penggunaan obat-obatan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *