Penyebab Lahir Meninggal yang Harus Diwaspadai

Melansir Antara, angka bayi lahir meninggal (stillbirth) di Indonesia masih tergolong tinggi. Penyebabnya sendiri ada banyak faktor yang memengaruhi.

Mulai dari permasalahan asupan ibu selama hamil, hingga kondisi medis tertentu. Nah untuk bisa lebih waspada terhadap risiko ini, kamu perlu tahu apa saja faktor penyebabnya.

Pelajari lebih lanjut tentang apa itu stillbirth dan berbagai faktor penyebabnya, langsung saja simak rangkuman di bawah ini.

Apa itu lahir meninggal?

Lahir meninggal (Stillbirth) adalah meninggalnya bayi di dalam kandungan pada usia kehamilan di atas 20 minggu. Biasanya bayi sudah meninggal beberapa jam bahkan minggu sebelum persalinan.

Sangat sedikit kasus di mana bayi meninggal selama proses persalinan. Stillbirth sendiri diklasifikasikan menjadi 3 kategori berdasarkan kapan bayi meninggal.

Berikut 3 jenis stillbirth yang harus kamu tahu:

  • Early stillbirth: janin meninggal pada usia kehamilan antara minggu 20 hingga 27
  • Late stillbirth: janin meninggal pada usia kehamilan antara 28 hingga 36 minggu
  • Term stillbirth: janin meninggal pada usia kehamilan di atas 37 minggu

Siapa yang rentan mengalami stillbirth?

Kasus ini bisa terjadi pada siapapun. Tidak peduli usia kamu, latar belakang sosial ekonomi, ataupun etnis. 

Namun ada beberapa kondisi tertentu yang membuat seorang ibu hamil lebih berisiko mengalami kasus lahir meninggal. Seperti:

  • Merokok, mengonsumsi alkohol, atau menggunakan narkoba
  • Hamil pada usia di atas 35 tahun
  • Kurangnya perawatan prenatal yang baik
  • Mengalami kurang gizi
  • Hamil bayi kembar atau lebih
  • Memiliki riwayat penyakit tertentu yang sudah ada sebelum hamil
  • Obesitas

Dengan mengurangi beberapa faktor risiko di atas, kamu memiliki kesempatan lebih besar memiliki bayi yang sehat.

Penyebab lahir meninggal

Berikut beberapa kondisi atau situasi yang dapat menyebabkan meninggalnya janin di dalam kandungan dan picu stillbirth yang harus kamu waspadai:

1. Solusio plasenta

Ini adalah kondisi di mana plasenta terlepas dari rahim saat bayi belum lahir. Plasenta sendiri berperan penting dalam menyuplai kebutuhan hidup bayi di kandungan.

Mulai dari suplai darah, oksigen, dan nutrisi. Saat plasenta lepas, ini bisa menyebabkan bayi lahir mati. Kondisi lepasnya plasenta ini bisa dipicu oleh banyak faktor. Mulai dari cedera perut hebat, hingga preeklampsia.

2. Preeklampsia

Preeklampsia sendiri merupakan kondisi tekanan darah tinggi dan pembengkakan yang terjadi selama kehamilan.

Jika kamu memiliki kondisi ini saat hamil maka kamu 2 kali lebih berisiko mengalami solusio plasenta dan pada akhirnya membuat kamu lebih berisiko mengalami kasus bayi lahir mati.

3. Infeksi

Melansir Tommy’s, satu dari 10 bayi yang lahir meninggal terjadi karena ibu yang terinfeksi selama kehamilannya.

Infeksi yang terjadi pada vagina dapat berpindah dan memasuki ke dalam rahim. Seperti contohnya adalah infeksi streptokokus klamidia grup B, klebsiella, enterococcus, haemophilus influenzae, mycoplasma atau ureaplasma, dan escherichia coli (E.coli).

4. Kegemukan

Saat hamil ibu perlu memastikan memiliki berat badan yang normal, jangan sampai kegemukan apalagi obesitas.

Saat obesitas dan memiliki kelebihan jumlah lemak dan bisa berdampak negatif pada kehamilan. 

5. Riwayat penyakit ibu

Ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, tiroid, hingga infeksi virus atau bakteri memiliki risiko lebih tinggi mengalami lahir meninggal (stillbirth).

Maka dari itu pastikan kamu melakukan cek kesehatan dan cek kehamilan rutin untuk bisa mencegah terjadinya kasus bayi lahir meninggal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *