Tagged: bayi & menyusui

Langkah Mudah Atasi Ispa pada Anak

ispa pada anak

Saluran pernapasan menjadi sasaran empuk bagi bakteri atau virus mengacaukan kondisi manusia. Pasalnya, saluran pernapasan mudah sekali terpapar dengan berbagai potensi penyebab penyakit. Jika sudah terserang dan mengalami masalah kesehatan, kondisi ini disebut ispa. Jika dialami oleh anak-anak, maka bisa disebut “ispa pada anak.”

Ispa adalah akronim dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Kondisi ini memiliki tingkatan keparahan, mulai dari yang paling sederhana, seperti pilek; batuk; dan bersin-bersin, hingga ke kondisi kesehatan lain yang sifatnya lebih mengkhawatirkan, misalnya pneumonia.

Umumnya, ispa diobati dengan memanfaatkan obat-obatan yang dapat mematikan virus atau bakteri penyebab infeksi. Kendati demikian, seseorang tetap punya pilihan alternatif untuk mengatasi kondisi ini, apalagi ispa pada anak, yang notabene anak-anak tidak bisa sembarangan minum obat. 

Jika kamu tertarik, berikut ini akan dipaparkan upaya atau cara tradisional yang dimaksud di atas, antara lain:

  • Biarkan terpapar sinar matahari

Sinar matahari adalah sumber utama asupan vitamin D bagi tubuh. Kekurangan vitamin D kadang berisiko mengakibatkan tubuh mengalami infeksi, salah satunya ispa. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, eksposur pada sinar matahari sebaiknya jangan lebih dari pukul 9 pagi.

  • Kumur air garam

Cara ini efektif melegakan hidung dan tenggorokan sehingga baik untuk saluran pernapasan. Untuk berkumur hanya perlu segelas air hangat dan satu sendok teh garam. Kemudian, garam dilarutkan dalam air sebelum digunakan untuk berkumur. Lakukan setiap pagi untuk napas yang terasa lebih lega, sebelum ke dokter jika ispa tak kunjung membaik.

  • Memanfaatkan uap atau inhaler

Inhaling steam adalah salah satu obat alami terbaik untuk mengatasi ispa. Inhaling steam bisa dibuat sendiri dengan mendidihkan satu liter air yang ditambah kayu kamper. Uapnya bisa dihirup 10-15 menit untuk melegakan saluran pernapasan. Namun obat ini tidak disarankan untul anak, ibu hamil, dan pasien hipertensi.

  • Mengonsumsi madu

Bagi anak atau siapa saja yang tidak suka inhaling steam, madu bisa jadi alternatif untuk meringankan ispa. Madu mengandung antibakteri dan berbagai nutrisi untuk memperkuat daya tahan tubuh. Madu bisa dikonsumsi langsung atau dicampur dalam segelas susu. Cara lainnya adalah dengan dicampur dalam air hangat dan perasan jeruk lemon.

  • Mengonsumsi jahe

Penggunaan jahe sebagai salah satu obat alami tak lagi diragukan dalam dunia medis. Untuk ispa, jahe adalah salah satu obat yang dianggap paling efektif. Jahe dengan manfaat antivirus, antimikroba, dan anti radang mampu mengatasi penyebab utama infeksi saluran pernapasan. Jahe bisa dikonsumsi langsung atau direbus dalam air mendidih.

  • Memanfaatkan eucalyptus

Daun eucalptus atau minyaknya bisa membantu melegakan saluran pernapasan. Untuk memanfaatkan eucalyptus, daun atau minyaknya ditambahkan dalam air mendidih. Uap yang keluar bisa dihirup untuk membantu mengatasi rasa tidak nyaman di pernapasan. 

  • Mengonsumsi bawang putih

Siapa tak tahu bumbu dapur satu ini. Ya, bawang putih telah lama digunakan sebagai bahan obat untuk mengatasi berbagai penyakit. Kandungan profilatik dalam bawang putih mampu mencegah flu dan masuk angin yang merupakan beberapa gejala ispa pada anak. 

Untuk memanfaatkan bawang putih untuk menyelamatkan si kecil dari ispa, bawang putih bisa dimakan secara mentah. Konon katanya bawang putih lebih bermanfaat jika dikonsumsi mentah, namun riset membuktikan konsumsi dalam bentuk matang juga tidak menurunkan manfaatnya.

Kiranya cara-cara sederhana dan tradisional di atas bisa kamu coba untuk mengatasi ispa pada anak. Tak ada salahnya mencoba satu atau beberapa cara di atas. Siapa tahu cara-cara tersebut ampuh sehingga kamu bisa menunda mengunjungi dokter. 

Namun, perlu digarisbawahi juga jika kamu tak mau ambil risiko mengenai kondisi kesehatan si kecil, sebaiknya tetap datangi fasilitas kesehatan agar mendapat informasi yang jelas dan pasti mengenai ispa pada anak.

Manfaat Probiotik Bagi Bayi yang Perlu Diketahui Orang tua

manfaat probiotik

Bakteri pada dalam tubuh biasanya dikenal dengan bakteri yang jahat. Namun, tidak semua bakteri itu bersifat jahat. Di dalam tubuh juga hidup bakteri baik yang disebut dengan probiotik. Disebut baik karena salah satu manfaat probiotik bagi tubuh adalah untuk melancarkan metabolisme saat menyerap makanan.

Probiotik tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa, tetapi juga bayi. Probiotik juga dapat Anda temui pada kandungan susu formula bayi. Beberapa jenis probiotik yang baik bagi bayi adalah lactobacillus, bifidobacterium, saccharomyces boulardii. Perlu diperhatikan bahwa susu formula atau suplemen probiotik dapat diberikan pada bayi yang berusia 3 bulan ke atas.

Manfaat Probiotik yang Diberikan pada Bayi

Probiotik dikenal dengan kebaikannya bagi tubuh. Manfaat yang diberikan dari bakteri baik ini antara lain:

  1. Menjaga kesehatan jantung

Probiotik memiliki kemampuan untuk menurunkan kolesterol buruk dan tekanan darah. Asam laktat yang dihasilkan oleh bakteri baik mampu mengurangi kolesterol dengan cara memecah empedu di dalam usus. Dengan begitu, probiotik juga menjaga kesehatan jantung.

  1. Mengurangi gejala alergi dan eksim tertentu

Saat bayi mengalami alergi atau eksim, probiotik dapat membantu menyembuhkan dan menghilangkan gejala atau peradangan. Namun, pastikan Anda telah berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter untuk penanganan alergi atau eksim yang tepat.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh

Sistem kekebalan tubuh adalah salah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan. Probiotik memiliki peran pada bagian ini karena probiotik mampu meningkatkan fungsi dari sel imun dan sel lapisan pelindung usus.

Dengan daya tahan tubuh yang baik, bayi juga dapat jauh dari penyakit yang berkaitan dengan respon imunitas.

  1. Baik untuk saluran pencernaan

Manfaat probiotik yang paling terkenal adalah mampu menyehatkan saluran pencernaan. Probiotik memiliki fungsi untuk menyeimbangkan jumlah bakteri pada saluran pencernaan sehingga bisa mengatasi dan mencegah permasalahan pada usus.

Probiotik juga menghambat tumbuhnya bakteri jahat yang menyerang sistem pencernaan sehingga bayi tidak mudah terkena permasalah pencernaan seperti diare atau infeksi pada pencernaan lainnya. 

  1. Mengurangi lemak perut dan menjaga berat badan bayi

Probiotik dapat memberikan rasa kenyang yang tahan lama, membakar kalori lebih banyak, dan menyimpan sedikit lemak. Bahkan, beberapa probiotik juga mampu mencegah penyerapan lemak pada usus. Probiotik dapat membantu menjaga berat badan ideal bagi anak-anak atau bayi agar tidak mengalami berat badan yang berlebih.

  1. Meningkatkan mood 

Otak dan mikrobiota di dalam usus memiliki kemampuan untuk saling berkomunikasi. Selain itu, probiotik pada saluran pencernaan juga mempunyai kemampuan untuk meningkatkan serotonin. Fungsi dari serotonin adalah memberikan rasa senang, mengatur nafsu makan, dan mengatur tidur.

Bayi dapat kehilangan mood untuk makan ketika merasakan hal yang tidak menyenangkan. Hal ini adalah respon dari otak dan pencernaan karena merasakan hal yang tidak menyenangkan tersebut. Hal sebaliknya juga dapat terjadi, jika sistem pencernaan bayi dalam kondisi yang baik maka mood bayi juga akan naik.

  1. Sumber probiotik untuk bayi

Bagi bayi, sumber utama probiotiknya berasal dari ASI. Namun, tidak semua bayi bisa menerima ASI dan membutuhkan sumber makanan lainnya. Salah satu produk pengganti ASI yang memiliki probiotik adalah susu formula. Untuk menjadikan susu formula sebagai sumber probiotik, Anda perlu memperhatikan cara pembuatan susu yang benar sehingga tidak menghilangkan sumber probiotiknya. Hal ini dikarenakan jika susu diseduh dengan air yang benar-benar panas mampu mematikan probiotik yang dibutuhkan. 

Pada bayi yang sudah MPASI, beberapa sumber probiotik juga bisa didapatkan pada:

  • Tempe
  • Yogurt
  • Acar timun
  • Keju mozarella, cheddar, dan cottage

Probiotik memang memiliki banyak manfaat bagi bayi. Namun, Anda dapat memberikannya pada bayi yang berusia 3 bulan ke atas untuk menghindari efek yang tidak diinginkan. Pastikan juga probiotik yang diberikan adalah dalam bentuk suplemen. Diskusikan pada dokter anak untuk memaksimalkan manfaat probiotik bagi bayi.

Kondisi Payudara Bisa Jadi Masalah Ibu Menyusui

Kondisi Payudara Bisa Jadi Masalah Ibu Menyusui

Menyusui adalah sebuah aktivitas yang penting bagi kehidupan seorang manusia. Di mana ASI merupakan nutrisi atau asupan terbaik bagi bayi baru lahir. Namun, dalam praktiknya, banyak sekali masalah ibu menyusui yang ditemui di lapangan, di mana sebagian besar terjadi karena kondisi payudara ibu itu sendiri.

Di bawah ini ada beberapa masalah ibu menyusui yang disebabkan atau timbul karena kondisi payudara tersebut. Langsung aja, berikut di antaranya:

  • Kondisi puting tenggelam

Payudara pada wanita sama seperti organ tubuh lain, yakni memiliki bentuk yang berbeda-beda. Selain di ukuran, perbedaan payudara biasanya terletak pada bentuk atau ukuran puting. Kadang, yang menjadi masalah ibu menyusui adalah bentuk puting yang mendatar atau tenggelam. 

Walau bukan termasuk masalah yang berarti, tetapi bentuk puting ini bisa menghambat proses menyusui. Ini berkaitan erat dengan proses pelekatan atau kondisi di mana bayi mencucup susu dari payudara ibunya.

Masalah ini dapat diatasi dengan mudah melalui dua cara yang populer, seperti penarikan puting secara manual (menggunakan tangan); atau menggunakan spuit ukuran 10—20 ml, bergantung pada besar puting. 

Spuit dengan mudah dapat dipahami sebagai “suntikan”. Alat ini banyak dijual di apotek atau toko kesehatan lain. Anda bisa menarik puting agar mengacung dengan memanfaatkan gaya yang dihasilkan isapan dari spuit tersebut. Anda dapat melakukan penarikan sehari tiga kali pagi, siang,  dan malam, masing-masing 10 kali hingga kondisi puting Anda cukup ideal.

  • Puting lecet

Meski tidak berpengaruh langsung dalam proses menyusui, tetapi masalah ibu menyusui ini bisa memberi efek atau sensasi sakit kepada ibu. Lagi pula, puting yang lecet bisa membuat anak tidak nyaman saat menyusui. Masalah ibu menyusui ini bisa terjadi karena posisi dan pelekatan yang tidak baik atau juga dapat diakibatkan iritasi kulit yang sensitif dengan lidah bayi atau akibat jamur.

  • Kebiasaan buruk menangani payudara sehingga saluran ASI tersumbat

Masalah ibu menyusui selanjutnya yang berkaitan dengan kondisi payudara adalah adanya benjolan sehingga menyebabkan saluran ASI tersumbat. Penyumbatan ini bisa terjadi karena proses pengentalan ASI karena jarang dikeluarkan.

Namun, pada umumnya masalah ini timbul akibat kebiasaan buruk menangani payudara, seperti menopang payudara dengan posisi menggunting dan juga penggunaan bra yang terlalu menekan payudara.

  • Payudara bengkak

Payudara membengkak biasanya disertai dengan kondisi sensasi sakit di area payudara, puting terasa kencang, kulit mengilat walau tidak merah, terlihat pembuluh darah vena di permukaan payudara, hingga tidak keluarnya ASI. Hal ini disebabkan pengosongan payudara tidak berlangsung optimal, sering kali akibat bayi jarang menyusu dan produksi ASI melimpah. Bisa juga karena posisi dan pelekatan yang kurang tepat sehingga pengosongan payudara kurang optimal atau pembatasan pengosongan payudara.

Ibu bisa mengatasi masalah ini dengan melakukan kompres hangat pada payudara, kemudian pijat spiral secara lembut di area sekitar sumbatan menuju puting. Selain itu, ibu mungkin butuh obat penghilang nyeri (analgesik) yang diresepkan dokter.

  • Mastitis

Masalah ibu menyusui ini adalah kondisi di mana terjadinya peradangan pada payudara. Kondisi ini dapat ditandai dengan terdapatnya benjolan di payudara hingga menyebabkan kulit luarnya menjadi merah. Selain itu, mastitis juga menyebabkan ibu merasakan nyeri hebat dan panas ditambah ibu mengalami demam.

Ada dua jenis mastitis, yaitu non-infective mastitis dan infective mastitis (abses payudara). Yang kedua ini telah terinfeksi bakteri terutama Staphylococcus virulent. Umumnya didahului puting lecet, saluran air susu tersumbat, atau pembengkakan payudara (engorgement).

Sama seperti masalah payudara bengkak, upaya pertama yang bisa dilakukan oleh ibu yang menderita mastitis adalah mengompres payudaranya dengan air hangat dan melakukan pemijatan secara lembut di area sekitar sumbatan. Untuk mengurangi rasa sakit, ibu bisa diberi pengobatan dengan tablet analgetik. Sementara untuk mengatasi infeksi diberi pengobatan dengan antibiotik dan vitamin C dosis tinggi.

***

Kira-kira itulah beberapa masalah ibu menyusui yang terjadi akibat kondisi payudara. Menjadi penting bagi Anda, para perempuan, untuk menjaga kondisi dan kesehatan payudara, walaupun saat ini Anda tidak mengandung atau menyusui. Hal ini baik untuk dilakukan sebagai upaya persiapan sebelum nantinya terjadi masalah di waktu yang tidak tepat.