Monogliserida Dalam Makanan. Amankah Dikonsumsi?

Berbagai jenis makanan seringkali ditambahkan monogliserida sebagai zat aditif untuk pengemulsi. Umumnya, monogliserida dapat ditemukan pada daftar makanan kemasan dan olahan dan tercantum dengan nama lain. Beberapa nama lain dari monogliserida yang tercantum dalam kemasan makanan yaitu ethoxylated monoglycerides, distillled monoglycerides, dan monogliserida ester. Berbagai makanan yang mengandung monogliserida tersebut biasa dikonsumsi sehari-hari. Apakah aman mengonsumsi makanan yang mengandung monogliserida? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 

Apakah itu monogliserida?

Monogliserida merupakan jenis gliserida ynag digunakan sebagai zat aditif pengemulsi dalam makanan. Jenis gliserida yang lain yaitu digliserida dan trigliserida. Monogliserida akan memadukan kandungan air dan lemak dalam makanan sebab zat ini memang berfungsi sebagai pengemulsi. Monogliserida terdiri dari gliseron dengan satu rantai asam lemak. Sedangkan digliserida memiliki dua rantai asam lemak dan trigliserida memiliki tiga rantai asam lemak. Gliserida yang dikonsumsi sehari-hari hanya tersusun daro 1% monogliserida dan digliserida. Kebanyakan kalori, lemak, dan gula berlebih yang dikonsumsi merupakan trigliserida. 

Makanan yang mengandung monogliserida 

Terdapat banyak makanan yang memiliki kandungan monogliserida dan digliserida di dalamnya. Berikut ini beberapa makanan dengan kandungan monogliserida. 

  • Roti dan tortilla
  • Krim kocok dan pelapis kue
  • Makanan yang dipanggang seperti cookies, pie, biskuit, dan kue
  • Margarin, mentega putih, kimer kopi, mayones
  • Selai kacang, es krim, permen, permen karet
  • Minuman ringan 
  • Beberapa daging olahan termasuk sosis
  • Makanan pengganti daging 

Kandungan lemak trans dalam monogliserida

Lemak trans dapat terbentuk secara alami dalam makanan seperti produk susu dan daging. Lemak trans tidak akan menimbulkan masalah selama dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Akan tetapi, jika dikonsumsi dalam jumlah banyak maka lemak trans dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti stroke dan jantung koroner. Monogliserida dan digliserida memiliki kandungan lemak trans tersebut. Monogliserida merupakan lemak yang diproduksi dari gliselor dan asam lemak alami. Biasanya, keduanya berasal dari tumbuhan atau hewan. Monogliserida biasanya diperoleh melalui lesitin kedelai namun tidak dapat mempertahankan sifat gizinya. Monogliserida nampak seperti cairan berminyak berwarna kuning coklat hingga padatan berlilin berwarna putih keruh. 

Amankah monoglisrida ketika dikonsumsi pada makanan?

Menurut World Health Organization (WHO), monogliserida cenderung tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Hal tersebut juga disepakati oleh Center for Science in the Public Interest. Selain itu, menurut Food and Drug Administration (FDA), monogliserida merupakan zat yang umumnya diakui aman untuk dikonsumsi atau generally recognized as safe (GRAS).Meski demikian, Anda perlu membatasi konsumsi makanan olahan yang menjadi sumbel monogliserida sebab hingga saat ini belum ada cara yang dapat memastikan kadar lemak trans di dalamnya. Tidak hanya itu, berbagai makanan dengan kandungan monogliserida biasanya juga mengandung gula olahan, tepung, dan tinggi lemak sehingga kurang baik bagi tubuh saat dikonsumsi dalam jumlah banyak. 

Selain dicampurkan dalam makanan olahan, monogliserida juga digunakan untuk memasak sajian di restoran serta gerai makanan siap saji. Walaupun aman dikonsumsi, baiknya Anda mengurangi mengonsumsi makanan yang mengandung monogliserida sebab kadar lemak trans yang ada belum bisa diukur dengan sesuai. Jagalah selalu pola konsumsi Anda sehingga tubuh dapat terjaga kesehatannya, Jika Anda masih memiliki pertanyaan terkait monogliserida, tanyakan langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *