Tanda Bahaya Masa Nifas yang Perlu Diwaspadai Wanita

Masa nifas adalah kondisi saat terjadinya perubahan pada tubuh perempuan setelah melahirkan. Beberapa sumber menjelaskan, masa nifas ini biasanya terjadi selama enam minggu usai proses persalinan. Namun demikian, meskipun perubahan pada tubuh tersebut wajar, tetapi anda disarankan untuk tetap waspada karena bisa saja perubahan tersebut merupakan efek dari persalinan dan berujung menjadi tanda bahaya masa nifas. 

Lantaran tanda bahaya masa nifas tak bisa disepelekan, maka tidak ada salahnya untuk anda meluangkan waktu sejenak untuk membaca artikel ini, yang akan mengulas beberapa tanda bahaya masa nifas. Tanpa berlama lagi, mari kita simak bersama tanda-tanda yang dimaksud. 

Sakit di bagian payudara 

Jika anda merasa payudara sakit atau nyeri usai proses persalinan, maka bisa jadi itu merupakan komplikasi masa nifas. Adapun berbagai sumber menjelaskan kondisi itu umumnya wajar karena baru pertama kali menyusui. Kendati demikian, jika nyeri sudah diobati tapi masih dirasakan, maka anda patut waspada itu merupakan peradangan jaringan payudara atau mastitis. 

Mastitis merupakan salah satu dari tanda bahaya masa nifas. Kondisi tersebut umumnya terjadi selama masa awal produksi air susu ibu atau ASI. Adapun jika anda mengalami gejala payudara sakit yang disertai warna kemerahan, demam, dan terserang gejala flu, maka anda sebaiknya langsung menemui dokter terkait untuk mendapatkan pemeriksaan. 

Depresi 

Tanda bahaya masa nifas berikutnya adalah depresi usai melahirkan. Secara umum, depresi yang terjadi pada ibu yang habis melahirkan adalah wajar. Namun, apabila depresi berlangsung lebih dari dua pekan, maka mungkin saja si ibu mengalami postpartum depression. 

Apabila kondisi tersebut yang terjadi, maka menemui psikolog atau dokter sangat diperlukan. Pasalnya, depresi usai melahirkan ini merupakan kondisi yang bisa mengancam keselamatan ibu dan anak. Sebab, jika tak segera ditangani bisa memunculkan gejala psikosis, yang mana si penderita seakan-akan mendengar suara untuk menyakiti diri sendiri, bahkan anaknya. 

Wasir 

Tanda bahaya masa nifas selanjutnya adalah wasir. Seperti diketahui, wasir ini biasanya disebabkan oleh sembelit. Kondisi ini juga jangan dianggap remeh, meski umumnya wasir dapat sembuh sendiri. Di sisi lain, walaupun dapat diobati sendiri, berbagai sumber telah menyarakan kalau wasir disertai dengan pendarahan, tinja berwarna merah, dan berlangsung lama, maka harus segera mendapatkan penanganan oleh dokter. 

Infeksi 

Tanda bahaya masa nifas berikutnya ialah terjadi infeksi selama masa nifas berlangsung. Adapun infeksi yang dimaksud adalah postpartum. Dirangkum dari beberapa sumber, infeksi masa nifas sebetulnya jarang terjadi. Namun demikian tetap saja tak boleh dipandang remeh karena infeksi tersebut bisa terjadi pada vagina, rahim, perineum atau serviks. 

Adapun infeksi dapat terjadi karena bisa saja selama proses persalinan ada robekan di jalan lahir atau luka apabila melahirkan secara caesar. Nah, bagian yang luka itu kemudian menjadi rentan mengalami infeksi selama masa nifas. Apabila jahitan setelah melahirkan makin sakit, maka segeralah periksakan diri kepada dokter. 

Demikianlah beberapa tanda bahaya masa nifas yang patut diwaspadai. Secara umum, tanda tersebut wajar dialami. Namun, kewaspadaan diperlukan apabila gejala itu disertai hal-hal yang umumnya tidak terjadi. Oleh karena itu, selama masa nifas usahakan agar anda selalu ditemani, baik oleh pasangan atau famili. 

Di sisi lain, apabila merasakan sesuatu yang tidak wajar, sebaiknya segera beritahu pasangan atau keluarga anda. Jangan sampai tanda bahaya masa nifas ini malah merugikan kesehatan anda dan si buah hati. Akhir kata, semoga artikel ini dapat membantu anda. Tentu saja anda amat disarankan untuk membaca referensi lain atau langsung berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tanda bahaya masa nifas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *