Tagged: hidup sehat

Olahraga Berapa Kali dalam Seminggu dan Kapan Waktu yang Tepat?

Pernahkah Anda bertanya olahraga berapa kali dalam seminggu? Apakah olahraga perlu dilakukan setiap hari agar bisa sehat?

Mungkin banyak yang bertanya hal demikian. Sebenarnya olahraga memang perlu dilakukan secara teratur agar kebugaran dan kesehatan tubuh tetap terjaga. Yuk, simak penjelasan lengkap mengenai frekuensi olahraga yang sebaiknya dilakukan dalam seminggu.

Waktu Olahraga yang Baik

Memilih waktu kapan berolahraga sebenarnya juga perlu dilihat. Memang tidak ada patokan pasti kapan waktu yang baik untuk melakukan aktivitas fisik. Waktu berolahraga di pagi, siang, atau sore, tetap akan memberikan manfaat bagi kesehatan. 

Jika Anda memilih berolahraga di pagi hari, maka bisa meningkatkan mood. Hal ini karena otak di pagi hari akan melepaskan hormon endorfin yang menyebabkan rasa bahagia. Olahraga di pagi hari juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lebih banyak kalori untuk membantu menurunkan berat badan Anda.

Sedangkan olahraga di siang dan sore hari juga bermanfaat karena bisa meningkatkan suhu tubuh dan menghangatkan otot. 

Sebaiknya Olahraga Berapa Kali dalam Seminggu?

Sebenarnya ada beberapa rekomendasi terkait pola olahraga yang dikelompokkan berdasarkan usia. 

  1. Anak berusia 3-5 tahun atau prasekolah

Untuk anak yang masih berusia 3-5 tahun sebenarnya tidak ada aturan atau rekomendasi berapa kali olahraga dalam seminggu yang sebaiknya dilakukan. Akan tetapi, mereka perlu melakukan aktivitas fisik sepanjang hari untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya. 

  1. Anak-anak dan remaja usia 6-17 tahun

Olahraga berapa kali dalam seminggu yang dianjurkan untuk kelompok usia ini? Nah, buat mereka yang berusia 6-17 tahun sebaiknya melakukan olahraga atau latihan kebugaran fisik setiap hari minimal 60 menit. 

AKtivitas yang sebaiknya dilakukan adalah dengan intensitas sedang, seperti berjalan, bersepeda, berlari, melompat, main basket, hingga bermain di taman.

  1. Dewasa sehat berusia 18-64 tahun

Untuk kelompok usia 18-64 tahun atau sudah dewasa, dianjurkan melakukan olahraga aerobik dengan intensitas sedang setidaknya 150-300 menit setiap minggu.

Anda bisa membagi rekomendasi jumlah menit ini yang bisa dilakukan setiap harinya. 

Atau bisa dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur minimal 30 menit sehari.

Jika Anda lebih suka olahraga berat, bisa dengan menambah latihan penguatan otot 2 kali seminggu. Latihan tersebut bisa berupa push up, angkat beban. sit up, dan lainnya. 

Anda perlu membuat jadwal olahraga yang baik agar manfaatnya bisa dirasakan lebih maksimal. 

Tidak boleh memaksa tubuh untuk selalu berolahraga. Jika memang tubuh terlalu lelah, maka biarkan tubuh beristirahat untuk melakukan recovery. 

Bagilah rekomendasi jumlah waktu total berolahraga yang dianjurkan dalam beberapa hari. 

  1. Orang dengan kondisi khusus

Kelompok ini adalah lansia, pasien yang menjalani perawatan, hingga ibu hamil. Mereka juga membutuhkan aktivitas fisik yang baik. Karena tergolong dalam kondisi khusus, maka perlu konsultasi dengan dokter terkait frekuensi olahraga berapa kali dalam seminggu. 

Efek Buruk Jika Olahraga Terlalu Berat

Tubuh yang terlalu banyak melakukan aktivitas fisik, justru tidak disarankan. Tidak ada patokan standar batasan seseorang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Karena kemampuan masing-masing orang tentu saja berbeda. 

Akan tetapi, Anda perlu lebih peka pada tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh yang bisa jadi gejala tubuh mengalami olahraga berlebihan.

Gejala tersebut bisa berupa:

  • Merasa cemas
  • Sangat kelelahan
  • Penurunan performa fisik
  • Butuh waktu istirahat lebih lama agar bisa pulih
  • Depresi
  • Susah tidur
  • Sering mengalami sakit
  • Nyeri otot di seluruh tubuh
  • Sering mengalami cedera

Jika mengalami gejala tersebut, Anda sebaiknya beristirahat atau kurangi frekuensi dan juga intensitas aktivitas fisik Anda. Jika kondisi Anda tidak segera pulih, maka bisa berkonsultasi dengan dokter.

Manfaat Jalan Kaki 10.000 Langkah, Efektifkah bagi Lansia?

manfaat jalan kaki 10000 langkah

Jalan kaki adalah olahraga sederhana untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh, terutama bagi lansia. Para manula yang mampu berjalan kaki sendiri tanpa bantuan menandakan kemandirian hidup yang lebih lama. 

Akhir-akhir ini terdapat program kesehatan yang menggalakkan untuk berjalan kaki 10.000 langkah setiap hari. Dipercaya salah satu manfaat jalan kaki 10.000 langkah adalah meningkatkan kesehatan kardiovaskular. 

Banyak aplikasi olahraga di smartphone menjadikan 10.000 langkah sebagai patokan. Namun 10.000 langkah cukup sulit dicapai oleh manula.

Manfaat berjalan kaki bagi manula

Saat memulai kegiatan baru, akan ada kekhawatiran terhadap program olahraga yang akan diikuti. Pikiran umum seperti, apakah berjalan kaki dapat meringankan gejala atau memperburuk nyeri sendi, kerap muncul dan akhirnya membuat lansia tidak berolahraga.

Berjalan kaki bisa saja memperburuk gejala, namun harusnya hal itu tidak menyurutkan Anda untuk tetap aktif bergerak. Di usia senja, bergerak secara aktif sangat diperlukan.

Berikut manfaat utama berjalan kaki untuk lansia:

  1. Membuat tubuh lebih kuat dan bugar

Jalan kaki adalah salah satu olahraga sederhana yang paling aman bagi penderita nyeri sendi. Konsisten berjalan kaki membantu memperkuat fondasi tubuh dan membuat Anda lebih bugar. 

  1. Memelihara berat badan

Makan dan terlalu banyak bersantai dapat membuat berat badan naik secara drastis. Obesitas pada lansia seperti pintu yang mengundang berbagai penyakit risiko kronis untuk datang. 

Berjalan kaki adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga berat badan serta mengurangi stres pada persendian dibandingkan dengan berlari atau bentuk olahraga lainnya. 

Manfaat jalan kaki 10.000 langkah bisa membakar kalori lebih cepat seperti jika Anda melakukan olahraga lari. 

  1. Memperkuat tulang, meningkatkan mobilitas, dan mengurangi rasa sakit

Jika Anda tidak terbiasa berjalan kaki secara teratur, Anda bisa merasakan ketidaknyamanan pada sendi dan tulang. 

Ketidaknyamanan itu akan hilang seiring waktu saat Anda berjalan. Ditambah lagi penelitian menemukan bahwa jalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat mencegah hilangnya massa tulang, mengurangi rasa sakit dan tekanan pada persendian, memperkuat otot dan mobilitas, serta mengurangi risiko patah tulang pinggul.

Secara keseluruhan, berjalan kaki juga dapat meningkatkan fleksibilitas dan stabilitas.

  1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kardiovaskular

Olahraga ringan dan sedang, termasuk berjalan kaki, membantu melawan flu, infeksi, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Berjalan kaki merupakan bentuk olahraga kardiovaskular karena sudah banyak penelitian yang membuktikan manfaatnya dalam meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan kadar gula darah, dan mencegah komplikasi kardiovaskular lainnya.

  1. Kesehatan mental dan kognisi yang lebih baik

Berjalan kaki jarak jauh secara teratur membuat tubuh membantu tubuh melepaskan stres sehingga Anda jauh lebih rileks. Hal ini mempengaruhi fungsi kognitif lebih baik, seperti fokus dan daya ingat kuat, dan mengurangi risiko demensia.

Agar Anda lebih nyaman berjalan kaki, mulailah secara perlahan dengan jarak pendek dan kecepata rendah terlebih dahulu. Jika Anda merasa sakit ditengah jalan, ambillah waktu istirahat keesokan harinya, dan mulai kembali dua hari berikutnya. 

Haruskah mencapai 10.000 langkah setiap hari?

Program 10.000 langkah mungkin cocok bagi orang dewasa atau populasi selain lansia dan populasi khusus (orang yang hidup dengan kecacatan dan / atau penyakit kronis yang dapat membatasi mobilitas dan / atau ketahanan fisik). 

Menurut salah satu penelitian, lansia sehat rata-rata berjalan kaki sebanyak 2.000-9.000 langkah per hari, dan populasi khusus rata-rata 1.200-8.800 langkah per hari. Maka dari itu 10.000 langkah setiap hari bisa terdengar menakutkan bagi sebagian orang.

Dikutip dari AARP, banyaknya langkah yang diambil memang meningkatkan manfaat dari berjalan kaki. Tapi pada lansia, puncak dari manfaat tersebut sudah bisa terlihat pada sekitar 7.500 langkah. 

Catatan

Manfaat jalan kaki 10.000 langkah setiap hari bisa memperpanjang usia. Namun pada lansia, 7.500 langkah secara teratur sudah cukup untuk membuat mereka lebih sehat dan bugar. 

Bahaya Es Krim untuk Kesehatan Anda

bahaya eskrim

Es krim merupakan cemilan yang disukai banyak orang di berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Akan tetapi, Anda perlu berhati-hati terhadap kemungkinan bahaya eskrim yang terkena cemaran bakteri Salmonella. Proses pengolahan hingga penyajian es krim menyebabkan kontaminasi bakteri Salmonella

Kejadian kontaminasi bakteri Salmonella pada es krim 

Sebuah penelitian pada tahun 2013 dilakukan di salah satu daerah di Indonesia dengan cara mengambil beberapa sampel es krim homemade. Sebanyak 4 dari 10 sampel es krim ternyata mengandung bakteri Salmonella sp. Hal ini mungkin disebabkan karena banyak es krim homemade dibuat dengan menggunakan bahan telur mentah atau bahkan tidak matang yang telah tercemari bakteri Salmonella

Kontaminasi es krim oleh bakteri juga sudah pernah terjadi di beberapa negara maju. Pada tahun 1978 pemerintah Italia melarang penjualan es krim karena terbukti terkontaminasi bakteri patogen. Pada tahun 1992, di Inggris dan Kota Wales terjadi kasus infeksi Salmonella enteritidis yang menjangkit 32 orang. Tak hanya itu, infeksi Salmonella melalui es krim juga pernah menjadi wabah di Minnesota.  

Es krim khususnya jenis es puter masih sering dijual lewat pedagang kaki lima atau pedagang keliling. Beberapa membuat es krim secara homemade, meskipun ada pula yang mendapatkannya lewat supplier. Hal ini menyebabkan es krim muda terpapar bakteri mudah terjadi jika dibuat sendiri. Pasalnya, tidak ada jaminan higineitas. Terdapat kasus konsumen memgalami mual dan diare setelah mengonsumsi es krim, namun seringkali dihiraukan dan tetap menikmatinya karena rasa es krim yang lezat.  

Bahaya bakteri Salmonella

Biasanya penderita infeksi bakteri Salmonella tidak menunjukkan gejala khusus. Namun, beberapa orang ada yang mengalami diare, demam, dan kram perut dalam 8-72 jam setelah mengonsumsi es krim. Kebanyakan penderita dapat sembuh tanpa perawatan khusus. 

Infeksi ini juga cenderung tidak menyebabkan kematian. Akan tetapi bayi, anak-anak, lansia, penerima donor organ, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun rendah memiliki risiko komplikasi yang berbahaya. Berikut ini beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada kelompok tersebut:

  • Dehidrasi

Salah satu akibat infeksi Salmonella yaitu diare. Apabila penderita tidak mengonsumsi air untuk mengganti cairan yang hilang, maka terjadilah dehidrasi. 

  • Bakteremia

Kondisi ini terjadi ketika bakteri masuk ke dalam aliran darah dan menginfeksi jaringan di dalam tubuh, antara lain otak, tulang belakang, jantung, tulang, sumsum tulang belakang, serta lapisan pembuluh darah. 

  • Artritis reaktif 

Orang yang pernah terinfeksi Salmonella memiliki risiko lebih tinggi terkena artirtis reaktif atau sindrom Reiter yang menyebabkan iritasi mata, sakit saat buang air kecil, serta nyeri sendi. Penyakit ini mengakibatkan kemerahan dan pembengkakan di berbagai sendi tubuh. 

Untuk menghindari efek samping Salmonella, sebaiknya lakukan pengolahan sesuai standar higienitas dan masak bahan pangan hingga benar-benar matang. 

Bakteri lain yang berisiko mengkontaminasi es krim 

Pada suatu penelitian yang dilakukan pada tahun 2013, ditemukan bakteri Klebsiella oxytoca dan Klebsiella pneumoniae pada 27% es krim tradisional yang digunakan sebagai sampel. Kemungkinan kontaminasi terjadi pada saat pengolahan dan penyajian oleh pedagang.  Bakteri ini bisa menginfeksi berbagai organ, seperti paru, saluran kencing, kulit, atau saluran cerna. 

Bakteri lainnya yang mungkin ada di es krim yaitu bakteri E.Coli dan Listeria. Keduanya biasanya berasal dari bahan susu atau krim. Namun, bentuk pengolahan yang tepat, seperti pasteurisasi dapat mengurangi risikonya. Bahan tambahan pangan pada es krim, seperti gelatin juga bisa mendatangkan kontaminasi bakteri jika tidak diolah dengan benar.  

Susu Basi

Setiap makanan dan minuman tentunya punya tanggal kadaluarsa. Salah satunya termasuk susu. Jika Anda biarkan susu disimpan di dalam kulkas hingga masa kadaluarsa berakhir, maka akan menjadi susu basi. Jika susu tersebut sudah melewati masa kadaluarsa, pastinya akan dibuang.

Apakah Susu Basi Bermanfaat?

Apakah susu basi harus dibuang? Susu basi sebenarnya masih dapat digunakan, karena beberapa susu tersebut dengan tingkat keasaman tertentu dapat digunakan untuk mengolah makanan. Menurut Dairy Council of California, susu basi yang telah melewati tanggal kadaluarsa masih aman untuk digunakan.

Organisasi tersebut juga menyatakan bahwa susu basi tidak memiliki aturan ketat. Untuk mengetahui kesegaran susu basi, Anda perlu menghirupnya. Ketika susu basi, susu tersebut mengeluarkan bau kuat dan membusuk. Anda juga dapat mencicipinya untuk mengetahui apakah susu tersebut masih segar atau tidak.

Cara Untuk Mengetahui Jika Masih Bermanfaat

Kesegaran susu juga bergantung pada cara Anda menyimpannya. Suhu yang ideal untuk menjaga kesegaran susu adalah di antara 3 hingga 7 derajat Celsius. Ketika Anda membelinya, Anda perlu segera memasukkannya ke dalam kulkas. Anda juga sebaiknya jangan menaruhnya di tempat yang panas atau terbuka terlalu lama.

Pada akhir tahun 1800an, sebagian susu yang diproduksi secara komersial dan dijajakan harus lolos tahap pasteurisasi. Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa kegunaan pasteurisasi adalah membunuh bakteri berbahaya seperti bakteri E. coli, Listeria, dan Salmonella.

Pada kenyataannya, proses pasteurisasi tidak sepenuhnya membunuh bakteri. Menurut Journal of Dairy Science, bakteri yang tertinggal dapat tumbuh sehingga membuat susu menjadi basi. Selain itu, untuk menentukan seberapa cepat bakteri tumbuh di dalam susu, hal tersebut bergantung pada beberapa faktor seperti jumlah bakteri yang ada dan suhu untuk menyimpan susu.

Susu yang mengalami perubahan pada kualitas akan memiliki tanda-tanda bahwa susu tersebut mengeluarkan bau busuk, memiliki rasa asam, serta tekstur dan warna susu menjadi berlendir. Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut, Anda perlu buang susu tersebut, karena dapat membahayakan tubuh.

Gejala

Pada umumnya, susu yang mengandung banyak bakteri dapat mengganggu kesehatan manusia. Meminum susu yang memiliki bau busuk dan rasa asam merupakan racun yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, diare, mual, dan muntah.

Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir jika Anda mengkonsumsinya dalam jumlah sedikit. Jika Anda mengkonsumsi minuman tersebut dalam jumlah yang banyak, maka akan semakin berdampak buruk bagi kesehatan Anda.

Manfaat Susu Basi

Anda perlu membuang susu yang mengental, mengalami pertumbuhan jamur, dan berlendir. Namun, jika Anda menemukan bahwa susu yang Anda beli telah melewati tanggal kadaluarsa selama satu atau dua hari dan memiliki rasa asam sedikit, Anda tidak perlu khawatir. Susu dengan kondisi tersebut masih bisa digunakan.

Bahkan, Anda dapat menggunakannya untuk mengolah jenis makanan sebagai berikut:

  1. Panekuk dan biskuit

Anda dapat menggunakan susu basi dalam proses pembuatan panekuk atau biskuit.

  • Keju

Susu yang memiliki rasa asam dapat digunakan untuk membuat keju seperti keju cottage.

  • Sup

Susu yang sudah asam dapat digunakan untuk mengentalkan dan memperkaya rasa sup.

  • Saus salad

Susu basi yang berlendir dapat digunakan untuk membuat saus salad.

Susu basi tidak sepenuhnya sia-sia. Anda dapat mengolahnya dengan membuat makanan yang disebutkan di atas. Meskipun demikian, Anda perlu segera membuangnya jika susu tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi. Selain itu, jika Anda mengalami gangguan pencernaan akibat susu basi, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter.