Seluk Beluk Seputar Rhinitis Alergi

Alergen adalah zat yang tidak berbahaya yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Rhinitis alergi, atau dikenal dengan sebutan hay fever, merupakan respon alergi terhadap alergen tertentu. Serbuk bunga merupakan alergen paling umum dijumpai, yang menjadi penyebab utama rhinitis alergi musiman. Di Amerika Serikat sendiri, terdapat sekitar 8 persen orang dewasa yang mengalami rhinitis alergi atau sejenisnya, menurut Akademi Alergi, Asthma, dan Immunology Amerika. Sementara itu, di seluruh dunia sekitar 10 hingga 30 persen dari populasi manusianya memiliki rhinitis alergi.

Ada beberapa gejala alergi yang dapat timbul dengan perubahan musim. Sementara itu, dalam kasus rhinitis alergi, gejala-gejala yang akan ditimbulkan di antaranya adalah bersin, hidung meler, hidung mampet, hidung gatal, batuk, radang tenggorokan, mata yang gatal atau terus menerus mengeluarkan air mata, kantung hitam di bawah mata, pusing, dan badan terasa lelah. Biasanya, Anda akan merasa satu atau lebih dari gejala-gejala alergi tersebut setelah melakukan kontak langsung dengan alergen. Beberapa gekala tertentu, seperti sakit kepala dan tubuh terasa lelah, mungkin hanya dapat terjadi setelah Anda mendapatkan paparan alergen dalam waktu yang lama. Meskipun di kenal dengan istilah demam alergi serbuk bunga, demam bukanlah salah satu tanda atau gejala rhinitis alergi.

Gejala-gejala tersebut jarang muncul pada sebagian orang, dan hanya baru akan terjadi ketika orang tersebut mendapatkan paparan alergen dalam jumlah yang banyak. Dalam kasus tertentu, orang dapat menunjukkan gejala rhinitis alergi setahun penuh. Bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan Anda menderita alergi apabila gejala yang disebutkan di atas bertahan lebih dari beberapa minggu dan tidak ada tanda-tanda mereda atau sembuh.

Penyebab dan faktor risiko rhinitis alergi

Saat tubuh Anda mendapatkan kontak langsung dengan sebuah alergen, tubuh akan melepaskan histamine, yang mana merupakan zat kimia alami yang melindungi tubuh dari alergen. Zat kimia tersebut dapat menyebabkan rhinitis alergi dan gejala-gejala yang dibawanya, seperti hidung meler, bersin, dan mata yang gatal. Selain serbuk bunga atau pohon, beberapa jenis alergen lain yang sering menyebabkan rhinitis alergi adalah serbuk rumput, air liur kucing, tungau debu, bulu binatang, dan jamur.

Alergi dapat menyerang siapa saja. Namun, ada kemungkinan besar Anda akan menderita alergi terutama apabila ada anggota keluarga yang memiliki alergi. Memiliki asthma atau eksim atopic juga dapat meningkatkan risiko rhinitis alergi. Beberapa faktor eksternal juga dapat memicu atau memperburuk kondisi alergi, seperti asap rokok, zat kimia, suhu udara dingin, kelembapan, angina, polusi udara, hairspray, parfum, dan uap.

Diagnosa

Apabila Anda memiliki alergi yang minor, Anda hanya akan membutuhkan pemeriksaan fisik. Namun, dokter akan melakukan beberapa jenis tes tertentu untuk menemukan perawatan dan pencegahan rhinitis alergi terbaik untuk Anda. Tes tusuk kulit adalah jenis tes yang paling sering dilakukan. Dokter akan meletakkan beberapa jenis zat di atas kulit dan melihat bagaimana tubuh Anda bereaksi terhadap zat-zat tersebut. Biasanya, benjolan kecil berwarna merah akan muncul apabila Anda alergi terhadap zat tersebut. Tes darah atau tes radioallergosorbent (RAS) juga merupakan jenis tes rhinitis alergi yang sering dijumpai. Tes RAST ini mengukur jumlah antibodi immunoglobulin E terhadap alergen khusus yang ada di darah Anda. Setelah diagnosa dibuat, dokter akan membuat rencana perawatan dan pencegahan terhadap alergen. Hasil dari perawatan tersebut sangat bergantung pada kondisi alergi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *