Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan di Setiap Tahap Kehidupan

Pada dasarnya, pertumbuhan dan perkembangan dibagi menjadi 4 aspek diantaranya pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, kemampuan bahasa, serta perkembangan sosial dan emosi. Pertumbuhan dan perkembangan tersebut ditujukan agar manusia dapat bertahan hidup. Perbedaan pertumbuhan perkembangan juga terjadi antara laki-laki dan perempuan yang mulai terlihat sejak masa sekolah hingga lansia.

  • Bayi

Pada saat bayi tumbuh sampai usia 18 bulan, dokter merekomendasikan Anda untuk berbicara banyak hal. Mendengarkan suara ayah atau ibu mampu mengembangkan kemampuan komunikasinya. Bayi telah memiliki kemampuan mendengarkan bahkan saat bayi baru lahir. Asupan makanan berupa ASI eksklusif selama 6 bulan dan MP-ASI setelahnya juga perlu diperhatikan untuk mendukung tumbuh kembannya.

  • Balita

Masa balita membutuhkan jam tidur yang banyak, gizi cukup, serta hubungan erat dan penuh kasih sayang dengan orang tua. Siapkan area di rumah yang membuat balita lebih mengeksplor lingkungannya. Perbanyak kosakata dengan cara bernyanyi atau bercerita kepada balita. Pada tahap ini, balita mulai berjalan lancar, berlari, dan pergi ke kamar mandi secara mandiri.  

  • Anak-anak

Sebelum remaja, anak-anak belajar mendapatkan kemandirian dan pengetahuan lebih cepat. Teman menjadi pihak yang sangat memengaruhi aktivitas, keputusan, serta tingkat percaya diri. Anak-anak mulai menyadari perbedaan laki-laki dan perempuan. Kemampuan olahraga dan aktivitas pada masa anak-anak berkembang pesat. Tanda-tanda pubertas awal seperti tumbuhnya payudara dan rambut di wajah mulai terlihat.

  • Remaja

Keputusan yang diambil bisa saja tanpa pertimbangan orang tua sebab remaja memiliki keinginan bahkan jika berbeda sekalipun. Ketertarikan dengan lawan jenis juga mulai muncul. Hormon-hormon seksual saat remaja meningkat sehingga remaja perempuan mulai mengalami menstruasi. Sementara remaja laki-laki mengalami berbagai pertumbuhan fisik seperti perubahan suara menjadi lebih berat, dada lebih bidang, dan lain-lain.

  • Dewasa

Pada usia 20-40 tahun, kematangan fisik telah selesai. Pertumbuhan tinggi badan telah berhenti. Kemampuan fisik seseorang sedang mencapai puncak-puncaknya, termasuk kekuatan otot, raeaksi terhadap rangsangan, serta kemampuan sensorik. Usia ini merupakan rentang waktu yang tepat bagi perempuan untuk hamil dan melahirkan.

Pada usia 40an seseorang akan mengalami tanda-tanda penuaan seperti munculnya kerutan jelas terutam area mata dan sekitar bibir, lensa mata menegang dan menebal, penurunan sensitivitas suara, serta penipisan rambut. Sistem imun juga mengalami penurunan sehingga seseorang lebih mudah terserang penyakit. Pada usia 50an, perempuan mengalami menpause dan produksi estrogen berhenti. Oleh karena itu, risiko osteoporosis juga semakin meningkat.

  • Lansia

Kemampuan fisik semakin menurun dan massa otot berkurang. Organ tubuh vital seperti paru-paru, jantung, dan ginjal tidak bekerja secara efisien. Perempuan lebih sedikit menghasilkan lubrikasi vagina sementara pria kurang mampu mencapai ereksi dan orgasme. Seiring bertambahnya umur, tujuan hidup bukan lagi tentang keuangan, wawasan, atau hubungan luas antar individu, melainkan tujuan emosional seperti kepatuhan dalam keagamaan atau interaksi dengan keluarga.    

Pola hidup yang sehat akan menjaga kebugaran dan kesehatan fisik dan emosi. Pola hidup yang sehat meliputi menjaga pola makan seimbang sesuai kebutuhan, olahraga dan aktivitas fisik secara rutin, tidur cukup baik dari segi jumlah jam tidur maupun kualitas, serta pengontrolan emosi untuk meminimalisit stres. Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan di setiap usia mungkin akan berbeda terlebih jika seseorang menderita gangguan kesehatan tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *