Sebelum Pasang Kawat Gigi Anak, Kenali 5 Tipe Behel Berikut

Biasanya anak-anak memiliki susunan gigi yang tidak teratur sehingga pasang kawat gigi atau behel menjadi opsi. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk memasang behel di gigi anak.

Pertimbangan Usia Anak Memakai Behel

Pasang kawat gigi anak perlu memerhatikan usianya. Jika anak memiliki masalah pada struktur dan perkembangan giginya, maka Anda bisa membawa anak untuk siperiksa ortodontis di usia 7 tahun. Jika memang ditemukan adanya permasalahan, maka bisa dengan melakukan pamasangan kawat gigi sebagai pertimbangan tindakan yang bisa dilakukan.

Batasan pemasangan behel pada anak sebenarnya tergantung pada kondisi individu masing-masing. Usia pemasangan behel pada anak dimungkinkan di rentang usia 9-14 tahun. Sebab, di usia tersebut gigi anak sudah ada yang permanen dan anak juga masih dalam usia pertumbuhan.

Selain memiliki struktur gigi dan rahang yang bermasalah, pasang kawat gigi anak biasanya dilakukan karena sejumlah kondisi seperti:

  • Gigi bengkok
  • Adanya gigi gingsul atau gigi yang tumpang tindih
  • Gigi renggang
  • Adanya perbedaan ukuran antara rahang atas dan bawah sehingga anak menjadi sulit untuk mengunyah

Selain karena bawaan lahir, kondisi di atas juga bisa terjadi akibat kebiasaan buruk anak.

Tipe-tipe Kawat Gigi Anak

Ada berbagai tipe behel yang bisa membantu merapikan gigi anak. Beda tipe, beda pula fungsinya. Oleh karena itu, pilihlah tipe behel yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak.

  1. Behel Konvensional

Behel ini terbuat dari logam dan breketnya terbuat dari baja yang berkualitas tinggi serta anti karat.

Karet berada di bagian atas yang berguna menjaga kawat tetap ada di posisinya. Karet pun bisa dilakukan penggantian sesuai dengan warna yang disukainya.

  • Behel Keramik

Berbeda dnegan behel konvensional, braket behel ini terbuat dari keramik. Tipe kawat gigi keramik ini bentuknya tidak menonjol, tapi ukurannya lebih besar.

Namun, kelemahannya adalah kawat gigi keramik ini rapuh sehingga penting untuk sering melakukan kontrol dan perawatan ke dokter. Cocok digunakan oleh anak yang sudah mulai beranjak dewasa.

  • Behel Self-ligating

Kawat gigi self-ligating ini mirip dengan behel konvensional, namun tidak punya penahan karet di bagian atasnya. Karet diganti dengan penggunaan klip logam untuk mengunci kawat bagian atas braketnya.

Jadwal kontrol behel self-ligating biasanya tidak sesering jadwal kontrol behel konvensional. Behel jenis ini juga lebih mudah dibersihkan dibanding behel konvensional.

  • Behel Transparan

Behel transparan berbentuk cangkang akrilik yang menutupi gigi serta memberikan tekanan. Behel jenis ini mudah dilepas dan dipasang, sehingga akan lebih mudah dibersihkan.

Akan tetapi, tidak semua kondisi gigi anak yang bisa menggunakan behel transparan ini. Tentu disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi oleh anak.

  • Behel Lingual

Behel lingual memiliki braket yang terletak di belakang gigi, berbeda dari behel kebanyakan. Sehingga, cocok dipakai oleh anak yang tidak ingin terlihat memakai behel oleh orang lain karena posisi behel di belakang gigi.

Pasang kawat gigi anak tidak boleh sembarangan. Pilihlah jenis dan tipe behel yang cocok untuk masalah giginya dengan berkonsultasi ke dokter ortodontis. Tanyakan apa kelebihan dan kekurangan masing-masing behel dan mana yang cocok untuk anak Anda.

Pasang kawat gigi anak juga sebaiknya dilakukan oleh ortodontis agar masalah gigi yang dihadapi oleh anak bisa teratasi dengan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *