Tagged: Sindrom Guillain-Barre

Waspadai Sindrom Guillain-Barre dan Gejala yang Mungkin Muncul

Rasa kesemutan tentu pernah dialami banyak orang. Namun, jika kondisi ini terjadi dalam intensitas yang cukup sering, sebaiknya Anda perlu waspada. Terlebih, jika kesemutan tersebut juga diikuti dengan kondisi lain, seperti sulit bernapas ketika berbaring. Kedua kondisi ini dapat menjadi gejala awal dari sindrom Guillain-Barre.

Sindrom Guillain-Barre atau yang disingkat dengan GBS adalah kumpulan dari gejala yang menyerang sistem saraf, di antaranya saraf tepi, saraf tulang belakang, dan saraf otak.

Pada dasarnya, sindrom ini dapat menyerang siapa saja. Namun, mayoritas pasien yang menderita sindrom Guillain-Barre meliputi kelompok usia 15-35 tahun dan juga 54-74 tahun.

Sering kesemutan dan mengalami kesulitan bernapas hanya dua contoh dari beberapa kemungkinan gejala lain yang dapat terjadi, seperti:

  • Kaki terasa lemas dan merasakan sensasi ini bahkan hingga tubuh bagian atas dalam kurun waktu yang cukup singkat, yaitu kurang dari 4 minggu saja.
  • Merasakan sensasi seperti tertusuk-tusuk jarum pada bagian jari-jari tangan dan kaki, pergelangan tangan, maupun kaki.
  • Mengalami kesulitan dalam menggerakkan bagian wajah tertentu, seperti ketika ingin berbicara, mengunyah, dan menelan.
  • Kehilangan keseimbangan ketika berjalan. Dalam kasus tertentu, bahkan seseorang tidak dapat berjalan atau menaiki tangga sama sekali.
  • Detak jantung berdebar lebih cepat.
  • Mengalami kesulitan dalam mengontrol dan menahan ketika ingin buang air besar atau kecil.

Jika Anda mengalami sebagian besar kondisi seperti yang disebutkan, maka sudah seharusnya Anda berkonsultasi pada dokter. Diagnosis yang dilakukan lebih dini, dapat berpengaruh terhadap proses pemulihan yang lebih cepat.

Bagaimana sindrom Guillain-Barre diobati?

Nyatanya, GBS sangat mungkin dapat diobati. Walaupun begitu, dalam beberapa kasus tertentu, penderita GBS diminta untuk menjalani perawatan di rumah sakit, karena khawatir terjadi komplikasi lain yang membahayakan nyawa. Pasien butuh untuk dimonitor setiap saat secara intensif agar kondisi terkini detak jantung, infeksi, atau kemungkinan lain seperti pembekuan darah, penurunan maupun peningkatan tekanan darah, dapat diketahui.

Ada pun perawatan yang umumnya dijalani:

  • Plasmapheresis, yaitu proses pengambilan darah yang kemudian akan memisahkan bagian plasma dengan selnya. Sel-sel tersebut akan dimasukkan kembali ke dalam tubuh, sehingga plasma dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak.
  • Terapi imunoglobulin, yaitu proses perawatan dengan intravena. Imunoglobulin itu sendiri mengandung antibodi sehat dari pendonor darah yang ditransfusikan lewat pembuluh darah.