Mengulik Penyebab-penyebab dari Mati Rasa

Mati rasa merupakan kondisi yang sebenarnya sering dialami banyak orang dan tidak terlalu mengkhawatirkan. Biasanya, gejala mati rasa hanya bertahan beberapa saat, bahkan dalam beberapa menit, sehingga Anda tidak perlu melakukan pengobatan secara khusus. 

Mati rasa atau kebas

Mati rasa sendiri merupakan kondisi berkurangnya sensasi rasa pada bagian tubuh Anda. Tidak jarang, kondisi mati rasa diikuti oleh gejala lain, seperti perasaan seperti ditusuk-tusuk jarum sampai sensasi terbakar. Anda mungkin akan sangat sebal ketika mengalaminya. Namun daripada merutuki kondisi yang sebenarnya merupakan gejala gangguan saraf ini, alangkah lebih bijak jika Anda mengetahui penyebabnya. 

Sebagian besar penyebab mati rasa tidaklah terlalu berbahaya dan bisa segera ditangani. Namun dalam beberapa kasus, penyebab dari mati rasa tidak lain adalah suatu penyakit yang tidak bisa dipandang remeh dan mesti mendapat penanganan serius dan berkelanjutan. Jadi, apa saja penyebab dari kondisi mati rasa? Berikut ini paparannya. 

Cedera 

Mati rasa sangat mungkin Anda rasakan sehabis mengalami cedera. Namun, tidak sembarangan cedera yang menimbulkan sensasi mati rasa. Cedera – cedera pada bagian saraf bisa memicu terjadinya kondisi mati rasa. Jika Anda mengalami cedera di bagian leher, Anda sangat mungkin mengalami mati rasa di sepanjang tangan Anda. Sementara itu, jika punggung Anda yang mengalami cedera, biasanya kondisi mati rasa terasa di bagian belakang kaki. 

Gigitan Binatang 

Adalah serangga, yang menjadi binatang yang paling sering menyebabkan mati rasa. Hati-hati apabila Anda terkena gigitan tungai, kutu, ataupun serangga lainnya. Pasalnya, gejala yang menyertai salah satunya adalah mati rasa

Kekurangan Magnesium 

Magnesium sangat penting mengatur fungsi saraf secara optimal. Kekurangan magnesium menandakan bahwa Anda kemungkinan akan mengalami gangguan saraf. Di mana salah satu tanda gangguan saraf ringan yang sangat mudah Anda alami ketika kekurangan kadar magnesium dalam tubuh adalah mati rasa maupun kesemutan. 

Kelebihan Natrium 

Kelebihan natrium pada tubuh bisa membuat peradangan pada pembuluh darah. Peradangan inilah yang akhirnya bisa mengganggu aliran darah dan rentan menimbulkan sensasi mati rasa pada bagian tubuh tertentu. 

Pakaian Ketat 

Anda akan lebih mudah merasakan mati rasa apabila terbiasa memakai pakaian yang ketat. Ini terjadi karena pakaian ketat akan menekan kulit dan saraf yang ada di bawahnya. Pada saat itulah, gejala mati rasa akan Anda alami. 

Posisi Sama dalam Waktu Lama 

Mau Anda terlalu lama berdiri maupun terlalu lama duduk sama-sama bisa menyebabkan mati rasa. Bahkan ketika Anda tidur dengan posisi yang tidak berubah sepanjang malam juga dapat memicu mati rasa. Ini karena berada di posisi yang sama dalam waktu lama akan membuat aliran darah menjadi tersendat dan terciptalah sensasi mati rasa. 

Keracunan Makanan 

Salah satu gejala keracunan makanan adalah mati rasa yang muncul secara mendadak. Memang tidak semua makanan yang menimbulkan gejala mati rasa ketika Anda tidak cocok mengonsumsinya. Jenis makanan yang biasanya menyebabkan keracunan dan menimbulkan mati rasa adala beragam jenis makanan laut. 

Infeksi Virus 

Beberapa jenis infeksi membuat kerusakan saraf ataupun kerusakan kulit. Pada kondisi tersebut, gejala mati rasa akan lebih mudah Anda rasakan. Beberapa jenis infeksi virus yang mesti diwaspadai menimbulkan sensasi mati rasa, antara lain HIV, TBC, sifilis, ataupun herpes zoster. 

Peradangan Pembuluh Darah 

Waspadalah apabila Anda keras mengalami mati rasa yang menyebar di berbagai area tubuh. Bisa jadi itu merupakan sinyal adalah peradangan pembuluh dara. Peradangan ini membuat suplai darah ke suatu area menjadi berkurang dan memicu mati rasa. Masalah, mati rasa hanyalah gejala ringan dari peradangan pembuluh darah. Kondisi ini bisa menimbulkan masalah lain yang berbahaya, seperti penyakit jantung sampai stroke. 

*** 

Ketika mengalami mati rasa, Anda tentu tidak perlu panik karena kondisi ini akan cepat mereda. Namun, jika Anda terlalu sering merasakan gejala ini, memeriksakan diri ke dokter menjadi langkah yang tepat untuk mengetahui masalah kesehatan yang mendasari sering munculnya gejala tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *