Di Balik Rasa Enak, Ini Manfaat Sekaligus Bahaya Saus Mentai Bagi Kesehatan

Di Balik Rasa Enak, Ini Manfaat Sekaligus Bahaya Saus Mentai Bagi Kesehatan

Jika kamu pengguna aktif media sosial, mungkin kamu sudah tidak asing dengan saus mentai. Jenis makanan ini pernah cukup viral di berbagai platform media sosial dan banyak orang yang ingin mencobanya.

Saus mentai sering kali dinikmati dengan berbagai variasi makanan, seperti salmon mentai rice, sushi mentai, dan dimsum mentai.

Apa itu saus mentai?

Saus mentai pada dasarnya terbuat dari telur ikan kod atau telur ikan pollock yang telah dimarinasi dengan berbagai jenis bumbu sehingga menghasilkan rasa yang unik. Saus mentai sendiri berasal dari Jepang dan sering dicampurkan pada makanan lain, seperti sushi, donburi, onigiri, hingga spageti.

Di Indonesia, saus mentai telah banyak dimodifikasi dan punya cita rasa yang berbeda dengan saus mentai asli Jepang. Saus mentai bisa disantap dengan berbagai macam protein hewani, seperti daging, ayam, salmon, dan seafood. Bahkan, telah banyak hadir variasi makanan cita rasa lokal dengan saus viral ini seperti martabak mentai.

Namun, karena telur ikan kod dan telur ikan pollock cukup sulit ditemukan, banyak orang yang menggantinya dengan telur ikan tobiko atau lebih dikenal dengan ikan terbang.

Kandungan gizi saus mentai dan manfaatnya bagi kesehatan

Saus mentai tidak hanya lezat, tapi juga memiliki berbagai kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Setiap 25 gram saus mentai, terdapat 5,25 gram protein, 32 kalori, vitamin B12, dan niacin. 

Berbagai kandungan nutrisi tersebut berasal dari bahan utamanya, yaitu:

1. Telur ikan

Bahan utama dari saus mentai adalah telur ikan kod, telur ikan pollock, atau ikan tobiko. Ketiga jenis telur ikan tersebut mengandung vitamin B12, asam lemak omega 3, dan protein yang baik untuk kesehatan tubuh.

Vitamin B12 dari telur ikan memiliki banyak fungsi seperti pengembangan sel darah merah, produksi energi, sintesis DNA, dan transmisi saraf. 

Kemudian, Omega 3 berperan dalam menjaga kesehatan jantung, sistem kekebalan tubuh, hingga mengendalikan peradangan. Protein pada telur ikan berasal dari komponen asam amino yang memiliki peran dalam pertumbuhan serta perbaikan jaringan tubuh yang rusak.

Namun, sayangnya beberapa telur ikan seperti tobiko memiliki kandungan kolesterol yang tinggi. Maka dari itu, Anda tetap harus mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan.

2. Mayones

Mayones kerap kali ditambahkan saat membuat saus mentai. Mayones sendiri terbuat dari campuran kuning telur, minyak, dan cairan asam seperti cuka atau lemon. Satu sendok makan mayones memiliki kandungan nutrisi, yaitu 0,1 gr protein, 10gr kemak, dan 94 kalori.

Meskipun memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, lemak pada mayones merupakan lemak sehat sehingga aman dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Saus mentai juga sering dikonsumsi dengan bahan utama seperti salmon, tuna, daging, seafood, ayam, telur, dan sayuran. Bahan-bahan utama tersebut akan turut menambah kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh.

Apakah ada bahaya dari saus mentai untuk kesehatan?

Segala sesuatu yang berlebihan tentunya tidak akan baik untuk kesehatan, termasuk dalam mengonsumsi saus mentai. Jika terlalu sering mengonsumsinya, ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat mengintai.

Apabila Anda sering membeli mentai di pasaran, maka kemungkinan kandungan natrium atau sodium, kalori, dan lemak yang tinggi akan banyak ditemui.

Kandungan-kandungan tersebut  berasal dari bahan tambahan yang digunakan, seperti keju, mayones, garam, hingga makanan pelengkapnya seperti dimsum atau sushi.

Kandungan natrium, lemak, dan kalori yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan menaikkan berat badan. Selain itu, terdapat kandungan purin dalam 100 gram penyajian telur ikan pollock yang jika dikonsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko asam urat.

Pada dasarnya, saus mentai aman untuk dikonsumsi selama diolah dengan benar. Namun, pastikan untuk tetap tidak mengonsumsinya secara berlebihan agar tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *